2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tips Klise dan Tak Kreatif untuk Mengelabui Pacar saat Pacar Lain Menelepon

B. B. Sugiono by B. B. Sugiono
March 23, 2019
in Kuliner
Tips Klise dan Tak Kreatif untuk Mengelabui Pacar saat Pacar Lain Menelepon

Foto ilustrasi: Google/Shutterstock

Dalam dunia percintaan pasti ada rasa bosan terhadap kekasih yang sedang digandeng.

Kebosanan itu tidak pernah memilih antara hubungan yang serius dan yang tidak serius, antara hubungan yang mendapat restu orang tua dan yang belum mendapat restu orang tua, antara yang sudah menjalankan hubungan bertahun-tahun lamanya dan yang menjalankan hubungan seumur jagung. Karena kebosanan-kebosanan itu muncul secara natural dalam setiap pribadi.

Dan apabila kebosanan itu sudah mencapai puncak, sedangkan hubungan yang tengah berjalan belum ingin diakhiri. Maka yang terjadi adalah perselingkuhan. Sederhananya, punya pacar lain.

 Sebab hanya perselingkuhanlah yang dapat menetralisir kasih-kasih yang mulai membosankan.

Agar perselingkuhannya tetap aman dan tidak ketahuan, terdapat sejumlah cara-cara klise dan tidak kreatif yang sudah kerap dilakukan banyak orang. Meski klise yang banyak orang tahu, tapi hal-hal klise itu tetap saja banyak yang melakukannya.

Cara klise terjadi  ketika pacar lain (selingkuhan) tiba-tiba menelepon, sementara kamu sediri sedang bersama pacar (pacar resmi maksudnya)..

  • Berpura-pura ditelepon emak, mama, atau apalah, yang dapat menjelaskan tentang wanita yang melahirkanmu ke dunia ini.

“Sayang, bentar ya emak nelepon,”  Secara perlahan tubuh diseret menjauh dari pacar, lalu bicara seakan-akan emak sedang menyampaikan satu masalah.

Cara ini seringkali manjur dan banyak yang sukses. Namun ada juga yang nasibnya sial. Misalnya tiba-tiba sang pacar ngikut, lalu prahara terjadi.

“Nah, keciduk kan kau. Emaknya siapa? Hayo ngaku, itu siapa? Sini HP-nya, biar aku yang ngomong!” kata si pacar.

Kalau sudah begitu sungguh amat berabe hidupmu. Tentunya kamu jugapasti akan kebingungan mau cari lubang semut yang mana untuk tempat persembunyian. Karena tahu sendiri kan kalau perempuan itu ngamok, apalagi ngamoknya gara-gara hal yang amat menyensitifkan untuk kalangan perempuan ; macam selingkuh-selingkuh gitu. Bisa kelar deh idupmu kalau sudah keciduk!

  • Berpura-pura ditelepon teman karena ada urusan penting.

Jurus ini tak kalah klise. Tapi kadang dijamin ampuh  juga, asal tidak ketahuan. Kalau mau pakai alasan ini, biasanya digunakan dalam keadaan yang begitu mendesak atau bisa dikatakan ketika sudah berada di ujung tanduk—segera ambil tindakan sigap antara memilih pelarian dan ketahuan.

Kalau saranku pilihlah langkah pelarian, tapi bukan dalam arti melampiaskan atau pelampiasan dan sejenisnya. Tapi pelarian yang dimaksud adalah lari menjauh dari pacarmu, bukan lari dari tanggung jawab membahagiakan selingkuhanmu, he.he.he.

Dan jangan lupa! Jika dering telepon atau HP-mu sudah layaknya suara azan,  tapi segeralah ber-akting sebagus mungkin. Tapi jika mau yang sederhana, kamu cukup bilang:

“Sayang, temanku nelpon nih, katanya penting baget.”

Meski sebenarnya kepentingan itu hanya untuk kepentinganmu aja agar tidak ketahuan. Dan jika sudah berjalan lancar seperti itu, tinggal meneruskan langkah sekaligus perkataan selanjutnya.

“Sayang, ternyata temanku minta dijemput. Katanya ban motornya atau ban mobilnya pecah. Maaf jika nanti aku jemputnya agak lama,”

Pasti jawaban pacarmu “Iya gapapa kok,” kalau sudah begitu tentram deh hidupmu.

  • Menganti nama selingkuhan di kontak HP-mu menjadi nama laki-laki, atau nama-nama yang lain yang sekiranya terhindar dari kecurigaan.

Hal klise lainnya, kamu bisa menganti nama selingkuhanmu dengan nama-nama orang penting di daerahmu, misalnya nih ganti nama pak kades untuk yang tinggal di desa. Bisa juga pakai nama pak wali biar dikira orang yang sangat penting—bukan kaleng-kaleng.

Asal jangan pakai nama Pak Jokowi. Karena takut jika pacarmu adalah pendukung setia Pak Prabowo—dan jika bener pacarmu adalah pendukung setia Pak Prabowo dan nama di kontakmu benar tercatat nama Pak Jokowi, bisa jadi meski gak disangka selingkuhan ; HP-mu tetap dibanting. Karena dianggapnya kamu adalah antek-antek Pak Jokowi.

Sudah tahu sendiri kan bagaimana sensitifnya para pendukung Pak Prabowo terhadap pendukung Pak Jokowi. Kemungkinan juga usai membanting HP-mu, pacarmu bilang “Takbir!” seperti yang biasa diteriak-teriakkan oleh pendukung-pendukung yang lain.

  • Tersenyum sebelum pacar kamu bertanya “Siapa yang nelfon sayang?”

Ini hal paling klise dan paling tidak kreatif yang pernah dilakukan orang. Itu banyak terdapat dalam adegan sinetron Indonesia.

Dengan tersenyum, artinya kamu bisa mengantisipasi keadaan. Harus peka terhadap tanda-tanda. Jika bunyi telfonmu sudah menandakan tanda-tanda kalau itu adalah telfon dari doi, segeralah tersenyum untuk berpura-pura mencairkan keadaan dan memecahkan rasa curiga pacarmu.

“Siapa yang nelfon sayang.”

“Tau tuh, bunyi terus dari tadi telfonya.”

Nah, itu sudah sangat tanda-tanda, bahwa benar-benar si doi yang menelfon. Maka segeralah ambil tindakan dengan cara bersenyum dan cium pacarmu. Sambil berkata:

“Doain ya sayang, semoga urusan ini lancar dan diberi rezeki yang cukup. Soalnya pembelinya sudah menelfon terus dari,” ini kontek jika profesimu sebagai pedagang. Tapi jika profesimu bukan pedagang, carilah alasan-alasan yang lain.

Namun,  jika profesimu sesuai dengan yang terulas—dan kamu menerapkannya. Pasti pacarmu sangat mendukung.

“Iya sayang semoga lancar, kalau dapat rezeki banyak; jangan lupa ajak aku shopping ya!” ampun deh! Tapi tak apa, itu kan cuma alasan untuk meredam kecurigaan pacarmu. Jika pun kamu pulang tanpa tanpa membawa rezeki, kamu kan bisa beralasan lain, semisal dengan cara mengatakan kalau interaksi bisnisnya atau jualannya gagal.

Selesai deh! Dengan selingkuhan aman, dengan pacar harmonis, dan otomatis shopping pun juga tak jadi.

  • Berpura-puralah teman kamu dapat musibah.

Ini namanya mengorbankan teman. Sebutin nama teman kamu yang akan kamu tumbalkan untuk menyukseskan kebohonganmu. Utamakan nama teman yang tidak dikenal oleh pacarmu. Sebab jika yang kamu sebutin adalah temanmu yang juga pacarmu kenal, wah berabe! bisa-bisa pacarmu minta ikut.

Kalau sudah maksa ikut, nih udah tanda tanda rencana gatot alias gagal total. Kalau gagalnya sudah tingkat total berarti misi pengelabuan yang kamu pakai sudak tidak berjalan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang tercatat dalam tulisan ini.

Jadi usahakanlah agar panduan undang undang ini dapat terjalankan sebagai mana mestinya, dengan lancar, aman, dan damai.

  • Jangan ceritakan cara-cara klise ini kepada orang lain, nanti makin klise.

Karena ini adalah jurus ampuh yang klise namun selalu teruji kehebatannya, maka jangat ceritakan tips ini sama siapa-siapa. Selain tips ini menjadi semakin klise,  takutnya orang yang kamu ceritai malah bercerita juga ke pacarmu. Bahkan bukan tidak mungkin, jika kemudian pacarmu yang menerapkan tips-tips ini untuk mengelabuimu saat ditelfon  oleh selingkuhannya.

Cihuy. Pokoknya hal tersebut jangan sampai terjadi. Biar gak ada kata apes bagimu. Cukup baca sendiri tips-tips ini dengan seksama dan jalankan cara-cara dan perintah-perintahnya.

Selamat mencoba cara-cara klise yang sama sekali tidak kreatif ini.  [T]

Tags: cintapacarselingkuh
Share27TweetSendShareSend
Previous Post

Munculnya Identitas Bali di Era Kolonial – Timbang Pandang Jean Couteau dan Michel Picard

Next Post

Calonarang di Zaman Milenial – Dari Diskusi, Pemutaran Film, dan Pameran Watercolor, di Littletalks Ubud

B. B. Sugiono

B. B. Sugiono

lahir di Tempuran, Bantaran, Probolinggo. Kini merantau di Singaraja, Bali; menjadi pekerja teks: penyair dan prosais. Untuk menghubunginya bisa melalui nomor 082301299466. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di sejumlah media massa di Indonesia, cetak maupun elektronik, antara lain: Koran Tempo, Harian Rakyat Sultra, Denpasar Post, Malang Post, Kurung Buka, Galeri Buku Jakarta, dan lain-lain. Salah satu pendiri Majalah Lentera Bayuangga (MLB).

Related Posts

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails
Next Post
Calonarang di Zaman Milenial – Dari Diskusi, Pemutaran Film, dan Pameran Watercolor, di Littletalks Ubud

Calonarang di Zaman Milenial – Dari Diskusi, Pemutaran Film, dan Pameran Watercolor, di Littletalks Ubud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co