17 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tahun Baru Kids Zaman Old: Bikin Lom Gede, Rambut Merah Disemir Buah Gondola

Komang Yudha by Komang Yudha
February 2, 2018
in Opini

tatkala/diolah dari gambar di google

 

TAHUN Baru 2018 sudah dekat. Apa yang disiapkan kids zaman now? Kembang api dari ukuran sekecil dupa hingga ukuran segede meriam zaman Belanda. Mereka mempersiapkan motor paling canggih untuk konvoi di jalan raya. Rambut tak lupa disemir dengan warna kesukaan.

Tahukah ABG zaman now jika buah gondola yang tumbuh di semak-semak tepi sungai bisa digunakan sebagai semir rambut? Ah, mana mereka tahu. Pada zaman now semir bisa didapat di toko dengan mudah, bahkan tak takut dimarahi orang tua jika rambutnya tampak warna-warni dan perlu waktu khusus untuk menghilangkannya.

Aku, dulu, saat berstatus kids kampung, dan ingin ikut-ikutan heboh merayakan Tahun Baru, buah gondola adalah penolong penting untuk anak kampung agar bisa ikut bergaya. Aku dan teman-teman sekampung, menjelang Tahun Baru, akan turun ke tepi sungai mencari buah gondola untuk semir rambut. Rambut pun warna merah. Jangan cemas, orang tua tak akan marah. Karena habis bermain, rambut bisa dicuci dan semir pun hilang. Jika ingin mewarnai lagi, tinggal cari lagi buah gondola. Sungguh asyik dan menyenangkan.

Buah gondola itu berukuran kecil, bulat, mirip dengan buah boni. Namun sayangnya buah ini hanya memiliki satu warna, yakni merah saja. Namun saat kini, buah ini nampaknya sudah sulit untuk dicari.

Cara penggunaan buah gondola pun sangat sederhana. Cukup dengan memecahkan buahnya, lalu diaduk dan bilaskan pada rambut. Meski agak sedikit kasar dan tidak seperti semir rambut jaman now, namun daya tahan semir tersebut tiada tandingannya. Semakin kering daya tahanya semakin lama.

Tanaman gondola

Menambahkan keindahan pada rambut melalui semir alami hampir dilakukan setiap harinya pada waktu itu,dengan gaya-gaya yang masih terbilang norak. Dulu aku ingat sekali, gaya semir yang paling populer adalah menyemir di bagian ujung-ujung rambur bagian depan. Ditambah juga dengan gaya rambut belah dua.

Di desaku, biasanya kegiatan tersebut satu paket dengan kegiatan mandi di sungai. Karena saat mandi, rambut pun dicuci, dan semir hilang. Itu untuk menghindari amarah orang tua, yang pada waktu itu, kami tidak diijinkan menyemir rambut walupun dengan bahan alami.

ABG zaman now bahkan mengenal buah gondola pun tidak. Kini anak-anak sudah mulai patungan  untuk membeli semir yang bermerk dan dengan kualitas yang bagus.

Ditambah bersemir di saat hari libur panjang seperti saat ini, sudah pasti tidak dimarah oleh bapak/ibu guru di sekolah. Yaaa begitulah, namanya perkembangan zaman, harus tetap disyukuri dan dinikmati.

Bicara kembang api, pernahkan Anda yang masuk katagori ABG zaman old membuat lom atau lom-loman dari sebuah bambu? Lom adalah semacam senapan besar yang terbuat dari bambu yang bisa mengeluarkan suara letusan lumayan keras.

Dulu,aku sendiri harus bersusah payah,mencari sebatang bambu yang berukuran besar yang dipergunakan untuk membuat lom pada masa itu. Aku bersama teman-temanku harus menyusuri sungai untuk mendapatkan batang bambu yang berukuran besar dan tebal, demi membuat lom yang suaranya mampu membuat gendang telinga hampir pecah.

Bahkan karbit sebagai bahan utama tatkala itu harus aku beli seharga Rp.500 per bungkusnya. Aku pun harus menyisihkan uang bekal sekolahku untuk bisa membeli karbit dan menghibur teman-teman disaat jam pulang sekolah. Terakhir aku ingat, tahun itu sekitar tahun 2003,di saat aku duduk di bangku sekolah dasar.

Betapa bahagianya saat itu, dengan membawa lom berukuran besar, dipoles dengan semir alami berwarna merah,menyusuri sungai dan ladang milik tetangga, ibarat kita sudah menjadi anggota komandao pasukan khusus, walaupun bukan dengan baret merah,melainkan dengan rambut merah.

Lalu,bagaimana dengan anak-anak saat ini?

Anak-anak jaman now,sudah disibukkan dengan gadget, update status, buat story-lah, update foto sama pacar dan lainnya.  Jika dibandingkan,nampaknya anak-anak jaman now sudah tidak mengenal permainan tradisional seperti jamanku waktu tahun 2003 lalu.

Hmmmm,,,,jaman segitu cepatnya berubah. Namun,pada tahun 2015 permainan di waktu aku masih sekolah dasar, sudah mulai berevolusi. Entah dapat ide dari siapa dan darimana,anak-anak di desaku sudah mulai membuat lom dengan bahan dasar dari pipa plastik, dikombinasi dengan korek gas,berbahan bakar sepritus dan suaranya menyaingi lom yang aku buat tatkala itu.

Aku sendiri juga mempunyi  keponakan,entah dapat ilmu dari mana,keponakanku sudah bisa merakit lom pipa tersebut dengan mandirinya.

Awalnya aku tidak tahu,jika lom pipa tersebut menggunanakn salah satu dari elemen korek gas saat ini.Disaat aku membeli korek gas baru,dua harinya langsung hilang,tiga harinya hilang,begitupun seterusnya. Usut-punya usut,eh keponakanku yang nyolong, alasannya dipakai untuk mengapian senjata jaman now, katanya.

Entahlah pada perayaan tahun-tahun baru pada masa depan, permainan apa lagikah yang mewarnai masa anak-anak zaman future? (T)

 

Tags: floraGenerasi Zaman Nownostalgiatahun baru
Share87TweetSendShareSend
Previous Post

Peri Kecilmu Pergi, Ibu

Next Post

“Street Art”, Jalan Kreatif Seniman Muda – Pameran Komunitas Djamur di Bentara Budaya

Komang Yudha

Komang Yudha

Lahir di Buleleng., bercita-cita membangun desa, eh, bukannya jadi kepala desa, malah jadi wartawan

Related Posts

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails
Next Post

“Street Art”, Jalan Kreatif Seniman Muda – Pameran Komunitas Djamur di Bentara Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar
Khas

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan
Panggung

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium
Gaya

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

by tatkala
September 16, 2026
Membaca Naga Agus Kama Loedin
Ulas Rupa

Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

by I Wayan Westa
September 16, 2026
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan
Ulas Rupa

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

by Angga Wijaya
September 16, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem
Esai

Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

SENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...

by Agung Sudarsa
September 16, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co