2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apalah Arti Gol Semata Wayang Lilipaly? – Menafsir Kembali Makna Sebuah Kiasan

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Opini

Stefano Lilipaly dipeluk pelatih Bali United, Widodo C Putro pada pertandingan PSM Makassar kontra Bali United di Stadion Mattoangin, Makassar, Senin (06/11/2017).

 

GOL semata wayang Stefano Lilipaly ke gawang Rivky Mokodompit menit ke-95 pada pertandingan PSM Makassar kontra Bali United FC di Stadion Mattoangin, Makassar, Senin (06/11/2017) menjadi pembeda. Gol pada laga yang disebut-sebut the real final ini mengubah segalanya. Minimal di papan skor dari 0-0 menjadi 0-1.

Gol semata wayang Lilipaly itu seolah menutup pertandingan karena sesaat setelah itu, peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan berakhir. Tidak ada waktu bagi tim berjuluk Juku Eja ini minimal menyamakan kedudukan. Tuan rumah PSM tidak mendapatkan poin, sedangkan Bali United menambah 3 poin. Gol itu juga menjadi pil pahit bagi Hamka Hamzah dan kawan-kawan. Selain mencoreng rekor laga kandang mereka.

Lebih serius lagi, dengan hasil tersebut PSM secara menyakitkan tersingkir dari persaingan merebut gelar juara Liga I Indonesia. Berbalik 180 derajat, skor itu sangat menguntungkan dan menyenangkan bagi skuat Serdadu Tridatu (julukan Bali United FC).

Kemenangan itu mengantar tim kebanggaan masyarakat Bali di puncak klasemen sementara dan berpeluang besar menjadi jawara di akhir kompetisi. Pertandingan tinggal menyisakan satu laga lagi. Persaingan tinggal dua klub saja, antara Bali United dan Bhayangkara FC. Namun, kita tunggu hingga berakhirnya Liga I, siapa pemegang kata “juara”  dan status “juara” karena dalam sepak bola Indonesia semua bisa diatur.

Nah, gol semata wayang Lilipaly tersebut juga mampu mengubah suasana dan kondisi di stadion. Sorak-sorai dan hingar-bingar lagu penonton yang penuh sesak di tribun stadion seketika berubah menjadi riuh. Berlanjut aksi lempar botol minuman. Belum sampai di situ saja, para ofisial PSM Makassar merangsek ke bench pemain Bali United. Mereka melakukan tindakan tak terpuji terhadap sejumlah anak asuh Widodo C Putro. Drama, kesan, dan makna gol semata wayang Lilipaly malam itu.

Sebelum laga itu pada Minggu (5/11/2017) malam, juga ada cerita tentang gol semata wayang. Sebuah gol yang diciptakan Alvaro Morata striker The Blues Chelsea. Berkat gol Morata di Stamford Bridge, Chelsea menang 1-0 atas Manchester United (MU) pada laga Premier League 2017-2018. Satu gol sundulan itu sudah meluluhlantakkan ambisi MU memangkas jarak selisih poin dengan pemuncak klasemen sementara Premier League, Manchester City.

Lalu mengapa harus gol semata mayang? Apakah gol itu menyerupai bentuk wayang? Seperti wayang orang, wayang golek, wayang beber, wayang klitik atau karucil, atau wayang kulit. Kalau yang itu macam-macam wayang yang ada di Indonesia. Semata wayang juga sering digunakan dengan kata anak sehingga “anak semata wayang”. Atau dengan “putri semata wayang”, seperti Presiden Jokowi mantu putri semata wayangnya Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution.

Dalam disiplin ilmu linguistik baik lingkup mikrolinguistik maupun makrolinguistik. Di lingkup mikrolinguistik maka morfologi menguraikannya. Maka, semata wayang terinci dari morfem /se/ /mata/ /wayang/. Fokus pada morfem /se/ yang merupakan prefik atau imbuan. Prefiks se- atau awalan se- tidak mempunyai variasi bentuk. Pengimbuhannya dengan cara merangkaikannya di muka kata yang diimbuhinya. Prefik se- tidak pernah mengalami perubahan bentuk ketika melekat pada morfem lain.

Fungsi awalan se- membentuk kata keterangan. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhannya antara lain menyatakan: seluruh atau segenap, membandingkan, sama, serupa, atau seperti. Imbuhan se- juga berarti sama waktu atau pada waktu, dan seberapa, sebanyak, atau sesuai. Jika bentuk dasarnya kata benda, nosi prefiks se- adalah sama dengan seperti selangit, segudang, dan lain-lain serta (satu) seperti serumah, seayah, seibu, dan semata.

Lalu secara semantiknya? Subdisiplin linguistik yang mempelajari makna secara umum baik makna leksikal maupun gramatikal. Makna cenderung didefinisikan dengan ekuivalennya yaitu arti, jadi makna itu arti, dan makna itu arti, hingga terjadi bolak-balik seperti lingkaran setan. Dalam buku “Dasar-dasar Linguistik Umum” yang ditulis Soeparno (TWY: 2002) Ebeling mengemukan definisi bahwa arti atau makna adalah proyeksi sekelompok ciri yang bersama-sama dimiliki sekelompok referen.

Setelah mendapatkan imbuhan /se/, kata dasar mata menjadi kata /semata/ maka bisa diuraikan kata /mata/ dan /wayang/ secara semantik leksikal bagian denotasi maupun konotasi. /Mata/ kata benda, indra untuk melihat dan /wayang/ kata benda dengan penjelasan boneka tiruan orang yang dibuat dari pahatan kulit atau kayu dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dan sebagainya).

Semata/se·ma·ta/ memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Dalam perihal ini, makna semata tidak hanya bermakna satu mata, namun secara konotasi memiliki makna satu-satunya, penting, dan berharga.

Beranjak dari struktural, semata wayang pun disebut-sebut bentuk kiasan karena memiliki makna lebih dari arti sebenarnya hanya satu-satunya. Kiasan dalam KBBI disebutkan kiasan/ki·as·an/ pertimbangan tentang suatu hal dengan perbandingan atau persamaan dengan hal yang lain, perumpamaan, ibarat. Atau arti kata yang bukan sebenarnya, lambang, sindiran, dan pelajaran (dari suatu cerita dan sebagainya).

Harimurti Kridalaksana menyebutkan kiasan adalah alat untuk memperluas makna kata atau kelompok kata untuk memperoleh efek tertentu dengan membandingkan atau mengasosiasikan dua hal (figure of speech, figure of rhetoric, rhetoric figure). Ada perbandingan yang dalam gaya bahasa disebut majas. Maka /gol semata wayang/ menjadi majas metafora karena membandingkan dengan sesuatu yang mempunyai kesamaan. Gol diperbandingkan dengan mata satu wayang.

Bentuk wayang kulit khususnya memang hanya hanya memiliki satu mata yang berfungsi dua sisi. Mata satu sangat berarti bagi perwujudan wayang, dan gol tunggal itu sangatlah berharga bagai tim Bali United. Tapi kini, gol itu seolah tak ada artinya lagi setelah keputusan-keputusan “aneh” PSSI. Merusak segalanya.

Ohya, sebelum proses terjadinya gol itu ada peristiwa cukup unik dan disebut-sebut drama di lapangan hijau. Sosok pencetak gol Lilipaly terlibat adu fisik bertengkar dengan striker Bali United Sylvano Dominique Comvalius yang notabene temannya sendiri.

Layaknya sebuah drama dan cerita novel yang akhirnya ditutup dengan happy ending. Umpan Comvalius itulah yang menjadikan gol Lilipaly. Selebrasi gol Lilipaly dengan memeluk erat Sylvano sebagai bukti mereka sudah tidak ada konflik dan seperti sedia kala.

Apa benar semuanya itu? Ya pada akhirnya inilah jawabannya: “Football is emotion and emotion shows the dedication and will to win.. THIS IS THE ANSWER!!!!!,” tulis Sylvano di caption foto instagramnya. (T)

Tags: Bahasaolahragasepakbola
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Kegoblokan Manusia Beradab di Mata Suku Pedalaman yang Tak Beradab

Next Post

Melawan Keterbatasan – Sosok Pelukis Gede Surya

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Melawan Keterbatasan - Sosok Pelukis Gede Surya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co