2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pacaran, Penting, Tidak Penting…

Pandu Kalam by Pandu Kalam
September 15, 2019
in Esai
Pacaran, Penting, Tidak Penting…

Banyak teman bertanya kepada saya—mulai dari seputar perkuliahan, organisasi, hingga kenapa masih jomlo. Pertanyaan seputaran perkuliahan dan organisasi, tidaklah sulit bagi saya menjawabnya, karena merupakan bagian dari pengalaman ataupun kejadian yang digeluti hampir setiap saat.

Pertanyaan terakhir, “kenapa masih jomlo?”, nampaknya agak sedikit sulit bagi saya menjawabnya. Sebab, apabila saya beralasan bahwa jomlo adalah prinsip yang saya pegang teguh, ciee, tentu terdengar lucu apabila alasan model begini keluar dari mulut setiap orang (bukan hanya saya). Alaaaah, itu alasan basi, bilang aja kalo kamu ga’ laku. Mampus saya!

Begini, kita kembali dulu ke sejarah. Salah satu Bapak Bangsa kita, yaitu Bung Hatta pernah berikrar bahwa, dia tidak akan menjalin hubungan asmara dengan wanita mana pun kecuali bangsa kita tercinta ini sudah terbebas dan merdeka dari genggaman kolonialisme barat. Ini nyata, Bung. Jika tidak percaya, silakan cari tahu sendiri. Inilah prinsip sejati, prinsip yang hanya ada pada lelaki yang berpandangan ke depan.

Ini sama halnya dengan ikrar Mahapatih Majapahit yang terkenal itu, Gadjah Mada. Hanya saja Gadjah Mada manganggap wanita itu tidak penting sama sekali, buktinya selama Gadjah Mada hidup, tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Gadjah Mada mempunyai pasangan hidup. Maka dari itu dalam sumpahnya Gadjah Mada mempertaruhkan buah kesukaannya untuk mementingkan kepentingan negara dan bangsa.

Bagaimana kedudukan pacaran bagi Bung Hatta? Pentingkah? Atau karena memang beda konteks antara zaman dulu dengan zaman sekarang? Mungkin, wajar bagi pemuda zaman dulu tidak memikirkan soal pacaran karena hanya fokus pada perjuangan pembebasan, sehingga banyak teman saya beranggapan begitu. Selebihnya saya tidak tahu latar belakang salah satu Bapak Bangsa ini tidak mau berpacaran, yang jelas beliau lebih mengutamakan perjuangan untuk bangsa dari pada hal remeh-temeh seperti pacaran.

Prinsip Bung Hatta sedikit tidaknya mengajarkan kita betapa pentingnya mengejar terlebih dahulu apa yang dicita-citakan. Tentu, usaha tersebut harus dilakukan dengan bersungguh-sungguh, apalagi cita-cita ingin membangun bangsa. Tidakkah kalian sadar, wahai kawan-kawanku? Bangsa kita saat ini tengah berada pada krisis moral dan toleransi, sehingga menimbulkan berbagai macam konflik yang mengancam keutuhan bangsa dan negara. Bukankah begitu?

Negara saat ini sangat-sangat membutuhkan sosok yang revolusioner, Kawan. Masihkah kita acuh tak acuh terhadap permasalahan yang terjadi dalam negeri ini dan lebih mementingkan urusan bedak, lipstick, dan segala macam perlengkapan kosmetik pacar? Ehe. (Jadi sok-sokan bicara tentang negara, dasar!!).

Urusan pacaran, boleh-boleh saja. Asal kawan-kawan sekalian tidak menjadi budak olehnya, karena memang hidup adalah pilihan—orang bijak mengatakan, Life is a choices. Tapi terkadang pacaran itu bisa membikin orang setengah gila bahkan sangat gila–kegilaannya melebihi gilanya orang gila. Misalnya, ketika si cowok mengatakan putus kepada si cewek. Dampaknya, si cewek rela tidak makan seharian bahkan rela melukai anggota tubuhnya. Hadeeh, gilanya sudah keterlaluan!

Inilah yang saya katakan bahwa orang-orang semacam ini masuk dalam kategori gila dan budak cinta. Jangan salah, kalangan terpelajar pun termasuk, loh.. Ini bukan berarti saya mempengaruhi anda untuk tidak pacaran.

Ini menarik! Berkaitan dengan putus cinta, saya jadi ingat satu nama tokoh, Ir. Soekarno. Bapak pendiri bangsa pada masa remajanya, pernah menaruh perasaan kepada perempuan Belanda. Soekarno hampir tergila-gila oleh perempuan Belanda itu, namun hubungan mereka terhalang oleh ayah dari perempuan Belanda itu, karena ayahnya sangat jijik dan benci melihat bangsa pribumi. Cinta Bung Karno kandas di sini, si perempuan tadi diberangkatkan oleh ayahnya kembali ke Belanda. Pupuslah cinta Bung Karno.

Di sisi lain ada dampak positif juga bagi Soekarno, dia menjadi lebih fokus mengejar cita-citanya dalam memperjuangkan hak pribumi dan terbukti beliaulah yang menjadi motor pembebasan rakyat dari cengkraman penjajah hingga dinobatkan sebagai presiden pertama Republik Indonesia. Begitu mulia, Kawan. Ternyata putus cinta juga ada dampak positifnya. Bagaimana dengan kamu? Putus cintamu jangan sampai membikin kamu ga‘ makan seharian ya.

Sampai saat ini saya belum pernah merasakan bagaimana indah (jelek)-nya pacaran, boro-boro pegang tangan cewek. Sebenarnya banyak wanita yang saya suka, banyak sekali. Apalagi wanita Bali yang sungguh indah luar biasa itu. Tapi harus diakui, saya mempertahankan prinsip untuk menjomlo ini karena tiada lain hanya untuk menyembunyikan ketidaklakuan diri saya di hadapan para wanita.

Jadi, antara jomlo dan tidak jomlo, itu adalah pilihan masing-masing–life is a choices. Yang terpenting jangan sampai karir dan cita-cita kawan-kawan semua terganggu hanya dikarenakaan masalah sepele tentang cinta. Pesan saya untuk yang jomlo, jangan terpuruk karena kesendirianmu. Bangsa ini berdiri karena kita bersatu, bukan berdua. Dan untuk yang tidak jomlo, silakan nikmati kenikmatanmu asalkan jangan sampai kelewatan, jangan pernah mau menjadi budak cinta, dan jangan pernah jadikan alasan bahwa cinta menghambatmu untuk berekspresi.

Salam untuk para jomlo… [T]

Tags: cintaHattajomblopacaranSoekarno
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Mengangkat Kuliner Bali ke Dapur Mancanegara

Next Post

Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Pandu Kalam

Pandu Kalam

Lahir di Kalampa, Woha, Bima-NTB pada tanggal 04 Juli 1999. Kini merantau ke Singaraja-Bali dan aktif di organisasi dalam maupun luar kampus.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co