14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Radit, Si Pembalap Cilik, Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
March 27, 2019
in Khas
Radit, Si Pembalap Cilik,  Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Radit/ Foto: Dok Penulis

Setelah mengalami paceklik terlalu panjang, Tabanan bisa sedikit bernapas lega dengan kehadiran beberapa pembalap sepeda  berbakat.

Mereka tidak jatuh dari langit begitu saja. Ada pola pembinaan yang menjadi cetak biru. Memang  sedikit terlambat, karena vakumnya kepengurusan ISSI Tabanan beberapa tahun, dan baru saja kepengurusan dibentuk kembali.

Sementara kabupaten-kabupaten lain sudah lebih dulu mencetak atlit berbakat, sehingga mereka lebih mapan dalam cabor ini. Tabanan tidak perlulah berkecil hati.

Sebagai tuan rumah Porvrop 2019 nanti, setidaknya Tabanan telah mempunyai serdadu di cabang balap sepeda ini. Mengenai juara, tentulah nanti kembali kepada kematangan fisik dan mental masing-masing atlit. Maklumlah mereka masih ingusan di dunia pedal ini, karena pembinaan yang sedikit terlambat.

Di antara atlit-atlit cilik yang akan menjaga benteng kehormatan Tabanan nanti, ada nama Radit yang istimewa. Istimewa mungkin karena beberapa kali saya ikut terlibat latihan dengan bocah ini, menyaksikan bagaimana performa gowesnya yang luar biasa. Melihat sendiri bagaimana di jalan sebelah utara Desa Tegeh yang mulai menanjak, punggung Radit pelan-pelan menjauh ditelan tikungan. Saya ditinggal begitu saja oleh anak belasan tahun itu, dengan napas tersengal-sengal.

Radit adalah anak teman saya, Putu Murahman, yang sehari-hari bertugas sebagai anggota polisi di Polres Tabanan. Usia Radit baru 12 tahun. Putu Murahman menyisihkan sedikit waktunya untuk menggeluti hobi sepeda ini. Energi yang kemudian tersalur kepada anaknya. 

Sebagai seorang ayah dia cukup berhasil membina putranya. Awalnya dia hanya ingin menjauhkan anaknya dari dunia gadget, dengan melakukan kegiatan positif ini. Tapi lama-lama Radit tumbuh menjadi seorang pesepeda yang mapan. Segudang prestasi berhasil dia raih.

Dulu, dua tahun yang lalu, Radit sempat frustasi saat pertama kali mencoba ikut lomba criterium di Tabanan. Dia overlap dan harus hengkang dari lapangan. Waktu itu dia masih sangat pemula. Sempat juga uring-uringan, dan pindah-pindah hobi. Barangkali dunia balap sepeda terlalu susah bagi dirinya. Lalu dua tahun di bawah pembinaan tangan dingin ayahnya, walaupun tidak dilatih oleh pelatih sejati, Radit muncul sebagai calon pembalap yang tangguh.

Di Wali Kota Cup dia berada di tiga besar, naik podium dengan bangga. Saat lomba kelompok umur di Roda Jaya Tur, Radit meraih juara satu, menyisihkan 6 lawan-lawannya yang berusia 14 tahun, lebih tua dua tahun darinya. Di Bali Open Criterium, ajang balapan sepeda paling bergengsi di Bali, Radit bisa finis di posisi ke 6 dari 38 peserta. Itu lomba yang sulit, karena kompetisi yang ketat, peserta banyak berasal dari luar pulau Bali.

Saat di porjar Tabanan, dia meraih juara satu. Agaknya bocah ini sangat berbakat. Diasah sedikit saja, dia akan semakin tokcer.

Radit anak yang kurus. Fostur yang menguntungkan, karena rata-rata pembalap sepeda yang  sukses, tubuh mereka kurus. Lihatlah para juara Tour de France. Tubuh mereka ceking-ceking. Karena balap sepeda memerlukan bobot seringan-ringannya. Dari sepeda super ringan bernilai puluhan juta rupiah karena terbuat dari karbon berkualitas tinggi, sampai berat tubuh pun harus dipangkas.

Seorang pembalap wajib melakukan diet. Bertambah sedikit saja berat badan, neraka bagi mereka. Kalau saja mitos tentang ajian meringankan tubuh itu ada, barangkali bisa menjadi ilmu yang harus dipelajari…hehehe

Radit pendiam. Mungkin karena bergaul di lingkungan orang yang jauh lebih tua darinya, dia tidak terlalu banyak bicara. Tapi di lingkungan anak-anak sebaya, dia cukup luwes. Pandai bergaul. Cepat akrab. Saat ketemu atlit-atlit sebaya di ajang lomba, Radit suka ngobrol dengan mereka untuk tukar-tukar pengalaman. Kalau membicarakan materi latihan, dia pasti ngobrol berapi-api. 

Agaknya dia sudah sedikit menguasai teori-teori latihan. Walaupun secara formal, dia jarang berlatih dengan teman-teman di ISSI Tabanan. Lebih sering latihan sama ayahnya. Kadang-kadang ayahnya membuntuti Radit dengan motor, karena saat ini laju sepeda Radit sudah tak terkejar lagi oleh ayahnya. Radit bukan pemula lagi di dunia ini. Performa sepedanya sudah mulai mapan.

Di usianya yang masih 12 tahun, dia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Kalau dia mau fokus, konsisten, karir atlit balap sepeda terbuka lebar untuk dirinya. Tapi sang ayah berkata; ini sekedar hobi untuk Radit, bukan untuk karirnya kelak, sebab di negeri ini kita belum bisa menggantungkan hidup di dunia olah raga.

Olah raga belum bisa sebagai mata pencaharian, sehingga tidak layak dicita-citakan. Jadi balapan sepeda adalah prioritas kedua, sekolah yang paling penting. Jangan sampai terlalu konsen ke latihan balap sepeda, akademik menjadi terbengkalai. Atau bisa saja, hobi balap sepeda, apalagi kalau sudah pernah juara dan mendapat piagam dari KONI, bisa membantu untuk mendapat sekolah favorit nantinya. Di samping itu sepeda adalah salah satu olah raga kardio untuk melatih jantung, menyehatkan badan, bisa meningkatkan mood untuk belajar giat di sekolah.

Radit dapat medali/ Foto: Dok Penulis

Beberapa kali saya ikut latihan bersama Radit. Kalau sang ayah pas sibuk karena piket di Polres, saya akan mengajak Radit gowes bareng dengan grup lain. Saat latihan saya  membiarkan Radit mengayuh kenceng di depan untuk melatih power-nya sekuat-sekuat yang dia bisa.

Kemudian di sebuah titik Radit menunggu saya sambil istirahat minum. Kami mencari tanjakan-tanjakan untuk melatih otot dan napas. Tanjakan favorit Radit adalah sebelah utara Desa Bangli, di jalan yang menuju Bukit Catu yang tembus patung jagung itu. Tanjakan yang luar biasa curamnya. Curam dan panjang. Mobil dan motor saja meraung-raung melewati tanjakan itu. Tapi bagi Radit, itu masalah enteng.

Dengan kekuatan dengkulnya, pelan-pelan dia menghajar tanjakan maut tersebut. Terus terang, di tanjakan Desa Bangli ini, saya menyerah kalah. Beberapa kali saya pakai sepeda roadbike, selalu gagal, meski dulu pernah lolos menggunakan sepeda gunung.

Sepeda gunung lebih mudah digunakan di medan tanjakan curam, karena gir belakangnya lebih besar. Sedang sepeda jenis roadbike girnya lebih kecil, karena khusus untuk kecepatan. Agaknya, menurut saya, medan curam di utara Desa Bangli itu memang tidak cocok dengan jenis sepeda roadbike, meski suhu-suhu sepeda bisa enteng melewatinya.

Pernah suatu ketika, kami bertiga; saya, Putu Murahman dan Radit, gowes bersama menuju Danau Beratan. Kami melaju di jalan utama Marga – Apuan. Sampai di pertigaan Desa Apuan kami beda pendapat. Saya ingin lewat Desa Bangah, kemudian tembus di jalan utama Denpasar – Singaraja. Ini maksudnya untuk menghindari tanjakan maut di Desa Bangli. Lagipula lewat jalan timur, pemandangan begitu indahnya. Tanjakannya banyak, tapi lebih landai. Namun Radit dan Putu Murahman ingin melewati Desa Bangli, kemudian tembus di patung jagung Bedugul.

Mereka ingin melatih power dengan menaklukkan tanjakan neraka Desa Bangli. Yah, tidak ada yang mengalah. Kalau dengan sistem voting, jelas saya kalah…hehehe. Tapi saya tetap ngotot lewat jalan timur karena trauma dengan tanjakan Desa Bangli. Akhirnya kami pisah. Saya lewat timur, mereka lewat barat. Kemudian kami bertemu di patung jagung.

Begitulah, Radit tumbuh menjadi seorang calon pembalap sepeda yang hampir mapan.  Usianya 12 tahun, masih sangat muda. Periode emas tumbuh kembang seorang atlit. Dia begitu disiplin latihan. Kalau pas hujan, dia latihan di dalam rumah menggunakan roll trainer. Pokoknya, tiada hari tanpa latihan. Lari, push up, scout, sit up, plank, naik turun tangga, dan segala latihan fisik dilakukan dengan disiplin, dengan manajemen latihan yang teratur.

Kalau boleh bercita-cita, mungkin saja dia bisa menjadi atlit PON yang mewakili Bali nanti. Who knows. Apapun bisa terjadi. Atau, bisa saja menjadi atlit Asian Games yang mewakili Indonesia. Iya, siapa tahu. Segalanya bisa terjadi…hehehe. Bukankah mereka yang sukses berawal dari mimpi terlebih dulu.

Kalau itu terjadi, merupakan suatu kebanggan. Beritanya akan ditulis besar-besar seperti ini: “Pembalap wakil Indonesia di Asian Games berasal dari Desa Tegal Jadi, Marga, Tabanan”.

 Iya, itu hanya berandai-andai. Tapi, semua itu bisa terjadi. Dan sebelum semua itu benar terjadi, Radit harus membela Tabanan di ajang Porvrop 2019 dulu. Jadi, kayuh sepedamu dari Tabanan dulu, Dit, baru kemudian ke ajang Asia, lalu bisa ke ajang dunia. [T]

Tags: balap sepedagowesolahragaPorprov Balisepedatabanan
Share757TweetSendShareSend
Previous Post

Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Next Post

Setan yang Menggejala Menjadi Ego dan Kepentingan

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Siapa Orang yang Paling Baik?

Setan yang Menggejala Menjadi Ego dan Kepentingan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co