24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bioskop di Tukad Badung, Ada Film tentang Sungai, Ada tentang Petani

tatkala by tatkala
July 22, 2019
in Khas
Bioskop di Tukad Badung, Ada Film tentang Sungai, Ada tentang Petani

Bioskop Tukad di tengah Tukad Badung, Denpasar. (Foto-foto: Dok DDFF )

Sabtu 20 Juli 2019 malam, Tukad Badung di sekitaran Taman Kumbasari, yang selalu ramai, menjadi lebih ramai. Malam itu, untuk ketiga kalinya digelar acara Bioskop Tukad. Dan film yang diputar malam itu adalah karya-karya Dwitra J. Ariana.

Dwitra atau biasa dipanggil dengan nama Dadap adalah seorang sineas dokumenter Bali yang banyak berjaya di berbagai ajang film Nasional, bahkan internasional. Adapun karya-karya tersebut adalah Petani Terakhir, Lampion-lampion, Masean’s Message, dan Sang Pembakar.  

Menurut IGK Trisna Pramana, motor utama Bioskop Tukad, pemilihan karya-karya ini berdasar pertimbangan bahwa karya-karya tersebut merupakan karya-karya terbaik yang menjadi kebanggaan Bali.

“Di luar karyanya yang hebat dan sangat layak ditonton oleh publik luas, Dwitra J Ariana sendiri sebagai sutradara merupakan tokoh yang unik dan inspiratif. Kesehariannya sebagai seorang petani tak menimbun kreativitasnya sebagai pembuat film. Ini sangat menarik. Jarang  ada tokoh seperti dia,” papar Trisna. 

Petani Terakhir mengisahkan suasana batin Nyoman Sutama, seorang petani di Kawasan Penatih, Denpasar, satu di antara segeintir warga desa yang masih mengukuhi profesi sebagai petani. Hampir semua kawan Sutama telah menjual sawah mereka. Harga tanah yang tinggi membuat mereka tergiur untuk menangguk uang dari situ.

Layar pun dipasang di Tukad Badung

Hasilnya  bisa untuk memperbaiki rumah dan membuat kos-kosan. Hanya Nyoman Sutama yang tetap menggarap lahan warisan orangtuanya, meskipun hasil panen tak seberapa dan kesulitan mengurus sawah semakin menjadi. Suatu ketika ia mendiskusikan keinginannya untuk menjual beberapa petak sawah dengan ibunya.

Film yang diproduksi dengan dana stimulan dari DDFF ini memenangi penghargaan sebagai film dokumenter terbaik Festival Film Dokumenter (FFD) Yogyakarta 2016 dan masuk kompilasi S-Express yang diputar di seluruh negara Asia Tenggara.

Lampion-lampion berkisah tentang kehidupan toleransi yang kuat antara warga keturunan Tionghoa dan warga asli Bali di Desa Lampu, Bangli. Film ini tampil sebagai film terbaik Festival Film Dokumenter Bali (FFDB) 2011. FFDB adalah cikal-bakal terbentuknya DDFF. Lampion-lampion tampil sebagai nominasi film terbaik Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun yang sama.

Masean’s Message berkisah tentang  upaya rekonsiliasi korban tragedi G30S/PKI di Desa Masean, Jembrana. Film ini juga menjadi nominasi peraih Piala Citra FFI 2016 dan diputar dalam ajang Singapore International Film Festival (SGIFF) 2017.

Sang Pembakar adalah karya Dwitra J. Ariana bersama Ucu Agustin dan Hari Suprayitno. Sang Pembakar merupakan hasil Single Shot Cinema (SSC) Workshop yang diselenggarakan oleh Ecco Film dan disponsori oleh Ford Foundation. Ketiga sutradara adalah peserta workshop yang dimentor langsung oleh Leonard Retel Helmrich. Leonard mendampingi peserta secara penuh untuk dapat memproduksi film dengan metode SSC.

Sang Pembakar berkisah tentang posisi dilema yang dihadapi petani-petani kelapa sawit di Muaro Jambi, Sumatera saat harus membuka kebun. Biaya sewa alat berat sangat mahal, sementara membakar hutan adalah cara yang mereka sadari melanggar peraturan.

Sungai dan Kemajuan Bangsa

Acara Bioskop Tukad diselenggarakan dalam rangka perjalanan menuju Denpasar Documentary Film Festival (DDFF) 2019. Sebelum sampai pada puncak acara DDFF, masyarakat dikenalkan dan didekatkan dengan berbagai film dokumenter produksi sineas Indonesia maupun luar negeri.

Kenapa diputar di tengah sungai?  Selain Tukad Badung kini sedang popular sebagai salah satu sungai di Bali yang bias dijadikan tempat rekreasi, baik siang maupun malam, secara lebih serius sesungguhnya sungai sangat berperan penting untuk mendorong kemajuan sebuah bangsa. 

Nonton dari atas jembatan

Sungai yang “sehat” akan mendorong kemajuan bangsa di sekitar sungai tersebut baik dalam bidang perdagangan, pertanian, maupun kebudayaan. Bangsa-bangsa Mesopotamia bersandar pada sungai Tigris dan Sungai Eufrat; Bangsa Afrika, khususnya Mesir, bergantung pada Sungai Nil;  Bangsa India pada Sungai Indus;  Bangsa Cina bersandar pada Sungai Kuning; dan seterusnya.

Di Nusantara banyak contoh peradaban beaar tumbuh dan berkembang di kawasan sekitar aliran sungai. Sejak Kerajaan Kutai di Sungai Mahakam, hingga Majapahit di Kawasan Sungai Berantas.

Nah, Bioskop Tukad diselenggarakan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa jika kita merawat sungai dengan baik, maka sungai-sungai tak hanya berfungsi sebagai saluran air semata. Ia juga dapat sebagai tempat berekreasi, berkreasi, dan aktivitas positif lainnya.

Di sisi lain, Bioskop Tukad juga dimaksudkan untuk mendekatkan film-film dokumenter pada publiknya. Ini adalah sebagian dari misi DDFF, yang pada tahun ini akan diselenggarakan pada bulan September mendatang.  Bertepana dengan usianya yang ke10, DDFF melakukan rebranding dan perubahan pendekatan.

“Kali ini kami berupaya  menarik film dokumenter menjadi sesuatu yang akrab bagi masyarakat. Kami akan memperkenalkan kepada publik bahwa film dokumenter tak melulu berbicara tentang sesuatu yang serius, tetapi juga hal-hal biasa bahkan klise dalam keseharian kita,” ujar Maria Ekaristi, Direktur DDFF.

“What Makes Denpasar”

Sebelumnya, pada acara Bioskop Tukad yang kedua, Sabtu malam (22/6/2019, diputar film yang mengusung tema sungai.

Menurut IGK Trisna Pramana, Koordinator Program Bioskop Tukad, dengan memutar film-film dokumenter dan dokudrama bertema perawatan sungai diharapkan publik yang sudah paham teringat kembali mengenai hal tersebut, dan publik yang belum mengetahui mendapat wawasan baru mengenai pentingnya merawat sungai untuk kelangsungan peradaban.

Rekreasi sembari nonton film

“Dari film-film tersebut kita semua bisa belajar mengenai pentingnya merawat sungai untuk kemuliaan generasi mendatang,” ujar Trisna.

Adapun film-film dokumenter tentang sungai yang diputar pada acara Bioskop Tukad #2 adalah “What Makes Denpasar” yang bekisah tentang kehidupan di sekitar Tukad Badung, Denpasar; “Namami Gange” yang memaparkan tentang proyek sangat ambisius pemerintah India untuk menata Sungai Gangga menjadi kawasan terpadu yang memuliakan sungai tersebut sekaligus menjadikannya sebagai kawasan yang menghadirkan kemakmuran bagi rakyat India; “Colorado River – I Am Red” sebuah film puitik yang memberi peringatan kepada bangsa-bangsa di Amerika Serikat agar menjaga sungai tersebut untuk keberlangsungan peradaban bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya.

Kemudian, film “The Water City – Gujo Hachima” dan “Mekong, The River of Nine Dragons” menceritakan mengenai arti penting kedua sungai tersebut bagi masyarakat di sekitarnya dan bagaimana masyarakat (termasuk pemerintah di dalamnya) menjaga dan melestarikannya sehingga keduanya menjadi sumber kemaslahatan bagi masyarakat dalam cakupan yang lebih luas.

Selain itu, “The Short Tailed River Stingray – River Monsters” menceritakan tentang sebuah sungai yang menjadi semacam penampungan bagi ikan-ikan pari yang buntung ekornya akibat ulah para pemburu liar.  Selanjutnya, dua film yang diambil di pedalaman Kalimantan (Sungai Utik Masyarakat Dayak Iban dan “Long Sa’an”) bercerita tentang betapa sungai menjadi urat nadi kehidupan yang menghubungkna titik peradaban satu dengan lainnya.

“Intinya, melalui film-film yang kami putar ini kami mengajak diri kami sendiri dan masyarakat yang menonton acara ini semakin menyadari mengenai betapa pentingnya merawat sungai bagi kehidupan yang lebih baik.  Apalagi di Bali sungai mempunyai arti dan filosofi tersendiri diluar fungsinya untuk menyalurkan air dari hulu ke hilir,” pungkas Trisna.

Pada Bioskop Tukad yang perdana, Sabtu (25/5/2019) malam,  film yang diputar adalah karya-karya dokumenter beberapa pelajar Kota Denpasar yang menjadi finalis pada video kompetisi yang diselenggarakan oleh OWHC (Organization of World Heritage Cities) yakni: Layang-Layang (Karya Resha Arundari), Tradisi Turunan (Karya Putu Sathyana Rayana), Penempa Bara (karya Sari Ning Gayatri). Juga film-film pilihan kompetisi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Edukasi Sungai Bersih

IGK Trisna Pramana menatakan Bioskop Tukad ini merupakan upaya mendekatkan film sebagai salah satu media eskpresi kreatif kepada masyarakat. “Dengan memutar film di tempat yang diakrabi masyarakat diharapkan film, khususnya film dokumenter, dapat menjadi bagian dari keseharian masyarakat Kota Denpasar,” ujar Trisna.

Yang muda, yang tua, menonton di sungai

Menurut Trisna, ini adalah sebagai upaya DDFF membantu pemerintah menguatkan industri film dengan cara membangun penontonnya. Dengan diakrabinya film sebagai media ekspresi kreatif, maka film akan memiliki tempat yang lebih kuat di tengah masyarakat.

Selain hal di atas, tujuan dari penyelenggaraan Bioskop Tukad adalah sebagai sarana untuk melakukan edukasi kepada masyarakat luas bahwa dengan sungai yang bersih kita bisa melakukan berbagai aktivitas yang bermanfaat dari rekreasi hingga edukasi.

“Ini merupakan upaya kami turut menggaungkan semangat yang didengungkan Pemerintah Kota Denpasar untuk merawat sungai sebagai salah satu cerminan kita peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan dalam arti yang seluas-luasnya,” katanya. [T]

Tags: denpasarDenpasar Documentary Film Festivalfilmfilm dokumenterlingkunganTukad Badung
Share121TweetSendShareSend
Previous Post

Kecanduan Kopi Itu Berat, Kayak I and U Forever

Next Post

Pentas “Barabah” Teater Sadewa: Hanyut pada Pemanggungan Konteks Lama

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails
Next Post
Pentas “Barabah” Teater Sadewa: Hanyut pada Pemanggungan Konteks Lama

Pentas “Barabah” Teater Sadewa: Hanyut pada Pemanggungan Konteks Lama

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co