22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pacaran, Penting, Tidak Penting…

Pandu Kalam by Pandu Kalam
September 15, 2019
in Esai
Pacaran, Penting, Tidak Penting…

Banyak teman bertanya kepada saya—mulai dari seputar perkuliahan, organisasi, hingga kenapa masih jomlo. Pertanyaan seputaran perkuliahan dan organisasi, tidaklah sulit bagi saya menjawabnya, karena merupakan bagian dari pengalaman ataupun kejadian yang digeluti hampir setiap saat.

Pertanyaan terakhir, “kenapa masih jomlo?”, nampaknya agak sedikit sulit bagi saya menjawabnya. Sebab, apabila saya beralasan bahwa jomlo adalah prinsip yang saya pegang teguh, ciee, tentu terdengar lucu apabila alasan model begini keluar dari mulut setiap orang (bukan hanya saya). Alaaaah, itu alasan basi, bilang aja kalo kamu ga’ laku. Mampus saya!

Begini, kita kembali dulu ke sejarah. Salah satu Bapak Bangsa kita, yaitu Bung Hatta pernah berikrar bahwa, dia tidak akan menjalin hubungan asmara dengan wanita mana pun kecuali bangsa kita tercinta ini sudah terbebas dan merdeka dari genggaman kolonialisme barat. Ini nyata, Bung. Jika tidak percaya, silakan cari tahu sendiri. Inilah prinsip sejati, prinsip yang hanya ada pada lelaki yang berpandangan ke depan.

Ini sama halnya dengan ikrar Mahapatih Majapahit yang terkenal itu, Gadjah Mada. Hanya saja Gadjah Mada manganggap wanita itu tidak penting sama sekali, buktinya selama Gadjah Mada hidup, tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Gadjah Mada mempunyai pasangan hidup. Maka dari itu dalam sumpahnya Gadjah Mada mempertaruhkan buah kesukaannya untuk mementingkan kepentingan negara dan bangsa.

Bagaimana kedudukan pacaran bagi Bung Hatta? Pentingkah? Atau karena memang beda konteks antara zaman dulu dengan zaman sekarang? Mungkin, wajar bagi pemuda zaman dulu tidak memikirkan soal pacaran karena hanya fokus pada perjuangan pembebasan, sehingga banyak teman saya beranggapan begitu. Selebihnya saya tidak tahu latar belakang salah satu Bapak Bangsa ini tidak mau berpacaran, yang jelas beliau lebih mengutamakan perjuangan untuk bangsa dari pada hal remeh-temeh seperti pacaran.

Prinsip Bung Hatta sedikit tidaknya mengajarkan kita betapa pentingnya mengejar terlebih dahulu apa yang dicita-citakan. Tentu, usaha tersebut harus dilakukan dengan bersungguh-sungguh, apalagi cita-cita ingin membangun bangsa. Tidakkah kalian sadar, wahai kawan-kawanku? Bangsa kita saat ini tengah berada pada krisis moral dan toleransi, sehingga menimbulkan berbagai macam konflik yang mengancam keutuhan bangsa dan negara. Bukankah begitu?

Negara saat ini sangat-sangat membutuhkan sosok yang revolusioner, Kawan. Masihkah kita acuh tak acuh terhadap permasalahan yang terjadi dalam negeri ini dan lebih mementingkan urusan bedak, lipstick, dan segala macam perlengkapan kosmetik pacar? Ehe. (Jadi sok-sokan bicara tentang negara, dasar!!).

Urusan pacaran, boleh-boleh saja. Asal kawan-kawan sekalian tidak menjadi budak olehnya, karena memang hidup adalah pilihan—orang bijak mengatakan, Life is a choices. Tapi terkadang pacaran itu bisa membikin orang setengah gila bahkan sangat gila–kegilaannya melebihi gilanya orang gila. Misalnya, ketika si cowok mengatakan putus kepada si cewek. Dampaknya, si cewek rela tidak makan seharian bahkan rela melukai anggota tubuhnya. Hadeeh, gilanya sudah keterlaluan!

Inilah yang saya katakan bahwa orang-orang semacam ini masuk dalam kategori gila dan budak cinta. Jangan salah, kalangan terpelajar pun termasuk, loh.. Ini bukan berarti saya mempengaruhi anda untuk tidak pacaran.

Ini menarik! Berkaitan dengan putus cinta, saya jadi ingat satu nama tokoh, Ir. Soekarno. Bapak pendiri bangsa pada masa remajanya, pernah menaruh perasaan kepada perempuan Belanda. Soekarno hampir tergila-gila oleh perempuan Belanda itu, namun hubungan mereka terhalang oleh ayah dari perempuan Belanda itu, karena ayahnya sangat jijik dan benci melihat bangsa pribumi. Cinta Bung Karno kandas di sini, si perempuan tadi diberangkatkan oleh ayahnya kembali ke Belanda. Pupuslah cinta Bung Karno.

Di sisi lain ada dampak positif juga bagi Soekarno, dia menjadi lebih fokus mengejar cita-citanya dalam memperjuangkan hak pribumi dan terbukti beliaulah yang menjadi motor pembebasan rakyat dari cengkraman penjajah hingga dinobatkan sebagai presiden pertama Republik Indonesia. Begitu mulia, Kawan. Ternyata putus cinta juga ada dampak positifnya. Bagaimana dengan kamu? Putus cintamu jangan sampai membikin kamu ga‘ makan seharian ya.

Sampai saat ini saya belum pernah merasakan bagaimana indah (jelek)-nya pacaran, boro-boro pegang tangan cewek. Sebenarnya banyak wanita yang saya suka, banyak sekali. Apalagi wanita Bali yang sungguh indah luar biasa itu. Tapi harus diakui, saya mempertahankan prinsip untuk menjomlo ini karena tiada lain hanya untuk menyembunyikan ketidaklakuan diri saya di hadapan para wanita.

Jadi, antara jomlo dan tidak jomlo, itu adalah pilihan masing-masing–life is a choices. Yang terpenting jangan sampai karir dan cita-cita kawan-kawan semua terganggu hanya dikarenakaan masalah sepele tentang cinta. Pesan saya untuk yang jomlo, jangan terpuruk karena kesendirianmu. Bangsa ini berdiri karena kita bersatu, bukan berdua. Dan untuk yang tidak jomlo, silakan nikmati kenikmatanmu asalkan jangan sampai kelewatan, jangan pernah mau menjadi budak cinta, dan jangan pernah jadikan alasan bahwa cinta menghambatmu untuk berekspresi.

Salam untuk para jomlo… [T]

Tags: cintaHattajomblopacaranSoekarno
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Mengangkat Kuliner Bali ke Dapur Mancanegara

Next Post

Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Pandu Kalam

Pandu Kalam

Lahir di Kalampa, Woha, Bima-NTB pada tanggal 04 Juli 1999. Kini merantau ke Singaraja-Bali dan aktif di organisasi dalam maupun luar kampus.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co