13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecanduan Kopi Itu Berat, Kayak I and U Forever

Putu Lilik Surya Ariani by Putu Lilik Surya Ariani
July 21, 2019
in Esai
Kecanduan Kopi Itu Berat, Kayak I and U Forever

Mengetik berita sambil minum kopi

Kamu itu aneh, pahit dan penampilannya tak menarik. Dulu tak ada niat sedikit pun untuk mendekati dan menjadikanmu bagian dari hidupku. Maafkan aku yang dulu sok jual mahal sama kamu. Ah kopi kamu memang menggoda, hingga aku tak bisa lepas dari candumu. Wkwkwk, lebih romantis ya ketimbang sama suami, apaan sih?

Puji syukur aku panjatkan kehadapan Tuhan karena berkesempatan menulis cacatan ini, yang sebenarnya sudah lama ingin ku ceritakan pengalamanku dengan si kopi. Jadi tradisi minum kopi memang tidak pernah ada matinya, baik di Bali, Indonesia bahkan di dunia.

Kopi adalah hal yang paling gampang dicari dimana saja dan kapan saja. Mulai dari kopi emperan warung yang harganya Rp 30 ribu per gelas hingga kopi yang disajikan di kafe atau tempat nongkrong kece kekinian dengan harga hingga ratusan ribu per cangkir.

Kegiatan minum kopi juga nampaknya ikut melekat dalam tradisi. Minuman kopi adalah minuman wajib yang disajikan di setiap upacara yang digelar di Bali dengan melibatkan masa baik dari keluarga, krama dadya hingga krama desa. Mulai dari upacara piodalan atau dewa yadnya, pitra yadnya, manusia yadnya dan bhuta yadnya.

Awal aku tahu kopi saat umurku masih balita. Kebiasaan minum kopi memang sudah tertanam di keluargaku. Ayah dan ibuku sebenarnya menjadi dalang utama bagaimana saat ini aku kecanduan kopi. Kebiasaan mereka ngopi dua kali sehari saat pagi dan siang hari meski segelas berdua, membuatku tak jarang mencicipi satu dua sendok teh kopi yang sudah diseduh dan dicampur gula pasir.

Tapi itu hanya kelakuan iseng awalnya. Apalagi saat beranjak remaja dan dewasa, kegengsian mulai muncul semakin kuat. Apalagi bagiku, kegiatan ngopi itu masuk dalam ranah pergaulan orang tua. Kedekatanku dengan kopi terjadi sekitar empat tahun lalu, setelah memulai hidup berumah tangga. Suamiku yang dulu biasa ngopi tiap hari, tetapi belakangan dia berpindah ke  lain hati dan lebih memilih minuman kesukaannya yang mungkin menurutnya lebih enak dari kopi.

Kopiku sambangi pertama kali karena terpaksa. Gara-gara mata ngantuk dan penat di sore hari dan masih harus menyelesaikan pekerjaan. Ternyata saat minum kopi pertama kali, dampaknya luar biasa. Mata mendadak jadi jreng dan penat dan pegal di badan langsung hilang. Kelancaran ide pun disambut seimbanga dengan kecepatan jari menekan keyboard di laptop.

Awalnya hanya white kopi, lama kelamaan aku mencoba serbuk kopi hitam Robusta yang sangat legend di Buleleng (inisial B, biar ga endorse ya) dan ternyata rasanya enak. Ah sudahlah tak peduli mau dibilang cetu  (cenik tua) karena minum kopi hitam, karena memang sudah tua. Pertama kali minum kopi hitam satu gelas dengan campuran dua sendok kecil kopi dan dua sendok gula pasir, ada jantung yang berdebar cepat tak karuan, tangan pun terasa sangat ringan selain mata juga dibuat melotot.

Aku sempat khawatir apakah reaksi ini biasa. Kutanya pada suamiku yang dulu pernah kecanduan kopi. Ternyata memang begitu katanya untuk pemula. Karena memberi efek positif setelah meminumnya, segelas kopi hitam pun setia mendampingi menyelesaikan deadline. Ternyata mengkonsumsi kopi setiap hari setelah aku baca beberapa refrensi  tidak berbahaya, asalkan tak berlebihan. Katanya menurut artikel yang pernah kubaca, maksimal asupan kopi yang standar masuk ke dalam tubuh jangan lebih dari 400 miligram atau setara dengan 4 gelas kopi seduh.

Kopi yang begitu familiar ini pun ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak dalam dunia kesehatan meskipun disebut sebagai zat adiktif atau zat yang bisa menyebabkan kecanduan. Seperti menjauhkan dari mata kantuk, juga dengan cepat dapat mengembalikan semangat yang dipengaruhi oleh kandungan kafein setelah menyerbu saraf otak.

Bahkan mengkonsumsi kopi secara wajar dan teratur, dapat menekan resiko diabetes dan penyakit jantung, antioksidan dan mengontrol berat badan (kalau yang ini aku belum buktikan karena masih belum ke kiri juga timbangan).

Kopi juga sangat ampuh menghilangkan sakit kepala. Ini kenyataan percaya deh, aku sering membuktikan. Resep ini lebih manjur dari sejumlah obat sakit kepala ternama di negeri ini. Tetapi kopi juga kadang kala bisa membuat sakit kepala (kalau di Bali orang menyebutnya puruh). Biasanya kondisi ini sering kali terjadi saat pecandunya tak dapat minum kopi dalam sehari. Tapi tenang sakit kepala yang tidak jelas itu akan segera hilang saat satu sruputan kopi masuk ke mulut.

Tetapi jangan juga mabuk kopi. Kandungan kafein yang masuk ke tubuh berlebihan juga akan berdampak pada kebiasaan tidur. Aku yang biasa ngopi sore hari biasanya tak bisa tidur awal. Paling banter baru bisa tidur tengah malam. Sebenarnya kedepan aku bercita-cita ingin membuka tempat nongkrong dan kopi shop. Apalagi saat ini kedai kopi memang sedang ngetren.

Kopi itu banyak jenisnya, tapi yang ku tahu baru tiga saja, kopi Robusta, Arabica dan Luwak. Kalau di Buleleng ketiga kopi dihasilkan oleh petani kopi. Kopi juga merupakan komoditas unggulan pertaniannya. Bahkan sampai saat ini ada 13.327 hektar, dengan varietas kopi Robusta sebanyak 10.473 hektar dan 2.854 hektar sisanya adalah lahan kopi varietas Arabica. 

Tentu sayang kalau produksi kopi Buleleng yang tak kalah dari kopi daerah lain tak dibaca peluangnya oleh pengusaha untuk mengumpulkan punci-pundi rupiah. Apalagi serbuk kopi yang sudah diolah menjadi berbagai macam olahan pangan, minuman dan juga bahan kecantikan bisa memiliki nilai lebih tinggi. Tapi entahlah, ini baru khayalan saja,…. Masalah nanti terealisasi itu urusan suamiku baginda kang mas. [T]

Tags: bulelengcintakopiminum kopi
Share59TweetSendShareSend
Previous Post

Masihkah Bali sebagai Pulau Kartun?

Next Post

Bioskop di Tukad Badung, Ada Film tentang Sungai, Ada tentang Petani

Putu Lilik Surya Ariani

Putu Lilik Surya Ariani

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Bioskop di Tukad Badung, Ada Film tentang Sungai, Ada tentang Petani

Bioskop di Tukad Badung, Ada Film tentang Sungai, Ada tentang Petani

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co