12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jalan Mulus Dedek-Tiwi, Dari Jegeg Bagus Udayana hingga Jegeg Bagus Bali

Julio Saputra by Julio Saputra
August 11, 2019
in Khas
Jalan Mulus Dedek-Tiwi, Dari Jegeg Bagus Udayana hingga Jegeg Bagus Bali

Dedek-Tiwi [Foto diambil dari IG pratiwispt]

“Namanya Cahya, tapi biasa dipanggil Dedek. Ia masih jadi mahasiswa kedokteran di Unud (Universitas Udayana). Kalau tidak salah semester V sekarang” Kata salah seorang teman karib saya yang juga kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di tahun 2018, entah bulan apa, yang jelas sebelum bulan Juli, juga setelah bulan Maret. Pastinya saya tak ingat betul.

Saat itu, topik pembicaraan kami adalah si Dedek ini, yang baru saja dinobatkan sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2018. Awalanya saya agak bingung, apa gerangan kenapa nama Cahya bisa dipanggil Dedek? Bukankah itu terlalu jauh? Jika “Cah” saja, atau “Yaya” rasanya masih pantas. Ternyata eh ternyata, si Dedek ini bernama lengkap Gede Made Cahya Trisna Pratama.

Saya pun berasumsi ia dipanggil Dedek karena nama ada dua suku kata “-de” dalam namanya. Jadi kesimpulannya Cahya alias Dedek. Barulah saya teringat, orang Bali memang memiliki nama-nama alias, seperti Jerink hanya karena rambutnya yang tegak ke atas, Kupit hanya karena memiliki mata yang sipit, atau Gempa hanya karena adanya gempa bumi saat ia dilahirkan.

Nah, Keberhasilan si Dedek ini menjadi pemenang dalam pemilihan duta bahasa tentu saja membuat saya bangga, terlebih ia akan maju Provinsi Bali dalam ajang pemilihan Duta Bahasa Nasional 2018, yang seingat saya bertempat di Jakarta. Yang membuat saya lebih berbangga lagi karena si Dedek ini adalah orang asli Tabanan, begitu pula saya. Ya, saya orang asli Tabanan, meski sudah lama tinggal di Kota Singaraja untuk kepentingan sekolah dan kuliah. Namun saat tahu ada sesama anak Tabanan yang berprestasi, cukuplah saya memberikan tepuk tangan dan kata selamat dalam hati. Kagum? Ya, jelas saya kagum.

Senang? Ya, jelas saya senang. Iri? Hmmm, jujur, sebenarnya saya iri juga, tapi dalam artian yang positif. Begini lho, orang lain (si Dedek ini) saja bisa berprestasi, masak iya saya tidak bisa? Ya saya harus berprestasi juga. Tak mesti di bidang yang sama, cukup di bidang yang saya sukai saja. Lebih baik seperti itu kata orang bijak. Akhirnya, saya klik ‘follow” di akun instagramnya. Difolback atau tidaknya ya tak masalah bagi saya, toh saya memang suka follow orang-orang hebat yang lumayan menginspirasi.

Belakangan, barulah saya tahu, si Dedek ini, tahun lalu, sebelum menjadi pemenang Duta Bahasa Provinsi Bali, ia lebih dulu menjadi pemenang Jegeg Bagus Universitas Udayana 2017. Keberhasilannya membawa gelar Bagus Udayana 2017 tentu sangat membanggakan Fakultas Kedokteran yang ia wakili. Sudah pasti follower instagramnya akan bertambah di kalangan mahasiswi-mahasiwsi kedokteran yang katanya cantik-cantik itu. Luar biasa sekali, begitu pikir saya dalam hati.

Nah, dari info itulah, akhirnya saya mendengar nama Ni Putu Sri Pratiwi atau yang akrab disapa Tiwi, seorang mahasiswi cantik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana yang menjadi pemenang Jegeg Udayana 2017 mendampingi si Dedek. Patutlah saya berbangga, ditambah si Tiwi itu ternyata juga dari Tabanan. Tanpa berpikir panjang, tombol “follow” di akun Instagramnya juga saya klik dengan hati riang gembira. Bukan karena jatuh cinta, tapi karena itu tadi, saya suka follow orang-orang hebat.

Saya kagum sama si Tiwi ini karena selain cantik, ia juga berprestasi. Tak terpikir sama sekali dalam benak saya untuk mendekati si Tiwi ini. Hatinya sudah dimenangkan oleh seorang mahasiswa Teknik Elektro. Ia sudah bahagia dengan pilihannya. Tak elok jika saya menganggu hubungangan mereka. Apa jadinya jika kemudian saya distrum dengan listrik tegangan tinggi? Kan sakit.

Setelah itu, berita tentang si Dedek dan si Tiwi ini beberapa bulan kemudian tidak saya dengar lagi. Mungkin karena saya terlalu sibuk menjadi mahasiswa tingkat akhir yang sialnya sampai saat ini juga belum rampung mengerjakan skripsi. Sampai akhirnya, nama si Dedek dan nama si Tiwi itu terdengar lagi dan lagi-lagi menjadi pemenang.

Pada tahun 2018 di bulan September, mereka dinobatkan sebagai pemenang Jegeg Bagus Bali 2018 dan bertugas menjadi Duta Pariwisata dan Budaya Kabupaten Tabanan Tahun 2018. Mereka berdua juga akan mewakili Kabupaten Tabanan dalam pemilihan Jegeg Bagus Bali 2019. Ckckkckckck. Tak henti-hentinya saya berdecak kagum. Bisa-bisanya mereka mengukir prestasi-prestasi baru, sementara saya masih berkutit dengan masa lalu yang banyak memberi saya luka bathin. Pleaseee bantu saya move on gais.

Sampai pada hari ini, Minggu, 11 Agustus 2019, pagi dini hari sekitar pukul 00.19 WITA, di lapangan Ardha Candra Taman Budaya Art Center Denpasar, mereka masih tetap menorehkan prestasi yang membanggakan. Disaksikan oleh ratusan orang dari seluruh pelosok Bali, mereka berdua dinobatkan menjadi pemenang dalam perhelatan Jegeg Bagus Bali 2019 yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Sejak dimulai dari Sabtu, 10 Agustus 2019 kemarin pukul 19.30 WITA, mereka sudah berjuang memberikan yang terbaik untuk menjadi yang terbaik, mulai dari terpilih menjadi 6 besar, kemudian 3 besar, sampai akhirnya dinobatkan sebagai pemenang.

Mereka berhasil menyisihkan duta Jegeg dan Bagus dari kabupaten/kota lainnya se-Bali, sehingga selama setahun ke depan, mereka berdua akan bertugas menjadi Duta Pariwisata dan Budaya Provinsi Bali. Di samping itu, sejarah baru pun tercatat dalam ajang Jegeg Bagus Bali 2019 kali ini, mereka juga menjadi satu-satunya pasang Jegeg dan Bagus sekabupaten yang sama-sama lolos ke 3 besar. Hebat sekali. Makin banggalah saya dengan prestasi kedua orang Tabanan ini.

Saya setuju sekali mereka terpilih menjadi pemenang dalam ajang ini karena saya memang pendukung mereka dari awal. Bagus tidaknya penampilan mereka itu urusan dewan juri. Saya sejatinya tidak berhak menilai. Jika ditanya sudut pandang saya, ya sudah pasti saya akan menjawab bahwa mereka memang memiliki kualitas yang lain daripada yang lain. Bagi saya memang mereka berprestasi, mereka berwawasan, mereka berbudaya, mereka berkarakter, mereka sesuatu banget pokoknya, di samping mereka tampan, cantik, dan menarik. Mereka adalah calon mantu idaman bagi para mertua di luar sana. Ya pokoknya mereka baguslah, buktinya mereka sudah menang. Kesimpulannya ya mereka bagus.

Kenapa mereka bisa bagus? Nah, yang saya yakini karena mereka berproses, karena mereka berjuang. Dari mematangkan konsep, menyiapkan garapan, berlatih sampai larut malam, dan tentu saja menambah porsi wawasan yang mereka miliki. Perjuangan yang mereka lakukan pun memuluskan jalan mereka menuju apa yang mereka inginkan, dari sama-sama menjadi Jegeg Bagus Udayana 2017, kemudian salah seorang dari mereka berlanjut ke panggung Duta Bahasa Provinsi Bali 2018, kembali bersinergi di Jegeg Bagus Tabanan 2018, sampai memetik kemenangan manis di Jegeg Bagus 2019. Selama ada perjuangan, jalan mereka akan selalu mulus, bisa jadi lebih mulus dari jalan-jalan yang ada di Tabanan. Tidak percaya? Si Dede dan si Tiwi sudah membuktikannya.

Saya ingin mengucapkan selamat dan sukses secara langsung sambil berjabat tangan tanpa perlu cium pipi kiri kanan. Namun keinginan tersebut saya urungkan saat banyak sekali orang yang ingin mengucapkan selamat mencurahkan rasa bangga mereka kepada si Dedek dan si Tiwi. Saya tidak mungkin menunggu mereka berlama-lama karena saya tahu betapa sakit dan lelahnya menunggu. Sampai saya putuskan untuk menyimpan ucapan selamat itu dalam hati saya sendiri. Jika bertemu lagi, nanti akan saya sampaikan kembali. Pada akhirnya, tetaplah berjuang dan senantiasa menjadi orang asli Tabanan yang membanggakan. [T]

Tags: jegeg bagusjegeg bagus balikecantikantabanan
Share39TweetSendShareSend
Previous Post

Pitching Invensi di Kota Denpasar: Presentasi Peneliti Muda di Hadapan Pengusaha Muda

Next Post

Desa Pengotan, Tak Ada Dagang Aksesoris, Tak Ada Loloh Cem-cem

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Desa Pengotan, Tak Ada Dagang Aksesoris, Tak Ada Loloh Cem-cem

Desa Pengotan, Tak Ada Dagang Aksesoris, Tak Ada Loloh Cem-cem

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co