2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kabar dari Flores# Tentang Saya, Godoh & Muku Ego

Made Wahyu Mahendra by Made Wahyu Mahendra
February 15, 2018
in Khas
Kabar dari Flores# Tentang Saya, Godoh & Muku Ego

Muku Ego dari Flores

BAGI yang suka kuliner malam, tentu sudah akrab dengan gorengan yang bisa dengan mudah kita temui di pinggir jalan. Apalagi jika kamu ada di kota besar, hampir setiap 100 meter bisa kamu temui dagangan satu ini.

Pertanyaannya kemudian, mana yang paling pas buatmu di antara gorengan? Buat saya pribadi, pisang goreng yang paling pas. Lah kok bisa? Ya iya, pisang goreng kadar minyaknya paling sedikit, buah pula, juga termasuk jajanan yang mengenyangkan. Terlebih kalau di sebelahmu ada kopi, pas sekali bukan?

Hanya saja jika kamu beli pisang goreng di tempat lain, kemudian kamu pergi ke Flores mencari jajanan yang sama, akan terasa bedanya. Bukan serta merta soal rasa, tapi tentang apa yang bisa kamu dapat selain beli pisang.

Selama saya di Bali, bisa dibilang membeli pisang goreng  atau akrab dikenal “godoh” merupakan rutinitas. Kendati penjual pisang goreng itu banyak, bukan perkara gampang untuk mendapatkan pisang goreng yang pas di mulut. Kamu harus coba dari satu tempat ke tempat lain, ikuti saran teman yang lebih berpengalaman, sampai harus melihat caranya menggoreng agar yakin bahwa jenis pisangnya adalah yang enak dimakan.

Ketika saya harus pindah bekerja ke Flores, teknik itu tidak berlaku. Memang sih, banyak penjual jajanan ini yang berasal dari luar daerah Flores. Tapi apa serunya kalau beli di sana? Maka saya coba ke penjual yang asli penduduk di sini.

Jika di Bali saya harus mencoba dari satu tempat ke tempat lain, tidak dengan di sini. Keadaan penduduk yang lebih senang hidup di desa-desa atau perkampungan berimbas pada keterbatasan jumlah penjual. Tapi jangan salah, kamu tidak akan takut mencoba pisang goreng di sini. Dalam bahasa masyarakat lokal, mereka menyebutnya “Muku Ego”

Di Bali atau mungkin di daerah lain, terutama di perkotaan, rasanya lumrah jika kita lihat pisang goreng dimasak dengan minyak bekas yang disuling dan dipakai lagi untuk menggoreng. Kamu juga belum tentu tahu jenis pisang yang dimasak. Di Flores? Jangan harap lihat hal begitu.

Entah karena belum tahu tentang teknik menyuling atau memang enggan, namun sepanjang yang saya lihat belum pernah ada yang menggunakan minyak bekas untuk menggoreng di sini. Kotor sedikit ya ganti, minyaknya berkurang ya tambah. Makanya rasa pisang goreng di sini terasa lebih gurih. Belum lagi kamu bisa lihat dagangnya petik pisang langsung dari pekarangan rumah.

Tapi lebih dari itu semua, ini tentang apa yang bisa kamu dapat dari sang penjual. Banyak dari penjual yang berusaha mendekatkan diri dengan pelanggannya. Dalam prinsip bisnis, itu hal menguntungkan. Politiknya kurang lebih seperti ini, penjual mengajakmu berbincang singkat, mengakrabkan diri, memberimu ekstra pisang goreng dengan harapan besok kamu akan datang lagi membeli di tempat ia berdagang.

Berbeda dengan pisang goreng yang saya beli di sini. Suatu ketika saya pulang kantor lebih sore dari biasanya karena beberapa urusan. Perjalanan pulang, saya disapa oleh seorang oma yang biasa berjualan pisang goreng di pinggir jalan. Saya pernah bertemu dengannya hanya sekali ketika suatu kali saya pergi ke pasar. Namun agaknya oma mengingat saya dengan baik. Dijabatnya tangan saya penuh hangat sambil menawarkan duduk.

Dalam tenda kecil tempatnya berjualan, Beliau ngaku kangen bercengkrama dengan saya, katanya sih krena saya mampu membuat oma tertawa lepas ketika pertama bertemu. Kami pun duduk-duduk bercengkrama lagi.

Saya pesan secangkir kopi hitam lengkap dengan pisang goreng dalam piring kecil. Kendati cuaca mulai hujan, hangatnya obrolan terus terjaga. Oma Bercerita hal-hal kecil sampai yang pribadi seperti satu dari enam anaknya yang telah berpulang, Dua di antaranya harus bekerja ke Kalimantan di bidang perminyakan dan batu bara.

Oma menggoreng Muku Ego

Oma mengaku kadang kesepian karena harus tinggal berdua. Kepada saya ia juga menyampaikan doa yang sering ia ucap dalam hatinya. Ia baru akan tenang untuk dipanggil Tuhan jika ia sudah melihat anaknya yang di rantauan kembali beserta dengan anak istri. Oma hanya ingin lihat cucu. Saya pun memotong pembicaraan.”Tidak boleh berbicara begitu Oma, nikmati hari ini sambil berharap terbaik untuk hari esok.” Oma hanya tersenyum.

Oma ajak saya berkeliling rumahnya sambil mengatakan betapa syukurnya dia mampu membuat rumah sampai dengan kondisinya saat ini. sambil keliling, eh saya lihat ada tanaman labu siam di rumah. seperti tidak tahu malu, saya bilang, “Oma boleh minta itu labu?” Tanpa babibu oma langsung terjun petikkan sendiri, cucikan buah itu untuk saya bawa pulang.

Buat saya, oma keren sekali karena berjualan bukan hanya cari untung, tapi juga cari teman bicara dari hati ke hati. Oma adalah seorang penjual yang memberikan nasehat kecil nan bermanfaat bagi pelanggannya, katakan misalnya hati-hati di jalan, rajin belajar, jangan keluar sampai malam selayaknya orang tua pada anak.

Saya bukan langganan oma, tapi oma memperlakukan saya lebih dari pelanggan terbaik. Ada rasa yang jauh lebih enak dari sekadar makan pisang goreng ditemani secangkir kopi. Rasa kedekatan emosional, rasa kesederhanaan hati yang membekas. Bagaimana dengan penjual pisang goreng langgananmu? (T)

Tags: FloreskulinerNTT
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

“Kaja-Kangin” Bukan Timur-Laut

Next Post

Skripsi, Laptop Sakit, LDR-an: Skripsi Hilang, Sakitnya ke Hati…

Made Wahyu Mahendra

Made Wahyu Mahendra

Lahir di Negara, Bali. Alumni S1 Bahasa Inggris di Undiksha dan S2 Universitas Negeri Malang. Beberapa kali memenangkan lomba penulisan esai tingkat nasional

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Skripsi, Laptop Sakit, LDR-an: Skripsi Hilang, Sakitnya ke Hati…

Skripsi, Laptop Sakit, LDR-an: Skripsi Hilang, Sakitnya ke Hati…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co