23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pacaran, Penting, Tidak Penting…

Pandu Kalam by Pandu Kalam
September 15, 2019
in Esai
Pacaran, Penting, Tidak Penting…

Banyak teman bertanya kepada saya—mulai dari seputar perkuliahan, organisasi, hingga kenapa masih jomlo. Pertanyaan seputaran perkuliahan dan organisasi, tidaklah sulit bagi saya menjawabnya, karena merupakan bagian dari pengalaman ataupun kejadian yang digeluti hampir setiap saat.

Pertanyaan terakhir, “kenapa masih jomlo?”, nampaknya agak sedikit sulit bagi saya menjawabnya. Sebab, apabila saya beralasan bahwa jomlo adalah prinsip yang saya pegang teguh, ciee, tentu terdengar lucu apabila alasan model begini keluar dari mulut setiap orang (bukan hanya saya). Alaaaah, itu alasan basi, bilang aja kalo kamu ga’ laku. Mampus saya!

Begini, kita kembali dulu ke sejarah. Salah satu Bapak Bangsa kita, yaitu Bung Hatta pernah berikrar bahwa, dia tidak akan menjalin hubungan asmara dengan wanita mana pun kecuali bangsa kita tercinta ini sudah terbebas dan merdeka dari genggaman kolonialisme barat. Ini nyata, Bung. Jika tidak percaya, silakan cari tahu sendiri. Inilah prinsip sejati, prinsip yang hanya ada pada lelaki yang berpandangan ke depan.

Ini sama halnya dengan ikrar Mahapatih Majapahit yang terkenal itu, Gadjah Mada. Hanya saja Gadjah Mada manganggap wanita itu tidak penting sama sekali, buktinya selama Gadjah Mada hidup, tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Gadjah Mada mempunyai pasangan hidup. Maka dari itu dalam sumpahnya Gadjah Mada mempertaruhkan buah kesukaannya untuk mementingkan kepentingan negara dan bangsa.

Bagaimana kedudukan pacaran bagi Bung Hatta? Pentingkah? Atau karena memang beda konteks antara zaman dulu dengan zaman sekarang? Mungkin, wajar bagi pemuda zaman dulu tidak memikirkan soal pacaran karena hanya fokus pada perjuangan pembebasan, sehingga banyak teman saya beranggapan begitu. Selebihnya saya tidak tahu latar belakang salah satu Bapak Bangsa ini tidak mau berpacaran, yang jelas beliau lebih mengutamakan perjuangan untuk bangsa dari pada hal remeh-temeh seperti pacaran.

Prinsip Bung Hatta sedikit tidaknya mengajarkan kita betapa pentingnya mengejar terlebih dahulu apa yang dicita-citakan. Tentu, usaha tersebut harus dilakukan dengan bersungguh-sungguh, apalagi cita-cita ingin membangun bangsa. Tidakkah kalian sadar, wahai kawan-kawanku? Bangsa kita saat ini tengah berada pada krisis moral dan toleransi, sehingga menimbulkan berbagai macam konflik yang mengancam keutuhan bangsa dan negara. Bukankah begitu?

Negara saat ini sangat-sangat membutuhkan sosok yang revolusioner, Kawan. Masihkah kita acuh tak acuh terhadap permasalahan yang terjadi dalam negeri ini dan lebih mementingkan urusan bedak, lipstick, dan segala macam perlengkapan kosmetik pacar? Ehe. (Jadi sok-sokan bicara tentang negara, dasar!!).

Urusan pacaran, boleh-boleh saja. Asal kawan-kawan sekalian tidak menjadi budak olehnya, karena memang hidup adalah pilihan—orang bijak mengatakan, Life is a choices. Tapi terkadang pacaran itu bisa membikin orang setengah gila bahkan sangat gila–kegilaannya melebihi gilanya orang gila. Misalnya, ketika si cowok mengatakan putus kepada si cewek. Dampaknya, si cewek rela tidak makan seharian bahkan rela melukai anggota tubuhnya. Hadeeh, gilanya sudah keterlaluan!

Inilah yang saya katakan bahwa orang-orang semacam ini masuk dalam kategori gila dan budak cinta. Jangan salah, kalangan terpelajar pun termasuk, loh.. Ini bukan berarti saya mempengaruhi anda untuk tidak pacaran.

Ini menarik! Berkaitan dengan putus cinta, saya jadi ingat satu nama tokoh, Ir. Soekarno. Bapak pendiri bangsa pada masa remajanya, pernah menaruh perasaan kepada perempuan Belanda. Soekarno hampir tergila-gila oleh perempuan Belanda itu, namun hubungan mereka terhalang oleh ayah dari perempuan Belanda itu, karena ayahnya sangat jijik dan benci melihat bangsa pribumi. Cinta Bung Karno kandas di sini, si perempuan tadi diberangkatkan oleh ayahnya kembali ke Belanda. Pupuslah cinta Bung Karno.

Di sisi lain ada dampak positif juga bagi Soekarno, dia menjadi lebih fokus mengejar cita-citanya dalam memperjuangkan hak pribumi dan terbukti beliaulah yang menjadi motor pembebasan rakyat dari cengkraman penjajah hingga dinobatkan sebagai presiden pertama Republik Indonesia. Begitu mulia, Kawan. Ternyata putus cinta juga ada dampak positifnya. Bagaimana dengan kamu? Putus cintamu jangan sampai membikin kamu ga‘ makan seharian ya.

Sampai saat ini saya belum pernah merasakan bagaimana indah (jelek)-nya pacaran, boro-boro pegang tangan cewek. Sebenarnya banyak wanita yang saya suka, banyak sekali. Apalagi wanita Bali yang sungguh indah luar biasa itu. Tapi harus diakui, saya mempertahankan prinsip untuk menjomlo ini karena tiada lain hanya untuk menyembunyikan ketidaklakuan diri saya di hadapan para wanita.

Jadi, antara jomlo dan tidak jomlo, itu adalah pilihan masing-masing–life is a choices. Yang terpenting jangan sampai karir dan cita-cita kawan-kawan semua terganggu hanya dikarenakaan masalah sepele tentang cinta. Pesan saya untuk yang jomlo, jangan terpuruk karena kesendirianmu. Bangsa ini berdiri karena kita bersatu, bukan berdua. Dan untuk yang tidak jomlo, silakan nikmati kenikmatanmu asalkan jangan sampai kelewatan, jangan pernah mau menjadi budak cinta, dan jangan pernah jadikan alasan bahwa cinta menghambatmu untuk berekspresi.

Salam untuk para jomlo… [T]

Tags: cintaHattajomblopacaranSoekarno
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Mengangkat Kuliner Bali ke Dapur Mancanegara

Next Post

Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Pandu Kalam

Pandu Kalam

Lahir di Kalampa, Woha, Bima-NTB pada tanggal 04 Juli 1999. Kini merantau ke Singaraja-Bali dan aktif di organisasi dalam maupun luar kampus.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co