23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kamu Ditinggal Begitu Saja? Enjoy-lah! Ini Resep Cepat Move On

Mochamad Rifa’i by Mochamad Rifa’i
March 25, 2019
in Kuliner
Kamu Ditinggal Begitu Saja? Enjoy-lah!  Ini Resep Cepat Move On

Google/Merawai.blogspot.com

Bolehkah aku meramalmu? Upsss… ada-ada saja. Bisa-bisa jadi saingan Dilan, dong? Sudah, ah! Lupakan saja. Tapi saya memang akan mencoba meramalmu. Baiklah, saya mulai ramalannya, ya.

Pasti kamu pernah jatuh cinta. Pernah disakiti. Ataukah kamu pernah menyakiti dia. Dia siapa ini? Ya, pokoknya dia. Entah itu dia mantanmu, gebetanmu, ataukah dia yang pernah dekat denganmu namun tidak pernah ada kata ‘jadian’, kemudian sama-sama menghilang seperti ditelan bumi tanpa ada kabar. Eitsss… sakit dong? Uh, banget sakitnya.

Dan terakhir jika kamu baca tulisan ini, kupastikan kamu pasti jomlo. Hahaha. Sok, tau amat, sih. Ya udah, kalau kamu bukan jomlo, pura-pura saja jadi jomlo. Buat saya bahagia, maklum belum pernah bahagia soalnya. Hehehe.

Eh, ketinggalan lagi satu. Sekarang, kan, lagi musimnya pacaran bertahun-tahun, tapi dia nikahnya bukan sama kamu. Malah nikah sama yang lain. Berarti selama ini kamu jagain jodoh orang, dong? Hiks, kasihan sekali hidupmu, Nak.

Jika kamu salah satu orang yang saya ramal, dan mengalami kejadian-kejadian sakitnya membina cinta, maka kamu tidak salah jika membaca tulisan ini. Karena lewat tulisan ini, saya akan mencoba menguraikan masalah-masalah pasca menjalin hubungan dengan dia namun kandas di tengah jalan. Apaan, sih? Ruwet sekali bahasanya.

Ya udah, jika tidak paham, yang saya maksud: kamu ‘putus’ sama dia. Sudah, benar, kan? Iyain aja deh, biar gak lama. Dan kini kamu sedang galau tingkat dewa. Nangis guling-guling sampai pagi. Ataukah kamu sedang stalker dia di Instagram. Yang parah lagi, bisa jadi kamu habis putus sama dia, kamu nangis seharian di kamar mandi. Sambil berteriak ‘tidak… tidak…’ di bawah shower hingga sekeliling tetangga kostmu mendadak gila gara-gara ulahmu.

Masak, sih, sampai se-alay itu? Ya, kan, bisa saja kamu melakukan hal konyol seperti itu. Namun jangan sampai nekad hingga berencana mengakhiri hidup gara-gara diputusin mantan, Gesss. Amit-amit, deh, pokoknya.

Jadi tenang. Bagi para jomlowers yang habis diputusin mantan. Lalu susah untuk move on, saya akan membagi resep bagaimana cara mengatasinya agar kamu tidak galau berlebihan. Namun sebelum kamu mencoba atau orang jawa bilang ‘menjajal’ resep move on  ini, pastikan siapkan niat yang kuat jika kamu akan melupakan dia. Dijamin kamu perlahan-lahan akan move on dari dia! Tidak percaya? Buktikan saja sendiri!

Biasa saja, tetap enjoy. Jalani hari-harimu senyaman mungkin.

Terkadang saya melihat anak-anak jaman now yang tingkahnya berlebihan, hingga membuatku bertepuk jidat. Biasa saja, enjoy. Tidak usah berlebihan. Hidupmu bukan hanya tentang dia saja. Kamu punya hari, begitupun dia juga mempunyai harinya sendiri. Jadi, tidak usah sampai block Whats App, Instagram, dan sosmed lainnya. Menurutku itu bukan cara yang tepat. Norak, tauk! Tetaplah jadi teman yang baik. Siapa tahu memang dia bukan jodohmu.

Biarpun sekarang kamu merasa disakiti olehnya, dulu dia adalah orang yang selalu kamu puja-puja melebihi seorang dewi. Bersikaplah sewajarnya. Nikmati harimu. Nongkrong bersama temanmu. Secara tidak kamu sadari, tuhan telah menunjukkanmu bahwa dia bukanlah yang terbaik untukmu. Ikhlaskanlah!

Lalu, bagaimana jika tiba-tiba dia chat minta balikan? Haduh… mampus kamu. Gagal move on! Kan, saya sudah bilang sebelum menjajal resep ampuh ini siapkan niat yang kuat. Kalau memang kamu diajak balikan ataukah kamu yang ngechat dia duluan minta balikan. Wah, bisa hancur reputasimu. Harga diri dong.

Jangan mencintai seseorang terlalu berlebihan. Mencintailah yang sewajarnya saja. Toh, sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik.

Paham tidak maksudnya? Jadi maksudnya gini, wajar saja jika kamu mencintai dia dan dia mencintaimu. Jika keduanya saling mencintai, dunia terasa milik berdua. Yang lain hanya ngontrak. Katanya, sih, gitu. Dan biasanya jika kita sudah mencintai seseorang, apapun akan kita lakukan. Hingga semua keinginan kekasih apapun itu, selagi kita mampu pasti kita akan kabulkan. Seperti kisah Bandung Bondowoso dalam membangun seribu candi sebagai salah satu syarat agar Roro Jonggrang menerima cintanya.

Kamu ingin membangunkan seribu rumah mewah untuk dia? Halah… boro-boro membangun seribu rumah mewah. Nraktir pacar saja masih minta duit bokap! Janganlah sampai diperbudak cinta. Mencintai yang sewajarnya. Jangan mencintai secara berlebihan. Sakit, bukan?

Jadi saya teringat ketika kuliah dalam mata kuliah psikologi. Walaupun kuliahku jurusan olahraga, saya juga belajar psikologi. Walaupun hanya dua SKS. Itupun psikologi olahraga. Hehehe. Tapi dosen psikologiku pernah mengatakan, jika kamu mencintai seseorang janganlah mencintai dan mempercayainya seratus persen. Mencintailah sembilanpuluh persen saja.

Jadi kamu masih punya sepuluh persen lagi untuk menyimpan hatimu untuk yang lain. Agar tidak semuanya rusak. Karena jika kamu terlalu berharap sesama manusia, maka kamu akan banyak juga menerima kekecewaan.

Kalimat yang sederhana. Tapi sangat mengena bagiku. Bahwa memang berharap lebih, akan semakin besar peluang kekecewaan yang akan kita dapat. Lalu bagaimana jika saya terlanjur cinta? Nakal, deh. Kembali lagi, siapkan niat yang kuat. Paham?

Segeralah temukan seseorang pengganti dia.

Resep kali ini resep yang paling ampuh di antara resep-resep yang lain. Cara move on yang cepat segera temukan yang baru. Bukan maksud saya menyuruh kamu untuk mencari pelampiasan. Namun ingat, ini adalah resep. Jika kamu menganggap ini sebagai pelampiasan, ya, itu tergantung bagaimana niatmu.

Jika memang niatmu ingin menjajal resep ini bertujuan untuk move on dari dia, berarti kamu melakukan cara yang tepat.

Lalu, apa tidak kasihan mejadikan pacar baru sebagai pelampiasa? Bukan masalah kasihan dan tidak kasihan. Ini adalah resep. Justru malah bagus, karena dia menjadi obat terampuh dalam mengobati penyakit move on-mu. Banyak yang mengatakan, lebih baik dicintai daripada mencintai. Benar sekali. Daripada kamu mencintai dia yang tidak mencintaimu. Maka seseorang seperti inilah yang benar-benar tulus mencintaimu. Dia ada disaat kamu lemah. Jika kamu menemukan pengganti dia seperti ini, pertahankan!

Jeng… jeng… cara tersebut ampuh untuk dicoba. Contohnya saya sendiri. saya tetap enjoy menikmati hari-hariku tanpa ada dia. Tapi itu dulu. Karena sekarang saya sudah laku. Jadi aman. Hahaha. Tapi, kembali ke diri masing-masing. Bahwa tidak semua orang itu memiliki hati dan perasaan yang sama. Mungkin bagiku itu mudah, bisa saja bagimu itu sangat sulit. Seperti mencari jarum dalam tumpukan rumput tetangga. Bukan selimut tetangga, lho, ya.

Itulah resep-resep agar cepat move on. Semoga berhasil. Jadilah jomlo yang elegan. Jadilah jomlo yang elit. Walaupun kamu diputusin dia, tetap terlihat kece dimanapun dan kapanpu kamu berada. Save jomlo. [T]

Tags: cintapacarputus cintatips
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

Ideologi, Demokrasi & Kesehatan Bangsa

Next Post

Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Mochamad Rifa’i

Mochamad Rifa’i

Seorang guru PJOK biasa aja di sebuah sekolah pinggiran kabupaten kecil Tuban, Jawa Timur, yang suka sedikit menulis ketika gabut saja dan mood-moodan. Kepoin saya di TikTok: @pak.arpjok

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co