25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memburu Ciprat Air di Air Terjun Sekumpul: Padunya Keindahan dan Ketegangan

Jaswanto by Jaswanto
February 2, 2018
in Tualang

Penulis berpose dengan latar Air Terjun Sekumpul

 

DAYA tarik wisata di Bali seperti tidak ada habisnya. Mulai dari pantai, gunung—pendakian—hingga wisata air terjun. Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, meyimpan surga dunia yang masih sangat alami. Salah satunya adalah Air Terjun Sekumpul.

Selasa, 14 November 2017. Saya, Dziky, Fahmi, dan Chalim, mencoba mengeksplor wisata Bali Utara untuk sedikit menghilangkan kejenuhan setelah aktivitas perkuliahan yang padat. Kami berangkat dari Singaraja sekitar pukul 16:30 waktu setempat dan sampai di lokasi sekitar pukul 17:30 WITA. Satu jam perjalanan menggunakan motor. Kira-kira 20 km dari Kota Singaraja.

Air Terjun Sekumpul, sesuai namanya, terdiri dari sekumpulan air terjun, dengan jumlah mencapai tujuh air terjun yang letaknya terpisah-pisah dan berjauhan. Tujuh air terjun tersebut tersebar di tebing-tebing yang tinggi dan dikelilingi oleh pohon-pohon yang masih sangat hijau sehingga akan menyejukkan mata Anda. Benar-benar menakjubkan. Air terjun ini mendapat julukan dari warga asing dengan nama Sevent Point Waterfall. Sedangkan warga setempat menyebutnya Air Terjun Pemuatan.

Dari ketujuh air terjun tersebut, hanya ada dua air terjun yang agak mudah untuk didatangi. Dua air terjun itu cukup unik. Disamping letaknya yang berdekatan, mulai dari ketinggian dan debit air masing-masing berbeda. Dan saya serta kawan-kawan, karena waktunya tidak tepat, hanya bisa mendatangi dua air terjun saja.

Bagian ini yang menarik. Untuk melihat dan berfoto ria, merasakan cipratan air, Anda harus menyiapkan tenaga yang ekstra sekali. Kenapa? Karena Anda harus menuruni ratusan anak tangga yang curam di beberapa tempat, jalan licin, suasana hutan yang mencekam, diam—hanya suara gemuruh air, jangkrik, orong-orong dan serangga hutan lainya yang terdengar—sesekali juga suara ayam hutan, tebing-tebing yang angkuh dan juga menyeberangi sungai yang arus dan kedalamannya lumayan (sepaha orang dewasa).

Namun suasana alami pedesaan, aktifitas warga—petani—, terassering, pepohonan yang hijau, hawa sejuk yang akan menghilangkan lelah Anda ketika dalam perjalanan.

Air Terjun Sekumpul yang alami

Memang membutuhkan usaha yang lumayan untuk dapat menikmati air terjun setinggi kurang lebih 80 meter itu. Suara deburan air yang jatuh membentur bebatuan, percikan air yang membuat cipratan menciptakan suasana syahdu dan menenangkan hati. Sebuah harmoni alam. Pepohonan yang rindang, asri, akan membuat siapa pun jatuh hari pada Air Terjun Sekumpul. Saya pribadi mengakui ketakjuban saya terhadap Air Terjun Sekumpul ini. Wajib bagi Anda yang suka jelajah alam untuk mengunjungi air terjun ini.

Waktu sudah petang. Kabut yang ditimbulkan dari gerojokan sudah mulai membumbung ke atas menutupi jalan dan sekitarnya. Sudah saatnya kembali, pikir kami. Kami kembali ke atas sebelum hari benar-benar petang. Sebenarnya kurang puas, akan tetapi waktu sangat cepat berlalu. Untuk kembali ke atas pun bukan tanpa hambatan, menaiki ratusan anak tangga yang curam, ditambah dengan gerimis rintik-rintik, membuat jalanan cukup licin.

Bergetar kaki kami. Tersendat napas kami (ngos-ngosan). Bagi yang mempunyai penyakit asma, saya sarankan untuk mempersiapkan obat-obatan atau peralatan yang lengkap.
Jujur, hati saya gusar. Hari semakin petang dan masih banyak anak tangga yang harus didaki untuk sampai ditempat kami memarkir kendaraan. Satu demi satu anak tangga kami naiki. Dengan sisa tanaga, kami mencoba mengatur napas dengan benar agar tubuh tetap seimbang.

Kami sampai di atas. Lega. Kami menghirup udara dalam-dalam, dan menghembuskannya secara perlahan. Bahkan saya sudah sendari tadi menjatuhkan tubuh disebuah batu dekat papan pengumuman. Ketegangan mulai terjadi disaat Fahmi ingin memasukkan kameranya. Tas kecil tempat kamera tidak dibawanya.

“Ya Allah…” ucapnya.

Kami bertiga menatapnya.

“Tasku mana? Tasku ketinggalan di bawah.” katanya sambil memegang kepala.

Kami mulai tegang. Hari makin gelap. Suara gesekan sayap orong-orong yang aneh mulai terdengar menyeramkan. Bukit yang semula hijau kini hitam angkuh. Hutan pada malam hari.

“Ayo temani aku buat kembali ke bawah.” bujuknya.

Saya diam.

“Lim, temani Fahmi kebawah!” Dziky menyahut.

“Tunggu dululah, Bro. Aku masih mengatur napas ini.”

“Ah… keburu makin gelap ini.” Fahmi mulai panik.

Saya tetap diam. Tak bisa ngomong. Bahkan tak berani membayangkan keadaan di bawah sana.

“Ayolah!” Fahmi mulai mendesak.

“Ya sudah ayo.” Chalim bersedia.

Saya lega. Mereka berdua—dengan sisa tenaga dan keberanian yang masih ada—nekat kembali ke bawah dengan bekal senter handpone. Sedangkan saya dan Dziky, menunggu di atas dengan hati yang gusar. Jika nanti mereka berdua—sejam tidak kembali—saya akan panggil warga untuk membantu mencari mereka berdua, pikirku. Saya tidak tahu keadaan di bawah seperti apa, jadi saya tidak dapat menceritakan proses mereka mengambil tas yang tertinggal. Mungkin, mereka tegang, takut, atau sejenisnya. Anda dapat membayangkannya sendiri.

Pukul 18:30 mereka belum sampai di atas. Saya kembali tegang, tidak tahu dengan Dziky, yang jelas dia masih asyik dengan kameranya. Tepat pukul 19:00, mereka berjalan terseok-seok saling rangkul satu sama lain. Chalim terlihat ngos-ngosan, Fahmi lebih parah rupanya. Saya lega. Saya bersyukur mereka kembali.

Keindahan Air Terjun Sekumpul, segar dan menyejukkan

Itulah tadi, catatan perjalanan kami di Air Terjun Sekumpul. Sebuah air terjun yang memberikan kesan keindahan dan ketegangan bagi saya. Untuk itu, jika Anda mau berkunjung ke Air Terjun sekumpul ini, saya sarankan untuk memulai perjalanan sekitar jam 07:00 – 08:00 pagi. Jangan seperti kami.

Okey. Semoga bermanfaat. (T)

Tags: balibulelengPariwisata
Share53TweetSendShareSend
Previous Post

November dan Botol Limun – Tiba-tiba Teringat Timpal Dole Sumadi

Next Post

Susanta Dwitanaya: Seni Rupa Menjadi Roh Kehidupan untuk Menulis

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post

Susanta Dwitanaya: Seni Rupa Menjadi Roh Kehidupan untuk Menulis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co