24 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Made Surya Hermawan by Made Surya Hermawan
March 26, 2019
in Esai
Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Ilustrasi diolah dari Google

Menjadi guru tak pernah mudah. Guru dititipkan tugas oleh Negara untuk mendidik manusia, bersama keluarga dan masyarakat tentunya. Artinya, di sekolah, guru memiliki tanggung jawab bukan hanya mengembangkan otak, tapi juga akhlak.

Memikul tanggung jawab macam itu sepertinya bukan urusan yang mudah. Apalagi harus berhadapan dengan generasi yang, menurut teori generasi, “susah diatur”. Segala daya dan upaya harus dilakukan untuk setidaknya mengarahkan siswa tentang mana yang boleh dan tak boleh dilakukan.

Saat sedang mengarahkan dan saat itu juga yang diarahkan tak suka, perlawanan atau ketidakterimaan tentu saja datang. Bukan hanya dari siswa, bahkan juga dari orang tuanya, yang dalam beberapa kasus yang terungkap di media berujung dengan urusan kepolisian. Itu semakinmenambah rumit persoalan mendidik ini.

Belum lagi karena faktor lain, misalnya, kemajuan teknologi dan informasi, yang disadari atau tidak telah memberikan kontribusi terhadap sikap siswa. Rasa segan dan patuh kepada guru menguap karena guru, sepertinya, tidak lagi dipandang sebagai sumber ilmu utama. Artinya, tanpa mengikutiperkataan guru-pun siswa sudah bisa mendapatkan sesuatu yang mungkin saja lebih banyak daripada yang dimiliki gurunya. Jadi, sederhananya, siswa tidak lagi menemukan alasan mutlak untuk selalu mengikuti perkataan guru.

Semuanya menjadi semakin rumit karenadalam persoalan mendidik ini sekolah, keluarga, dan masyarakat sepertinya belum bersinergi. Sehingga, tugas mendidik terkesan dititikberatkan hanya pada guru di sekolah. Padahal, meski dengan durasi delapan jam di sekolah, setelah dipotong waktu siswa beristirahat, mayoritas waktu siswa dalam satu hari masih ada di keluarga dan masyarakat.

Menjadi guru tak pernah mudah. Paradigma pendidikan saat ini juga menugaskan guru untuk menyediakan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan potensi yang ada di dalam diri siswa. Tujuannya adalah mereka berdaya dari sudut pandang sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kira-kira begitu intisari yang tertuang di dalam kurikulum pendidikan.

Faktanya, memasuki ruang kelas dan bertemu dengan puluhan manusia yang memiliki isi kepala dan gaya belajar yang beraneka rupa bukanlah perkara biasa-biasa saja. Ditambah harus menyediakan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan potensi di setiap isi kepala itu membuat urusannya semakin tidak biasa-biasa saja. Belum lagi karena durasi pembelajaran yang terbatas dan materi yang begitu rapat dan merayap, dan semuanya harus diselesaikan.

Menelisik titik temu antara potensi siswa, durasi, dan materi pembelajaranuntuk menyediakan lingkungan belajar yang tepat adalah sesuatu yang membingungkan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, disiapkan. Mempertimbangkan segala macam situasi, menyiapkan segalabentuk keperluan administrasi. Dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), hingga soal evaluasi ditambah rubrik penilaiannya.

Di kelas, tak jarang praktik pembelajaran justru menunjukkan hal yang tak serupa dengan rencana yang telah disiapkan. Kendati sudah diupayakan sekuat tenaga untuk mengakomodir semua potensi dan gaya belajar siswa, tetap saja akan ada siswa yang merasa tak sesuai dengannya. Itu akan berdampak pada proses belajarnya yang menjadi tak optimal.

Olehnya, selain telah menyusun siasat pembelajaran yang matang, guru dituntut tetap memiliki rencana B. Bahkan C, D, E, F, Dst (dan seterusnya) agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik saat seketika situasi menjadi tak sesuai dengan rencana awal. Agar siswa tetap mau dan nyaman belajar.Guru juga diharuskan memiliki kesiapan respon terhadap situasi tak terduga.Karena, hari ini, apa saja bisa terjadi di ruang kelas, bahkan situasi yang sebelumnya dianggap tak mungkin sekalipun.

Hal ini mungkin tak banyak diketahui oleh pihak lain di luar lingkaran keguruan. Orang di luar sana boleh saja berpikir bahwa menjadi guru itu mudah. Guru hanya perlu masuk ke dalam kelas, berceramah, dan memberikan tugas kepada siswanya. Setelahnya, dapat ditinggal ke luar lalu masuk lagi menjelang jam pelajaran usai. Pendapat semacam itu memang ada benarnya, karena, harus berani diakui, ada oknum guru semacam itu. Tetapi, bukan begitu benarnya.

Menjadi guru tak pernah mudah. Ada perbedaan yang dialami saat berkomunikasi secara langsung dan tidak langsung dengan manusia. Misalnya, ada orang yang begitu garang di media sosial tetapi saat harus berbicara langsung secara personal ataupun di depan umum mendadak menjadi pribadi kalem. Atau, ada orang yang begitu cerewet saat berkomunikasi melalui WhatAppdan seketika pendiam saat berbincang langsung.

Itu karena berkomunikasi secara langsung dengan manusia membutuhkan sentuhan emosional.Sentuhan itu akan memperkuat pesan yang ingin disampaikan lewat lisan, juga mengurangi risiko ketersinggungan dan kesalahpahaman. Misalnya dengan kontak mata, gestur, mimik, hingga intonasi suara. Sayangnya, itu tak mudah bagi semua orang, setidaknya apabila berkaca pada dua kasus di awal.

Dalam hal ini, guru ada di posisi itu, setiap hari harus berhadapan dan berkomunikasi langsung dengan manusia, siswanya. Konsekuensinya, sentuhan emosional menjadi syarat yang agaknya mutlak. Artinya, di ruang kelas, guru harus memastikan bahwa ada kontak mata yang baik, ada gestur yang enak dipandang, ada mimiknya yang nyaman dilihat, dan tentunya ada pilihan-pilihan kata yang sesuai dengan keadaan siswa.

Tujuannya adalah pesan yang ingin disampaikan guru menyentuh tidak hanya ke otak, tapi juga ke perasaan siswa. Pesan yang sampai di otak dan perasaan akan memunculkan internalisasi di dalam diri. Dan, memang itulah esensi pembelajaran, internalisasi, setidaknya menurut teori belajar konstruktivisme. Sehingga, pada akhirnya tujuan pembelajaran akan tercapai.

Upaya melakukan itu tentu menghadapi berbagai tantangan, satu yang paling dekat adalah tantangan dari diri guru itu sendiri. Memberikan sentuhan emosional yang baik setiap hari dan berulang tentu merupakan perkara yang berat di tengah tidak adanya jaminan bahwa setiap hari guru ada dalam keadaan emosional yang stabil.

Hal itu karena sebelum memberi sentuhan emosional yang baik kepada orang lain, si pemberi harus memastikan dirinya dalam kondisi emosional yang baik pula. Dalam hal ini, guru seperti harus atau sering bersandiwara, dengan ataupun tanpa masalah emosional pada dirinya, di hadapan siswa, guru harus selalu tampak baik-baik saja. Ini berat. [T]

Tags: guruPendidikansiswa
Share112TweetSendShareSend
Previous Post

Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Next Post

Radit, Si Pembalap Cilik, Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Made Surya Hermawan

Made Surya Hermawan

Lahir di Denpasar, 7 Oktober 1993, tinggal di Kuta, Bali. Lulusan Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha, Singaraja, 2015. Gemar mendengar cerita politik dan senang berorganisasi. Setleah menamatkan studi pascasarjana di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang, ia mengabdikan ilmunya dengan jadi guru.

Related Posts

Pulau Serangan dalam Serangan Zaman

by Agung Sudarsa
May 23, 2026
0
Pulau Serangan dalam Serangan Zaman

Pulau Kecil yang Pernah Sunyi DAHULU, Pulau Serangan adalah pulau kecil yang sunyi di selatan Bali. Laut mengelilinginya dengan tenang,...

Read moreDetails

Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

by Dede Putra Wiguna
May 23, 2026
0
Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

DI tengah derasnya perkembangan teknologi, kehidupan manusia berubah dengan sangat cepat. Hampir seluruh aktivitas kini bersentuhan dengan dunia digital, mulai...

Read moreDetails

King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini

by Hartanto
May 22, 2026
0
King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini

SAAT gelisahku, saat bongkar-bongkar buku lama berdebu – saya justru tertarik drama-drama karya William Shakespeare. Setelah mencoba memahami lakon Macbeth...

Read moreDetails

‘Trust the Process’: Arsenal-Arteta Bisa, Bagaimana Indonesia-Prabowo?

by Afgan Fadilla
May 22, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

ADA satu kalimat yang beberapa tahun terakhir identik dengan Arsenal: trust the process. Kalimat itu awalnya lebih sering menjadi bahan...

Read moreDetails

Besar Cerita, Besar Berita

by Angga Wijaya
May 21, 2026
0
Besar Cerita, Besar Berita

ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang...

Read moreDetails

Hati-Hati Ada Proyek!

by Dede Putra Wiguna
May 21, 2026
0
Hati-Hati Ada Proyek!

DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan...

Read moreDetails

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
0
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

Read moreDetails

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

by Chusmeru
May 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa...

Read moreDetails

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

by Emi Suy
May 19, 2026
0
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi

DUNIA modern melahirkan manusia-manusia yang semakin pandai berbicara, tetapi perlahan kehilangan kemampuan memahami. Hari ini, orang terlalu cepat membuat kesimpulan...

Read moreDetails

Setelah Tari Pembuka, Apa yang Tersisa dari Diplomasi Budaya Indonesia?

by Early NHS
May 19, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

JUMAT malam, 8 Mei 2026, di Mactan Expo, Cebu, Filipina, dalam jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN, budaya tampil lagi...

Read moreDetails
Next Post
Radit, Si Pembalap Cilik,  Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Radit, Si Pembalap Cilik, Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba
Cerpen

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa
Puisi

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
Tradisi Mebat dalam Nuansa Modern yang Hidup di Four Points by Sheraton Bali, Kuta
Pariwisata

Tradisi Mebat dalam Nuansa Modern yang Hidup di Four Points by Sheraton Bali, Kuta

Sore itu, suasana di Four Points by Sheraton Bali tak seperti biasanya. Ketika para pekerja melakoni kegiatan budaya, yakni “ngebat”,...

by Nyoman Budarsana
May 23, 2026
The Sanur Lepas Tukik dengan Prosesi Budaya, Memperingati World Turtle Day Bali di Hari Tumpek Bubuh
Pariwisata

The Sanur Lepas Tukik dengan Prosesi Budaya, Memperingati World Turtle Day Bali di Hari Tumpek Bubuh

Ini bukan upacara melukat atau kegiatan membersihkan diri dan alam semesta, tetapi acara melepas tukik. Pagi, Sabtu 23 Mei 2026,...

by Nyoman Budarsana
May 23, 2026
Pulau Serangan dalam Serangan Zaman
Esai

Pulau Serangan dalam Serangan Zaman

Pulau Kecil yang Pernah Sunyi DAHULU, Pulau Serangan adalah pulau kecil yang sunyi di selatan Bali. Laut mengelilinginya dengan tenang,...

by Agung Sudarsa
May 23, 2026
Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0
Esai

Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

DI tengah derasnya perkembangan teknologi, kehidupan manusia berubah dengan sangat cepat. Hampir seluruh aktivitas kini bersentuhan dengan dunia digital, mulai...

by Dede Putra Wiguna
May 23, 2026
Catatan Perjalanan Janger Beringkit
Panggung

Catatan Perjalanan Janger Beringkit

JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit,...

by IGP Weda Adi Wangsa
May 23, 2026
Semangat Sportivitas dan Solidaritas Warnai UHA Futsal Competition 2026
Olahraga

Semangat Sportivitas dan Solidaritas Warnai UHA Futsal Competition 2026

SEJAK Kamis, 21 Mei 2026 ada semangat hidup sehat dan kebersamaan yang dihadirkan di Dewata Mas Futsal di Jalan Raya...

by Julio Saputra
May 23, 2026
Oleh-Oleh dari Baduy Luar
Tualang

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali
Persona

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang
Puisi

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

by Chusmeru
May 22, 2026
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto
Cerpen

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

by Dody Widianto
May 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co