2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam Agus Sadikin Bakti: Santailah ke Nirwana, Ingat “Menang Kalah Sehat”

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Feature
In Memoriam Agus Sadikin Bakti: Santailah ke Nirwana, Ingat “Menang Kalah Sehat”

Istimewa

SAYA tak ingat turnamen jenis apa itu. Yang jelas ada pertandingan sepakbola. Tempatnya di  Stadion Mayor Metra, sekira tahun 2002/2003. Mungkin karena dana minim, di lapangan tak tampak ada persiapan megah, padahal pertandingan sudah akan dimulai.

Bahkan meja duduk untuk instruktur pertandingan pun belum ada. Konon tak ada yang sewa meja karena duit belum ada. Seseorang bergerak, entah dengan cara apa. Tiba-tiba sekitar setengah jam kemudian datang mobil pick-up membawa meja dan sejumlah perlengkapan lain.

Sopir pick-up itu saya kenal dan ingat wajahnya hingga kini. Tapi saya lupa namanya. Yang benar-benar saya ingat, di pintu belakang pick-up tertulis tiga huruf besar: MKS.

Saya ingat tiga huruf itu karena pada saat itu seseorang nyeletuk gembira. “Yen sube mobil MKS datang, mekejang beres,” Artinya, kalau sudah mobil MKS datang semuanya beres.

Sebagai orang yang baru sekitar setahun-dua tahun di Buleleng, saya heran kenapa MKS begitu sakti. Apalagi kemudian dalam beberapa perhelatan event olahraga, baik cabang sepakbola, bulutangkis maupun  cabang lain, nama MKS selalu disebut-sebut.

Apa itu MKS. Saya tahu kemudian bahwa MKS adalah singkatan dari Menang Kalah Sehat. Itu semacam persatuan olahraga (POR) yang dibentuk Agus Sadikin Bakti, atau dikenal dengan nama Asbak. POR MKS dibentuk sekitar tahun 1975-an mengusung olahraga santai dengan prinsip kegembiraan, tanpa punya ambisi besar untuk jadi besar (apalagi dengan segala cara).

Agus Sadikin Bakti sangat mencintai MKS sebagaimana ia mencintai kegembiraan. Bahkan nama anaknya yang lahir di kisaran tahun itu diberi nama sesuai dengan inisial MKS, yakni Mila Krisna Silayati. POR MKS mewadahi berbagai cabang olahraga, antara lain sepakbola dan bulutangkis. Pada masa tahun 1980-an, semua klub yang berada di bawah naungan MKS selalu berjaya, hingga nama MKS sangat terkenal di Buleleng dan selalu melekat dengan sosok Agus Sadikin.

Selain mencintai MKS, tentu saja Agus Sadikin Bakti mencintai olahraga dan atlet-atlet yang berkembang di Buleleng. Ia pernah jadi pengurus KONI dan cukup lama terbenam dalam urusan-urusan PBSI Buleleng. Untuk dua cabang ini ia banyak berkorban, bukan hanya tenaga namun juga materi. Namun ia tak pernah bermasalah dengan pengorbanannya itu. Prinsipnya tetap MKS, menang kalah, termasuk dalam urusan materi, tak apa-apa, yang penting sehat.

Pribadi yang Unik

Kini Agus Sadikin Bakti meninggakan dunia olahraga yang dicintainya untuk selamanya. Ia meninggal dalam usia 77 tahun,  Jumat 2 Februari, ukul 05.05 wita, setelah sempat dirawat di RSUD Buleleng akibat Parkinson yang dideritanya sejak lama. Agus Sadikin Bakti meninggalkan seorang istri, Ni Luh Dwiasmi, dengan 6 anak dan 15 cucu.

Saya pernah mewancarai Agus Sadikin Bakti cukup intens tentang kiprahnya di dunia olahraga di Buleleng. Dari wawancara itu saya tahu Agus Sadikin Bakti adalah pribadi yang unik. Ia lahir di keluarga pengusaha, namun amat cinta pada olahraga dan juga seni. Bahkan kadang ia rela meninggalkan usahanya untuk mengurus olahraga, hingga omset usahanya berkali-kali sempat turun.

Dari sejumlah teman Agus Sadikin Bakti diketahui keluarga Agus Sadikin dulu punya toko besar bernama Toko Bakti di Jalan Diponogoro. Itu toko besar yang menjual segala jenis barang. Agus Sadikin Bakti kemudian juga mendirikan Toko Bahtera di Jalan Dewi Sartika Singaraja yang menjual alat-alat perlengkapan olahraga.

Terkadang, dalam sebuah kegiatan olahraga yang minim dana, alat dan perlengkapan olahraga untuk memperlancar kegiatan itu biasanya diambil terlebih dahulu di Toko Bahtera. Kadang dibayar kemudian, kadang tak dibayar hingga dilupakan sama sekali.

Istri Pertama

Untuk urusan pembinaan atlet, Agus Sadikin juga mengerahkan jiwa-raganya agar atlet-atlet Buleleng selalu berjaya. Terutama di bidang bulutangkis.  Baginya, bulutangkis adalah istri pertamanya.

“Ibu saya sering bilang, kalau bulutangkis itu adalah istri pertama bapak. Karena hampir tiap hari itu selalu bulutangkis, entah latihan, pertandingan dan lainya,” kata Chandra Berata, putra kedua Agus Sadikin.

Agus Sadikin sejak umur sekitar 15 tahun memang sudah mengenal buliutangkis dengan prestasi cukup gemilang, bahkan masuk dalam jajaran atlit bulutangkis yang cukup disegani lawan-lawannya.

Putra Dana (seorang pengurus inti PBSI Buleleng), mengakui Agus Sadikin Bakti dikenal sebagai tokoh panutan bagi insan pebulutangkis Bali umumnya dan Buleleng khususnya. Agus dinilai berani berkorban untuk kemajuan atlet-atlet bulutangkis. “Kalau materi jangan ditanya. Waktunya selalu ia luangkan untuk bulutangkis,” kata Putra Dana.

Pada suatu ketika, kata Putra Dana, tim bulutangkis Buleleng bertanding ke Denpasar. Agus Sadikin ikut sampai menutup tokonya selama dua hari. Agus Sadikin adalah panutan dan contoh yang mungkin sekarang kita tidak akan temui.

Kata-kata yang tidak pernah dilupakan oleh Putra Dana dari Agus Sadikin adalah “Yen sing ngelah modal de ngai model,” Artinya, jika tak punya modal, jangan bikin aneh-aneh.

Untuk urusan membuat kata-kata penuh makna dan motivasi, Agus Sadikin tak bisa dianggap remeh. Jika pernah masuk ke Gedung Bulutangkis di kawasan GOR Bhuwana Patra, di sejumlah dinding terdapat kata-kata movitasi bagi para atlet yang bertanding di gedung itu. Kata-katanya tak melulu serius, bahkan kerap mengandung kelucuan.

Dengan pribadi semacam itu, tak salah Joger sempat memberikan Agus Sadikin Bakti sertifikat yang diumumkan dalam kolom di media massa. Di situ ditulis pekerjaan Agus Sadikin: Pengusaha di waktu luang. Hobby: Main, Membina, dan melatih Bulutangkis.

Penghargaan yang lebih serius diperoleh dari PWI Bali. Ia dianugerahi penghargaan sebagai pengerak terbaik olahraga di Bali, pada tahun 1981. Kemudian Pemkab Buleleng juga memberikan penghargaan Satya Krida Nugraha, pada tahun 2008.

Akhirnya, selamat jalan Agus Sadikin Bakti. Santai saja. Tetap berolahraga di nirwana, dan ingat MKS, Menang Kalah Sehat. (T)

 

Tags: bulelengin memoriamolahragatokoh
Share162TweetSendShareSend
Previous Post

Sang Naga dari Tajun

Next Post

“Catatan Pulang” Penyair Angga Wijaya, Catatan Seorang Pengagum

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails
Next Post
“Catatan Pulang” Penyair Angga Wijaya, Catatan Seorang Pengagum

"Catatan Pulang" Penyair Angga Wijaya, Catatan Seorang Pengagum

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co