23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tips Klise dan Tak Kreatif untuk Mengelabui Pacar saat Pacar Lain Menelepon

B. B. Sugiono by B. B. Sugiono
March 23, 2019
in Kuliner
Tips Klise dan Tak Kreatif untuk Mengelabui Pacar saat Pacar Lain Menelepon

Foto ilustrasi: Google/Shutterstock

Dalam dunia percintaan pasti ada rasa bosan terhadap kekasih yang sedang digandeng.

Kebosanan itu tidak pernah memilih antara hubungan yang serius dan yang tidak serius, antara hubungan yang mendapat restu orang tua dan yang belum mendapat restu orang tua, antara yang sudah menjalankan hubungan bertahun-tahun lamanya dan yang menjalankan hubungan seumur jagung. Karena kebosanan-kebosanan itu muncul secara natural dalam setiap pribadi.

Dan apabila kebosanan itu sudah mencapai puncak, sedangkan hubungan yang tengah berjalan belum ingin diakhiri. Maka yang terjadi adalah perselingkuhan. Sederhananya, punya pacar lain.

 Sebab hanya perselingkuhanlah yang dapat menetralisir kasih-kasih yang mulai membosankan.

Agar perselingkuhannya tetap aman dan tidak ketahuan, terdapat sejumlah cara-cara klise dan tidak kreatif yang sudah kerap dilakukan banyak orang. Meski klise yang banyak orang tahu, tapi hal-hal klise itu tetap saja banyak yang melakukannya.

Cara klise terjadi  ketika pacar lain (selingkuhan) tiba-tiba menelepon, sementara kamu sediri sedang bersama pacar (pacar resmi maksudnya)..

  • Berpura-pura ditelepon emak, mama, atau apalah, yang dapat menjelaskan tentang wanita yang melahirkanmu ke dunia ini.

“Sayang, bentar ya emak nelepon,”  Secara perlahan tubuh diseret menjauh dari pacar, lalu bicara seakan-akan emak sedang menyampaikan satu masalah.

Cara ini seringkali manjur dan banyak yang sukses. Namun ada juga yang nasibnya sial. Misalnya tiba-tiba sang pacar ngikut, lalu prahara terjadi.

“Nah, keciduk kan kau. Emaknya siapa? Hayo ngaku, itu siapa? Sini HP-nya, biar aku yang ngomong!” kata si pacar.

Kalau sudah begitu sungguh amat berabe hidupmu. Tentunya kamu jugapasti akan kebingungan mau cari lubang semut yang mana untuk tempat persembunyian. Karena tahu sendiri kan kalau perempuan itu ngamok, apalagi ngamoknya gara-gara hal yang amat menyensitifkan untuk kalangan perempuan ; macam selingkuh-selingkuh gitu. Bisa kelar deh idupmu kalau sudah keciduk!

  • Berpura-pura ditelepon teman karena ada urusan penting.

Jurus ini tak kalah klise. Tapi kadang dijamin ampuh  juga, asal tidak ketahuan. Kalau mau pakai alasan ini, biasanya digunakan dalam keadaan yang begitu mendesak atau bisa dikatakan ketika sudah berada di ujung tanduk—segera ambil tindakan sigap antara memilih pelarian dan ketahuan.

Kalau saranku pilihlah langkah pelarian, tapi bukan dalam arti melampiaskan atau pelampiasan dan sejenisnya. Tapi pelarian yang dimaksud adalah lari menjauh dari pacarmu, bukan lari dari tanggung jawab membahagiakan selingkuhanmu, he.he.he.

Dan jangan lupa! Jika dering telepon atau HP-mu sudah layaknya suara azan,  tapi segeralah ber-akting sebagus mungkin. Tapi jika mau yang sederhana, kamu cukup bilang:

“Sayang, temanku nelpon nih, katanya penting baget.”

Meski sebenarnya kepentingan itu hanya untuk kepentinganmu aja agar tidak ketahuan. Dan jika sudah berjalan lancar seperti itu, tinggal meneruskan langkah sekaligus perkataan selanjutnya.

“Sayang, ternyata temanku minta dijemput. Katanya ban motornya atau ban mobilnya pecah. Maaf jika nanti aku jemputnya agak lama,”

Pasti jawaban pacarmu “Iya gapapa kok,” kalau sudah begitu tentram deh hidupmu.

  • Menganti nama selingkuhan di kontak HP-mu menjadi nama laki-laki, atau nama-nama yang lain yang sekiranya terhindar dari kecurigaan.

Hal klise lainnya, kamu bisa menganti nama selingkuhanmu dengan nama-nama orang penting di daerahmu, misalnya nih ganti nama pak kades untuk yang tinggal di desa. Bisa juga pakai nama pak wali biar dikira orang yang sangat penting—bukan kaleng-kaleng.

Asal jangan pakai nama Pak Jokowi. Karena takut jika pacarmu adalah pendukung setia Pak Prabowo—dan jika bener pacarmu adalah pendukung setia Pak Prabowo dan nama di kontakmu benar tercatat nama Pak Jokowi, bisa jadi meski gak disangka selingkuhan ; HP-mu tetap dibanting. Karena dianggapnya kamu adalah antek-antek Pak Jokowi.

Sudah tahu sendiri kan bagaimana sensitifnya para pendukung Pak Prabowo terhadap pendukung Pak Jokowi. Kemungkinan juga usai membanting HP-mu, pacarmu bilang “Takbir!” seperti yang biasa diteriak-teriakkan oleh pendukung-pendukung yang lain.

  • Tersenyum sebelum pacar kamu bertanya “Siapa yang nelfon sayang?”

Ini hal paling klise dan paling tidak kreatif yang pernah dilakukan orang. Itu banyak terdapat dalam adegan sinetron Indonesia.

Dengan tersenyum, artinya kamu bisa mengantisipasi keadaan. Harus peka terhadap tanda-tanda. Jika bunyi telfonmu sudah menandakan tanda-tanda kalau itu adalah telfon dari doi, segeralah tersenyum untuk berpura-pura mencairkan keadaan dan memecahkan rasa curiga pacarmu.

“Siapa yang nelfon sayang.”

“Tau tuh, bunyi terus dari tadi telfonya.”

Nah, itu sudah sangat tanda-tanda, bahwa benar-benar si doi yang menelfon. Maka segeralah ambil tindakan dengan cara bersenyum dan cium pacarmu. Sambil berkata:

“Doain ya sayang, semoga urusan ini lancar dan diberi rezeki yang cukup. Soalnya pembelinya sudah menelfon terus dari,” ini kontek jika profesimu sebagai pedagang. Tapi jika profesimu bukan pedagang, carilah alasan-alasan yang lain.

Namun,  jika profesimu sesuai dengan yang terulas—dan kamu menerapkannya. Pasti pacarmu sangat mendukung.

“Iya sayang semoga lancar, kalau dapat rezeki banyak; jangan lupa ajak aku shopping ya!” ampun deh! Tapi tak apa, itu kan cuma alasan untuk meredam kecurigaan pacarmu. Jika pun kamu pulang tanpa tanpa membawa rezeki, kamu kan bisa beralasan lain, semisal dengan cara mengatakan kalau interaksi bisnisnya atau jualannya gagal.

Selesai deh! Dengan selingkuhan aman, dengan pacar harmonis, dan otomatis shopping pun juga tak jadi.

  • Berpura-puralah teman kamu dapat musibah.

Ini namanya mengorbankan teman. Sebutin nama teman kamu yang akan kamu tumbalkan untuk menyukseskan kebohonganmu. Utamakan nama teman yang tidak dikenal oleh pacarmu. Sebab jika yang kamu sebutin adalah temanmu yang juga pacarmu kenal, wah berabe! bisa-bisa pacarmu minta ikut.

Kalau sudah maksa ikut, nih udah tanda tanda rencana gatot alias gagal total. Kalau gagalnya sudah tingkat total berarti misi pengelabuan yang kamu pakai sudak tidak berjalan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang tercatat dalam tulisan ini.

Jadi usahakanlah agar panduan undang undang ini dapat terjalankan sebagai mana mestinya, dengan lancar, aman, dan damai.

  • Jangan ceritakan cara-cara klise ini kepada orang lain, nanti makin klise.

Karena ini adalah jurus ampuh yang klise namun selalu teruji kehebatannya, maka jangat ceritakan tips ini sama siapa-siapa. Selain tips ini menjadi semakin klise,  takutnya orang yang kamu ceritai malah bercerita juga ke pacarmu. Bahkan bukan tidak mungkin, jika kemudian pacarmu yang menerapkan tips-tips ini untuk mengelabuimu saat ditelfon  oleh selingkuhannya.

Cihuy. Pokoknya hal tersebut jangan sampai terjadi. Biar gak ada kata apes bagimu. Cukup baca sendiri tips-tips ini dengan seksama dan jalankan cara-cara dan perintah-perintahnya.

Selamat mencoba cara-cara klise yang sama sekali tidak kreatif ini.  [T]

Tags: cintapacarselingkuh
Share27TweetSendShareSend
Previous Post

Munculnya Identitas Bali di Era Kolonial – Timbang Pandang Jean Couteau dan Michel Picard

Next Post

Calonarang di Zaman Milenial – Dari Diskusi, Pemutaran Film, dan Pameran Watercolor, di Littletalks Ubud

B. B. Sugiono

B. B. Sugiono

lahir di Tempuran, Bantaran, Probolinggo. Kini merantau di Singaraja, Bali; menjadi pekerja teks: penyair dan prosais. Untuk menghubunginya bisa melalui nomor 082301299466. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di sejumlah media massa di Indonesia, cetak maupun elektronik, antara lain: Koran Tempo, Harian Rakyat Sultra, Denpasar Post, Malang Post, Kurung Buka, Galeri Buku Jakarta, dan lain-lain. Salah satu pendiri Majalah Lentera Bayuangga (MLB).

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Calonarang di Zaman Milenial – Dari Diskusi, Pemutaran Film, dan Pameran Watercolor, di Littletalks Ubud

Calonarang di Zaman Milenial – Dari Diskusi, Pemutaran Film, dan Pameran Watercolor, di Littletalks Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co