4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mebalih Dalang Cilik Narend di Festival Tepi Sawah

Gede Gandhi by Gede Gandhi
July 10, 2019
in Khas
Mebalih Dalang Cilik Narend di Festival Tepi Sawah

Dalang Cilik Narend di Festival Tepi Sawah 2019/ Foto: Gandhi

Setahun sudah tidak menulis di Tatkala.co sehingga saat bertemu dengan sang CEO di Festival Tepi Sawah saya ditodong langsung untuk menulis lagi. Tulisan saya sebelumnya juga sama yakni terkait tentang Festival Tepi Sawah tertanggal 19 September 2018.

Nah ini juga sama seperti tahun sebelumnya sebuah catatan yang telat karena saya lebian gae hahahaha…. nah jangan close dulu, ikuti sampai akhir karena menulis ini penuh perjuangan, saya menulis sambil edit vlog, wawancara narasumber dan sembari menunggu jadwal siaran diradio dagang ubad.

Ok, jadi begini, Festival Tepi Sawah (mih dawe gati), singkat saja ya pakai FTS heee….. FTS ini berlangsung sudah tiga kali (2017, 2018 dan 2019 semoga terus berlanjut) dan dua ini merupakan kali kedua saya mengikuti acara ini. Ini acara yang bagus dan konsisten. Sejak awal saya mengetahui acara ini sebenarnya cukup antusias dan saya amati bukan saja dari konsep namun pemilihan tallent juga sing maen-mae cae….. di sini, anda bisa belajar, menambah relasi hingga makan sepuasnya.

Ok! Kita persempit pembahasan ya… dari dua hari penyelenggaraan, hari pertama adalah yang paling seru dimana siang hari sekitar pukul 14.00 wita ada pementasan wayang lemah dan malamnya sekitar pukul 22.00 wita ada tribute to Koesplus.

Ini bukan wayang sekedar wayang, dalangnya bernama Narend atau lengkapnya bernama Putu Adhyaksa Narendra Krishna ia tampil di area Batan kayu. Dia ini baru berusia 7 tahun dan mulai kenal sama seni khususnya pedalangan sejak usianya 1,5 tahun. Tampil hampir 30 menit kurang lebih, Narend cukup lihai tampaknya membawakan cerita Palguna Wana Kerthi yang artinya menjaga dan melestarikan lingkungan.

Meski terbata-bata dan tampak sedikit gerogi, anak pertama dari dua bersaudara ini mampu menyelesaikan cerita tersebut dengan lancar. Penonton tersenyum dan memberikan tepuk tangan usai pementasan.

Narend anak yang keren menurut saya, dia bisa hafal dengan bahasa sansekerta dan menerjemahkannya kedalam bahasa Bali serta Indonesia (video nyusul ya masih edit dan cari internet dulu hahahahaha… ) cerita yang dibawakan snagat sederhana tapi tidak semua anak terlebih orang dewasa mampu seperti Narend, kata sang ayah, Gygox, anaknya itu sih ada keturunan dari sang leluhur yang memang seorang dalang. “Ya! Saya coba tanya orang yang mengerti terkait hal itu, katanya sih leluhurnya,”jawab vocalis band Parau ini.

Narend sudah tampil diberbagai acara dan dia pun cukup sering diundang untuk tampil di televisi lokal atau pun nasional terkait kelihaiyannya dalam memainkan wayang Bali. Narend mengaku senang menjadi dalang, bahkan ia bercita-cinta menjadi seorang dalang.

Narend sejatinya sama selayaknya anak kecil seumurannya yang suka main hp atau menangis sat keinginannya tidak dipenuhi (orang dewasa juga ada kok kek gini hahaha) ia hanya menerima tawaran memainkan wayang yang ia sukai. “jadi pernah saya terima saja dan dia tak mau main atau dia mau main tapi tak maksimal. Akhirnya setelah kejadian itu saya lakukan pendekatan sebelum menerima tawaran untuknya,”ucap sang ibu Dani Melisa.

Teruslah berkesenian khususnya traditional ya Narend agar tidak punah kesenian Bali khususnya seni pedalangan.


Tonton aksi Narend di link ini:

  • https://www.vidio.com/watch/1698872?utm_source=vod&utm_medium=app-android&utm_campaign=vidio-app-share

Nah setelah mebalih wayang, malamnya lanjut nonton musik yakni tribute to Koesplus yang dilakukan oleh all artis. Ini keren! Mereka membawakan dengan penuh penghayatan meski tampak jeas dibeberapa lagu terdengar sumbang dan seperti tak nyambung antara pemain dan penyanyi, tak tau apakah ini perasan saya karena minuman atau memang begitu adanya.

Mereka ini membawakan sekitar sembilan lagu seperti 1. Bunga Di Tepi Jalan, 2. Kembali Ke Jakarta, 3. Kolam Susu, 4. Ku Jemu, 5. Oh Kasihku, 6. Tul Jaenak Jaeji, 7. Bujangan, 8. Cubit Cubitan dan 9. Kapan Kapa. Ini tampak apik dan saya sendiri seperti bernostalgia ke era masih kecil dimana bpk saya selalu memutarkan lagu ini setiap pagi dan sepulang kerja dari sawah.


BACA JUGA:

  • Festival Tepi Sawah Dibuka Aneka Workshop Bertema Budaya Indonesia
  • Koes Plus Tak Pernah Mati
  • Pekak Taro Bercerita, Turis Asing pun Bengong Mendengar
  • Pangraksa Jiwa dari Dayu Ani, Mengukuhkan Keragaman Nusantara

Seharusnya dalam setiap penampilan musik apalagi festival penyelenggara tak usah menyediakan kursi terlalu banyak karena lebih asik lesehan dan/atau joget ini lebih seru kecuali acara musik resmi semacam intimite concert atau sejenisnya. Lah… ini lho musik Koesplus yang musiknya paling enak untuk joget masak penontonnya duduk manis dikursi ? hahahahahaha……

Tapi, banyak juga penonton yang berjoget dan larut dalam irama musik Koesplus yang berlangsung di Uma Stage. Secara keseluruhan FTS ini mengajarkan kita bagaimana manusia seharusnya menyadari dan mulai bertindak ramah terhadap lingkungan. Festival ini mendekatkan kita kepada lingkungan yang saat ini menurut data dan risert lingkungan mulai rusak karena sampah dan polusi.

Uma Satage sebagai panggung utama tampil berbeda jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini panggung utama tidak lagi berlatar indahnya sawah hikzz…..

Okelah, demikian dulu tulisan saya sebab saatnya saya siaran semoga next bisa saya nulis lagi ya, hahahaha…. semoga bermanfaat dan berfaedah. [T]

Tags: DalangDalang CilikFestival Tepi Sawahwayang
Share81TweetSendShareSend
Previous Post

Film “Calon Bini”, Menghibur sekaligus Mendidik

Next Post

Tenganan Pegringsingan dan Dunia yang Terikat Adat – Dari Kunjungan Industri FE Unipas Singaraja

Gede Gandhi

Gede Gandhi

Jurnalis, penulis, blogger, penyiar

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Tenganan Pegringsingan dan Dunia yang Terikat Adat – Dari Kunjungan Industri FE Unipas Singaraja

Tenganan Pegringsingan dan Dunia yang Terikat Adat – Dari Kunjungan Industri FE Unipas Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co