14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mebalih Dalang Cilik Narend di Festival Tepi Sawah

Gede Gandhi by Gede Gandhi
July 10, 2019
in Khas
Mebalih Dalang Cilik Narend di Festival Tepi Sawah

Dalang Cilik Narend di Festival Tepi Sawah 2019/ Foto: Gandhi

Setahun sudah tidak menulis di Tatkala.co sehingga saat bertemu dengan sang CEO di Festival Tepi Sawah saya ditodong langsung untuk menulis lagi. Tulisan saya sebelumnya juga sama yakni terkait tentang Festival Tepi Sawah tertanggal 19 September 2018.

Nah ini juga sama seperti tahun sebelumnya sebuah catatan yang telat karena saya lebian gae hahahaha…. nah jangan close dulu, ikuti sampai akhir karena menulis ini penuh perjuangan, saya menulis sambil edit vlog, wawancara narasumber dan sembari menunggu jadwal siaran diradio dagang ubad.

Ok, jadi begini, Festival Tepi Sawah (mih dawe gati), singkat saja ya pakai FTS heee….. FTS ini berlangsung sudah tiga kali (2017, 2018 dan 2019 semoga terus berlanjut) dan dua ini merupakan kali kedua saya mengikuti acara ini. Ini acara yang bagus dan konsisten. Sejak awal saya mengetahui acara ini sebenarnya cukup antusias dan saya amati bukan saja dari konsep namun pemilihan tallent juga sing maen-mae cae….. di sini, anda bisa belajar, menambah relasi hingga makan sepuasnya.

Ok! Kita persempit pembahasan ya… dari dua hari penyelenggaraan, hari pertama adalah yang paling seru dimana siang hari sekitar pukul 14.00 wita ada pementasan wayang lemah dan malamnya sekitar pukul 22.00 wita ada tribute to Koesplus.

Ini bukan wayang sekedar wayang, dalangnya bernama Narend atau lengkapnya bernama Putu Adhyaksa Narendra Krishna ia tampil di area Batan kayu. Dia ini baru berusia 7 tahun dan mulai kenal sama seni khususnya pedalangan sejak usianya 1,5 tahun. Tampil hampir 30 menit kurang lebih, Narend cukup lihai tampaknya membawakan cerita Palguna Wana Kerthi yang artinya menjaga dan melestarikan lingkungan.

Meski terbata-bata dan tampak sedikit gerogi, anak pertama dari dua bersaudara ini mampu menyelesaikan cerita tersebut dengan lancar. Penonton tersenyum dan memberikan tepuk tangan usai pementasan.

Narend anak yang keren menurut saya, dia bisa hafal dengan bahasa sansekerta dan menerjemahkannya kedalam bahasa Bali serta Indonesia (video nyusul ya masih edit dan cari internet dulu hahahahaha… ) cerita yang dibawakan snagat sederhana tapi tidak semua anak terlebih orang dewasa mampu seperti Narend, kata sang ayah, Gygox, anaknya itu sih ada keturunan dari sang leluhur yang memang seorang dalang. “Ya! Saya coba tanya orang yang mengerti terkait hal itu, katanya sih leluhurnya,”jawab vocalis band Parau ini.

Narend sudah tampil diberbagai acara dan dia pun cukup sering diundang untuk tampil di televisi lokal atau pun nasional terkait kelihaiyannya dalam memainkan wayang Bali. Narend mengaku senang menjadi dalang, bahkan ia bercita-cinta menjadi seorang dalang.

Narend sejatinya sama selayaknya anak kecil seumurannya yang suka main hp atau menangis sat keinginannya tidak dipenuhi (orang dewasa juga ada kok kek gini hahaha) ia hanya menerima tawaran memainkan wayang yang ia sukai. “jadi pernah saya terima saja dan dia tak mau main atau dia mau main tapi tak maksimal. Akhirnya setelah kejadian itu saya lakukan pendekatan sebelum menerima tawaran untuknya,”ucap sang ibu Dani Melisa.

Teruslah berkesenian khususnya traditional ya Narend agar tidak punah kesenian Bali khususnya seni pedalangan.


Tonton aksi Narend di link ini:

  • https://www.vidio.com/watch/1698872?utm_source=vod&utm_medium=app-android&utm_campaign=vidio-app-share

Nah setelah mebalih wayang, malamnya lanjut nonton musik yakni tribute to Koesplus yang dilakukan oleh all artis. Ini keren! Mereka membawakan dengan penuh penghayatan meski tampak jeas dibeberapa lagu terdengar sumbang dan seperti tak nyambung antara pemain dan penyanyi, tak tau apakah ini perasan saya karena minuman atau memang begitu adanya.

Mereka ini membawakan sekitar sembilan lagu seperti 1. Bunga Di Tepi Jalan, 2. Kembali Ke Jakarta, 3. Kolam Susu, 4. Ku Jemu, 5. Oh Kasihku, 6. Tul Jaenak Jaeji, 7. Bujangan, 8. Cubit Cubitan dan 9. Kapan Kapa. Ini tampak apik dan saya sendiri seperti bernostalgia ke era masih kecil dimana bpk saya selalu memutarkan lagu ini setiap pagi dan sepulang kerja dari sawah.


BACA JUGA:

  • Festival Tepi Sawah Dibuka Aneka Workshop Bertema Budaya Indonesia
  • Koes Plus Tak Pernah Mati
  • Pekak Taro Bercerita, Turis Asing pun Bengong Mendengar
  • Pangraksa Jiwa dari Dayu Ani, Mengukuhkan Keragaman Nusantara

Seharusnya dalam setiap penampilan musik apalagi festival penyelenggara tak usah menyediakan kursi terlalu banyak karena lebih asik lesehan dan/atau joget ini lebih seru kecuali acara musik resmi semacam intimite concert atau sejenisnya. Lah… ini lho musik Koesplus yang musiknya paling enak untuk joget masak penontonnya duduk manis dikursi ? hahahahahaha……

Tapi, banyak juga penonton yang berjoget dan larut dalam irama musik Koesplus yang berlangsung di Uma Stage. Secara keseluruhan FTS ini mengajarkan kita bagaimana manusia seharusnya menyadari dan mulai bertindak ramah terhadap lingkungan. Festival ini mendekatkan kita kepada lingkungan yang saat ini menurut data dan risert lingkungan mulai rusak karena sampah dan polusi.

Uma Satage sebagai panggung utama tampil berbeda jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini panggung utama tidak lagi berlatar indahnya sawah hikzz…..

Okelah, demikian dulu tulisan saya sebab saatnya saya siaran semoga next bisa saya nulis lagi ya, hahahaha…. semoga bermanfaat dan berfaedah. [T]

Tags: DalangDalang CilikFestival Tepi Sawahwayang
Share81TweetSendShareSend
Previous Post

Film “Calon Bini”, Menghibur sekaligus Mendidik

Next Post

Tenganan Pegringsingan dan Dunia yang Terikat Adat – Dari Kunjungan Industri FE Unipas Singaraja

Gede Gandhi

Gede Gandhi

Jurnalis, penulis, blogger, penyiar

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Tenganan Pegringsingan dan Dunia yang Terikat Adat – Dari Kunjungan Industri FE Unipas Singaraja

Tenganan Pegringsingan dan Dunia yang Terikat Adat – Dari Kunjungan Industri FE Unipas Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co