3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sang Naga dari Tajun

Pande Putu Sriasih by Pande Putu Sriasih
February 2, 2018
in Khas
Sang Naga dari Tajun

Made Arnaja/ Foto koleksi penulis

BAYANGKAN seekor naga, dalam mitologi Hindu atau dalam mitologi China, maka tampak ia gesit meliuk-liuk dalam segala cuaca, sekali waktu terbang di angkasa, membumbung tinggi, sekali waktu lain ia mendekam dalam goa. Dan api dari rongga mulut sesekali menyembur, sekadar menghangatkan badan atau mempertahankan diri dari musuh yang menyerangnya.

Kini bayangkan sebutir buah naga. Kulitnya bersisik, tapi daging buahnya halus dan lembut. Potonglah jadi dua. Ambil sendok, keruk daging buah dengan perasaan bahagia, lalu benamkan ke rongga mulut. Tak usah digigit, biarkan daging buah mencair hanya dengan sedikit tekanan lidah ke langit-langit mulut.

Biar daging naga itulah menggigit lidah, lalu biarkan luruh ke kerongkongan, dan rasakan betapa sejuk udara di nadi darahmu, seakan kemarau tak pernah ada.

Saya membayangkan seekor naga itu adalah Made Arnaja. Ia lelaki kelahiran Desa Tajun, Buleleng, 28 Oktober 1950. Dari “goa” tempatnya lahir, dulu, ia meliukkan tubuhnya, mengepakkan sayap, terbang ke Surabaya. Di kota itu ia menyemburkan ”api kesaktian” dari mulutnya dengan menjadi notaries.

Ia sukses. Lalu pulang, terbang kembali ke “goa” di Desa Tajun. Seakan bertapa, ia merawat masa tuanya dengan baik. Ia menjadi petani buah. Masa-masa bertempur di “medan perang” ia lupakan. Kini ia bertempur dengan dirinya sendiri. Bertempur dengan sabar di medan kebun buah naga.

Saya mengenal Made Arnaja beberapa bulan lalu. Waktu itu Minggu. Saya diajak suami yang wartawan untuk ikut liputan buah organik ke Desa Tajun. Saya ikut berkenalan dengan pemilik lahan buah organik yang diwawancara suami. Dia, Made Arnaja, dan saya terkesan.

Di masa ketika banyak pensiunan jalan-jalan ke luar negeri menikmati masa tuanya, Arnaja justru terbenam di antara rimbun kebun buah-buahan di kampungnya. Kebun dia memang luas berisi pohon buah beraneka ragam.

Sambil berjalan melihat kebun, Made Arnaja selalu dengan semangat menceritakan dari awal ia merintis lahan, lalu mencoba menanaminya dengan berbagai tanaman buah. Hasilnya, tumbuh dan berbuahlah biji-biji buah dengan kualitas yang bagus.

Saya berkali hanya berdecak kagum menyaksikan pohon buah yang tumbuh subur dan berbuah lebat.

“Kebun ini saya beri nama Rama Shinta Farm,” katanya.

“Kenapa Rama Shinta?”

“Karena Rama Shinta adalah tokoh pewayangan yang tidak hanya terkenal di Bali, tapi juga di negara-negara lain. Jadi kebun ini juga bisa dikenal bukan hanya di Bali, namun juga di negara lain. Selain itu juga gampang untuk diingat,” sahutnya.

Saya hanya mengangguk. Napas mulai ngos-ngosan. Yah. Kita ngobrol sambil mengelilingi lahan dua hektar. Lumayan capek.  Tapi semua tak terasa saat melihat buah naga yang lebat dan beraneka ragam.  Ada buah naga merah,  putih,  kuning,  orange dan hitam. Takjub bukan?

Arnaja awalnya tak memikirkan untung saat mengembangkan buah naga di kampungnya. Dengan semangat mencoba, ia ingin membuktikan bahwa buah naga yang biasa tumbuh di gurun itu bisa juga tumbuh di dataran agak tinggi. Juga ada keinginannya untuk menjadi Buleleng secara lebih luas sebagai pusat buah-buahan.

“Ketika saya menanam, bukan berapa untung yang akan saya dapatkan melainkan berhasil atau tidakkah buah ini dikembangkan,” katanya.

Yang menarik, Arnaja mencoba mengembangkan buah naga kuning biasa, buah naga hitam dan buah naga kuning jenis Palora Equador serta jenis buah naga merah dan putih. Dan saat ini ia lebih fokus mengembangkan buah naga kuning jenis Palora Equador di daerah dengan ketinggian 1.100 mdpl dan luas 4 hektare yang berada di Batukaang, Kintamani, Bangli.

“Jenis Palora masih berbunga tetapi jenis buah naga kuning biasa yang bentuknya lebih kecil sudah sempat panen sekali,” katanya.

Buah naga Palora Equador itu memang langka. Jika Arnaja berhasil, mungkin itu akan menjadi contoh yang bagus bagi pengembangan buah itu di Bali, atau khususnya di Buleleng. “Kalau kita bisa kembangkan di Buleleng kenapa kita mesti jauh-jauh impor dari luar negeri,” ucapnya.

Selain buah naga, di kebun milik Arnaja juga terdapat berbagai jenis tanaman buah lainnya yang dirawat dengan baik dan tumbuh dengan baik. Dan tentu saja berbuah dengan baik pula. Salah satunya durian.

Durian juga bukan cuma durian montong yang sudah biasa kita dengar,  tapi ada durian yang isinya merah.  Kemudian ada juga durian tak berduri alias durian gundul.

Yang paling membuat saya menganga, ada durian asal Malaysia yang harga per kilo mencapai Rp. 350.000. Namanya durian Musang King.  Bayangkan jika sebuah durian beratnya mencapai dua kilogram dan satu pohon berbuah hingga sepuluh sampai dua puluh buah. Duitnya berapa?

Khayalanku pecah saat Arnaja punya keingin mengadakan pesta makan durian di kebunnya.  Dengan semangat aku langsung menyambar “Ayo, Pak, kita siap bantu garap!”

Rama Shinta pun tidak dikembangkan dalam satu tempat.  Ada Rama Shinta 2 dan 3, sampai Rama Shinta 4. Rama Shinta 2 dan 3 terletak di Desa Depeha. Dan Rama Shinta 4 terletak di Desa Batukaang Kabupaten Bangli.  Lahannya mencapai luas 7 hektar.  Bisa dipakai areal perkemahan, disamping ditanami buah naga,  jeruk,  dan kopi.

Yang paling membuat saya kagum,  Arnaja membuat pupuk organik sendiri. Ia  memelihara kambing dan sapi kemudian mengolah kotoran ternak tersebut menjadi pupuk dan menyemai bibit sendiri.

Buah naga kuning dan orange yang susah didapat bibitnya, ia coba semai dari biji dari buah yang dibeli istrinya di supermaket.  Sungguh perjuangan yang benar-benar diacungi jempol untuk seorang pensiunan yang harusnya sudah menikmati masa tua hanya dengan bersenang-senang.

Musim durian tiba, saat yang tidak pernah saya sangka ketika tiba-tiba Arnaja chat dan bilang,  “Tu nanti siang ke rumah Tajun ya,  kebetulan anak-anak saya kumpul dan jangan lupa buat orat-oret untuk rencana Pesta Makan Duren seperti yang pernah saya bilang!”

Waaah, pucuk dicinta ulam pun tiba.  Tanpa pikir panjang saya bangunkan suami dan langsung menyampaikan kabar baik itu.  Langsung saya orat-oret dan cur ke Tajun. Diskusi pun lumayan panjang dan alot sampai akhirnya kita sepakat membuat acara pesta ini sebagai Festival dengan nama “Festival Makan Duren.”

Semoga akan terselenggara dengan baik dan lancar dan jangan lupa buat yang baca tulisan ini ayo daftar biar nggak penasaran. (T)

Tags: buahbulelengpertanian
Share206TweetSendShareSend
Previous Post

Jangan Jadi Petani di Bali, Berat…

Next Post

In Memoriam Agus Sadikin Bakti: Santailah ke Nirwana, Ingat “Menang Kalah Sehat”

Pande Putu Sriasih

Pande Putu Sriasih

Ibu Rumah Tangga, tinggal di Singaraja, Bali

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam Agus Sadikin Bakti: Santailah ke Nirwana, Ingat “Menang Kalah Sehat”

In Memoriam Agus Sadikin Bakti: Santailah ke Nirwana, Ingat “Menang Kalah Sehat”

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co