3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam Agus Sadikin Bakti: Santailah ke Nirwana, Ingat “Menang Kalah Sehat”

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Feature
In Memoriam Agus Sadikin Bakti: Santailah ke Nirwana, Ingat “Menang Kalah Sehat”

Istimewa

SAYA tak ingat turnamen jenis apa itu. Yang jelas ada pertandingan sepakbola. Tempatnya di  Stadion Mayor Metra, sekira tahun 2002/2003. Mungkin karena dana minim, di lapangan tak tampak ada persiapan megah, padahal pertandingan sudah akan dimulai.

Bahkan meja duduk untuk instruktur pertandingan pun belum ada. Konon tak ada yang sewa meja karena duit belum ada. Seseorang bergerak, entah dengan cara apa. Tiba-tiba sekitar setengah jam kemudian datang mobil pick-up membawa meja dan sejumlah perlengkapan lain.

Sopir pick-up itu saya kenal dan ingat wajahnya hingga kini. Tapi saya lupa namanya. Yang benar-benar saya ingat, di pintu belakang pick-up tertulis tiga huruf besar: MKS.

Saya ingat tiga huruf itu karena pada saat itu seseorang nyeletuk gembira. “Yen sube mobil MKS datang, mekejang beres,” Artinya, kalau sudah mobil MKS datang semuanya beres.

Sebagai orang yang baru sekitar setahun-dua tahun di Buleleng, saya heran kenapa MKS begitu sakti. Apalagi kemudian dalam beberapa perhelatan event olahraga, baik cabang sepakbola, bulutangkis maupun  cabang lain, nama MKS selalu disebut-sebut.

Apa itu MKS. Saya tahu kemudian bahwa MKS adalah singkatan dari Menang Kalah Sehat. Itu semacam persatuan olahraga (POR) yang dibentuk Agus Sadikin Bakti, atau dikenal dengan nama Asbak. POR MKS dibentuk sekitar tahun 1975-an mengusung olahraga santai dengan prinsip kegembiraan, tanpa punya ambisi besar untuk jadi besar (apalagi dengan segala cara).

Agus Sadikin Bakti sangat mencintai MKS sebagaimana ia mencintai kegembiraan. Bahkan nama anaknya yang lahir di kisaran tahun itu diberi nama sesuai dengan inisial MKS, yakni Mila Krisna Silayati. POR MKS mewadahi berbagai cabang olahraga, antara lain sepakbola dan bulutangkis. Pada masa tahun 1980-an, semua klub yang berada di bawah naungan MKS selalu berjaya, hingga nama MKS sangat terkenal di Buleleng dan selalu melekat dengan sosok Agus Sadikin.

Selain mencintai MKS, tentu saja Agus Sadikin Bakti mencintai olahraga dan atlet-atlet yang berkembang di Buleleng. Ia pernah jadi pengurus KONI dan cukup lama terbenam dalam urusan-urusan PBSI Buleleng. Untuk dua cabang ini ia banyak berkorban, bukan hanya tenaga namun juga materi. Namun ia tak pernah bermasalah dengan pengorbanannya itu. Prinsipnya tetap MKS, menang kalah, termasuk dalam urusan materi, tak apa-apa, yang penting sehat.

Pribadi yang Unik

Kini Agus Sadikin Bakti meninggakan dunia olahraga yang dicintainya untuk selamanya. Ia meninggal dalam usia 77 tahun,  Jumat 2 Februari, ukul 05.05 wita, setelah sempat dirawat di RSUD Buleleng akibat Parkinson yang dideritanya sejak lama. Agus Sadikin Bakti meninggalkan seorang istri, Ni Luh Dwiasmi, dengan 6 anak dan 15 cucu.

Saya pernah mewancarai Agus Sadikin Bakti cukup intens tentang kiprahnya di dunia olahraga di Buleleng. Dari wawancara itu saya tahu Agus Sadikin Bakti adalah pribadi yang unik. Ia lahir di keluarga pengusaha, namun amat cinta pada olahraga dan juga seni. Bahkan kadang ia rela meninggalkan usahanya untuk mengurus olahraga, hingga omset usahanya berkali-kali sempat turun.

Dari sejumlah teman Agus Sadikin Bakti diketahui keluarga Agus Sadikin dulu punya toko besar bernama Toko Bakti di Jalan Diponogoro. Itu toko besar yang menjual segala jenis barang. Agus Sadikin Bakti kemudian juga mendirikan Toko Bahtera di Jalan Dewi Sartika Singaraja yang menjual alat-alat perlengkapan olahraga.

Terkadang, dalam sebuah kegiatan olahraga yang minim dana, alat dan perlengkapan olahraga untuk memperlancar kegiatan itu biasanya diambil terlebih dahulu di Toko Bahtera. Kadang dibayar kemudian, kadang tak dibayar hingga dilupakan sama sekali.

Istri Pertama

Untuk urusan pembinaan atlet, Agus Sadikin juga mengerahkan jiwa-raganya agar atlet-atlet Buleleng selalu berjaya. Terutama di bidang bulutangkis.  Baginya, bulutangkis adalah istri pertamanya.

“Ibu saya sering bilang, kalau bulutangkis itu adalah istri pertama bapak. Karena hampir tiap hari itu selalu bulutangkis, entah latihan, pertandingan dan lainya,” kata Chandra Berata, putra kedua Agus Sadikin.

Agus Sadikin sejak umur sekitar 15 tahun memang sudah mengenal buliutangkis dengan prestasi cukup gemilang, bahkan masuk dalam jajaran atlit bulutangkis yang cukup disegani lawan-lawannya.

Putra Dana (seorang pengurus inti PBSI Buleleng), mengakui Agus Sadikin Bakti dikenal sebagai tokoh panutan bagi insan pebulutangkis Bali umumnya dan Buleleng khususnya. Agus dinilai berani berkorban untuk kemajuan atlet-atlet bulutangkis. “Kalau materi jangan ditanya. Waktunya selalu ia luangkan untuk bulutangkis,” kata Putra Dana.

Pada suatu ketika, kata Putra Dana, tim bulutangkis Buleleng bertanding ke Denpasar. Agus Sadikin ikut sampai menutup tokonya selama dua hari. Agus Sadikin adalah panutan dan contoh yang mungkin sekarang kita tidak akan temui.

Kata-kata yang tidak pernah dilupakan oleh Putra Dana dari Agus Sadikin adalah “Yen sing ngelah modal de ngai model,” Artinya, jika tak punya modal, jangan bikin aneh-aneh.

Untuk urusan membuat kata-kata penuh makna dan motivasi, Agus Sadikin tak bisa dianggap remeh. Jika pernah masuk ke Gedung Bulutangkis di kawasan GOR Bhuwana Patra, di sejumlah dinding terdapat kata-kata movitasi bagi para atlet yang bertanding di gedung itu. Kata-katanya tak melulu serius, bahkan kerap mengandung kelucuan.

Dengan pribadi semacam itu, tak salah Joger sempat memberikan Agus Sadikin Bakti sertifikat yang diumumkan dalam kolom di media massa. Di situ ditulis pekerjaan Agus Sadikin: Pengusaha di waktu luang. Hobby: Main, Membina, dan melatih Bulutangkis.

Penghargaan yang lebih serius diperoleh dari PWI Bali. Ia dianugerahi penghargaan sebagai pengerak terbaik olahraga di Bali, pada tahun 1981. Kemudian Pemkab Buleleng juga memberikan penghargaan Satya Krida Nugraha, pada tahun 2008.

Akhirnya, selamat jalan Agus Sadikin Bakti. Santai saja. Tetap berolahraga di nirwana, dan ingat MKS, Menang Kalah Sehat. (T)

 

Tags: bulelengin memoriamolahragatokoh
Share162TweetSendShareSend
Previous Post

Sang Naga dari Tajun

Next Post

“Catatan Pulang” Penyair Angga Wijaya, Catatan Seorang Pengagum

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails
Next Post
“Catatan Pulang” Penyair Angga Wijaya, Catatan Seorang Pengagum

"Catatan Pulang" Penyair Angga Wijaya, Catatan Seorang Pengagum

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co