12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memburu Ciprat Air di Air Terjun Sekumpul: Padunya Keindahan dan Ketegangan

Jaswanto by Jaswanto
February 2, 2018
in Tualang

Penulis berpose dengan latar Air Terjun Sekumpul

 

DAYA tarik wisata di Bali seperti tidak ada habisnya. Mulai dari pantai, gunung—pendakian—hingga wisata air terjun. Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, meyimpan surga dunia yang masih sangat alami. Salah satunya adalah Air Terjun Sekumpul.

Selasa, 14 November 2017. Saya, Dziky, Fahmi, dan Chalim, mencoba mengeksplor wisata Bali Utara untuk sedikit menghilangkan kejenuhan setelah aktivitas perkuliahan yang padat. Kami berangkat dari Singaraja sekitar pukul 16:30 waktu setempat dan sampai di lokasi sekitar pukul 17:30 WITA. Satu jam perjalanan menggunakan motor. Kira-kira 20 km dari Kota Singaraja.

Air Terjun Sekumpul, sesuai namanya, terdiri dari sekumpulan air terjun, dengan jumlah mencapai tujuh air terjun yang letaknya terpisah-pisah dan berjauhan. Tujuh air terjun tersebut tersebar di tebing-tebing yang tinggi dan dikelilingi oleh pohon-pohon yang masih sangat hijau sehingga akan menyejukkan mata Anda. Benar-benar menakjubkan. Air terjun ini mendapat julukan dari warga asing dengan nama Sevent Point Waterfall. Sedangkan warga setempat menyebutnya Air Terjun Pemuatan.

Dari ketujuh air terjun tersebut, hanya ada dua air terjun yang agak mudah untuk didatangi. Dua air terjun itu cukup unik. Disamping letaknya yang berdekatan, mulai dari ketinggian dan debit air masing-masing berbeda. Dan saya serta kawan-kawan, karena waktunya tidak tepat, hanya bisa mendatangi dua air terjun saja.

Bagian ini yang menarik. Untuk melihat dan berfoto ria, merasakan cipratan air, Anda harus menyiapkan tenaga yang ekstra sekali. Kenapa? Karena Anda harus menuruni ratusan anak tangga yang curam di beberapa tempat, jalan licin, suasana hutan yang mencekam, diam—hanya suara gemuruh air, jangkrik, orong-orong dan serangga hutan lainya yang terdengar—sesekali juga suara ayam hutan, tebing-tebing yang angkuh dan juga menyeberangi sungai yang arus dan kedalamannya lumayan (sepaha orang dewasa).

Namun suasana alami pedesaan, aktifitas warga—petani—, terassering, pepohonan yang hijau, hawa sejuk yang akan menghilangkan lelah Anda ketika dalam perjalanan.

Air Terjun Sekumpul yang alami

Memang membutuhkan usaha yang lumayan untuk dapat menikmati air terjun setinggi kurang lebih 80 meter itu. Suara deburan air yang jatuh membentur bebatuan, percikan air yang membuat cipratan menciptakan suasana syahdu dan menenangkan hati. Sebuah harmoni alam. Pepohonan yang rindang, asri, akan membuat siapa pun jatuh hari pada Air Terjun Sekumpul. Saya pribadi mengakui ketakjuban saya terhadap Air Terjun Sekumpul ini. Wajib bagi Anda yang suka jelajah alam untuk mengunjungi air terjun ini.

Waktu sudah petang. Kabut yang ditimbulkan dari gerojokan sudah mulai membumbung ke atas menutupi jalan dan sekitarnya. Sudah saatnya kembali, pikir kami. Kami kembali ke atas sebelum hari benar-benar petang. Sebenarnya kurang puas, akan tetapi waktu sangat cepat berlalu. Untuk kembali ke atas pun bukan tanpa hambatan, menaiki ratusan anak tangga yang curam, ditambah dengan gerimis rintik-rintik, membuat jalanan cukup licin.

Bergetar kaki kami. Tersendat napas kami (ngos-ngosan). Bagi yang mempunyai penyakit asma, saya sarankan untuk mempersiapkan obat-obatan atau peralatan yang lengkap.
Jujur, hati saya gusar. Hari semakin petang dan masih banyak anak tangga yang harus didaki untuk sampai ditempat kami memarkir kendaraan. Satu demi satu anak tangga kami naiki. Dengan sisa tanaga, kami mencoba mengatur napas dengan benar agar tubuh tetap seimbang.

Kami sampai di atas. Lega. Kami menghirup udara dalam-dalam, dan menghembuskannya secara perlahan. Bahkan saya sudah sendari tadi menjatuhkan tubuh disebuah batu dekat papan pengumuman. Ketegangan mulai terjadi disaat Fahmi ingin memasukkan kameranya. Tas kecil tempat kamera tidak dibawanya.

“Ya Allah…” ucapnya.

Kami bertiga menatapnya.

“Tasku mana? Tasku ketinggalan di bawah.” katanya sambil memegang kepala.

Kami mulai tegang. Hari makin gelap. Suara gesekan sayap orong-orong yang aneh mulai terdengar menyeramkan. Bukit yang semula hijau kini hitam angkuh. Hutan pada malam hari.

“Ayo temani aku buat kembali ke bawah.” bujuknya.

Saya diam.

“Lim, temani Fahmi kebawah!” Dziky menyahut.

“Tunggu dululah, Bro. Aku masih mengatur napas ini.”

“Ah… keburu makin gelap ini.” Fahmi mulai panik.

Saya tetap diam. Tak bisa ngomong. Bahkan tak berani membayangkan keadaan di bawah sana.

“Ayolah!” Fahmi mulai mendesak.

“Ya sudah ayo.” Chalim bersedia.

Saya lega. Mereka berdua—dengan sisa tenaga dan keberanian yang masih ada—nekat kembali ke bawah dengan bekal senter handpone. Sedangkan saya dan Dziky, menunggu di atas dengan hati yang gusar. Jika nanti mereka berdua—sejam tidak kembali—saya akan panggil warga untuk membantu mencari mereka berdua, pikirku. Saya tidak tahu keadaan di bawah seperti apa, jadi saya tidak dapat menceritakan proses mereka mengambil tas yang tertinggal. Mungkin, mereka tegang, takut, atau sejenisnya. Anda dapat membayangkannya sendiri.

Pukul 18:30 mereka belum sampai di atas. Saya kembali tegang, tidak tahu dengan Dziky, yang jelas dia masih asyik dengan kameranya. Tepat pukul 19:00, mereka berjalan terseok-seok saling rangkul satu sama lain. Chalim terlihat ngos-ngosan, Fahmi lebih parah rupanya. Saya lega. Saya bersyukur mereka kembali.

Keindahan Air Terjun Sekumpul, segar dan menyejukkan

Itulah tadi, catatan perjalanan kami di Air Terjun Sekumpul. Sebuah air terjun yang memberikan kesan keindahan dan ketegangan bagi saya. Untuk itu, jika Anda mau berkunjung ke Air Terjun sekumpul ini, saya sarankan untuk memulai perjalanan sekitar jam 07:00 – 08:00 pagi. Jangan seperti kami.

Okey. Semoga bermanfaat. (T)

Tags: balibulelengPariwisata
Share53TweetSendShareSend
Previous Post

November dan Botol Limun – Tiba-tiba Teringat Timpal Dole Sumadi

Next Post

Susanta Dwitanaya: Seni Rupa Menjadi Roh Kehidupan untuk Menulis

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails
Next Post

Susanta Dwitanaya: Seni Rupa Menjadi Roh Kehidupan untuk Menulis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co