14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
September 16, 2019
in Khas
Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Balap sepeda Porprov Bali 2019 di Desa Apuan, Baturiti, Tabanan. (Foto: dok penulis)

Pinge yang sedang menggeliat. Menata diri sebagai desa wisata yang berpotensi menarik pengunjung. Ditunjuknya banjar kecil di Desa Baru, Marga, Tabanan, Bali ini sebagai arena porprov khusus cabang olah raga balap sepeda, menjadi keberuntungan. Banjar kecil yang bersih, rapi dengan udaranya yang sejuk ini, mendapat berkah.

Atlit-atlit dan pengurus ISSI menginap di rumah-rumah penduduk yang memang sengaja dijadikan pondok wisata. Dan Desa Wisata Pinge akan lebih dikenal sebagai destinasi yang layak disinggahi.

Jumat, 13 September 2019, kampung yang biasanya sepi ini mendadak bergemuruh karena menjadi arena balap sepeda kategori roadrace. Tabanan sedang punya hajatan. Menjadi tuan rumah porprov 2019. Seorang teman mengirimi saya video serunya balapan sepeda di kampung ini. Memutar dari banjar Pinge-Baru-Apuan-Pinge sebanyak 20 kali. Saya tidak sempat nonton karena pas hari kerja.

Sehari sebelumnya nomer ITT diadakan, start dari depan monumen Margarana dan finis di Munduk Andong Kaje. Medan yang didominasi oleh tanjakan-tanjakan. Sungguh sayang memang, Tabanan  paceklik medali di cabor ini. Radit, atlit belia dari Tegal Jadi, yang merupakan wakil andalan Tabanan, harus puas berada di posisi ke lima, dengan selisih waktu tertinggal 5 menit 26 detik dari juara pertama.

Tapi mengingat usia Radit yang memang masih sangat muda, dia mungkin masih punya potensi untuk bersaing merebut medali lagi dua tahun. Tergantung nanti pembinaan dan latihan ke depan.

Desa Apuan

Yang tersisa adalah nomer criterium, yang diadakan di seputaran Desa Apuan. Ini adalah lomba terakhir di cabor balap sepeda. Kebetulan diadakan hari minggu. Jadi banyak orang yang bisa nonton.

Hari minggu pagi itu, 15 September 2019, Desa Apuan nampak ramai. Para atlit, ofisial, panitia dan wasit menyiapkan diri. Para atlit mondar-mandir mencobai lintasan, sambil melakukan pemanasan sebelum otot-otot disiksa sampai batas tertentu. Lalu lintas disterilkan. Polisi banyak berjaga.

Lintasan balapan adalah jalan mulus di depan Pura Natar Sari ke selatan, belok ke kanan, terus sampai di depan jalan menuju Pinge, balik lagi ke timur. Terlihat memang lintasan balapannya kurang layak, karena jalan itu dibagi dua sehingga sirkuit menjadi sangat sempit. Tikungan juga menjadi sangat tajam yang membahayakan para pembalap.

Para penonton sempat melontarkan kritik, karena sebenarnya masih banyak jalan bagus dan lebih lebar yang bisa dipakai sebagai lintasan. Kabarnya sebelumnya sempat mau diadakan di Kediri, di Jalan Ngurah Rai, jalan besar di utara patung Soekarno. Kalau dibagi dua pun, jalannya masih terasa lebar, jadi aman untuk mengadu kecepatan. Tapi entah kenapa dibatalkan pihak panitia.

Lomba pagi tadi sempat mengalami penundaan satu jam karena kabarnya terjadi perdebatan di antara panitia tentang lintasan itu. Tapi akhirnya lomba tetap diadakan.

Diawali balapan di nomer putri. Sorak-sorai para supporter dan pelatih menghidupkan suasana. Penduduk desa yang awam tentang dunia sepeda juga ikut menonton. Banyak juga orang yang terjebak di tempat itu, tidak tahu ada acara balapan porprov, padahal sudah ada petunjuk bahwa jalan di­-stop sementara waktu. Sehingga mereka tidak bisa melintas, kemudian ikut berbaur menjadi penonton. Sungguh meriah.

Yel-yel terdengar saat para pembalap melintas di depan para penonton. Balapan di nomer putri ini harus memutari sirkuit sebanyak 26 kali. Jalan cenderung mendatar. Ada tanjakan ringan di sebelah barat pertigaan Desa Apuan yang juga menguras tenaga. Setelah memutar beberapa lap, peleton mulai terpencar-pencar.

Dua atlit putri Badung memimpin membuntuti marshal yang mengendarai sepeda motor. Jauh meninggalkan peleton. Kalau tidak terjadi halangan, emas dan perak sudah di tangan. Akhirnya, setelah menyelesaikan 26 kali putaran, Rosa Handayani, atlit putri Badung meraih emas.  Perak diraih rekannya sesama atlit Badung. Mereka menang dengan mudah. Sementara perunggu dibawa pulang atlit Karangasem.

Selanjutnya nomer putra dimulai. Para penonton lebih serius. Memperbaiki tempat duduk mereka. Siap-siap dengan smartphone di genggaman, untuk membidik momen terbaik. Beberapa orang membawa kamera DSLR, untuk meyakinkan gambar-gambar terbaik. Secanggih-canggih sebuah smartphone, belum bisa menggeser fungsi sebuah kamera digital.


Tikungan tajam dengan beton di sebelah kanan, sungguh berbahaya bagi para pembalap (Foto dok. Agus Marlisetia)

Ada rasa was-was, karena tikungan sirkuit begitu tajam. Semoga tidak terjadi apa-apa. Ini adalah balapan putra, tentu lebih kenceng dan berani. Dan biasanya laki-laki lebih krosokan. Tapi ternyata mereka sangat profesional. Di tikungan tajam mereka hati-hati, kemudian saat jalan datar dan lurus mereka memacu kecepatan. Syukurlah sampai lomba selesai, tidak terjadi apa-apa.

Cuma tadi ada insiden yang tak disangka. Seorang nenek tiba-tiba menyebrang jalan. Pas rombongan pembalap datang dengan kecepatan tinggi. Di tengah jalan terlihat tubuh nenek itu diapit para pembalap. Sungguh mengerikan. Stang-stang sepeda hanya beberapa senti dari tubuhnya. Untunglah beliau tenang, sehingga selamat. Sedikit saja, bisa fatal. Orang-orang terkejut dan berteriak dengan spontan. Para penonton meneriaki marshal yang menjaga lintasan, yang begitu teledor dan tidak konsentrasi.

Dari pinggir jalan kelihatan wajah sang marshal merah. Malu dan menyesal. Mungkin dalam hati mengutuki keteledorannya. Menjadi marshal harus selalu konsentrasi. Bisa dibayangkan, sedikit saja salah, satu pembalap menyenggol tubuh nenek tadi, pastilah semua peserta jungkir balik.

Selama 36 putaran itu, atlit Denpasar Kevin Dani Maulana memimpin jauh sendirian. Kevin yang bertubuh kecil, lajunya melesat seperti kijang. Mengendarai roadbike berwarna hitam dengan tulisan merek Cervelo warna putih besar, Kevin terus memacu kecepatan. Jerseynya yang berwarna hitam dipadu putih, helem yang putih bersih, kelihatan sepadan dengan roadbike yang dia pakai. Yel-yel yang menyebut namanya terus bergema.

Radit

Beberapa atlit mengalami overlap, gugur dan harus keluar lintasan. Kevin terus jauh memimpin. Di belakangnya ada peleton dari atlit Badung, Denpasar, Buleleng dan Tabanan. Peserta Tabanan yang tersisa hanya Radit. Sebelumnya ada Diva, tapi kemudian harus keluar lintasan karena gugur. Radit harus berjuang sendirian, bersaing dengan atlit-atlit lain yang lebih senior darinya. Sedangkan Ngurah, atlit cilik dari Selemadeg yang ikut membela Tabanan, harus gigit jari tidak bisa turun balapan karena kesalahan teknis.

Sesekali  Radit sempat melaju dari peleton. Untuk dua lap dia sempat memimpin bersama salah satu atlit Badung. Harapan medali perak atau perunggu bisa dia bawa pulang. Tapi sisa lap masih banyak. Lawan-lawannya mulai bangkit dan berusaha mengejar. Radit kembali tertelan ke dalam peleton. Agaknya dia kelelahan. Melaju sendirian dari peleton dan melawan arah angin sendirian, membuat energinya terkuras.


Radit Foto: dok penulis)

Dia membutuhkan pemulihan, untuk menyiapkan energi pada sprint terakhir yang akan menentukan raihan medali. Tapi sampai putaran terakhir, energinya betul-betul telah habis. Saat sprint terakhir pada lap ke 38 atau putaran penghabisan, dia tidak bisa melaju. Medali perak dan perunggu jatuh di genggaman atlit Badung.

Sungguh miris. Tak ada tersisa medali untuk tuan rumah. Satu-satunya berita hiburan adalah saat kabar Dewa Putu Prana Angira berhasil meraih perak di nomer downhill. Iya, satu-satunya medali di cabor balap sepeda untuk kabupaten tercinta kita, Tabanan.

Tapi tidak apa-apa. Lawan-lawan memang sungguh tangguh. Tugas ISSI Tabanan nanti untuk melecut diri, agar bisa menghasilkan serdadu-serdadu siap tempur untuk dua tahun lagi. Tidak boleh patah semangat. Asa selalu ada ketika kita mau berusaha.

Sepuntul-puntul tiuk, yen sube terus sangih, pasti lakar mangan. [T]

Tags: balap sepedaDesa ApuanDesa Pingedesa wisataPorprov Balitabanan
Share153TweetSendShareSend
Previous Post

Pacaran, Penting, Tidak Penting…

Next Post

Porprov Bali 2019 di Pantai Kelecung: Ini Satu-Satunya Pertandingan Berlatar Sunset

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Porprov Bali 2019 di Pantai Kelecung: Ini Satu-Satunya Pertandingan Berlatar Sunset

Porprov Bali 2019 di Pantai Kelecung: Ini Satu-Satunya Pertandingan Berlatar Sunset

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co