17 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Pujonkidul di Malang: Kembangkan Wisata Tani, Bumdes Kelola Kafe Sawah

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
July 16, 2019
in Tualang
Desa Pujonkidul di Malang: Kembangkan Wisata Tani, Bumdes Kelola Kafe Sawah

Kafe Sawah dikelola Bumdes di Desa Pujonkidul, Malang

Ini cerita sukses Desa Pujonkidul, Malang, Jawa Timur, mengembangkan potensi pertanian dan peternakan sebagai desa wisata. Pengembangan ini merupakan ide yang cemerlang di tengah warganya banyak kesusahan ekonomi.  Bersama masyarakat dan semua unsur berkomitmen membangun desa.

Alhasil desa yang dulu banyak penganguran sekarang sebagai destinasi unggulan di Malang. Konsep pemberdayaan masyarakat mengelola desa wisata untuk kebermanfaatan masyarakat. 

Desa Pujonkidul menawarkan berbagai macam tempat-tempat yang menarik untuk foto, kuliner hingga merasakan suasana pedesaan yang sejuk dan asri. Instagramble sekali objek di desa ini. Secara geografi lokasinya berada di dataran tinggi, sehingga dipastikan udaranya sangat sejuk dan banyak pemadangan alam yang terpelihara.

Ini desa wisata yang iconik menawarkan fasilitas outbond seperti bermain paintball,ATV, trail dan panahan. Menyusuri menggunakan ATV (All Terrain Vehicle) perkebunan dan pertanian yang ada di sana. 

Selain itu, wisatawan dapat belajar mengenal pertanian dan perkebunan seperti tomat, cabai dan tumbuhan herbal serta peternakan sapi. Sementara rumah warga banyak memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam berbagai sayuran. 


Wisata pertanian di Desa Pujonkidul, Malang, Jawa Timur

Kepala Desa Pujonkidul,  Udi Hartoko saat ditemui di kantornya beberapa hari lalu, mengatakan potensi desa yang dikembangkan menjadi desa wisata yang paling pokok adalah kesungguhan dan komitmen bersama. Sementara potensi desa itu adalah pertanian dan perkebunan, aktifitas masyarakat dua kegiatan tersebut. Masyarakat diajak besama membangun desa dengan begitu masyarakat mengelola dan memiliki. Pengelolaan dana desa yang dikembangakn menjadi desa wisata tersebut setiap tahunnya menghasilakn 14 miliar. 

“Dulu banyak pengangguran di sini, dan di bawah kemiskinan. Tapi semenjak dikembangakn mereka ada yang jadi pengusaha, pengelola akomodasi berupa homestay. Petani  merasa lega hasil garapannya bisa diserap maksimal bertumbuh begitu peternak dan sektor kerajinan lainya,” tuturnya kepala desa dua periode itu. 

Tak sekedar melihat-lihat saja, Kata Udi, wisatawan diajak belajar bertani misalnya menanam tomat,cabai serta pertanian herbal lainya. Aktifitas pertanian menarik bagi wisatawan terkesan sekali tatkala sudah kembali dari Malang. Kafe Sawah yang berada di tengah destinasi yang dikelola oleh Bumdes setempat. 

Kafe Sawah dilengkapi dengan spot-spot unik dan menarik yang pastinya hits dan instagramable. Selaras dengan namanya, Kafe Sawah memang terletak di persawahan, pemandangan tidak akan membosankan karena ada beberapa spot selfie yang memukau seperti taman bunga, jembatan, hingga bangunan yang terbuat dari bambu, latar belakang pengunungan nilai tambah serta masih banyak lagi. 

Studi Banding Perangkat Desa se-Kecamatan Nusa Penida

Kucuran dana desa yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat untuk kepentingan masyarakat desa mengembangkan potensi yang ada. Seperti halnya Desa Pujonkidul berhasil mengembangkan potensi pertanian dan peternak menjadi desa wisata. Hasil kerja keras Kepala Desa bersama masyarakat membangun desa dari keterpurukan pengangguran dan kemiskinan.

Banyak ganjaran prestasi yang diraih Desa Pujonkidul, Kecamatan Pujon, Kabupatan Malang. Seperti meraih penghargaan sebagai Desa Pro Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Desa Wisata Award & Desa Wisata Agro dari Kementerian Desa, Pengembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). 

Melihat berbagai prestasi Desa Wisata Pujonkidul, perangkat desa se-Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, melakukan studi tiru/lapangan. Rombongan yang dipimpin oleh Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra didampingi Ketua Forum Perbekel Nusa Penida.Rombongan tiga bus langsung disambut Kepala Desa Pujonkidul Udi Hartoko di ruang pertemuan desa setempat. 


Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra dan Kepala Desa Pujonkidul  Udi Hartoko

Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra memaparkan profil Kecamatan Nusa Penida. Walaupun secara potensi berbeda tapi dari segi pariwisata bahari sangat potensial. Studi tiru, kata Widyasa  seperti dipaparkan Kepala Desa Pujonkidul masalah pengelolaan dana desa dibawah Bumdes memberikan semacam pengalamannya dalam hal mengelola dari sebelumnya hingga sekarang terkenal dengan pendapatan fantastis. Inovasi dan trobosan yang dilakukan Kades Pujonkidul dari pengalamannya pengelolaan desa. 

Spirit yang sama membangun bukan keegoaan masing-masing. Bagaimana desa mempetakan dan melihat potensi yanga ada menyusuri kebutuhan masyarakat bukan keinginan, sehingga permasalahan dan pemetaan yang dilakukan diketahui potensi yang ada.

Cuma, menurut Widyasa dari hasil data yang didapat pihaknya memulai melaksankan atau mengeksekusi kerja sama baik perbekel, perangkat desa serta peran masyarakat. Tidak bisa dilakukan sendiri, dukungan masyarakat sangat berperan di sini untuk membangun desa.

“Pemecahan masalah dari potensi yang ada perbekel dan perangkat desa didukung peran aktif masyarakat mengelola desa. Sinergi semua pihak tidak jalan sendiri atau ego saja,“ kata Camat asal Lembongan ini. 

Sekali lagi, Widyasa yang penting adalah perbekel dan perangkat desa management partisipatif masyarakat desa bersama-sama membangun desa. Dari sini komitmen bersama jajaran desa kebermanfaatan dengan tujuan akhir kesejahteraan masyarakat. 

I Gede Ketut Arjaya Ketua Forum Perkebel Nusa Penida,  ada beberapa hal perlu disampaikan rekan-rekan perbekel maupun perangkat desa tujuan kita studi tiru/lapangan adalah ATM yang sering kita dengar yakni Amati, Tiru dan Modifikasi sesuai hasil pengamatan mendengarkan informasi dari Kades Pujonkidul. 

Kata Arjaya, sangat inspiratif sosok kades Pujonkidul empat S yang disampaikan dihadapan rombongan.

Pertama, Solit dimana perbekel, perangkat desa berkomunikasi yang baik. Kedua, Speed kecepatan melangkah dan komunikasi ikut bersama-sama menginformasikan perencanaan program yang harus sampai kepada masyarakat.

Ketiga, smart mengwujudkan tampilan desa sebaik mungkin melalui sosial media memaksimalkan informasi kelebihan desa masing-masing bukan menonjolkan sisi negatif. Keempat, spirit kenyakinan bersama-sama dari perbedaan pemikiran, misalnya membuat suatu perencanaan terjadi perselisihan dengan perangkat desa yang sifatnya permanen. Itu perlu dihindari agar terjadi keharmonisasi membangun desa yang betul-betul menyeluruh penunjang program yang direncanakan. 

Sementara Kades Desa Pujonkidul sangat berterima kasih telah memilih Desa Kujonkidul sebagai studi tiru/lapngan. Gayung bersambut membangun desa berbagi pengalaman yang kita miliki. Spirit, komitmen dan solit membangun desa sesuai dengan potensi yang dimiliki. “ mari kita kelola potensi desa untuk kepentingan masyarakat desa, ayo kita torehkan tinta emas dibawah kepemimpinan kita mengelola desa, “ tuturnya dengan nada semangat. [T] [*]

Tags: Desa Pujonkiduldesa wisataMalangNusa PenidaPariwisatapertanian
Share206TweetSendShareSend
Previous Post

Dinamika Bumi di Bawah Bali, Picu Gempa Bumi dan Erupsi Gunung Api

Next Post

Seni Rupa untuk Menyembuhkan Derita Bangsa

Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pecinta kampung halaman. Tinggal di Sampalan, Nusa Penida

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Seni Rupa untuk Menyembuhkan Derita Bangsa

Seni Rupa untuk Menyembuhkan Derita Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co