2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Wayan Purne by Wayan Purne
March 26, 2019
in Esai
Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Ilustrasi diolah dari gambar di Google

Aku menggenggam sebuah CD ROM yang sudah tidak terpakai lagi. Sebuah CD ROM yang mungkin banyak menyimpan kisah tersembunyi di balik komputer seorang guru yang berintegritas. CD ROM ini mungkin pernah diculik dari tangan tuannya yang tidak tahu jalan pulang. Bahkan mungkin, CD ROM ini tidak mau lagi menunjukkan datanya pada mata-mata yang ingin menyalin data tuannya. 

Aku pun lihat CD ROM ini merasa kesal kepada mata-mata yang selalu memplototi data-data dalam dirinya dengan penuh kemenangan tanpa perjuangan. Aku dibuat terheran-heran pada pola goresan melingkar di CD ROM ini. Pola goresan dalam CD ROM memberikan isarat tentang kemarahan. Kemarahan kepada mata-mata yang sibuk bergosip tentang sebuah kepuasan. Kepuasan menelantarkan profesinya, tetapi menuntut tunjangan profesinya.

“Kak…, jadi melihat pelangi?” anak-anak mengagetkan bayanganku di dalam CD ROM.

“Ya anak-anak, sekarang kita lihat pelangi,” jawabku yang masih menggenggam CD ROM dan memandang bayanganku di dalamnya tersenyum kecut.

“Aku bukan bagian dari mereka. Paling tidak aku masih memahami Bildung dan Erziehung,” teriak batinku menyangkal dan kembali memandang bayanganku di dalam CD ROM.

Aku melangkah mengajak satu kelompok anak-anak usia dini ke tanah lapang. Mereka sangat riang-bahagia akan menyaksikan sebuah pelangi. Apa lagi, sebelumnya mereka sudah mendengarkan sebuah dongeng jembatan pelangi yang digunakan oleh bidadari untuk bisa turun ke bumi.

Bidadari yang bercanda riang menikmati jernihnya gemericik air sungai. Gemericik air sungai yang mungkin hanya akan kita nikmati dalam dongeng-dongeng imajinasi. Imajinasi pun mungkin sudah punah tertelan wajah-wajah generasi yang membatu di dalam gelarnya. 

Aku tidak menggunakan ember yang berisi air dan cermin. Cermin di dalam air inilah menangkap cahaya mentari yang kemudian memantulkan pelangi di kertas. Dan hari ini, sang mentari tidak memberikan kecerahan cahayanya. Seolah-olah sang mentari mengerti kemarahan dan kesedihan si CD ROM.

“Dengarkan aku sekarang CD ROM! Aku akan membuatmu bahagia dengan senyuman anak-anak ini. Aku akan menunjukkan sebuah kejaiban yang berada dalam dirimu walaupun menganggap dirimu sudah rusak,” ucap batinku seolah-olah menjawab keraguan dan kemarahan  si CD ROM yang semakin memuncak.

Keraguan dan kemarahan si CD ROM semakin menjadi-jadi ketika aku mengajaknya Bersama anak-anak ke tanah lapang. Apalagi kemarahan itu semakin dikukuhkan oleh sang mentari yang bersembunyi di balik awan mendung. Awan mendung yang hampir tidak mampu lagi menggenggam butiran-butiran air. Butiran air yang tidak lagi menemukan akar-akar hidup dan hanya tergelincir pada tanah-tanah yang mulai murka.

“Kamu bawa ke mana diriku ini? Jangan membuatku semakin murka. Aku sudah terlalu lelah  berpindah-pindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Aku sudah bosan disalin hingga ribuan kali, tetapi isi dalam tubuhku tidak pernah dilaksanakan dengan benar. Aku hanya dipajang di meja-meja sebagai pernghormatan kedisiplinan. Sadarkah kamu?” 

Di depan anak-anak, aku menggerak-gerakkan CD ROM perlahan mencari posisi yang pas. “Kak, itu ada pelangi di CDnya,” ucap si anak senang yang baru pertama kali melihat pelangi.

“Benar ada pelangi. Wow benar-benar ajaib ya, CDnya bisa mengeluarkan pelangi,” sahut anak-anak lainya penuh ketakjuban di wajah-wajah yang masih polos. 

“Aku juga mau coba di rumah. Aku banyak punya CD bekas,” celetuk anak lainnya.

“Aku pernah lihat pelangi di langit. Waktu itu hujan dan ada terik cahaya matahari,” kata salah satu anak menceritakan pengalamannya. 

“Ya. Kalau tetesan air hujan terkena cahaya matahari yang cerah, terjadilah pelangi,” terangku mendukung pengalaman anak itu.

Aku tidak mungkin menceritakan pengalaman Newton menemukan pembiasan cahaya kepada anak-anak usia dini. Newton meletakkan sebuah prisma di kamar yang masih tertutup. Newton membuat celah kecil mungundang secercah cahaya mentari menembus prisma. Prisma pun membiaskan cahaya mentari menjadi berbagai warna dan disebut sebagai pelangi. Namun, paling tidak anak-anak sudah mengerti bahwa CD ROM bisa menunjukkan ada pelangi. 

“Bagaimana perasaanmu sekarang? Apa kamu bahagia sekarang setelah melihat senyum polos anak-anak? Apakah kemarahanmu sudah mulai mereda?” tanyaku kepada si CD ROM.

Pertanyaan terkatup di bibir, tetapi petanyaan ini melayang-layang dipikiranku bersama pantulan pelangi di permukaan si CD ROM yang masih memperlihatkan goresannya.

Akan tetapi, ketika sudah kusadari, anak-anak sudah bermain dengan si CD ROM. Mereka meperhatikan pola pelangi yang terbentuk di tubuh si CD ROM. Seolah-olah terjawab sudah semua pertanyaan yang ada di pikiranku. Si CD ROM bercengkrama hanyut bersama senyum anak-anak. Kebermaknaan menemukan bentuknya di setiap pelangi yang terbentuk di tubuh si CD ROM. 

“Kak, ayo nyanyi ‘Pelangi-pelang’!” ucap anak-anak memecah pikiranku terhadap si CD ROM.

“Ayo kita mulai nyanyi ‘Pelangi-pelangi’,” jawabku

Aku dan anak-anak mulai menyanyikan lagu “Pelangi-pelangi”.

Anak-anak riang gembira bernyanyi. Pelangi pelangi // Alangkah indahmu // Merah kuning hijau // di langit yang biru // Pelukismu agung //Siapa gerangan //Pelangi-pelangi //Ciptaan Tuhan. 

“Kak, lagunya salah. Masak pelangi ciptaan Tuhan. Kan tadi bisa buat pelagi dari CD. Bararti kita bisa buat pelangi,” protes salah satu anak ketika sudah selesai bernyanyi.

“Kalau pas hujan ada cahaya matahari, baru ada pelangi. Hujan, baru Dewa-nya yang buat,” sahut anak yang sempat bercerita melihat pelangi di langit.

“Anak-anak, ayo kita masuk kelas. Waktunya kita pulang,’’ terdengar panggilan temanku yang juga seprofesi denganku menemani anak-anak usia dini bermain. 

Anak-anak bergegas merapikan mainnya dan berlarian menuju kelas bersiap pulang. 

“Kak, ini CD-nya.”

Aku ambil CD ROM itu. Aku perhatikan permukaan depan CD ROM itu karena sebelumnya belum menjadi perhatianku. Di permukaan depan, tertempel sebuah label bertuliskan “Data RPP” yang mulai pudar termakan waktu.

“Oh, tulisan “Data RPP” ini yang membuat si CD ROM marah dan bersedih. Aku mengerti sekarang apa yang telah diisyaratkannya,” pikirku menghela napas. Aku masukkan CD ROM ke kotak penyimpanan. [T]  

Tags: gurulingkunganpelangiPendidikanpendidikan usia dini
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Kamu Ditinggal Begitu Saja? Enjoy-lah! Ini Resep Cepat Move On

Next Post

Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Wayan Purne

Wayan Purne

Lulusan Undiksha Singaraja. Suka membaca. Kini tinggal di sebuah desa di kawasan Buleleng timur menjadi pendidik di sebuah sekolah yang tak konvensional.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Menjadi Guru Tak Pernah Mudah - Dituntut Punya Rencana B, C, Dst...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co