23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecanduan Kopi Itu Berat, Kayak I and U Forever

Putu Lilik Surya Ariani by Putu Lilik Surya Ariani
July 21, 2019
in Esai
Kecanduan Kopi Itu Berat, Kayak I and U Forever

Mengetik berita sambil minum kopi

Kamu itu aneh, pahit dan penampilannya tak menarik. Dulu tak ada niat sedikit pun untuk mendekati dan menjadikanmu bagian dari hidupku. Maafkan aku yang dulu sok jual mahal sama kamu. Ah kopi kamu memang menggoda, hingga aku tak bisa lepas dari candumu. Wkwkwk, lebih romantis ya ketimbang sama suami, apaan sih?

Puji syukur aku panjatkan kehadapan Tuhan karena berkesempatan menulis cacatan ini, yang sebenarnya sudah lama ingin ku ceritakan pengalamanku dengan si kopi. Jadi tradisi minum kopi memang tidak pernah ada matinya, baik di Bali, Indonesia bahkan di dunia.

Kopi adalah hal yang paling gampang dicari dimana saja dan kapan saja. Mulai dari kopi emperan warung yang harganya Rp 30 ribu per gelas hingga kopi yang disajikan di kafe atau tempat nongkrong kece kekinian dengan harga hingga ratusan ribu per cangkir.

Kegiatan minum kopi juga nampaknya ikut melekat dalam tradisi. Minuman kopi adalah minuman wajib yang disajikan di setiap upacara yang digelar di Bali dengan melibatkan masa baik dari keluarga, krama dadya hingga krama desa. Mulai dari upacara piodalan atau dewa yadnya, pitra yadnya, manusia yadnya dan bhuta yadnya.

Awal aku tahu kopi saat umurku masih balita. Kebiasaan minum kopi memang sudah tertanam di keluargaku. Ayah dan ibuku sebenarnya menjadi dalang utama bagaimana saat ini aku kecanduan kopi. Kebiasaan mereka ngopi dua kali sehari saat pagi dan siang hari meski segelas berdua, membuatku tak jarang mencicipi satu dua sendok teh kopi yang sudah diseduh dan dicampur gula pasir.

Tapi itu hanya kelakuan iseng awalnya. Apalagi saat beranjak remaja dan dewasa, kegengsian mulai muncul semakin kuat. Apalagi bagiku, kegiatan ngopi itu masuk dalam ranah pergaulan orang tua. Kedekatanku dengan kopi terjadi sekitar empat tahun lalu, setelah memulai hidup berumah tangga. Suamiku yang dulu biasa ngopi tiap hari, tetapi belakangan dia berpindah ke  lain hati dan lebih memilih minuman kesukaannya yang mungkin menurutnya lebih enak dari kopi.

Kopiku sambangi pertama kali karena terpaksa. Gara-gara mata ngantuk dan penat di sore hari dan masih harus menyelesaikan pekerjaan. Ternyata saat minum kopi pertama kali, dampaknya luar biasa. Mata mendadak jadi jreng dan penat dan pegal di badan langsung hilang. Kelancaran ide pun disambut seimbanga dengan kecepatan jari menekan keyboard di laptop.

Awalnya hanya white kopi, lama kelamaan aku mencoba serbuk kopi hitam Robusta yang sangat legend di Buleleng (inisial B, biar ga endorse ya) dan ternyata rasanya enak. Ah sudahlah tak peduli mau dibilang cetu  (cenik tua) karena minum kopi hitam, karena memang sudah tua. Pertama kali minum kopi hitam satu gelas dengan campuran dua sendok kecil kopi dan dua sendok gula pasir, ada jantung yang berdebar cepat tak karuan, tangan pun terasa sangat ringan selain mata juga dibuat melotot.

Aku sempat khawatir apakah reaksi ini biasa. Kutanya pada suamiku yang dulu pernah kecanduan kopi. Ternyata memang begitu katanya untuk pemula. Karena memberi efek positif setelah meminumnya, segelas kopi hitam pun setia mendampingi menyelesaikan deadline. Ternyata mengkonsumsi kopi setiap hari setelah aku baca beberapa refrensi  tidak berbahaya, asalkan tak berlebihan. Katanya menurut artikel yang pernah kubaca, maksimal asupan kopi yang standar masuk ke dalam tubuh jangan lebih dari 400 miligram atau setara dengan 4 gelas kopi seduh.

Kopi yang begitu familiar ini pun ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak dalam dunia kesehatan meskipun disebut sebagai zat adiktif atau zat yang bisa menyebabkan kecanduan. Seperti menjauhkan dari mata kantuk, juga dengan cepat dapat mengembalikan semangat yang dipengaruhi oleh kandungan kafein setelah menyerbu saraf otak.

Bahkan mengkonsumsi kopi secara wajar dan teratur, dapat menekan resiko diabetes dan penyakit jantung, antioksidan dan mengontrol berat badan (kalau yang ini aku belum buktikan karena masih belum ke kiri juga timbangan).

Kopi juga sangat ampuh menghilangkan sakit kepala. Ini kenyataan percaya deh, aku sering membuktikan. Resep ini lebih manjur dari sejumlah obat sakit kepala ternama di negeri ini. Tetapi kopi juga kadang kala bisa membuat sakit kepala (kalau di Bali orang menyebutnya puruh). Biasanya kondisi ini sering kali terjadi saat pecandunya tak dapat minum kopi dalam sehari. Tapi tenang sakit kepala yang tidak jelas itu akan segera hilang saat satu sruputan kopi masuk ke mulut.

Tetapi jangan juga mabuk kopi. Kandungan kafein yang masuk ke tubuh berlebihan juga akan berdampak pada kebiasaan tidur. Aku yang biasa ngopi sore hari biasanya tak bisa tidur awal. Paling banter baru bisa tidur tengah malam. Sebenarnya kedepan aku bercita-cita ingin membuka tempat nongkrong dan kopi shop. Apalagi saat ini kedai kopi memang sedang ngetren.

Kopi itu banyak jenisnya, tapi yang ku tahu baru tiga saja, kopi Robusta, Arabica dan Luwak. Kalau di Buleleng ketiga kopi dihasilkan oleh petani kopi. Kopi juga merupakan komoditas unggulan pertaniannya. Bahkan sampai saat ini ada 13.327 hektar, dengan varietas kopi Robusta sebanyak 10.473 hektar dan 2.854 hektar sisanya adalah lahan kopi varietas Arabica. 

Tentu sayang kalau produksi kopi Buleleng yang tak kalah dari kopi daerah lain tak dibaca peluangnya oleh pengusaha untuk mengumpulkan punci-pundi rupiah. Apalagi serbuk kopi yang sudah diolah menjadi berbagai macam olahan pangan, minuman dan juga bahan kecantikan bisa memiliki nilai lebih tinggi. Tapi entahlah, ini baru khayalan saja,…. Masalah nanti terealisasi itu urusan suamiku baginda kang mas. [T]

Tags: bulelengcintakopiminum kopi
Share59TweetSendShareSend
Previous Post

Masihkah Bali sebagai Pulau Kartun?

Next Post

Bioskop di Tukad Badung, Ada Film tentang Sungai, Ada tentang Petani

Putu Lilik Surya Ariani

Putu Lilik Surya Ariani

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Bioskop di Tukad Badung, Ada Film tentang Sungai, Ada tentang Petani

Bioskop di Tukad Badung, Ada Film tentang Sungai, Ada tentang Petani

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co