2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kamu Ditinggal Begitu Saja? Enjoy-lah! Ini Resep Cepat Move On

Mochamad Rifa’i by Mochamad Rifa’i
March 25, 2019
in Kuliner
Kamu Ditinggal Begitu Saja? Enjoy-lah!  Ini Resep Cepat Move On

Google/Merawai.blogspot.com

Bolehkah aku meramalmu? Upsss… ada-ada saja. Bisa-bisa jadi saingan Dilan, dong? Sudah, ah! Lupakan saja. Tapi saya memang akan mencoba meramalmu. Baiklah, saya mulai ramalannya, ya.

Pasti kamu pernah jatuh cinta. Pernah disakiti. Ataukah kamu pernah menyakiti dia. Dia siapa ini? Ya, pokoknya dia. Entah itu dia mantanmu, gebetanmu, ataukah dia yang pernah dekat denganmu namun tidak pernah ada kata ‘jadian’, kemudian sama-sama menghilang seperti ditelan bumi tanpa ada kabar. Eitsss… sakit dong? Uh, banget sakitnya.

Dan terakhir jika kamu baca tulisan ini, kupastikan kamu pasti jomlo. Hahaha. Sok, tau amat, sih. Ya udah, kalau kamu bukan jomlo, pura-pura saja jadi jomlo. Buat saya bahagia, maklum belum pernah bahagia soalnya. Hehehe.

Eh, ketinggalan lagi satu. Sekarang, kan, lagi musimnya pacaran bertahun-tahun, tapi dia nikahnya bukan sama kamu. Malah nikah sama yang lain. Berarti selama ini kamu jagain jodoh orang, dong? Hiks, kasihan sekali hidupmu, Nak.

Jika kamu salah satu orang yang saya ramal, dan mengalami kejadian-kejadian sakitnya membina cinta, maka kamu tidak salah jika membaca tulisan ini. Karena lewat tulisan ini, saya akan mencoba menguraikan masalah-masalah pasca menjalin hubungan dengan dia namun kandas di tengah jalan. Apaan, sih? Ruwet sekali bahasanya.

Ya udah, jika tidak paham, yang saya maksud: kamu ‘putus’ sama dia. Sudah, benar, kan? Iyain aja deh, biar gak lama. Dan kini kamu sedang galau tingkat dewa. Nangis guling-guling sampai pagi. Ataukah kamu sedang stalker dia di Instagram. Yang parah lagi, bisa jadi kamu habis putus sama dia, kamu nangis seharian di kamar mandi. Sambil berteriak ‘tidak… tidak…’ di bawah shower hingga sekeliling tetangga kostmu mendadak gila gara-gara ulahmu.

Masak, sih, sampai se-alay itu? Ya, kan, bisa saja kamu melakukan hal konyol seperti itu. Namun jangan sampai nekad hingga berencana mengakhiri hidup gara-gara diputusin mantan, Gesss. Amit-amit, deh, pokoknya.

Jadi tenang. Bagi para jomlowers yang habis diputusin mantan. Lalu susah untuk move on, saya akan membagi resep bagaimana cara mengatasinya agar kamu tidak galau berlebihan. Namun sebelum kamu mencoba atau orang jawa bilang ‘menjajal’ resep move on  ini, pastikan siapkan niat yang kuat jika kamu akan melupakan dia. Dijamin kamu perlahan-lahan akan move on dari dia! Tidak percaya? Buktikan saja sendiri!

Biasa saja, tetap enjoy. Jalani hari-harimu senyaman mungkin.

Terkadang saya melihat anak-anak jaman now yang tingkahnya berlebihan, hingga membuatku bertepuk jidat. Biasa saja, enjoy. Tidak usah berlebihan. Hidupmu bukan hanya tentang dia saja. Kamu punya hari, begitupun dia juga mempunyai harinya sendiri. Jadi, tidak usah sampai block Whats App, Instagram, dan sosmed lainnya. Menurutku itu bukan cara yang tepat. Norak, tauk! Tetaplah jadi teman yang baik. Siapa tahu memang dia bukan jodohmu.

Biarpun sekarang kamu merasa disakiti olehnya, dulu dia adalah orang yang selalu kamu puja-puja melebihi seorang dewi. Bersikaplah sewajarnya. Nikmati harimu. Nongkrong bersama temanmu. Secara tidak kamu sadari, tuhan telah menunjukkanmu bahwa dia bukanlah yang terbaik untukmu. Ikhlaskanlah!

Lalu, bagaimana jika tiba-tiba dia chat minta balikan? Haduh… mampus kamu. Gagal move on! Kan, saya sudah bilang sebelum menjajal resep ampuh ini siapkan niat yang kuat. Kalau memang kamu diajak balikan ataukah kamu yang ngechat dia duluan minta balikan. Wah, bisa hancur reputasimu. Harga diri dong.

Jangan mencintai seseorang terlalu berlebihan. Mencintailah yang sewajarnya saja. Toh, sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik.

Paham tidak maksudnya? Jadi maksudnya gini, wajar saja jika kamu mencintai dia dan dia mencintaimu. Jika keduanya saling mencintai, dunia terasa milik berdua. Yang lain hanya ngontrak. Katanya, sih, gitu. Dan biasanya jika kita sudah mencintai seseorang, apapun akan kita lakukan. Hingga semua keinginan kekasih apapun itu, selagi kita mampu pasti kita akan kabulkan. Seperti kisah Bandung Bondowoso dalam membangun seribu candi sebagai salah satu syarat agar Roro Jonggrang menerima cintanya.

Kamu ingin membangunkan seribu rumah mewah untuk dia? Halah… boro-boro membangun seribu rumah mewah. Nraktir pacar saja masih minta duit bokap! Janganlah sampai diperbudak cinta. Mencintai yang sewajarnya. Jangan mencintai secara berlebihan. Sakit, bukan?

Jadi saya teringat ketika kuliah dalam mata kuliah psikologi. Walaupun kuliahku jurusan olahraga, saya juga belajar psikologi. Walaupun hanya dua SKS. Itupun psikologi olahraga. Hehehe. Tapi dosen psikologiku pernah mengatakan, jika kamu mencintai seseorang janganlah mencintai dan mempercayainya seratus persen. Mencintailah sembilanpuluh persen saja.

Jadi kamu masih punya sepuluh persen lagi untuk menyimpan hatimu untuk yang lain. Agar tidak semuanya rusak. Karena jika kamu terlalu berharap sesama manusia, maka kamu akan banyak juga menerima kekecewaan.

Kalimat yang sederhana. Tapi sangat mengena bagiku. Bahwa memang berharap lebih, akan semakin besar peluang kekecewaan yang akan kita dapat. Lalu bagaimana jika saya terlanjur cinta? Nakal, deh. Kembali lagi, siapkan niat yang kuat. Paham?

Segeralah temukan seseorang pengganti dia.

Resep kali ini resep yang paling ampuh di antara resep-resep yang lain. Cara move on yang cepat segera temukan yang baru. Bukan maksud saya menyuruh kamu untuk mencari pelampiasan. Namun ingat, ini adalah resep. Jika kamu menganggap ini sebagai pelampiasan, ya, itu tergantung bagaimana niatmu.

Jika memang niatmu ingin menjajal resep ini bertujuan untuk move on dari dia, berarti kamu melakukan cara yang tepat.

Lalu, apa tidak kasihan mejadikan pacar baru sebagai pelampiasa? Bukan masalah kasihan dan tidak kasihan. Ini adalah resep. Justru malah bagus, karena dia menjadi obat terampuh dalam mengobati penyakit move on-mu. Banyak yang mengatakan, lebih baik dicintai daripada mencintai. Benar sekali. Daripada kamu mencintai dia yang tidak mencintaimu. Maka seseorang seperti inilah yang benar-benar tulus mencintaimu. Dia ada disaat kamu lemah. Jika kamu menemukan pengganti dia seperti ini, pertahankan!

Jeng… jeng… cara tersebut ampuh untuk dicoba. Contohnya saya sendiri. saya tetap enjoy menikmati hari-hariku tanpa ada dia. Tapi itu dulu. Karena sekarang saya sudah laku. Jadi aman. Hahaha. Tapi, kembali ke diri masing-masing. Bahwa tidak semua orang itu memiliki hati dan perasaan yang sama. Mungkin bagiku itu mudah, bisa saja bagimu itu sangat sulit. Seperti mencari jarum dalam tumpukan rumput tetangga. Bukan selimut tetangga, lho, ya.

Itulah resep-resep agar cepat move on. Semoga berhasil. Jadilah jomlo yang elegan. Jadilah jomlo yang elit. Walaupun kamu diputusin dia, tetap terlihat kece dimanapun dan kapanpu kamu berada. Save jomlo. [T]

Tags: cintapacarputus cintatips
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

Ideologi, Demokrasi & Kesehatan Bangsa

Next Post

Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Mochamad Rifa’i

Mochamad Rifa’i

Seorang guru PJOK biasa aja di sebuah sekolah pinggiran kabupaten kecil Tuban, Jawa Timur, yang suka sedikit menulis ketika gabut saja dan mood-moodan. Kepoin saya di TikTok: @pak.arpjok

Related Posts

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails
Next Post
Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Pelangi Ciptaan CD ROM – Cerita Kecil Mengajar di PAUD

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co