9 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kejiwaan, Energi dan Vibrasi

Putu Sri Suciyati by Putu Sri Suciyati
February 4, 2020
in Esai
Kejiwaan, Energi dan Vibrasi

Foto ilustrasi: Putu Suciyati/Untitled design

Kejiwaan yang dimaksud disini adalah spiritualitas ( spirituality ) yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan Religi atau kepercayaan tertentu.Spiritual simplenya bisa diartikan akan kesadaran seseorang yang lebih kepada keberadaan Sang Jiwa dalam setiap individu yang lepas dari nilai nilai materialisme. Kejiwaan yang mana sifat dan tekstur perasaanya lebih halus.

Oleh karenanya, pemenuhan kebutuhan spiritualitas adalah dengan cara melihat kedalam dengan memutuskan segala koneksi dengan kesenangan – kesenangan yang mengandung unsur duniawi : nafsu & keserakahan.

Kepercayaan , budaya dan tradisi kita di Bali kuat menanamkan pemahaman Tri Hita Karana yang menyebutkan koneksi dengan Tuhan, sesama manusia dan dengan alam yang mengantarkan kita pada keharmonisan. Koneksi dengan Tuhan dilaksanakan dengan cara : menghaturkan yadnya dan persembahyangan . Sedangkan dengan alam, disamping dengan yadnya juga diwujudkan dengan perilaku menjaga kelestarian dan keseimbangan alam . Tidak berburu, tidak mengotori dan “menyakiti” alam.

Harusnya, jelas terpapar adanya pemahaman akan unsur kejiwaan atau spiritualisme dalam kehidupan ini. Spiritual itu natural adanya dalam setiap individu yang ada. Di saat kita menjalani hidup dalam berbagai aspek dan tahapannya, kita mungkin saja mencapai titik di mana kita menyadari bahwa semua hal dimana kita pernah dan sedang terlibat – semua yang kita anggap penting dan berharga tidak benar-benar menuntun kita pada pemenuhan atau kepuasan batin yang menciptakan perasaan ketidak lengkapan.

Ruang lingkup spirituality atau kejiwaan jauh diluar jangkauan unsur – unsur duniawi. Berangkat dari perspektif inilah akan banyak menimbulkan pertanyaan dalam level kesadaran batin mengenai Sang Jiwa. Orang bijak sangat memahami jika, semua jawaban mengenai kehidupan dan jiwa yang selama ini kita cari diluar sana – sudah ada didalam diri kita. Hanya saja kita belum bisa mendapatkannya karena ada cara atau metode tertentu yang digunakan .

Kita terlalu  menyibukkan diri untuk memenuhi kebutuhan fisik dengan memanfaatkan panca indriya , pikiran dan perasaan kita. Namun apabila kedua mata mulai ditutup , indriya lainnya digunakan dalam keadaan siaga dan sadar , mengambil sikap badan tegak dan nyaman , pikiran fokus terkontrol – dalam keheningan perjalanan batin inilah jawaban itu nantinya akan dapat ditemukan. Katakanlah bermeditasi, merupakan cara yang tepat yang dapat dilakukan.

Meditasi – kedengarannya sangat mudah . Pemahaman awam : duduk diam merenung. Hanya sampai disana sajakah? Pasti ada banyak hal yang perlu dipahami. Dua mata kita sebagai indriya penglihatan , memiliki fungsi untuk melihat keluar – keadaan di luar yang bersifat objek duniawi dan di sekitar badan fisik ini. Ada istilah mata ketiga atau inner eye . Mata ini membawa kita kepada pemahaman mendalam karena “melihat” dengan kebijaksanaan dan intelek yang mana informasi yang ditangkap bukan lagi dalam wujud objek tertentu melainkan vibrasi energi.

Sekali lagi , meditasi adalah praktek spirituality yang telah berusia ribuan tahun dengan cara mengontrol pikiran dan indriya dalam sikap tubuh yang tegak dan siaga. Pikiran sejatinya bisa membimbing kita menuju kepada kedamaian, penyembuhan ataupun sebaliknya menjerumuskan kita kedalam penderitaaan.

Maka dari itu, sadarilah akan the power of mind. Sakit dan bahagia datangnya dari bagaimana kita mengelola pikiran. Ketika dalam posisi duduk dengan kaki bersilang , tulang punggung harus dalam posisi tegak. Semua bagian tubuh mulai dari ujung kepala hingga kaki dalam posisi siaga – aware namun relaxed.

Sikap tegap ini sangat berpengaruh pada bagaimana sirkulasi energi prana didalam tubuh mengalir tanpa adanya hambatan.Diawali dengan keteguhan yang kuat secara disiplin , lama kelamaan akan terbentuklah habit.

Dengan pola kebiasaan yang telah terarah ke hal yang lebih positif memicu perubahan terhadap kualitas energi spiritual kita: kecantikan dari dalam , intelektual dan aura otomatis akan terpancar keluar dan terlihat melalui badan fisik, tingkah laku, bagaimana kita berbicara dan bagaimana kita bereaksi atas suatu hal.

Pikiran ini tidak lagi terisi dengan segala keluh kesah, kebingungan, ketepurukan namun telah menjadi tempat lahirnya ide-ide dan berbagai inspirasi yang nantinya pasti berguna dalam perjalanan hidup kita kedepannya. Kita mungkin  perlahan-lahan akan menemukan passion – kecintaan atau sesuatu yang membuat kita selalu bergairah untuk melakukannya. Tidak peduli harus bangun lebih pagi, cuaca kurang bersahabat, atau alasan-alasan lainnya.

Ketika kita masuk lebih dalam ke dalam wilayah ini, selain disiplin yang lebih positif telah terbentuk kualitas diri kita pun menjadi lebih baik. Frekuensi energi kita setingkat lebih diatas. Layaknya sebuah radio, pada frekuensi tertentu tidak akan dapat menjangkau siaran dengan frekuensi yang berbeda.

Coba kita perhatikan mengapa untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik , harus dimulai dengan merubah frekuensi energi kita. Pada saat kita dapat mengendalikan pikiran ini , instead of  mengulang-ulang  kemalangan, kejelekkan, ketidaksempurnaan, akan jauh lebih bermanfaat apabila kita menanam bibit-bibit pikiran positif dengan berafirmasi.

Saya penuh dengan talenta. Saya penuh dengan cinta kasih . Saya sehat. Saya bahagia. Saya terberkati. Saya penuh perlindungan, dsb. Pernafasan harus lebih teratur, panjang, tenang, pada saat bermeditasi, hal ini dipercaya dapat memperkuat dan memperluas energi kehidupan (prana) pada setiap individu yang menjalaninya.

Begini, kita tahu ada aliran energi didalam tubuh kita. Untuk menciptakan keadaan sehat dan harmonis, energi harus dapat mengalir tanpa adanya hambatan. Seringkali apa yang kita pikirkan menimbulkan kegelisahan, kekhawatiran, marah, cemburu, iri hati, rakus, sedih – segala hal yang berbau negatif. Apabila tidak segera dikeluarkan atau ‘disembuhkan’ sudah pasti akan membawa segala macam kesengsaraan dan membentuk semacam block pada titik-titik tertentu.

Irama pernafasan yang tenang mempengaruhi irama pikiran kita. Semakin tenang nafas , semakin tenang pikiran. Dalam ketenangan muncul kejelasan ( clarity ). Jelas yang mana hitam dan putih tidak lagi abu-abu . Bijaksana. Pemahaman yang mendalam tentang Sang Jiwa yang murni dan bersih ,menyadarkan kita tidak perlu lagi memendam ketidaknyamanan dalam tingkat fisik, mental dan jiwa. Melepas dengan jalan afirmasi dan visualisasi – lagi lagi kekuatan pikiran – dan pernafasan merupakan kombinasi yang ampuh. 

Perubahan akibat inner work , mengubah frekuensi energi spiritual dan hampir semua pola dalam diri kita ( pikir , sikap , berbicara ) kearah yang lebih berkualitas. Inner work juga mengantarkan kita kedalam pemahaman yang luas akan siapa dan apa kita seutuhnya.

“The Secret” karya Rhonda Byrne merupakan buku best – selling pada tahun mungkin diantara 2006 – 2007 yang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa dan telah terjual puluhan juta copy di seluruh dunia. Menjabarkan bagaimana ia mengubah nasibnya melalui kekuatan pikiran. Ada hukum alam yang ia mengerti dan lakukan yaitu Hukum tarik menarik (The law of attraction).

You become what you think about! Kita menjadi apa yang kita pikirkan ! – kurang lebih itulah pesannya. Dalam hukum tarik menarik ia menyebutkan beberapa langkah kerja untuk membuat keinginannya terwujud : minta (request), percaya (believe), visualisasi (visualization) dan terima (receive).

Untuk dapat mengirimkan permintaan pada semesta , haruslah ada getaran / vibrasi yang diterima. Maka dari itu buatlah dengan detail dan sejelas – jelasnya apa yang Anda inginkan, sehingga jelas juga vibrasi yang kita kirimkan. Vibrasi yang bekualitas guna menerima hasil yang berkualitas pula pastilah bermula dari energi spiritual yang berkualitas. Kembali lagi keawal, apa yang ada didalam diri kita – terpancar keluar. Semua terlahir sukses, semua terlahir berbakat, semua terlahir cerdas, semua terlahir sempurna.

Kita percaya akan adanya hukum karma yang dapat menjelaskan kenapa kita berada dalam kondisi yang berbeda dalam kehidupan ini. Namun ini bukan seharusnya menjadi pelampiasan akan nasib kita yang begitu-begitu saja. Terlebih lagi pada era sekarang , dimana kebutuhan duniawi  menutupi kebutuhan batin menyebabkan keharmonisan dan keseimbangan tidak karuan-karuan disaat semua orang menginginkan ketentraman. Yang disangkanya membawa kepuasan, justru mengundang keserakahan.

Alam semakin menyempit dan kumuh. Kesadaran semakin rendah. Dan kita seolah-olah nyasar tak tahu arah semakin jauh dari Sang Jiwa . Prinsip-prinsip kejiwaan dalam menjalani hidup seperti : kemurnian, kepuasan batin, ketaatan spiritual, belajar, kesetiaan – semakin jarang  walaupun beberapa pasti ada. Vibrasi energi kita, dapat mengubah kondisi kita ke arah positif maupun negatif -tergantung dari apa yang kita tanam di pikiran yang berdampak pada frekuensi energi .

You Become What You Think About! Kita Menjadi Apa Yang Kita Pikirkan! [T]

Tags: energikejiwaanmeditasirenungan
Share31TweetSendShareSend
Previous Post

Festival Budaya X Jegeg Bagus Tabanan 2020: Ciptakan Keindahan, Lestarikan Kebudayaan

Next Post

Melawat ke Flores [3] : Masih di Perairan Komodo

Putu Sri Suciyati

Putu Sri Suciyati

Tinggal di Puri Tengah Siangan , Banjar Triwangsa, Siangan, Gianyar, Bali. Bisa ditemui di FB: Putu Suciyati dan IG: putu_suciyati

Related Posts

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

Read moreDetails

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

by Dede Putra Wiguna
June 8, 2026
0
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber...

Read moreDetails

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

by Putu Arya Nugraha
June 7, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

BERDASARKAN data, selain kasus kekerasan seksual dan kasus HIV/Aids, kasus pernikahan anak juga termasuk paling tinggi di Buleleng. Sebagai ketua...

Read moreDetails

Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

by T.H. Hari Sucahyo
June 7, 2026
0
Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

SETIAP kali menghadiri acara hajatan, seminar, reuni, atau pertemuan keluarga besar, ada satu momen yang hampir selalu ditunggu banyak orang:...

Read moreDetails

Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

by Wayan Esa Bhaskara
June 7, 2026
0
Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

Catatan ini diniatkan sebagai evaluasi bagi para peserta dan pembina lomba baca puisi serangkaian HUT ke-37 SMA Negeri 1 Petang....

Read moreDetails

Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran

by Agung Sudarsa
June 7, 2026
0
Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran

Yajña: Dari Ritual Persembahan Menuju Laku Kehidupan Banyak orang memandang yajña sebagai ritual keagamaan yang diwujudkan melalui sesajen, canang, bunga,...

Read moreDetails

Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

by I Gede Janitra Rad Winatha
June 6, 2026
0
Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan...

Read moreDetails

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

by I Nyoman Tingkat
June 6, 2026
0
Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek...

Read moreDetails

Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur

by Agung Sudarsa
June 6, 2026
0
Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur

Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika...

Read moreDetails
Next Post
Melawat ke Flores [3] : Masih di Perairan Komodo

Melawat ke Flores [3] : Masih di Perairan Komodo

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?
Esai

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber...

by Dede Putra Wiguna
June 8, 2026
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat
Ulas Rupa

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

by Made Chandra
June 8, 2026
Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua
Panggung

Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti...

by Nyoman Budarsana
June 7, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

BERDASARKAN data, selain kasus kekerasan seksual dan kasus HIV/Aids, kasus pernikahan anak juga termasuk paling tinggi di Buleleng. Sebagai ketua...

by Putu Arya Nugraha
June 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co