3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Radit, Si Pembalap Cilik, Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
March 27, 2019
in Khas
Radit, Si Pembalap Cilik,  Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Radit/ Foto: Dok Penulis

Setelah mengalami paceklik terlalu panjang, Tabanan bisa sedikit bernapas lega dengan kehadiran beberapa pembalap sepeda  berbakat.

Mereka tidak jatuh dari langit begitu saja. Ada pola pembinaan yang menjadi cetak biru. Memang  sedikit terlambat, karena vakumnya kepengurusan ISSI Tabanan beberapa tahun, dan baru saja kepengurusan dibentuk kembali.

Sementara kabupaten-kabupaten lain sudah lebih dulu mencetak atlit berbakat, sehingga mereka lebih mapan dalam cabor ini. Tabanan tidak perlulah berkecil hati.

Sebagai tuan rumah Porvrop 2019 nanti, setidaknya Tabanan telah mempunyai serdadu di cabang balap sepeda ini. Mengenai juara, tentulah nanti kembali kepada kematangan fisik dan mental masing-masing atlit. Maklumlah mereka masih ingusan di dunia pedal ini, karena pembinaan yang sedikit terlambat.

Di antara atlit-atlit cilik yang akan menjaga benteng kehormatan Tabanan nanti, ada nama Radit yang istimewa. Istimewa mungkin karena beberapa kali saya ikut terlibat latihan dengan bocah ini, menyaksikan bagaimana performa gowesnya yang luar biasa. Melihat sendiri bagaimana di jalan sebelah utara Desa Tegeh yang mulai menanjak, punggung Radit pelan-pelan menjauh ditelan tikungan. Saya ditinggal begitu saja oleh anak belasan tahun itu, dengan napas tersengal-sengal.

Radit adalah anak teman saya, Putu Murahman, yang sehari-hari bertugas sebagai anggota polisi di Polres Tabanan. Usia Radit baru 12 tahun. Putu Murahman menyisihkan sedikit waktunya untuk menggeluti hobi sepeda ini. Energi yang kemudian tersalur kepada anaknya. 

Sebagai seorang ayah dia cukup berhasil membina putranya. Awalnya dia hanya ingin menjauhkan anaknya dari dunia gadget, dengan melakukan kegiatan positif ini. Tapi lama-lama Radit tumbuh menjadi seorang pesepeda yang mapan. Segudang prestasi berhasil dia raih.

Dulu, dua tahun yang lalu, Radit sempat frustasi saat pertama kali mencoba ikut lomba criterium di Tabanan. Dia overlap dan harus hengkang dari lapangan. Waktu itu dia masih sangat pemula. Sempat juga uring-uringan, dan pindah-pindah hobi. Barangkali dunia balap sepeda terlalu susah bagi dirinya. Lalu dua tahun di bawah pembinaan tangan dingin ayahnya, walaupun tidak dilatih oleh pelatih sejati, Radit muncul sebagai calon pembalap yang tangguh.

Di Wali Kota Cup dia berada di tiga besar, naik podium dengan bangga. Saat lomba kelompok umur di Roda Jaya Tur, Radit meraih juara satu, menyisihkan 6 lawan-lawannya yang berusia 14 tahun, lebih tua dua tahun darinya. Di Bali Open Criterium, ajang balapan sepeda paling bergengsi di Bali, Radit bisa finis di posisi ke 6 dari 38 peserta. Itu lomba yang sulit, karena kompetisi yang ketat, peserta banyak berasal dari luar pulau Bali.

Saat di porjar Tabanan, dia meraih juara satu. Agaknya bocah ini sangat berbakat. Diasah sedikit saja, dia akan semakin tokcer.

Radit anak yang kurus. Fostur yang menguntungkan, karena rata-rata pembalap sepeda yang  sukses, tubuh mereka kurus. Lihatlah para juara Tour de France. Tubuh mereka ceking-ceking. Karena balap sepeda memerlukan bobot seringan-ringannya. Dari sepeda super ringan bernilai puluhan juta rupiah karena terbuat dari karbon berkualitas tinggi, sampai berat tubuh pun harus dipangkas.

Seorang pembalap wajib melakukan diet. Bertambah sedikit saja berat badan, neraka bagi mereka. Kalau saja mitos tentang ajian meringankan tubuh itu ada, barangkali bisa menjadi ilmu yang harus dipelajari…hehehe

Radit pendiam. Mungkin karena bergaul di lingkungan orang yang jauh lebih tua darinya, dia tidak terlalu banyak bicara. Tapi di lingkungan anak-anak sebaya, dia cukup luwes. Pandai bergaul. Cepat akrab. Saat ketemu atlit-atlit sebaya di ajang lomba, Radit suka ngobrol dengan mereka untuk tukar-tukar pengalaman. Kalau membicarakan materi latihan, dia pasti ngobrol berapi-api. 

Agaknya dia sudah sedikit menguasai teori-teori latihan. Walaupun secara formal, dia jarang berlatih dengan teman-teman di ISSI Tabanan. Lebih sering latihan sama ayahnya. Kadang-kadang ayahnya membuntuti Radit dengan motor, karena saat ini laju sepeda Radit sudah tak terkejar lagi oleh ayahnya. Radit bukan pemula lagi di dunia ini. Performa sepedanya sudah mulai mapan.

Di usianya yang masih 12 tahun, dia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Kalau dia mau fokus, konsisten, karir atlit balap sepeda terbuka lebar untuk dirinya. Tapi sang ayah berkata; ini sekedar hobi untuk Radit, bukan untuk karirnya kelak, sebab di negeri ini kita belum bisa menggantungkan hidup di dunia olah raga.

Olah raga belum bisa sebagai mata pencaharian, sehingga tidak layak dicita-citakan. Jadi balapan sepeda adalah prioritas kedua, sekolah yang paling penting. Jangan sampai terlalu konsen ke latihan balap sepeda, akademik menjadi terbengkalai. Atau bisa saja, hobi balap sepeda, apalagi kalau sudah pernah juara dan mendapat piagam dari KONI, bisa membantu untuk mendapat sekolah favorit nantinya. Di samping itu sepeda adalah salah satu olah raga kardio untuk melatih jantung, menyehatkan badan, bisa meningkatkan mood untuk belajar giat di sekolah.

Radit dapat medali/ Foto: Dok Penulis

Beberapa kali saya ikut latihan bersama Radit. Kalau sang ayah pas sibuk karena piket di Polres, saya akan mengajak Radit gowes bareng dengan grup lain. Saat latihan saya  membiarkan Radit mengayuh kenceng di depan untuk melatih power-nya sekuat-sekuat yang dia bisa.

Kemudian di sebuah titik Radit menunggu saya sambil istirahat minum. Kami mencari tanjakan-tanjakan untuk melatih otot dan napas. Tanjakan favorit Radit adalah sebelah utara Desa Bangli, di jalan yang menuju Bukit Catu yang tembus patung jagung itu. Tanjakan yang luar biasa curamnya. Curam dan panjang. Mobil dan motor saja meraung-raung melewati tanjakan itu. Tapi bagi Radit, itu masalah enteng.

Dengan kekuatan dengkulnya, pelan-pelan dia menghajar tanjakan maut tersebut. Terus terang, di tanjakan Desa Bangli ini, saya menyerah kalah. Beberapa kali saya pakai sepeda roadbike, selalu gagal, meski dulu pernah lolos menggunakan sepeda gunung.

Sepeda gunung lebih mudah digunakan di medan tanjakan curam, karena gir belakangnya lebih besar. Sedang sepeda jenis roadbike girnya lebih kecil, karena khusus untuk kecepatan. Agaknya, menurut saya, medan curam di utara Desa Bangli itu memang tidak cocok dengan jenis sepeda roadbike, meski suhu-suhu sepeda bisa enteng melewatinya.

Pernah suatu ketika, kami bertiga; saya, Putu Murahman dan Radit, gowes bersama menuju Danau Beratan. Kami melaju di jalan utama Marga – Apuan. Sampai di pertigaan Desa Apuan kami beda pendapat. Saya ingin lewat Desa Bangah, kemudian tembus di jalan utama Denpasar – Singaraja. Ini maksudnya untuk menghindari tanjakan maut di Desa Bangli. Lagipula lewat jalan timur, pemandangan begitu indahnya. Tanjakannya banyak, tapi lebih landai. Namun Radit dan Putu Murahman ingin melewati Desa Bangli, kemudian tembus di patung jagung Bedugul.

Mereka ingin melatih power dengan menaklukkan tanjakan neraka Desa Bangli. Yah, tidak ada yang mengalah. Kalau dengan sistem voting, jelas saya kalah…hehehe. Tapi saya tetap ngotot lewat jalan timur karena trauma dengan tanjakan Desa Bangli. Akhirnya kami pisah. Saya lewat timur, mereka lewat barat. Kemudian kami bertemu di patung jagung.

Begitulah, Radit tumbuh menjadi seorang calon pembalap sepeda yang hampir mapan.  Usianya 12 tahun, masih sangat muda. Periode emas tumbuh kembang seorang atlit. Dia begitu disiplin latihan. Kalau pas hujan, dia latihan di dalam rumah menggunakan roll trainer. Pokoknya, tiada hari tanpa latihan. Lari, push up, scout, sit up, plank, naik turun tangga, dan segala latihan fisik dilakukan dengan disiplin, dengan manajemen latihan yang teratur.

Kalau boleh bercita-cita, mungkin saja dia bisa menjadi atlit PON yang mewakili Bali nanti. Who knows. Apapun bisa terjadi. Atau, bisa saja menjadi atlit Asian Games yang mewakili Indonesia. Iya, siapa tahu. Segalanya bisa terjadi…hehehe. Bukankah mereka yang sukses berawal dari mimpi terlebih dulu.

Kalau itu terjadi, merupakan suatu kebanggan. Beritanya akan ditulis besar-besar seperti ini: “Pembalap wakil Indonesia di Asian Games berasal dari Desa Tegal Jadi, Marga, Tabanan”.

 Iya, itu hanya berandai-andai. Tapi, semua itu bisa terjadi. Dan sebelum semua itu benar terjadi, Radit harus membela Tabanan di ajang Porvrop 2019 dulu. Jadi, kayuh sepedamu dari Tabanan dulu, Dit, baru kemudian ke ajang Asia, lalu bisa ke ajang dunia. [T]

Tags: balap sepedagowesolahragaPorprov Balisepedatabanan
Share757TweetSendShareSend
Previous Post

Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Next Post

Setan yang Menggejala Menjadi Ego dan Kepentingan

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Siapa Orang yang Paling Baik?

Setan yang Menggejala Menjadi Ego dan Kepentingan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co