3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Wayan Purne by Wayan Purne
March 26, 2019
in Esai
Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Ilustrasi diolah dari gambar di Google

Aku menggenggam sebuah CD ROM yang sudah tidak terpakai lagi. Sebuah CD ROM yang mungkin banyak menyimpan kisah tersembunyi di balik komputer seorang guru yang berintegritas. CD ROM ini mungkin pernah diculik dari tangan tuannya yang tidak tahu jalan pulang. Bahkan mungkin, CD ROM ini tidak mau lagi menunjukkan datanya pada mata-mata yang ingin menyalin data tuannya. 

Aku pun lihat CD ROM ini merasa kesal kepada mata-mata yang selalu memplototi data-data dalam dirinya dengan penuh kemenangan tanpa perjuangan. Aku dibuat terheran-heran pada pola goresan melingkar di CD ROM ini. Pola goresan dalam CD ROM memberikan isarat tentang kemarahan. Kemarahan kepada mata-mata yang sibuk bergosip tentang sebuah kepuasan. Kepuasan menelantarkan profesinya, tetapi menuntut tunjangan profesinya.

“Kak…, jadi melihat pelangi?” anak-anak mengagetkan bayanganku di dalam CD ROM.

“Ya anak-anak, sekarang kita lihat pelangi,” jawabku yang masih menggenggam CD ROM dan memandang bayanganku di dalamnya tersenyum kecut.

“Aku bukan bagian dari mereka. Paling tidak aku masih memahami Bildung dan Erziehung,” teriak batinku menyangkal dan kembali memandang bayanganku di dalam CD ROM.

Aku melangkah mengajak satu kelompok anak-anak usia dini ke tanah lapang. Mereka sangat riang-bahagia akan menyaksikan sebuah pelangi. Apa lagi, sebelumnya mereka sudah mendengarkan sebuah dongeng jembatan pelangi yang digunakan oleh bidadari untuk bisa turun ke bumi.

Bidadari yang bercanda riang menikmati jernihnya gemericik air sungai. Gemericik air sungai yang mungkin hanya akan kita nikmati dalam dongeng-dongeng imajinasi. Imajinasi pun mungkin sudah punah tertelan wajah-wajah generasi yang membatu di dalam gelarnya. 

Aku tidak menggunakan ember yang berisi air dan cermin. Cermin di dalam air inilah menangkap cahaya mentari yang kemudian memantulkan pelangi di kertas. Dan hari ini, sang mentari tidak memberikan kecerahan cahayanya. Seolah-olah sang mentari mengerti kemarahan dan kesedihan si CD ROM.

“Dengarkan aku sekarang CD ROM! Aku akan membuatmu bahagia dengan senyuman anak-anak ini. Aku akan menunjukkan sebuah kejaiban yang berada dalam dirimu walaupun menganggap dirimu sudah rusak,” ucap batinku seolah-olah menjawab keraguan dan kemarahan  si CD ROM yang semakin memuncak.

Keraguan dan kemarahan si CD ROM semakin menjadi-jadi ketika aku mengajaknya Bersama anak-anak ke tanah lapang. Apalagi kemarahan itu semakin dikukuhkan oleh sang mentari yang bersembunyi di balik awan mendung. Awan mendung yang hampir tidak mampu lagi menggenggam butiran-butiran air. Butiran air yang tidak lagi menemukan akar-akar hidup dan hanya tergelincir pada tanah-tanah yang mulai murka.

“Kamu bawa ke mana diriku ini? Jangan membuatku semakin murka. Aku sudah terlalu lelah  berpindah-pindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Aku sudah bosan disalin hingga ribuan kali, tetapi isi dalam tubuhku tidak pernah dilaksanakan dengan benar. Aku hanya dipajang di meja-meja sebagai pernghormatan kedisiplinan. Sadarkah kamu?” 

Di depan anak-anak, aku menggerak-gerakkan CD ROM perlahan mencari posisi yang pas. “Kak, itu ada pelangi di CDnya,” ucap si anak senang yang baru pertama kali melihat pelangi.

“Benar ada pelangi. Wow benar-benar ajaib ya, CDnya bisa mengeluarkan pelangi,” sahut anak-anak lainya penuh ketakjuban di wajah-wajah yang masih polos. 

“Aku juga mau coba di rumah. Aku banyak punya CD bekas,” celetuk anak lainnya.

“Aku pernah lihat pelangi di langit. Waktu itu hujan dan ada terik cahaya matahari,” kata salah satu anak menceritakan pengalamannya. 

“Ya. Kalau tetesan air hujan terkena cahaya matahari yang cerah, terjadilah pelangi,” terangku mendukung pengalaman anak itu.

Aku tidak mungkin menceritakan pengalaman Newton menemukan pembiasan cahaya kepada anak-anak usia dini. Newton meletakkan sebuah prisma di kamar yang masih tertutup. Newton membuat celah kecil mungundang secercah cahaya mentari menembus prisma. Prisma pun membiaskan cahaya mentari menjadi berbagai warna dan disebut sebagai pelangi. Namun, paling tidak anak-anak sudah mengerti bahwa CD ROM bisa menunjukkan ada pelangi. 

“Bagaimana perasaanmu sekarang? Apa kamu bahagia sekarang setelah melihat senyum polos anak-anak? Apakah kemarahanmu sudah mulai mereda?” tanyaku kepada si CD ROM.

Pertanyaan terkatup di bibir, tetapi petanyaan ini melayang-layang dipikiranku bersama pantulan pelangi di permukaan si CD ROM yang masih memperlihatkan goresannya.

Akan tetapi, ketika sudah kusadari, anak-anak sudah bermain dengan si CD ROM. Mereka meperhatikan pola pelangi yang terbentuk di tubuh si CD ROM. Seolah-olah terjawab sudah semua pertanyaan yang ada di pikiranku. Si CD ROM bercengkrama hanyut bersama senyum anak-anak. Kebermaknaan menemukan bentuknya di setiap pelangi yang terbentuk di tubuh si CD ROM. 

“Kak, ayo nyanyi ‘Pelangi-pelang’!” ucap anak-anak memecah pikiranku terhadap si CD ROM.

“Ayo kita mulai nyanyi ‘Pelangi-pelangi’,” jawabku

Aku dan anak-anak mulai menyanyikan lagu “Pelangi-pelangi”.

Anak-anak riang gembira bernyanyi. Pelangi pelangi // Alangkah indahmu // Merah kuning hijau // di langit yang biru // Pelukismu agung //Siapa gerangan //Pelangi-pelangi //Ciptaan Tuhan. 

“Kak, lagunya salah. Masak pelangi ciptaan Tuhan. Kan tadi bisa buat pelagi dari CD. Bararti kita bisa buat pelangi,” protes salah satu anak ketika sudah selesai bernyanyi.

“Kalau pas hujan ada cahaya matahari, baru ada pelangi. Hujan, baru Dewa-nya yang buat,” sahut anak yang sempat bercerita melihat pelangi di langit.

“Anak-anak, ayo kita masuk kelas. Waktunya kita pulang,’’ terdengar panggilan temanku yang juga seprofesi denganku menemani anak-anak usia dini bermain. 

Anak-anak bergegas merapikan mainnya dan berlarian menuju kelas bersiap pulang. 

“Kak, ini CD-nya.”

Aku ambil CD ROM itu. Aku perhatikan permukaan depan CD ROM itu karena sebelumnya belum menjadi perhatianku. Di permukaan depan, tertempel sebuah label bertuliskan “Data RPP” yang mulai pudar termakan waktu.

“Oh, tulisan “Data RPP” ini yang membuat si CD ROM marah dan bersedih. Aku mengerti sekarang apa yang telah diisyaratkannya,” pikirku menghela napas. Aku masukkan CD ROM ke kotak penyimpanan. [T]  

Tags: gurulingkunganpelangiPendidikanpendidikan usia dini
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Kamu Ditinggal Begitu Saja? Enjoy-lah! Ini Resep Cepat Move On

Next Post

Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Wayan Purne

Wayan Purne

Lulusan Undiksha Singaraja. Suka membaca. Kini tinggal di sebuah desa di kawasan Buleleng timur menjadi pendidik di sebuah sekolah yang tak konvensional.

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Menjadi Guru Tak Pernah Mudah - Dituntut Punya Rencana B, C, Dst...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co