23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Wayan Purne by Wayan Purne
March 26, 2019
in Esai
Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Ilustrasi diolah dari gambar di Google

Aku menggenggam sebuah CD ROM yang sudah tidak terpakai lagi. Sebuah CD ROM yang mungkin banyak menyimpan kisah tersembunyi di balik komputer seorang guru yang berintegritas. CD ROM ini mungkin pernah diculik dari tangan tuannya yang tidak tahu jalan pulang. Bahkan mungkin, CD ROM ini tidak mau lagi menunjukkan datanya pada mata-mata yang ingin menyalin data tuannya. 

Aku pun lihat CD ROM ini merasa kesal kepada mata-mata yang selalu memplototi data-data dalam dirinya dengan penuh kemenangan tanpa perjuangan. Aku dibuat terheran-heran pada pola goresan melingkar di CD ROM ini. Pola goresan dalam CD ROM memberikan isarat tentang kemarahan. Kemarahan kepada mata-mata yang sibuk bergosip tentang sebuah kepuasan. Kepuasan menelantarkan profesinya, tetapi menuntut tunjangan profesinya.

“Kak…, jadi melihat pelangi?” anak-anak mengagetkan bayanganku di dalam CD ROM.

“Ya anak-anak, sekarang kita lihat pelangi,” jawabku yang masih menggenggam CD ROM dan memandang bayanganku di dalamnya tersenyum kecut.

“Aku bukan bagian dari mereka. Paling tidak aku masih memahami Bildung dan Erziehung,” teriak batinku menyangkal dan kembali memandang bayanganku di dalam CD ROM.

Aku melangkah mengajak satu kelompok anak-anak usia dini ke tanah lapang. Mereka sangat riang-bahagia akan menyaksikan sebuah pelangi. Apa lagi, sebelumnya mereka sudah mendengarkan sebuah dongeng jembatan pelangi yang digunakan oleh bidadari untuk bisa turun ke bumi.

Bidadari yang bercanda riang menikmati jernihnya gemericik air sungai. Gemericik air sungai yang mungkin hanya akan kita nikmati dalam dongeng-dongeng imajinasi. Imajinasi pun mungkin sudah punah tertelan wajah-wajah generasi yang membatu di dalam gelarnya. 

Aku tidak menggunakan ember yang berisi air dan cermin. Cermin di dalam air inilah menangkap cahaya mentari yang kemudian memantulkan pelangi di kertas. Dan hari ini, sang mentari tidak memberikan kecerahan cahayanya. Seolah-olah sang mentari mengerti kemarahan dan kesedihan si CD ROM.

“Dengarkan aku sekarang CD ROM! Aku akan membuatmu bahagia dengan senyuman anak-anak ini. Aku akan menunjukkan sebuah kejaiban yang berada dalam dirimu walaupun menganggap dirimu sudah rusak,” ucap batinku seolah-olah menjawab keraguan dan kemarahan  si CD ROM yang semakin memuncak.

Keraguan dan kemarahan si CD ROM semakin menjadi-jadi ketika aku mengajaknya Bersama anak-anak ke tanah lapang. Apalagi kemarahan itu semakin dikukuhkan oleh sang mentari yang bersembunyi di balik awan mendung. Awan mendung yang hampir tidak mampu lagi menggenggam butiran-butiran air. Butiran air yang tidak lagi menemukan akar-akar hidup dan hanya tergelincir pada tanah-tanah yang mulai murka.

“Kamu bawa ke mana diriku ini? Jangan membuatku semakin murka. Aku sudah terlalu lelah  berpindah-pindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Aku sudah bosan disalin hingga ribuan kali, tetapi isi dalam tubuhku tidak pernah dilaksanakan dengan benar. Aku hanya dipajang di meja-meja sebagai pernghormatan kedisiplinan. Sadarkah kamu?” 

Di depan anak-anak, aku menggerak-gerakkan CD ROM perlahan mencari posisi yang pas. “Kak, itu ada pelangi di CDnya,” ucap si anak senang yang baru pertama kali melihat pelangi.

“Benar ada pelangi. Wow benar-benar ajaib ya, CDnya bisa mengeluarkan pelangi,” sahut anak-anak lainya penuh ketakjuban di wajah-wajah yang masih polos. 

“Aku juga mau coba di rumah. Aku banyak punya CD bekas,” celetuk anak lainnya.

“Aku pernah lihat pelangi di langit. Waktu itu hujan dan ada terik cahaya matahari,” kata salah satu anak menceritakan pengalamannya. 

“Ya. Kalau tetesan air hujan terkena cahaya matahari yang cerah, terjadilah pelangi,” terangku mendukung pengalaman anak itu.

Aku tidak mungkin menceritakan pengalaman Newton menemukan pembiasan cahaya kepada anak-anak usia dini. Newton meletakkan sebuah prisma di kamar yang masih tertutup. Newton membuat celah kecil mungundang secercah cahaya mentari menembus prisma. Prisma pun membiaskan cahaya mentari menjadi berbagai warna dan disebut sebagai pelangi. Namun, paling tidak anak-anak sudah mengerti bahwa CD ROM bisa menunjukkan ada pelangi. 

“Bagaimana perasaanmu sekarang? Apa kamu bahagia sekarang setelah melihat senyum polos anak-anak? Apakah kemarahanmu sudah mulai mereda?” tanyaku kepada si CD ROM.

Pertanyaan terkatup di bibir, tetapi petanyaan ini melayang-layang dipikiranku bersama pantulan pelangi di permukaan si CD ROM yang masih memperlihatkan goresannya.

Akan tetapi, ketika sudah kusadari, anak-anak sudah bermain dengan si CD ROM. Mereka meperhatikan pola pelangi yang terbentuk di tubuh si CD ROM. Seolah-olah terjawab sudah semua pertanyaan yang ada di pikiranku. Si CD ROM bercengkrama hanyut bersama senyum anak-anak. Kebermaknaan menemukan bentuknya di setiap pelangi yang terbentuk di tubuh si CD ROM. 

“Kak, ayo nyanyi ‘Pelangi-pelang’!” ucap anak-anak memecah pikiranku terhadap si CD ROM.

“Ayo kita mulai nyanyi ‘Pelangi-pelangi’,” jawabku

Aku dan anak-anak mulai menyanyikan lagu “Pelangi-pelangi”.

Anak-anak riang gembira bernyanyi. Pelangi pelangi // Alangkah indahmu // Merah kuning hijau // di langit yang biru // Pelukismu agung //Siapa gerangan //Pelangi-pelangi //Ciptaan Tuhan. 

“Kak, lagunya salah. Masak pelangi ciptaan Tuhan. Kan tadi bisa buat pelagi dari CD. Bararti kita bisa buat pelangi,” protes salah satu anak ketika sudah selesai bernyanyi.

“Kalau pas hujan ada cahaya matahari, baru ada pelangi. Hujan, baru Dewa-nya yang buat,” sahut anak yang sempat bercerita melihat pelangi di langit.

“Anak-anak, ayo kita masuk kelas. Waktunya kita pulang,’’ terdengar panggilan temanku yang juga seprofesi denganku menemani anak-anak usia dini bermain. 

Anak-anak bergegas merapikan mainnya dan berlarian menuju kelas bersiap pulang. 

“Kak, ini CD-nya.”

Aku ambil CD ROM itu. Aku perhatikan permukaan depan CD ROM itu karena sebelumnya belum menjadi perhatianku. Di permukaan depan, tertempel sebuah label bertuliskan “Data RPP” yang mulai pudar termakan waktu.

“Oh, tulisan “Data RPP” ini yang membuat si CD ROM marah dan bersedih. Aku mengerti sekarang apa yang telah diisyaratkannya,” pikirku menghela napas. Aku masukkan CD ROM ke kotak penyimpanan. [T]  

Tags: gurulingkunganpelangiPendidikanpendidikan usia dini
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Kamu Ditinggal Begitu Saja? Enjoy-lah! Ini Resep Cepat Move On

Next Post

Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Wayan Purne

Wayan Purne

Lulusan Undiksha Singaraja. Suka membaca. Kini tinggal di sebuah desa di kawasan Buleleng timur menjadi pendidik di sebuah sekolah yang tak konvensional.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Menjadi Guru Tak Pernah Mudah - Dituntut Punya Rencana B, C, Dst...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co