2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecanduan Kopi Itu Berat, Kayak I and U Forever

Putu Lilik Surya Ariani by Putu Lilik Surya Ariani
July 21, 2019
in Esai
Kecanduan Kopi Itu Berat, Kayak I and U Forever

Mengetik berita sambil minum kopi

Kamu itu aneh, pahit dan penampilannya tak menarik. Dulu tak ada niat sedikit pun untuk mendekati dan menjadikanmu bagian dari hidupku. Maafkan aku yang dulu sok jual mahal sama kamu. Ah kopi kamu memang menggoda, hingga aku tak bisa lepas dari candumu. Wkwkwk, lebih romantis ya ketimbang sama suami, apaan sih?

Puji syukur aku panjatkan kehadapan Tuhan karena berkesempatan menulis cacatan ini, yang sebenarnya sudah lama ingin ku ceritakan pengalamanku dengan si kopi. Jadi tradisi minum kopi memang tidak pernah ada matinya, baik di Bali, Indonesia bahkan di dunia.

Kopi adalah hal yang paling gampang dicari dimana saja dan kapan saja. Mulai dari kopi emperan warung yang harganya Rp 30 ribu per gelas hingga kopi yang disajikan di kafe atau tempat nongkrong kece kekinian dengan harga hingga ratusan ribu per cangkir.

Kegiatan minum kopi juga nampaknya ikut melekat dalam tradisi. Minuman kopi adalah minuman wajib yang disajikan di setiap upacara yang digelar di Bali dengan melibatkan masa baik dari keluarga, krama dadya hingga krama desa. Mulai dari upacara piodalan atau dewa yadnya, pitra yadnya, manusia yadnya dan bhuta yadnya.

Awal aku tahu kopi saat umurku masih balita. Kebiasaan minum kopi memang sudah tertanam di keluargaku. Ayah dan ibuku sebenarnya menjadi dalang utama bagaimana saat ini aku kecanduan kopi. Kebiasaan mereka ngopi dua kali sehari saat pagi dan siang hari meski segelas berdua, membuatku tak jarang mencicipi satu dua sendok teh kopi yang sudah diseduh dan dicampur gula pasir.

Tapi itu hanya kelakuan iseng awalnya. Apalagi saat beranjak remaja dan dewasa, kegengsian mulai muncul semakin kuat. Apalagi bagiku, kegiatan ngopi itu masuk dalam ranah pergaulan orang tua. Kedekatanku dengan kopi terjadi sekitar empat tahun lalu, setelah memulai hidup berumah tangga. Suamiku yang dulu biasa ngopi tiap hari, tetapi belakangan dia berpindah ke  lain hati dan lebih memilih minuman kesukaannya yang mungkin menurutnya lebih enak dari kopi.

Kopiku sambangi pertama kali karena terpaksa. Gara-gara mata ngantuk dan penat di sore hari dan masih harus menyelesaikan pekerjaan. Ternyata saat minum kopi pertama kali, dampaknya luar biasa. Mata mendadak jadi jreng dan penat dan pegal di badan langsung hilang. Kelancaran ide pun disambut seimbanga dengan kecepatan jari menekan keyboard di laptop.

Awalnya hanya white kopi, lama kelamaan aku mencoba serbuk kopi hitam Robusta yang sangat legend di Buleleng (inisial B, biar ga endorse ya) dan ternyata rasanya enak. Ah sudahlah tak peduli mau dibilang cetu  (cenik tua) karena minum kopi hitam, karena memang sudah tua. Pertama kali minum kopi hitam satu gelas dengan campuran dua sendok kecil kopi dan dua sendok gula pasir, ada jantung yang berdebar cepat tak karuan, tangan pun terasa sangat ringan selain mata juga dibuat melotot.

Aku sempat khawatir apakah reaksi ini biasa. Kutanya pada suamiku yang dulu pernah kecanduan kopi. Ternyata memang begitu katanya untuk pemula. Karena memberi efek positif setelah meminumnya, segelas kopi hitam pun setia mendampingi menyelesaikan deadline. Ternyata mengkonsumsi kopi setiap hari setelah aku baca beberapa refrensi  tidak berbahaya, asalkan tak berlebihan. Katanya menurut artikel yang pernah kubaca, maksimal asupan kopi yang standar masuk ke dalam tubuh jangan lebih dari 400 miligram atau setara dengan 4 gelas kopi seduh.

Kopi yang begitu familiar ini pun ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak dalam dunia kesehatan meskipun disebut sebagai zat adiktif atau zat yang bisa menyebabkan kecanduan. Seperti menjauhkan dari mata kantuk, juga dengan cepat dapat mengembalikan semangat yang dipengaruhi oleh kandungan kafein setelah menyerbu saraf otak.

Bahkan mengkonsumsi kopi secara wajar dan teratur, dapat menekan resiko diabetes dan penyakit jantung, antioksidan dan mengontrol berat badan (kalau yang ini aku belum buktikan karena masih belum ke kiri juga timbangan).

Kopi juga sangat ampuh menghilangkan sakit kepala. Ini kenyataan percaya deh, aku sering membuktikan. Resep ini lebih manjur dari sejumlah obat sakit kepala ternama di negeri ini. Tetapi kopi juga kadang kala bisa membuat sakit kepala (kalau di Bali orang menyebutnya puruh). Biasanya kondisi ini sering kali terjadi saat pecandunya tak dapat minum kopi dalam sehari. Tapi tenang sakit kepala yang tidak jelas itu akan segera hilang saat satu sruputan kopi masuk ke mulut.

Tetapi jangan juga mabuk kopi. Kandungan kafein yang masuk ke tubuh berlebihan juga akan berdampak pada kebiasaan tidur. Aku yang biasa ngopi sore hari biasanya tak bisa tidur awal. Paling banter baru bisa tidur tengah malam. Sebenarnya kedepan aku bercita-cita ingin membuka tempat nongkrong dan kopi shop. Apalagi saat ini kedai kopi memang sedang ngetren.

Kopi itu banyak jenisnya, tapi yang ku tahu baru tiga saja, kopi Robusta, Arabica dan Luwak. Kalau di Buleleng ketiga kopi dihasilkan oleh petani kopi. Kopi juga merupakan komoditas unggulan pertaniannya. Bahkan sampai saat ini ada 13.327 hektar, dengan varietas kopi Robusta sebanyak 10.473 hektar dan 2.854 hektar sisanya adalah lahan kopi varietas Arabica. 

Tentu sayang kalau produksi kopi Buleleng yang tak kalah dari kopi daerah lain tak dibaca peluangnya oleh pengusaha untuk mengumpulkan punci-pundi rupiah. Apalagi serbuk kopi yang sudah diolah menjadi berbagai macam olahan pangan, minuman dan juga bahan kecantikan bisa memiliki nilai lebih tinggi. Tapi entahlah, ini baru khayalan saja,…. Masalah nanti terealisasi itu urusan suamiku baginda kang mas. [T]

Tags: bulelengcintakopiminum kopi
Share59TweetSendShareSend
Previous Post

Masihkah Bali sebagai Pulau Kartun?

Next Post

Bioskop di Tukad Badung, Ada Film tentang Sungai, Ada tentang Petani

Putu Lilik Surya Ariani

Putu Lilik Surya Ariani

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Bioskop di Tukad Badung, Ada Film tentang Sungai, Ada tentang Petani

Bioskop di Tukad Badung, Ada Film tentang Sungai, Ada tentang Petani

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co