22 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kejiwaan, Energi dan Vibrasi

Putu Sri Suciyati by Putu Sri Suciyati
February 4, 2020
in Esai
Kejiwaan, Energi dan Vibrasi

Foto ilustrasi: Putu Suciyati/Untitled design

Kejiwaan yang dimaksud disini adalah spiritualitas ( spirituality ) yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan Religi atau kepercayaan tertentu.Spiritual simplenya bisa diartikan akan kesadaran seseorang yang lebih kepada keberadaan Sang Jiwa dalam setiap individu yang lepas dari nilai nilai materialisme. Kejiwaan yang mana sifat dan tekstur perasaanya lebih halus.

Oleh karenanya, pemenuhan kebutuhan spiritualitas adalah dengan cara melihat kedalam dengan memutuskan segala koneksi dengan kesenangan – kesenangan yang mengandung unsur duniawi : nafsu & keserakahan.

Kepercayaan , budaya dan tradisi kita di Bali kuat menanamkan pemahaman Tri Hita Karana yang menyebutkan koneksi dengan Tuhan, sesama manusia dan dengan alam yang mengantarkan kita pada keharmonisan. Koneksi dengan Tuhan dilaksanakan dengan cara : menghaturkan yadnya dan persembahyangan . Sedangkan dengan alam, disamping dengan yadnya juga diwujudkan dengan perilaku menjaga kelestarian dan keseimbangan alam . Tidak berburu, tidak mengotori dan “menyakiti” alam.

Harusnya, jelas terpapar adanya pemahaman akan unsur kejiwaan atau spiritualisme dalam kehidupan ini. Spiritual itu natural adanya dalam setiap individu yang ada. Di saat kita menjalani hidup dalam berbagai aspek dan tahapannya, kita mungkin saja mencapai titik di mana kita menyadari bahwa semua hal dimana kita pernah dan sedang terlibat – semua yang kita anggap penting dan berharga tidak benar-benar menuntun kita pada pemenuhan atau kepuasan batin yang menciptakan perasaan ketidak lengkapan.

Ruang lingkup spirituality atau kejiwaan jauh diluar jangkauan unsur – unsur duniawi. Berangkat dari perspektif inilah akan banyak menimbulkan pertanyaan dalam level kesadaran batin mengenai Sang Jiwa. Orang bijak sangat memahami jika, semua jawaban mengenai kehidupan dan jiwa yang selama ini kita cari diluar sana – sudah ada didalam diri kita. Hanya saja kita belum bisa mendapatkannya karena ada cara atau metode tertentu yang digunakan .

Kita terlalu  menyibukkan diri untuk memenuhi kebutuhan fisik dengan memanfaatkan panca indriya , pikiran dan perasaan kita. Namun apabila kedua mata mulai ditutup , indriya lainnya digunakan dalam keadaan siaga dan sadar , mengambil sikap badan tegak dan nyaman , pikiran fokus terkontrol – dalam keheningan perjalanan batin inilah jawaban itu nantinya akan dapat ditemukan. Katakanlah bermeditasi, merupakan cara yang tepat yang dapat dilakukan.

Meditasi – kedengarannya sangat mudah . Pemahaman awam : duduk diam merenung. Hanya sampai disana sajakah? Pasti ada banyak hal yang perlu dipahami. Dua mata kita sebagai indriya penglihatan , memiliki fungsi untuk melihat keluar – keadaan di luar yang bersifat objek duniawi dan di sekitar badan fisik ini. Ada istilah mata ketiga atau inner eye . Mata ini membawa kita kepada pemahaman mendalam karena “melihat” dengan kebijaksanaan dan intelek yang mana informasi yang ditangkap bukan lagi dalam wujud objek tertentu melainkan vibrasi energi.

Sekali lagi , meditasi adalah praktek spirituality yang telah berusia ribuan tahun dengan cara mengontrol pikiran dan indriya dalam sikap tubuh yang tegak dan siaga. Pikiran sejatinya bisa membimbing kita menuju kepada kedamaian, penyembuhan ataupun sebaliknya menjerumuskan kita kedalam penderitaaan.

Maka dari itu, sadarilah akan the power of mind. Sakit dan bahagia datangnya dari bagaimana kita mengelola pikiran. Ketika dalam posisi duduk dengan kaki bersilang , tulang punggung harus dalam posisi tegak. Semua bagian tubuh mulai dari ujung kepala hingga kaki dalam posisi siaga – aware namun relaxed.

Sikap tegap ini sangat berpengaruh pada bagaimana sirkulasi energi prana didalam tubuh mengalir tanpa adanya hambatan.Diawali dengan keteguhan yang kuat secara disiplin , lama kelamaan akan terbentuklah habit.

Dengan pola kebiasaan yang telah terarah ke hal yang lebih positif memicu perubahan terhadap kualitas energi spiritual kita: kecantikan dari dalam , intelektual dan aura otomatis akan terpancar keluar dan terlihat melalui badan fisik, tingkah laku, bagaimana kita berbicara dan bagaimana kita bereaksi atas suatu hal.

Pikiran ini tidak lagi terisi dengan segala keluh kesah, kebingungan, ketepurukan namun telah menjadi tempat lahirnya ide-ide dan berbagai inspirasi yang nantinya pasti berguna dalam perjalanan hidup kita kedepannya. Kita mungkin  perlahan-lahan akan menemukan passion – kecintaan atau sesuatu yang membuat kita selalu bergairah untuk melakukannya. Tidak peduli harus bangun lebih pagi, cuaca kurang bersahabat, atau alasan-alasan lainnya.

Ketika kita masuk lebih dalam ke dalam wilayah ini, selain disiplin yang lebih positif telah terbentuk kualitas diri kita pun menjadi lebih baik. Frekuensi energi kita setingkat lebih diatas. Layaknya sebuah radio, pada frekuensi tertentu tidak akan dapat menjangkau siaran dengan frekuensi yang berbeda.

Coba kita perhatikan mengapa untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik , harus dimulai dengan merubah frekuensi energi kita. Pada saat kita dapat mengendalikan pikiran ini , instead of  mengulang-ulang  kemalangan, kejelekkan, ketidaksempurnaan, akan jauh lebih bermanfaat apabila kita menanam bibit-bibit pikiran positif dengan berafirmasi.

Saya penuh dengan talenta. Saya penuh dengan cinta kasih . Saya sehat. Saya bahagia. Saya terberkati. Saya penuh perlindungan, dsb. Pernafasan harus lebih teratur, panjang, tenang, pada saat bermeditasi, hal ini dipercaya dapat memperkuat dan memperluas energi kehidupan (prana) pada setiap individu yang menjalaninya.

Begini, kita tahu ada aliran energi didalam tubuh kita. Untuk menciptakan keadaan sehat dan harmonis, energi harus dapat mengalir tanpa adanya hambatan. Seringkali apa yang kita pikirkan menimbulkan kegelisahan, kekhawatiran, marah, cemburu, iri hati, rakus, sedih – segala hal yang berbau negatif. Apabila tidak segera dikeluarkan atau ‘disembuhkan’ sudah pasti akan membawa segala macam kesengsaraan dan membentuk semacam block pada titik-titik tertentu.

Irama pernafasan yang tenang mempengaruhi irama pikiran kita. Semakin tenang nafas , semakin tenang pikiran. Dalam ketenangan muncul kejelasan ( clarity ). Jelas yang mana hitam dan putih tidak lagi abu-abu . Bijaksana. Pemahaman yang mendalam tentang Sang Jiwa yang murni dan bersih ,menyadarkan kita tidak perlu lagi memendam ketidaknyamanan dalam tingkat fisik, mental dan jiwa. Melepas dengan jalan afirmasi dan visualisasi – lagi lagi kekuatan pikiran – dan pernafasan merupakan kombinasi yang ampuh. 

Perubahan akibat inner work , mengubah frekuensi energi spiritual dan hampir semua pola dalam diri kita ( pikir , sikap , berbicara ) kearah yang lebih berkualitas. Inner work juga mengantarkan kita kedalam pemahaman yang luas akan siapa dan apa kita seutuhnya.

“The Secret” karya Rhonda Byrne merupakan buku best – selling pada tahun mungkin diantara 2006 – 2007 yang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa dan telah terjual puluhan juta copy di seluruh dunia. Menjabarkan bagaimana ia mengubah nasibnya melalui kekuatan pikiran. Ada hukum alam yang ia mengerti dan lakukan yaitu Hukum tarik menarik (The law of attraction).

You become what you think about! Kita menjadi apa yang kita pikirkan ! – kurang lebih itulah pesannya. Dalam hukum tarik menarik ia menyebutkan beberapa langkah kerja untuk membuat keinginannya terwujud : minta (request), percaya (believe), visualisasi (visualization) dan terima (receive).

Untuk dapat mengirimkan permintaan pada semesta , haruslah ada getaran / vibrasi yang diterima. Maka dari itu buatlah dengan detail dan sejelas – jelasnya apa yang Anda inginkan, sehingga jelas juga vibrasi yang kita kirimkan. Vibrasi yang bekualitas guna menerima hasil yang berkualitas pula pastilah bermula dari energi spiritual yang berkualitas. Kembali lagi keawal, apa yang ada didalam diri kita – terpancar keluar. Semua terlahir sukses, semua terlahir berbakat, semua terlahir cerdas, semua terlahir sempurna.

Kita percaya akan adanya hukum karma yang dapat menjelaskan kenapa kita berada dalam kondisi yang berbeda dalam kehidupan ini. Namun ini bukan seharusnya menjadi pelampiasan akan nasib kita yang begitu-begitu saja. Terlebih lagi pada era sekarang , dimana kebutuhan duniawi  menutupi kebutuhan batin menyebabkan keharmonisan dan keseimbangan tidak karuan-karuan disaat semua orang menginginkan ketentraman. Yang disangkanya membawa kepuasan, justru mengundang keserakahan.

Alam semakin menyempit dan kumuh. Kesadaran semakin rendah. Dan kita seolah-olah nyasar tak tahu arah semakin jauh dari Sang Jiwa . Prinsip-prinsip kejiwaan dalam menjalani hidup seperti : kemurnian, kepuasan batin, ketaatan spiritual, belajar, kesetiaan – semakin jarang  walaupun beberapa pasti ada. Vibrasi energi kita, dapat mengubah kondisi kita ke arah positif maupun negatif -tergantung dari apa yang kita tanam di pikiran yang berdampak pada frekuensi energi .

You Become What You Think About! Kita Menjadi Apa Yang Kita Pikirkan! [T]

Tags: energikejiwaanmeditasirenungan
Share31TweetSendShareSend
Previous Post

Festival Budaya X Jegeg Bagus Tabanan 2020: Ciptakan Keindahan, Lestarikan Kebudayaan

Next Post

Melawat ke Flores [3] : Masih di Perairan Komodo

Putu Sri Suciyati

Putu Sri Suciyati

Tinggal di Puri Tengah Siangan , Banjar Triwangsa, Siangan, Gianyar, Bali. Bisa ditemui di FB: Putu Suciyati dan IG: putu_suciyati

Related Posts

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

Read moreDetails
Next Post
Melawat ke Flores [3] : Masih di Perairan Komodo

Melawat ke Flores [3] : Masih di Perairan Komodo

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co