24 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Pujonkidul di Malang: Kembangkan Wisata Tani, Bumdes Kelola Kafe Sawah

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
July 16, 2019
in Tualang
Desa Pujonkidul di Malang: Kembangkan Wisata Tani, Bumdes Kelola Kafe Sawah

Kafe Sawah dikelola Bumdes di Desa Pujonkidul, Malang

Ini cerita sukses Desa Pujonkidul, Malang, Jawa Timur, mengembangkan potensi pertanian dan peternakan sebagai desa wisata. Pengembangan ini merupakan ide yang cemerlang di tengah warganya banyak kesusahan ekonomi.  Bersama masyarakat dan semua unsur berkomitmen membangun desa.

Alhasil desa yang dulu banyak penganguran sekarang sebagai destinasi unggulan di Malang. Konsep pemberdayaan masyarakat mengelola desa wisata untuk kebermanfaatan masyarakat. 

Desa Pujonkidul menawarkan berbagai macam tempat-tempat yang menarik untuk foto, kuliner hingga merasakan suasana pedesaan yang sejuk dan asri. Instagramble sekali objek di desa ini. Secara geografi lokasinya berada di dataran tinggi, sehingga dipastikan udaranya sangat sejuk dan banyak pemadangan alam yang terpelihara.

Ini desa wisata yang iconik menawarkan fasilitas outbond seperti bermain paintball,ATV, trail dan panahan. Menyusuri menggunakan ATV (All Terrain Vehicle) perkebunan dan pertanian yang ada di sana. 

Selain itu, wisatawan dapat belajar mengenal pertanian dan perkebunan seperti tomat, cabai dan tumbuhan herbal serta peternakan sapi. Sementara rumah warga banyak memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam berbagai sayuran. 


Wisata pertanian di Desa Pujonkidul, Malang, Jawa Timur

Kepala Desa Pujonkidul,  Udi Hartoko saat ditemui di kantornya beberapa hari lalu, mengatakan potensi desa yang dikembangkan menjadi desa wisata yang paling pokok adalah kesungguhan dan komitmen bersama. Sementara potensi desa itu adalah pertanian dan perkebunan, aktifitas masyarakat dua kegiatan tersebut. Masyarakat diajak besama membangun desa dengan begitu masyarakat mengelola dan memiliki. Pengelolaan dana desa yang dikembangakn menjadi desa wisata tersebut setiap tahunnya menghasilakn 14 miliar. 

“Dulu banyak pengangguran di sini, dan di bawah kemiskinan. Tapi semenjak dikembangakn mereka ada yang jadi pengusaha, pengelola akomodasi berupa homestay. Petani  merasa lega hasil garapannya bisa diserap maksimal bertumbuh begitu peternak dan sektor kerajinan lainya,” tuturnya kepala desa dua periode itu. 

Tak sekedar melihat-lihat saja, Kata Udi, wisatawan diajak belajar bertani misalnya menanam tomat,cabai serta pertanian herbal lainya. Aktifitas pertanian menarik bagi wisatawan terkesan sekali tatkala sudah kembali dari Malang. Kafe Sawah yang berada di tengah destinasi yang dikelola oleh Bumdes setempat. 

Kafe Sawah dilengkapi dengan spot-spot unik dan menarik yang pastinya hits dan instagramable. Selaras dengan namanya, Kafe Sawah memang terletak di persawahan, pemandangan tidak akan membosankan karena ada beberapa spot selfie yang memukau seperti taman bunga, jembatan, hingga bangunan yang terbuat dari bambu, latar belakang pengunungan nilai tambah serta masih banyak lagi. 

Studi Banding Perangkat Desa se-Kecamatan Nusa Penida

Kucuran dana desa yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat untuk kepentingan masyarakat desa mengembangkan potensi yang ada. Seperti halnya Desa Pujonkidul berhasil mengembangkan potensi pertanian dan peternak menjadi desa wisata. Hasil kerja keras Kepala Desa bersama masyarakat membangun desa dari keterpurukan pengangguran dan kemiskinan.

Banyak ganjaran prestasi yang diraih Desa Pujonkidul, Kecamatan Pujon, Kabupatan Malang. Seperti meraih penghargaan sebagai Desa Pro Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Desa Wisata Award & Desa Wisata Agro dari Kementerian Desa, Pengembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). 

Melihat berbagai prestasi Desa Wisata Pujonkidul, perangkat desa se-Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, melakukan studi tiru/lapangan. Rombongan yang dipimpin oleh Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra didampingi Ketua Forum Perbekel Nusa Penida.Rombongan tiga bus langsung disambut Kepala Desa Pujonkidul Udi Hartoko di ruang pertemuan desa setempat. 


Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra dan Kepala Desa Pujonkidul  Udi Hartoko

Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra memaparkan profil Kecamatan Nusa Penida. Walaupun secara potensi berbeda tapi dari segi pariwisata bahari sangat potensial. Studi tiru, kata Widyasa  seperti dipaparkan Kepala Desa Pujonkidul masalah pengelolaan dana desa dibawah Bumdes memberikan semacam pengalamannya dalam hal mengelola dari sebelumnya hingga sekarang terkenal dengan pendapatan fantastis. Inovasi dan trobosan yang dilakukan Kades Pujonkidul dari pengalamannya pengelolaan desa. 

Spirit yang sama membangun bukan keegoaan masing-masing. Bagaimana desa mempetakan dan melihat potensi yanga ada menyusuri kebutuhan masyarakat bukan keinginan, sehingga permasalahan dan pemetaan yang dilakukan diketahui potensi yang ada.

Cuma, menurut Widyasa dari hasil data yang didapat pihaknya memulai melaksankan atau mengeksekusi kerja sama baik perbekel, perangkat desa serta peran masyarakat. Tidak bisa dilakukan sendiri, dukungan masyarakat sangat berperan di sini untuk membangun desa.

“Pemecahan masalah dari potensi yang ada perbekel dan perangkat desa didukung peran aktif masyarakat mengelola desa. Sinergi semua pihak tidak jalan sendiri atau ego saja,“ kata Camat asal Lembongan ini. 

Sekali lagi, Widyasa yang penting adalah perbekel dan perangkat desa management partisipatif masyarakat desa bersama-sama membangun desa. Dari sini komitmen bersama jajaran desa kebermanfaatan dengan tujuan akhir kesejahteraan masyarakat. 

I Gede Ketut Arjaya Ketua Forum Perkebel Nusa Penida,  ada beberapa hal perlu disampaikan rekan-rekan perbekel maupun perangkat desa tujuan kita studi tiru/lapangan adalah ATM yang sering kita dengar yakni Amati, Tiru dan Modifikasi sesuai hasil pengamatan mendengarkan informasi dari Kades Pujonkidul. 

Kata Arjaya, sangat inspiratif sosok kades Pujonkidul empat S yang disampaikan dihadapan rombongan.

Pertama, Solit dimana perbekel, perangkat desa berkomunikasi yang baik. Kedua, Speed kecepatan melangkah dan komunikasi ikut bersama-sama menginformasikan perencanaan program yang harus sampai kepada masyarakat.

Ketiga, smart mengwujudkan tampilan desa sebaik mungkin melalui sosial media memaksimalkan informasi kelebihan desa masing-masing bukan menonjolkan sisi negatif. Keempat, spirit kenyakinan bersama-sama dari perbedaan pemikiran, misalnya membuat suatu perencanaan terjadi perselisihan dengan perangkat desa yang sifatnya permanen. Itu perlu dihindari agar terjadi keharmonisasi membangun desa yang betul-betul menyeluruh penunjang program yang direncanakan. 

Sementara Kades Desa Pujonkidul sangat berterima kasih telah memilih Desa Kujonkidul sebagai studi tiru/lapngan. Gayung bersambut membangun desa berbagi pengalaman yang kita miliki. Spirit, komitmen dan solit membangun desa sesuai dengan potensi yang dimiliki. “ mari kita kelola potensi desa untuk kepentingan masyarakat desa, ayo kita torehkan tinta emas dibawah kepemimpinan kita mengelola desa, “ tuturnya dengan nada semangat. [T] [*]

Tags: Desa Pujonkiduldesa wisataMalangNusa PenidaPariwisatapertanian
Share206TweetSendShareSend
Previous Post

Dinamika Bumi di Bawah Bali, Picu Gempa Bumi dan Erupsi Gunung Api

Next Post

Seni Rupa untuk Menyembuhkan Derita Bangsa

Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pecinta kampung halaman. Tinggal di Sampalan, Nusa Penida

Related Posts

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails
Next Post
Seni Rupa untuk Menyembuhkan Derita Bangsa

Seni Rupa untuk Menyembuhkan Derita Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?
Esai

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

KEMERIAHAN saya sebagai generasi milenial dalam berpakaian pada masa kanak kanak sangat jauh berbeda dengan gen alpha dan gen beta...

by Pande Susan
July 24, 2026
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem
Pendidikan

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni
Pameran

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Siap-siap ke Lovina Festival 2026
Panggung

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Ketika Negara Kehilangan Hak untuk Dipercaya

BEBERAPA waktu terakhir, publik menyaksikan pemberitaan mengenai penyitaan barang bukti berupa emas dan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar...

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 24, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Sejak Kapan Pemerintah Mengurus Orientasi Seksual Warganya?

Salah satu indikator paling nyata dari kemunduran tata kelola pemerintahan adalah ketika negara lebih disibukkan mengatur moralitas di ruang privat...

by Surfian Rahmat AP
July 24, 2026
Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung
Gaya

Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

INSTALASI panel surya kini menjadi salah satu strategi yang semakin dipertimbangkan untuk mengendalikan biaya energi, sekaligus memenuhi target keberlanjutan. Saat...

by tatkala
July 24, 2026
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis
Khas

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.
Ulas Rupa

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

by Angga Wijaya
July 24, 2026
Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali
Khas

Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

“SATU yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.” Kalimat itu diucapkan oleh I Made Adnyana di tengah diskusi...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu
Ulas Rupa

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

by Hartanto
July 24, 2026
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026
Panggung

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co