25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Brand Selayaknya jadi Media Propaganda atas Pemikiran dan Gagasan,” kata JRX pada Jah Megesah Vol #1

Jimbarwana Creative Movement by Jimbarwana Creative Movement
November 13, 2018
in Khas
“Brand Selayaknya jadi Media Propaganda atas Pemikiran dan Gagasan,” kata JRX pada Jah Megesah Vol #1

JRX pada acara Jah Megesah Vol #1 di Rompyok Kopi Kertas Budaya, Negara, Jembrana

MEMBANGUN sebuah brand tidaklah sesederhana memiliki produk semata. Jauh melebihi itu, mesti ada ide dan gagasan besar yang melatarbelakangi keberadaannya. Sebuah brand, bagi JRX, semestinya bisa menjadi pernyataan sikap atas berbagai dinamika sosial yang hadir di masyarakat. Menjadi suara-suara yang (minimal) mampu mewakili diri sendiri.

Selama ini JRX memang dikenal sebagai pemuda yang kritis. Dalam berbagai peristiwa, ia kerap berada terdepan untuk menyuarakan kegelisahan. Tidak hanya melalui musik bersama grupnya Superman is Dead (SID) dan berbagai aksi massa, JRX juga menyuarakan kegelisahannya dalam sunyi, melalui brand Rumble (RMBL).

Dalam Jah Megesah Vol #1: Build Your Own Brand yang digelar Jimbarwana Creative Movement (JCM) bersama Komunitas Kertas Budaya, JRX mengingatkan pentingnya passion dalam menjalankan bidang usaha. Sebab, passion akan menciptakan komitmen dan fokus untuk menjaga kontinuitas usaha.

“Tapi jauh yang lebih penting, brand yang dimiliki selayaknya mampu menjadi identitas, sekaligus media propaganda atas pemikiran dan gagasan yang kita miliki,” kata JRX yang hadir sebagai pembicara, dimoderatori founder beritabali.com Agus Swastika di Rompyok Kopi Komunitas Kertas Budaya, Rabu malam.

Dalam design-design RMBL, misalnya, pemilik nama Ary Astina ini tidak menginginkan produknya hanya berhenti sebatas fashion saja. Karena itu, RMBL sering menggunakan idiom buruh ataupun sopir truk untuk mewakili kaum marginal. Hasilnya, produk RMBL dianggap mampu menyuarakan kegelisahan masyarakat sehingga strategi marketing konvensional menjadi tidak terlalu penting. Kesamaan visi yang hadir melalui simbol-simbol dalam produk akan menghapus jarak antara produk dengan penggunanya.

Jah Megesah Vol #1

Selama ini RMBL memang diperuntukkan juga  sebagai media propaganda untuk melawan hal-hal yang sering ditabukan masyarakat dengan alasan-alasan mainstream, seperti ketakutan berlebih akan norma yang melekat pada keindahan wanita, budaya alternatif dan substansi mood altering. Sebab, menjadi diri sendiri terasa sulit di negara bhinneka yang penuh aturan moral ini. “Brand itu bukan sekedar produk semata. Ini tentang energi untuk melawan dan menjadi diri sendiri,” ucap JRX yang dalam pengakuannya juga pernah gagal dalam bisnis fashion di bawah bendera Lonely King pada tahun 2005.

Dalam membangun RMBL, JRX tidaklah sendiri. Bersama Ady, bassist band rockabilly The Hydrant, mereka saling dukung untuk membesarkannya hingga akhirnya memiliki brand position yang kuat di Indonesia, dengan memanfaatkan seluruh channel social media yang dimiliki. Tak hanya sebagai produsen fashion, RMBL juga menyasar kepedulian anak-anak muda pada isu lingkungan. Eco Defender pun terbentuk dan bekerja sama dengan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali untuk melakukan gerakan perlawanan atas kebijakan-kebijakan yang dinilai tidak pro terhadap lingkungan hidup. Dari setiap produk yang terjual di RMBL, sebanyak Rp 2.000,- disumbangkan untuk mendukung gerakan tersebut.

Dalam sesi diskusi, Ariadi, salah seorang peserta menanyakan masalah pengaruh personal brand JRX dengan brand produk RMBL. Karena persepsi di masyarakat, JRX adalah RMBL dan RMBL adalah JRX. “Apa yang terjadi jika Bli JRX keluar dari Rumble, apakah produknya masih akan diminati?” tanya Ariadi yang juga penggerak wirausaha muda di Jembrana.

Menurut JRX, pengaruh dirinya tentu ada namun tidak akan signifikan. Karena selain dirinya, RMBL juga terdiri dari orang-orang yang satu visi dan memiliki integritas yang sama. “Sikap kritis saya atas isu-isu sosial, juga pasti akan berpengaruh. Tapi saya kira ini seperti seleksi semesta. Konsumen paham kalau RMBL bukan sekedar produk fashion saja, tapi ada nilai pergerakan di sana. Mungkin saja akibat sebuah aksi saya membuat konsumen meninggalkan RMBL. Namun saya yakin konsumen baru akan berdatangan karena aksi saya sesuai dengan prinsip mereka,” tegasnya.

JRX menyanyi di acara Jas Megesah Vol #1

Antusiasme peserta dalam Jah Megesah begitu terasa. Creativepreneur yang hadir benar-benar memaksimalkan kegiatan tersebut untuk menggali dan menemukan jawaban permasalahan mereka masing-masing. Sementara itu, koordinator Jah Megesah, Wena Wahyudi, menyinggung era digital yang memberi dampak sangat besar pada dunia usaha. “Kini promosi tak lagi butuh biaya tinggi. Kita bisa memanfaatkan media sosial masing-masing, selanjutnya bisa menjajaki platform besar yang ada, misal Tokopedia, Bukalapak, dan sebagainya,” ucapnya.

 

BACA JUGA:

  • “Sunset di Tanah Anarki” – Untuk Munir, Widji Thukul & Melawan Lupa

 

Melalui program Jah Megesah, Wena bersama JCM mencoba mengajak creativepreneur Jembrana untuk ambil bagian di era digital yang bergerak demikian pesat. Build Your Own Brand merupakan topik awal dalam Jah Megesah. Program ini akan berkelanjutan membahas unsur-unsur penting lainnya dalam bisnis digital sehingga mampu menjadi acuan di dalam mengembangkan usaha.

Foto bersama di acara Jah Megesah Vol # 1

“Selain membangun brand, apalagi yang dibutuhkan bersaing di bisnis digital ini? Kita akan gelar Jah Megesah yang akan datang dengan mengangkat commercial photo, creative video promotion, menulis dengan basic  story telling, dan lain-lain. Prinsipnya, kita harus menjadi pemuda yang progresif. Salah satunya ambil bagian dalam era digital ini,” demikian Wena.

Di akhir acara, JRX menyanyikan lagu Jadilah Legenda untuk memotivasi pemuda di Jembrana. Setelahnya kelompok Badai di Atas Kepalanya benar-benar memungkasi acara yang berjalan selama 3 (tiga) jam tersebut. (T)

Tags: brandjembranaJRXkomunikasiSuperman is Dead
Share199TweetSendShareSend
Previous Post

Pemilihan Ketua DPC Patria Buleleng: Yang Dipilih “Enjoy”, Yang Memilih Senang

Next Post

Ayam, Taji dan Radio

Jimbarwana Creative Movement

Jimbarwana Creative Movement

Jimbarwana Creative Movement Merupakan sekumpulan pemuda Jembrana dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, mulai dari creative enterpreneur hingga ke seniman digital. Kecintaan pada Jembrana sebagai "Ibu" melahirkan kegelisahan untuk menciptakan Jembrana yang lebih progresif.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Ayam, Taji dan Radio

Ayam, Taji dan Radio

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co