13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jalan Mulus Dedek-Tiwi, Dari Jegeg Bagus Udayana hingga Jegeg Bagus Bali

Julio Saputra by Julio Saputra
August 11, 2019
in Khas
Jalan Mulus Dedek-Tiwi, Dari Jegeg Bagus Udayana hingga Jegeg Bagus Bali

Dedek-Tiwi [Foto diambil dari IG pratiwispt]

“Namanya Cahya, tapi biasa dipanggil Dedek. Ia masih jadi mahasiswa kedokteran di Unud (Universitas Udayana). Kalau tidak salah semester V sekarang” Kata salah seorang teman karib saya yang juga kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di tahun 2018, entah bulan apa, yang jelas sebelum bulan Juli, juga setelah bulan Maret. Pastinya saya tak ingat betul.

Saat itu, topik pembicaraan kami adalah si Dedek ini, yang baru saja dinobatkan sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2018. Awalanya saya agak bingung, apa gerangan kenapa nama Cahya bisa dipanggil Dedek? Bukankah itu terlalu jauh? Jika “Cah” saja, atau “Yaya” rasanya masih pantas. Ternyata eh ternyata, si Dedek ini bernama lengkap Gede Made Cahya Trisna Pratama.

Saya pun berasumsi ia dipanggil Dedek karena nama ada dua suku kata “-de” dalam namanya. Jadi kesimpulannya Cahya alias Dedek. Barulah saya teringat, orang Bali memang memiliki nama-nama alias, seperti Jerink hanya karena rambutnya yang tegak ke atas, Kupit hanya karena memiliki mata yang sipit, atau Gempa hanya karena adanya gempa bumi saat ia dilahirkan.

Nah, Keberhasilan si Dedek ini menjadi pemenang dalam pemilihan duta bahasa tentu saja membuat saya bangga, terlebih ia akan maju Provinsi Bali dalam ajang pemilihan Duta Bahasa Nasional 2018, yang seingat saya bertempat di Jakarta. Yang membuat saya lebih berbangga lagi karena si Dedek ini adalah orang asli Tabanan, begitu pula saya. Ya, saya orang asli Tabanan, meski sudah lama tinggal di Kota Singaraja untuk kepentingan sekolah dan kuliah. Namun saat tahu ada sesama anak Tabanan yang berprestasi, cukuplah saya memberikan tepuk tangan dan kata selamat dalam hati. Kagum? Ya, jelas saya kagum.

Senang? Ya, jelas saya senang. Iri? Hmmm, jujur, sebenarnya saya iri juga, tapi dalam artian yang positif. Begini lho, orang lain (si Dedek ini) saja bisa berprestasi, masak iya saya tidak bisa? Ya saya harus berprestasi juga. Tak mesti di bidang yang sama, cukup di bidang yang saya sukai saja. Lebih baik seperti itu kata orang bijak. Akhirnya, saya klik ‘follow” di akun instagramnya. Difolback atau tidaknya ya tak masalah bagi saya, toh saya memang suka follow orang-orang hebat yang lumayan menginspirasi.

Belakangan, barulah saya tahu, si Dedek ini, tahun lalu, sebelum menjadi pemenang Duta Bahasa Provinsi Bali, ia lebih dulu menjadi pemenang Jegeg Bagus Universitas Udayana 2017. Keberhasilannya membawa gelar Bagus Udayana 2017 tentu sangat membanggakan Fakultas Kedokteran yang ia wakili. Sudah pasti follower instagramnya akan bertambah di kalangan mahasiswi-mahasiwsi kedokteran yang katanya cantik-cantik itu. Luar biasa sekali, begitu pikir saya dalam hati.

Nah, dari info itulah, akhirnya saya mendengar nama Ni Putu Sri Pratiwi atau yang akrab disapa Tiwi, seorang mahasiswi cantik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana yang menjadi pemenang Jegeg Udayana 2017 mendampingi si Dedek. Patutlah saya berbangga, ditambah si Tiwi itu ternyata juga dari Tabanan. Tanpa berpikir panjang, tombol “follow” di akun Instagramnya juga saya klik dengan hati riang gembira. Bukan karena jatuh cinta, tapi karena itu tadi, saya suka follow orang-orang hebat.

Saya kagum sama si Tiwi ini karena selain cantik, ia juga berprestasi. Tak terpikir sama sekali dalam benak saya untuk mendekati si Tiwi ini. Hatinya sudah dimenangkan oleh seorang mahasiswa Teknik Elektro. Ia sudah bahagia dengan pilihannya. Tak elok jika saya menganggu hubungangan mereka. Apa jadinya jika kemudian saya distrum dengan listrik tegangan tinggi? Kan sakit.

Setelah itu, berita tentang si Dedek dan si Tiwi ini beberapa bulan kemudian tidak saya dengar lagi. Mungkin karena saya terlalu sibuk menjadi mahasiswa tingkat akhir yang sialnya sampai saat ini juga belum rampung mengerjakan skripsi. Sampai akhirnya, nama si Dedek dan nama si Tiwi itu terdengar lagi dan lagi-lagi menjadi pemenang.

Pada tahun 2018 di bulan September, mereka dinobatkan sebagai pemenang Jegeg Bagus Bali 2018 dan bertugas menjadi Duta Pariwisata dan Budaya Kabupaten Tabanan Tahun 2018. Mereka berdua juga akan mewakili Kabupaten Tabanan dalam pemilihan Jegeg Bagus Bali 2019. Ckckkckckck. Tak henti-hentinya saya berdecak kagum. Bisa-bisanya mereka mengukir prestasi-prestasi baru, sementara saya masih berkutit dengan masa lalu yang banyak memberi saya luka bathin. Pleaseee bantu saya move on gais.

Sampai pada hari ini, Minggu, 11 Agustus 2019, pagi dini hari sekitar pukul 00.19 WITA, di lapangan Ardha Candra Taman Budaya Art Center Denpasar, mereka masih tetap menorehkan prestasi yang membanggakan. Disaksikan oleh ratusan orang dari seluruh pelosok Bali, mereka berdua dinobatkan menjadi pemenang dalam perhelatan Jegeg Bagus Bali 2019 yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Sejak dimulai dari Sabtu, 10 Agustus 2019 kemarin pukul 19.30 WITA, mereka sudah berjuang memberikan yang terbaik untuk menjadi yang terbaik, mulai dari terpilih menjadi 6 besar, kemudian 3 besar, sampai akhirnya dinobatkan sebagai pemenang.

Mereka berhasil menyisihkan duta Jegeg dan Bagus dari kabupaten/kota lainnya se-Bali, sehingga selama setahun ke depan, mereka berdua akan bertugas menjadi Duta Pariwisata dan Budaya Provinsi Bali. Di samping itu, sejarah baru pun tercatat dalam ajang Jegeg Bagus Bali 2019 kali ini, mereka juga menjadi satu-satunya pasang Jegeg dan Bagus sekabupaten yang sama-sama lolos ke 3 besar. Hebat sekali. Makin banggalah saya dengan prestasi kedua orang Tabanan ini.

Saya setuju sekali mereka terpilih menjadi pemenang dalam ajang ini karena saya memang pendukung mereka dari awal. Bagus tidaknya penampilan mereka itu urusan dewan juri. Saya sejatinya tidak berhak menilai. Jika ditanya sudut pandang saya, ya sudah pasti saya akan menjawab bahwa mereka memang memiliki kualitas yang lain daripada yang lain. Bagi saya memang mereka berprestasi, mereka berwawasan, mereka berbudaya, mereka berkarakter, mereka sesuatu banget pokoknya, di samping mereka tampan, cantik, dan menarik. Mereka adalah calon mantu idaman bagi para mertua di luar sana. Ya pokoknya mereka baguslah, buktinya mereka sudah menang. Kesimpulannya ya mereka bagus.

Kenapa mereka bisa bagus? Nah, yang saya yakini karena mereka berproses, karena mereka berjuang. Dari mematangkan konsep, menyiapkan garapan, berlatih sampai larut malam, dan tentu saja menambah porsi wawasan yang mereka miliki. Perjuangan yang mereka lakukan pun memuluskan jalan mereka menuju apa yang mereka inginkan, dari sama-sama menjadi Jegeg Bagus Udayana 2017, kemudian salah seorang dari mereka berlanjut ke panggung Duta Bahasa Provinsi Bali 2018, kembali bersinergi di Jegeg Bagus Tabanan 2018, sampai memetik kemenangan manis di Jegeg Bagus 2019. Selama ada perjuangan, jalan mereka akan selalu mulus, bisa jadi lebih mulus dari jalan-jalan yang ada di Tabanan. Tidak percaya? Si Dede dan si Tiwi sudah membuktikannya.

Saya ingin mengucapkan selamat dan sukses secara langsung sambil berjabat tangan tanpa perlu cium pipi kiri kanan. Namun keinginan tersebut saya urungkan saat banyak sekali orang yang ingin mengucapkan selamat mencurahkan rasa bangga mereka kepada si Dedek dan si Tiwi. Saya tidak mungkin menunggu mereka berlama-lama karena saya tahu betapa sakit dan lelahnya menunggu. Sampai saya putuskan untuk menyimpan ucapan selamat itu dalam hati saya sendiri. Jika bertemu lagi, nanti akan saya sampaikan kembali. Pada akhirnya, tetaplah berjuang dan senantiasa menjadi orang asli Tabanan yang membanggakan. [T]

Tags: jegeg bagusjegeg bagus balikecantikantabanan
Share39TweetSendShareSend
Previous Post

Pitching Invensi di Kota Denpasar: Presentasi Peneliti Muda di Hadapan Pengusaha Muda

Next Post

Desa Pengotan, Tak Ada Dagang Aksesoris, Tak Ada Loloh Cem-cem

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Desa Pengotan, Tak Ada Dagang Aksesoris, Tak Ada Loloh Cem-cem

Desa Pengotan, Tak Ada Dagang Aksesoris, Tak Ada Loloh Cem-cem

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co