15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membicarakan “Kenapa Memilih Hukum” di Sudut Kantin Kampus

Nyoman Noviantini by Nyoman Noviantini
November 26, 2018
in Khas
Membicarakan “Kenapa Memilih Hukum” di Sudut Kantin Kampus

Diskusi antara dosen dan mahasiswa di sebuah kantin kampus

GENDUWIRASA, begitulah nama acara ngobrol bulanan yang dicetuskan oleh salah satu rekan kuliah saya di Universitas Panji Sakti Singaraja. Acara yang mewadahi mahasiswa Universitas Panji Sakti untuk bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai topik-topik tertentu yang diangkat secara berbeda disetiap bulannya.

Sederhana namun bermakna, kalimat itulah yang paling tepat digunakan untuk menggambarkan acara ini, sederhana-dilaksanakan di kantin dengan biaya konsumsi ditanggung sendiri oleh mahasiswa, namun bermakna dan memberikan pengetahuan lebih melalui diskusi dari berbagai sudut pandang mahasiswa, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa utamanya di jaman milenial yang sebagian besar kegiatan terfokus pada media sosial, yang kemudian berdampak pada kehidupan sosial mahasiswa dengan mulai memudarnya keinginan untuk bertemu dan berbagi cerita secara lisan.

Jumat malam, 23 Nopember 2018. Saya diminta untuk menjadi pematik tutur di acara genduwirasa di bulan Nopember sebagai perwakilan dari mahasiswa Fakultas Hukum Semester 3 dengan topik “Kenapa Hukum?” Topik ini diangkat untuk bertukar cerita dan pengalaman dari mahasiswa yang hadir mengenai alasan-alasan memilih hukum (utamanya untuk mahasiswa fakultas hukum) dan sudut pandang mereka terhadap hukum itu sendiri.

Dan sungguh menjadi kebahagiaan tersendiri ketika salah satu dosen Fakultas Hukum, Bapak Putu Sugi Ardana,SH, MH berkenan hadir dalam acara tersebut. Dan malam itu beliau bercerita mengenai mengapa ia memilih jurusan hukum di perguruan tinggi-kesempatan yang tidak mungkin kita dapat di jam perkuliahan.

Beliau melanjutkan pendidikannya di Universitas Udayana (UNUD) Denpasar, ia bercerita bahwa ia memilih hukum karena ikut-ikutan dengan teman sebayanya, dan juga tidak menyukai hukum ketika awal mulai mempelajari hukum di perguruan tinggi. Namun meskipun tidak menyukainya, ia mengatakan bahwa ia harus bertanggungjawab dengan keputusan yang diambilnya sehingga ia selalu hadir disetiap jam perkuliahan.

Nilai yang diperolehnya pun sebagian besar dihiasi dengan huruf C, hingga ia menyelesaikan pendidikannya di jenjang Strata 1. Kecintaanya terhadap hukum mulai ia temukan ketika melanjutkan pendidikan di jenjang Strata 2, berbeda dengan sebelumnya, ia mulai menikmati dan mendalami dengan lebih serius ilmu hukum. Metode belajar yang beliau gunakan adalah dengan membaca literatur di tempat yang sepi yang kemudian materi yang ia pelajari didiskusikan dan diperdebatkan dengan teman sebayanya.

Terdapat cerita yang berbeda-beda dari setiap mahasiswa yang ikut bergabung di malam itu. Di sudut kantin yang kecil, ada yang bercerita bahwa masuk ke fakultas hukum oleh karena tersesat dan tidak ada arah tujuannya. Yang pada awalnya tidak suka membaca menjadi kecanduan untuk membaca dan terbiasa mendengarkan perdebatan hukum hingga tertidur pulas. Dan bagaimana dengan belajar hukum dapat membentuk pribadi yang pemberani dan tangguh, utamanya ketika berdebat dan mempertahankan argumentasi terhadap suatu kasus tertentu.

Sebagian besar (termasuk saya sendiri) beranggapan bahwa belajar hukum identik dengan menghafalkan pasal dan membaca buku-buku yang tebal, sekilas terlihat sangat membosankan. Akan tetapi pada kenyataanya bahwa belajar hukum sangat menantang dan menyenangkan, disetiap jam perkuliahan seringkali diisi dengan berdiskusi mengenai kasus-kasus yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat. Diskusi menjadi menyenangkan ketika mahasiswa yang beprofesi sebagai aparat kepolisian memberikan penjelasan serta pandangannya mengenai kasus tersebut dan bagaimana kelanjutannya.

Ada yang memilih hukum oleh karena sering mendengar dan menonton berita-berita di televisi yang berkaitan dengan kasus-kasus pelanggaran hukum sehingga menjadi tertarik untuk lebih memahami tentang apa itu hukum (entah ini cinta atau obsesi, saya tidak tahu), dan juga ingin mengabdikan masa tuanya dengan berbagi ilmu hukum yang didapat untuk membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat sekitar. Bahkan ada mahasiswa pertanian yang ketika sering bertemu dengan mahasiswa hukum dan ikut serta mendengarkan diskusi-diskusinya, menjadi tertarik dan ingin pindah jurusan (jika ada biaya katanya).

Malam itu juga membicarakan tentang stigma di masyarakat yang memandang bahwa penerapan hukum di Indonesia “Tajam ke bawah, tumpul ke atas”. Beberapa dengan terang-terangan membenarkan keduanya, beberapa dengan malu-malu mengakuinya. Ada yang berpandangan bahwa stigma di masyarakat mengenai hukum “Tajam ke bawah, tumpul ke atas”” sudah ada dari masa kerajaan di Indonesia.

Sudah terjadi semenjak dahulu kala, apabila perlakuan penegak hukum ketika menindak masyarakat dari golongan bawah berbeda dengan masyarakat dari golongan atas, pemberian hukuman pada masyarakat golongan bawah (budak,petani,dsb) cenderung lebih keras dibandingkan pada masyarakat golongan atas  (kaum bangsawan).

Hal tersebut kemudian menjadi hal yang biasa dilakukan dan menjadi suatu pemikiran yang meracuni masyarakat mengenai penegakkan hukum hingga saat ini. Ada yang berpandangan bahwa, hal itu terjadi oleh karena perbedaan tingkat pemahaman masyarakat terhadap hukum, mereka yang tergolong masyarakat golongan atas memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat golongan bawah.

Sehingga, masyarakat golongan atas “bermain cantik” ketika melakukan pelanggaran, berbeda halnya dengan masyarakat golongan bawah yang tidak paham dengan hukum sehingga tidak dapat “bermain cantik”. Hal inilah yang menyebabkan seakan-akan penegakkan hukum di Indonesia terlihat tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Sebagai kali pertamanya saya menjadi pematik tutur dalam acara itu , banyak catatan yang saya kumpulkan untuk kemudian perlu diperbaiki ke depannya. Terlebih mengenai kemampuan berargumentasi yang perlu saya latih lebih sering lagi. Tak lupa juga saya ucapkan terimakasih pada rekan kuliah saya , yang mendukung dan memberikan kesempatan untuk mencoba mengukur kemampuan dan melatih mental untuk berbicara di depan publik.

“I have no special talents , i am only passionately curious” – Albert Einstein (T)

Tags: hukumkampuskantinmahasiswa
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Lama-lama, Dompet Kita Tebal Bukan Karena Uang, tapi Gara-gara Kartu

Next Post

Singaraja yang Modern: Konstruksi, Reproduksi dan Komodifikasi Kecepatan di Ruang Publik

Nyoman Noviantini

Nyoman Noviantini

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Panji Sakti Singaraja. Pacaran sambil kuliah, suka jalan-jalan,

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Singaraja yang Modern: Konstruksi, Reproduksi dan Komodifikasi Kecepatan di Ruang Publik

Singaraja yang Modern: Konstruksi, Reproduksi dan Komodifikasi Kecepatan di Ruang Publik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co