23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendengar Cerita tentang Dagang dan Jasa Kurir di Kopiwriting JNE

Julio Saputra by Julio Saputra
September 28, 2018
in Khas
Mendengar Cerita tentang Dagang dan Jasa Kurir di Kopiwriting JNE

“Kopiwriting”, talkshow dan diskusi interaktif bertajuk “Dari Lokal untuk Global” di Hotel Aston Denpasar, Kamis, 27 September 2018.

AWALNYA saya agak ragu ketika ditugaskan tatkala.co untuk menjadi peserta sekaligus menulis acara “Kopiwriting”, talkshow dan diskusi interaktif bertajuk “Dari Lokal untuk Global” di Hotel Aston Denpasar, Kamis, 27 September 2018.

Acara itu digelar Jalur Nugraha Ekakurir atau yang lebih dikenal dengan JNE Express menggandeng Kompasiana Bali 2018.

Saya ragu karena selama ini saya terbiasa menulis kegiatan-kegiatan budaya, dan tak pernah menulis masalah-masalah ekonomi. Takutnya nanti tulisan saya tentang acara itu tak begitu bagus.

Namun ketika disebutkan bahwa yang akan memebrikan materi salah satunya adalah Niluh Djelantik, saat itulah saya bersemangat untuk ikut. Saya sebenarnya tak begitu kenal juga dengan tokoh wanita itu, namun karena namanya cukup sering masuk ke telinga, saya jadi ingin tahu juga. Kamis sore, dari Singaraja, saya langsung ke Hotel Aston di Denpasar, dan mungkin saya termasuk penulis yang tiba paling awal.

Dalam acara itu, akhirnya saya mendengar semua narasumber, karena ternyata semua narasumber bicara soal pengalaman menarik mereka jadi pengusaha yang berhubungan dengan jasa kurir. Cerita selalu menarik untuk didengar, termasuk cerita tentang bagaimana jatuh-bangunnya seseorang dalam melakukan usaha dagang.

Narasumber itu memang dipilih karena mereka orang-orang yang sukses dan ahli di bidangnya.A ntara lain Head of Cargo Sales JNE Freight Reza Arfandy, serta dua orang pelaku bisnis Bali yang usahanya mendunia, yaitu A.A.A. Mas Utari Noviyanthi pemilik Beehandycrafts Bali, serta Ni Luh Ary Pertami Djelantik selaku pemilik Niluh Djelantik. Mereka membagi berbagai kisah, pengalaman, dan pemahaman tentang awal mula menjadi wirausaha hingga tantangan yang dihadapi dalam mencari pasar untuk produk usaha mereka.

Hadir juga Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Gde Wayan Suamba, S.E, yang pada kesempatan itu mewakili Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali.

Mereka bicara hubungan antara usaha, kreativitas, dan jasa kurir dalam memasarkan produksi ke luar daerah dan ke negara-negara di luar Indonesia. Mereka tentu saja cerita soal JNE.

Acara ini merupakan bagian dari dukungan JNE sebagai jasa kurir ekspres dan logistik yang telah menjalankan bisnisnya selama hampir 28 tahun di Indonesia. JNE diceritakan karena telah membantu perkembangan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) lokal di Bali agar mampu menembus pasar global.

Barang dari Bali memang melimpah ruah dikirim ke luar negeri, karena Pulau Bali punya keistimewaan tersendiri sebagai destinasi wisata dunia, sehingga potensi keunggulan produk UMKM juga menjadi penggerakan perekonomian nasional. Produk UMKM yang banyak diproduksi di Bali antara lain produk makanan ringan, minuman, produk kecantikan, produk spa, sarung Bali, kerajinan tangan, hingga tenun. Semua produk tersebut diminati tak hanya di pasar nasional tetapi juga dalam lingkup pasar global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Pusat Data dan Sistem Informasi Kementrian Perdagangan RI, diketahui perkembangan ekspor non migas di bulan Juni 2018 mengalami peningkatan 7,65% yaitu sebesar 148,2 % dibandingkan dengan bulan Januari 2017yang hanya mencapai angka 30.840 usaha dan masih terus berkembang dengan berjalannya waktu.

“Bali memiliki banyak produk-produk khas yang dihasilkan IKM dan UKM lokal, sehingga berpotensi dipasarkan maupun dijual di seluruh nusantara dan keluar negeri agar semakin berdampak positif terhadap perekonomian,” ujar Head of Cargo Sales JNE Freight Reza Arfandy.

Ia juga mengatakan bahwa JNE dari sisi kapabilitas sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik terus berupaya mewujudkan dukungan kepada perkembangan UMKM lokal, seperti memberikan peluang kerjasama kemitraan untuk masyarakat serta program JLC (JNE Loyalty Card) agar pelanggan mendapatkan benefit dari tiap aktivitas pengiriman. “Selain itu, JNE juga memiliki JNE International Service yang siap mendukung pemacaran atau penualan produk khas Bali ke mancanegara”, tambahnya.

A.A.A Mas Utari Noviyanthi, membagi pengalamannya menghadapi berbagai tantangan dalam memasarkan produk usahanya. Selaku pengrajin kipas, ia menjaga eksistensi budaya nusantara khususnya Bali yang tersohor dengan kebudayaannya yang kental dengan memanfaatkan limbah kain kabaya dan endek menjadi kerajinan tangan kipas yang mampu menarik perhatian dan dengan design yang update, namun tetap menjaga keasrian budaya Bali dalam kipas tersebut.

“Tantangan yang dihadapi para pelaku bisnis adalah bagaimana mencari pasar untuk produk kita, membuat produk yang disukai oleh pasar. Selain itu yang tak kalah penting adalah menjaga produksi sesuai order yang kita terima, baik dari segi kualitas dan kuantitas, menjada ketepatan waktu pengiriman, serta inovasi dalam pembuatan produk,” ujar A.A.A Mas Utari yang akrab disapa Gek Mas.

Ni Luh Ary Pertami Djelantik alias Mbok Niluh juga bercerita hal serupa. Saya benar-benar mendengarnya.

Niluh Djelantik membangun usaha produksi sepatu dengan label Niluh Djelantik sejak tahun 2008. Atas konsistensi dalam menjaga kualitas produk, inovasi desain, dan selalu bekerja dengan cinta, hingga saat ini sepatu buatannya sudah bisa ditemukan di seluruh belahan dunia dan di berbagai negara, seperti Australia dan Salandia Baru.

“Kami ingin mempersembahkan sebuah hasil karya anak bangsa Indonesia, yang dibuat tangan dan berkualitas tinggi, dan yang paling utama adalah dibuat di Indonesia. Di mana kita berpijak di mana kita bekerja di mana kita berkarir kita harus melakukannya dengan serius, konsisten, jujur, punya prinsip dan memperjuangkan tempat kita bekerja,” ujarnya.

Mbok Niluh juga mengatakan bahwa salah satu komponen penting agar produk-produk usaha lokal mampu menembus pasar global adalah adanya jasa pengiriman, dan JNE hadir sebagai salah satu perpanjangan tangannya untuk memasarkan produk usahanya ke luar negeri.

“Sampai saat ini saya menjadi pelanggan setia JNE. Pokoknya tiada hari tanpa JNE. Ibaratnya JNE punya kantor di sebelah workshop kami karena dalam sehari kami bisa tiga kali datang ke sana. Pagi datang, siang datang. Kadang jam setengah satu pagi datang. Ada saja. Dan kita sangat setia dengan JNE” tambahnya.

Sebagai perwakilan pemerintah, I Gde Wayan Suamba, S.E. sangat senang dan mengapresiasi acara ini. Ia mengungkap harapannya terhadap pelaku industri di Provinsi Bali agar dapat memproduksi barang sesuai selera pasar dan laku di pasar baik domestic maupun ekspor, tentunya produk tersebut harus berkualitas baik, memiliki harga kompetitif dan tepat waktu pengirman, di samping pelayanan yang baik.

“Kalau kita berbicara UMKM, jumlah UMKM sampai Maret 2018 dari data yang diambil di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali adalah 313.822 orang. Cukup banyak. Nah, sekarang kan era digital, yang saya harapkan adalah bagaimana produk lokal berjaya di era digital menuju pasar global. Pengiriman ke luar negeri juga perlu digalakan.”

Melalui acara ini, diharapakan informasi mengenai perkembangan industri kreatif, baik yang dihasilkan oleh IKM ataupun UKM lokal, dapat bersaing dan tumbuh untuk para pelakunya, terutama dalam era digital yang sangat dinamis saat ini. Selain acara ini, JNE juga sudah melakukan kegiatan lain untuk mendukung UMKM lokal di Bali agar bisa naik kelas dan tembus pasar global, seperti membuat program Rumah UKM yang saat ini bekerja sama dengan Dinas UMKM Provinsi Bali. Beberapa kali JNE sudah melakukan seminar dan pelatihan bagi para pelaku UKM, seperti pelatihan marketing dan packaging. (T)

Tags: ekonomijasa kurirwirausaha
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

“Apple Mart”, Ngejus di Singaraja, Ngejus di Denpasar, Sama Rasanya…

Next Post

Humanisasi Kota #Kolom Made Metera

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Humanisasi Kota #Kolom Made Metera

Humanisasi Kota #Kolom Made Metera

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co