1 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
September 16, 2019
in Khas
Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Balap sepeda Porprov Bali 2019 di Desa Apuan, Baturiti, Tabanan. (Foto: dok penulis)

Pinge yang sedang menggeliat. Menata diri sebagai desa wisata yang berpotensi menarik pengunjung. Ditunjuknya banjar kecil di Desa Baru, Marga, Tabanan, Bali ini sebagai arena porprov khusus cabang olah raga balap sepeda, menjadi keberuntungan. Banjar kecil yang bersih, rapi dengan udaranya yang sejuk ini, mendapat berkah.

Atlit-atlit dan pengurus ISSI menginap di rumah-rumah penduduk yang memang sengaja dijadikan pondok wisata. Dan Desa Wisata Pinge akan lebih dikenal sebagai destinasi yang layak disinggahi.

Jumat, 13 September 2019, kampung yang biasanya sepi ini mendadak bergemuruh karena menjadi arena balap sepeda kategori roadrace. Tabanan sedang punya hajatan. Menjadi tuan rumah porprov 2019. Seorang teman mengirimi saya video serunya balapan sepeda di kampung ini. Memutar dari banjar Pinge-Baru-Apuan-Pinge sebanyak 20 kali. Saya tidak sempat nonton karena pas hari kerja.

Sehari sebelumnya nomer ITT diadakan, start dari depan monumen Margarana dan finis di Munduk Andong Kaje. Medan yang didominasi oleh tanjakan-tanjakan. Sungguh sayang memang, Tabanan  paceklik medali di cabor ini. Radit, atlit belia dari Tegal Jadi, yang merupakan wakil andalan Tabanan, harus puas berada di posisi ke lima, dengan selisih waktu tertinggal 5 menit 26 detik dari juara pertama.

Tapi mengingat usia Radit yang memang masih sangat muda, dia mungkin masih punya potensi untuk bersaing merebut medali lagi dua tahun. Tergantung nanti pembinaan dan latihan ke depan.

Desa Apuan

Yang tersisa adalah nomer criterium, yang diadakan di seputaran Desa Apuan. Ini adalah lomba terakhir di cabor balap sepeda. Kebetulan diadakan hari minggu. Jadi banyak orang yang bisa nonton.

Hari minggu pagi itu, 15 September 2019, Desa Apuan nampak ramai. Para atlit, ofisial, panitia dan wasit menyiapkan diri. Para atlit mondar-mandir mencobai lintasan, sambil melakukan pemanasan sebelum otot-otot disiksa sampai batas tertentu. Lalu lintas disterilkan. Polisi banyak berjaga.

Lintasan balapan adalah jalan mulus di depan Pura Natar Sari ke selatan, belok ke kanan, terus sampai di depan jalan menuju Pinge, balik lagi ke timur. Terlihat memang lintasan balapannya kurang layak, karena jalan itu dibagi dua sehingga sirkuit menjadi sangat sempit. Tikungan juga menjadi sangat tajam yang membahayakan para pembalap.

Para penonton sempat melontarkan kritik, karena sebenarnya masih banyak jalan bagus dan lebih lebar yang bisa dipakai sebagai lintasan. Kabarnya sebelumnya sempat mau diadakan di Kediri, di Jalan Ngurah Rai, jalan besar di utara patung Soekarno. Kalau dibagi dua pun, jalannya masih terasa lebar, jadi aman untuk mengadu kecepatan. Tapi entah kenapa dibatalkan pihak panitia.

Lomba pagi tadi sempat mengalami penundaan satu jam karena kabarnya terjadi perdebatan di antara panitia tentang lintasan itu. Tapi akhirnya lomba tetap diadakan.

Diawali balapan di nomer putri. Sorak-sorai para supporter dan pelatih menghidupkan suasana. Penduduk desa yang awam tentang dunia sepeda juga ikut menonton. Banyak juga orang yang terjebak di tempat itu, tidak tahu ada acara balapan porprov, padahal sudah ada petunjuk bahwa jalan di­-stop sementara waktu. Sehingga mereka tidak bisa melintas, kemudian ikut berbaur menjadi penonton. Sungguh meriah.

Yel-yel terdengar saat para pembalap melintas di depan para penonton. Balapan di nomer putri ini harus memutari sirkuit sebanyak 26 kali. Jalan cenderung mendatar. Ada tanjakan ringan di sebelah barat pertigaan Desa Apuan yang juga menguras tenaga. Setelah memutar beberapa lap, peleton mulai terpencar-pencar.

Dua atlit putri Badung memimpin membuntuti marshal yang mengendarai sepeda motor. Jauh meninggalkan peleton. Kalau tidak terjadi halangan, emas dan perak sudah di tangan. Akhirnya, setelah menyelesaikan 26 kali putaran, Rosa Handayani, atlit putri Badung meraih emas.  Perak diraih rekannya sesama atlit Badung. Mereka menang dengan mudah. Sementara perunggu dibawa pulang atlit Karangasem.

Selanjutnya nomer putra dimulai. Para penonton lebih serius. Memperbaiki tempat duduk mereka. Siap-siap dengan smartphone di genggaman, untuk membidik momen terbaik. Beberapa orang membawa kamera DSLR, untuk meyakinkan gambar-gambar terbaik. Secanggih-canggih sebuah smartphone, belum bisa menggeser fungsi sebuah kamera digital.


Tikungan tajam dengan beton di sebelah kanan, sungguh berbahaya bagi para pembalap (Foto dok. Agus Marlisetia)

Ada rasa was-was, karena tikungan sirkuit begitu tajam. Semoga tidak terjadi apa-apa. Ini adalah balapan putra, tentu lebih kenceng dan berani. Dan biasanya laki-laki lebih krosokan. Tapi ternyata mereka sangat profesional. Di tikungan tajam mereka hati-hati, kemudian saat jalan datar dan lurus mereka memacu kecepatan. Syukurlah sampai lomba selesai, tidak terjadi apa-apa.

Cuma tadi ada insiden yang tak disangka. Seorang nenek tiba-tiba menyebrang jalan. Pas rombongan pembalap datang dengan kecepatan tinggi. Di tengah jalan terlihat tubuh nenek itu diapit para pembalap. Sungguh mengerikan. Stang-stang sepeda hanya beberapa senti dari tubuhnya. Untunglah beliau tenang, sehingga selamat. Sedikit saja, bisa fatal. Orang-orang terkejut dan berteriak dengan spontan. Para penonton meneriaki marshal yang menjaga lintasan, yang begitu teledor dan tidak konsentrasi.

Dari pinggir jalan kelihatan wajah sang marshal merah. Malu dan menyesal. Mungkin dalam hati mengutuki keteledorannya. Menjadi marshal harus selalu konsentrasi. Bisa dibayangkan, sedikit saja salah, satu pembalap menyenggol tubuh nenek tadi, pastilah semua peserta jungkir balik.

Selama 36 putaran itu, atlit Denpasar Kevin Dani Maulana memimpin jauh sendirian. Kevin yang bertubuh kecil, lajunya melesat seperti kijang. Mengendarai roadbike berwarna hitam dengan tulisan merek Cervelo warna putih besar, Kevin terus memacu kecepatan. Jerseynya yang berwarna hitam dipadu putih, helem yang putih bersih, kelihatan sepadan dengan roadbike yang dia pakai. Yel-yel yang menyebut namanya terus bergema.

Radit

Beberapa atlit mengalami overlap, gugur dan harus keluar lintasan. Kevin terus jauh memimpin. Di belakangnya ada peleton dari atlit Badung, Denpasar, Buleleng dan Tabanan. Peserta Tabanan yang tersisa hanya Radit. Sebelumnya ada Diva, tapi kemudian harus keluar lintasan karena gugur. Radit harus berjuang sendirian, bersaing dengan atlit-atlit lain yang lebih senior darinya. Sedangkan Ngurah, atlit cilik dari Selemadeg yang ikut membela Tabanan, harus gigit jari tidak bisa turun balapan karena kesalahan teknis.

Sesekali  Radit sempat melaju dari peleton. Untuk dua lap dia sempat memimpin bersama salah satu atlit Badung. Harapan medali perak atau perunggu bisa dia bawa pulang. Tapi sisa lap masih banyak. Lawan-lawannya mulai bangkit dan berusaha mengejar. Radit kembali tertelan ke dalam peleton. Agaknya dia kelelahan. Melaju sendirian dari peleton dan melawan arah angin sendirian, membuat energinya terkuras.


Radit Foto: dok penulis)

Dia membutuhkan pemulihan, untuk menyiapkan energi pada sprint terakhir yang akan menentukan raihan medali. Tapi sampai putaran terakhir, energinya betul-betul telah habis. Saat sprint terakhir pada lap ke 38 atau putaran penghabisan, dia tidak bisa melaju. Medali perak dan perunggu jatuh di genggaman atlit Badung.

Sungguh miris. Tak ada tersisa medali untuk tuan rumah. Satu-satunya berita hiburan adalah saat kabar Dewa Putu Prana Angira berhasil meraih perak di nomer downhill. Iya, satu-satunya medali di cabor balap sepeda untuk kabupaten tercinta kita, Tabanan.

Tapi tidak apa-apa. Lawan-lawan memang sungguh tangguh. Tugas ISSI Tabanan nanti untuk melecut diri, agar bisa menghasilkan serdadu-serdadu siap tempur untuk dua tahun lagi. Tidak boleh patah semangat. Asa selalu ada ketika kita mau berusaha.

Sepuntul-puntul tiuk, yen sube terus sangih, pasti lakar mangan. [T]

Tags: balap sepedaDesa ApuanDesa Pingedesa wisataPorprov Balitabanan
Share153TweetSendShareSend
Previous Post

Pacaran, Penting, Tidak Penting…

Next Post

Porprov Bali 2019 di Pantai Kelecung: Ini Satu-Satunya Pertandingan Berlatar Sunset

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails
Next Post
Porprov Bali 2019 di Pantai Kelecung: Ini Satu-Satunya Pertandingan Berlatar Sunset

Porprov Bali 2019 di Pantai Kelecung: Ini Satu-Satunya Pertandingan Berlatar Sunset

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini
Budaya

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

by tatkala
May 1, 2026
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’
Khas

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya
Gaya

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

by tatkala
May 1, 2026
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya
Esai

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

by Arief Rahzen
May 1, 2026
’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan
Ulas Musik

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

FENOMENA viralnya lagu “Siti Mawarni Ya Incek” tidak bisa dibaca sekadar lagu hiburan digital yang lewat begitu saja. Ia adalah...

by Ahmad Sihabudin
May 1, 2026
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru
Pop

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co