23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apalah Arti Gol Semata Wayang Lilipaly? – Menafsir Kembali Makna Sebuah Kiasan

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Opini

Stefano Lilipaly dipeluk pelatih Bali United, Widodo C Putro pada pertandingan PSM Makassar kontra Bali United di Stadion Mattoangin, Makassar, Senin (06/11/2017).

 

GOL semata wayang Stefano Lilipaly ke gawang Rivky Mokodompit menit ke-95 pada pertandingan PSM Makassar kontra Bali United FC di Stadion Mattoangin, Makassar, Senin (06/11/2017) menjadi pembeda. Gol pada laga yang disebut-sebut the real final ini mengubah segalanya. Minimal di papan skor dari 0-0 menjadi 0-1.

Gol semata wayang Lilipaly itu seolah menutup pertandingan karena sesaat setelah itu, peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan berakhir. Tidak ada waktu bagi tim berjuluk Juku Eja ini minimal menyamakan kedudukan. Tuan rumah PSM tidak mendapatkan poin, sedangkan Bali United menambah 3 poin. Gol itu juga menjadi pil pahit bagi Hamka Hamzah dan kawan-kawan. Selain mencoreng rekor laga kandang mereka.

Lebih serius lagi, dengan hasil tersebut PSM secara menyakitkan tersingkir dari persaingan merebut gelar juara Liga I Indonesia. Berbalik 180 derajat, skor itu sangat menguntungkan dan menyenangkan bagi skuat Serdadu Tridatu (julukan Bali United FC).

Kemenangan itu mengantar tim kebanggaan masyarakat Bali di puncak klasemen sementara dan berpeluang besar menjadi jawara di akhir kompetisi. Pertandingan tinggal menyisakan satu laga lagi. Persaingan tinggal dua klub saja, antara Bali United dan Bhayangkara FC. Namun, kita tunggu hingga berakhirnya Liga I, siapa pemegang kata “juara”  dan status “juara” karena dalam sepak bola Indonesia semua bisa diatur.

Nah, gol semata wayang Lilipaly tersebut juga mampu mengubah suasana dan kondisi di stadion. Sorak-sorai dan hingar-bingar lagu penonton yang penuh sesak di tribun stadion seketika berubah menjadi riuh. Berlanjut aksi lempar botol minuman. Belum sampai di situ saja, para ofisial PSM Makassar merangsek ke bench pemain Bali United. Mereka melakukan tindakan tak terpuji terhadap sejumlah anak asuh Widodo C Putro. Drama, kesan, dan makna gol semata wayang Lilipaly malam itu.

Sebelum laga itu pada Minggu (5/11/2017) malam, juga ada cerita tentang gol semata wayang. Sebuah gol yang diciptakan Alvaro Morata striker The Blues Chelsea. Berkat gol Morata di Stamford Bridge, Chelsea menang 1-0 atas Manchester United (MU) pada laga Premier League 2017-2018. Satu gol sundulan itu sudah meluluhlantakkan ambisi MU memangkas jarak selisih poin dengan pemuncak klasemen sementara Premier League, Manchester City.

Lalu mengapa harus gol semata mayang? Apakah gol itu menyerupai bentuk wayang? Seperti wayang orang, wayang golek, wayang beber, wayang klitik atau karucil, atau wayang kulit. Kalau yang itu macam-macam wayang yang ada di Indonesia. Semata wayang juga sering digunakan dengan kata anak sehingga “anak semata wayang”. Atau dengan “putri semata wayang”, seperti Presiden Jokowi mantu putri semata wayangnya Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution.

Dalam disiplin ilmu linguistik baik lingkup mikrolinguistik maupun makrolinguistik. Di lingkup mikrolinguistik maka morfologi menguraikannya. Maka, semata wayang terinci dari morfem /se/ /mata/ /wayang/. Fokus pada morfem /se/ yang merupakan prefik atau imbuan. Prefiks se- atau awalan se- tidak mempunyai variasi bentuk. Pengimbuhannya dengan cara merangkaikannya di muka kata yang diimbuhinya. Prefik se- tidak pernah mengalami perubahan bentuk ketika melekat pada morfem lain.

Fungsi awalan se- membentuk kata keterangan. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhannya antara lain menyatakan: seluruh atau segenap, membandingkan, sama, serupa, atau seperti. Imbuhan se- juga berarti sama waktu atau pada waktu, dan seberapa, sebanyak, atau sesuai. Jika bentuk dasarnya kata benda, nosi prefiks se- adalah sama dengan seperti selangit, segudang, dan lain-lain serta (satu) seperti serumah, seayah, seibu, dan semata.

Lalu secara semantiknya? Subdisiplin linguistik yang mempelajari makna secara umum baik makna leksikal maupun gramatikal. Makna cenderung didefinisikan dengan ekuivalennya yaitu arti, jadi makna itu arti, dan makna itu arti, hingga terjadi bolak-balik seperti lingkaran setan. Dalam buku “Dasar-dasar Linguistik Umum” yang ditulis Soeparno (TWY: 2002) Ebeling mengemukan definisi bahwa arti atau makna adalah proyeksi sekelompok ciri yang bersama-sama dimiliki sekelompok referen.

Setelah mendapatkan imbuhan /se/, kata dasar mata menjadi kata /semata/ maka bisa diuraikan kata /mata/ dan /wayang/ secara semantik leksikal bagian denotasi maupun konotasi. /Mata/ kata benda, indra untuk melihat dan /wayang/ kata benda dengan penjelasan boneka tiruan orang yang dibuat dari pahatan kulit atau kayu dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dan sebagainya).

Semata/se·ma·ta/ memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Dalam perihal ini, makna semata tidak hanya bermakna satu mata, namun secara konotasi memiliki makna satu-satunya, penting, dan berharga.

Beranjak dari struktural, semata wayang pun disebut-sebut bentuk kiasan karena memiliki makna lebih dari arti sebenarnya hanya satu-satunya. Kiasan dalam KBBI disebutkan kiasan/ki·as·an/ pertimbangan tentang suatu hal dengan perbandingan atau persamaan dengan hal yang lain, perumpamaan, ibarat. Atau arti kata yang bukan sebenarnya, lambang, sindiran, dan pelajaran (dari suatu cerita dan sebagainya).

Harimurti Kridalaksana menyebutkan kiasan adalah alat untuk memperluas makna kata atau kelompok kata untuk memperoleh efek tertentu dengan membandingkan atau mengasosiasikan dua hal (figure of speech, figure of rhetoric, rhetoric figure). Ada perbandingan yang dalam gaya bahasa disebut majas. Maka /gol semata wayang/ menjadi majas metafora karena membandingkan dengan sesuatu yang mempunyai kesamaan. Gol diperbandingkan dengan mata satu wayang.

Bentuk wayang kulit khususnya memang hanya hanya memiliki satu mata yang berfungsi dua sisi. Mata satu sangat berarti bagi perwujudan wayang, dan gol tunggal itu sangatlah berharga bagai tim Bali United. Tapi kini, gol itu seolah tak ada artinya lagi setelah keputusan-keputusan “aneh” PSSI. Merusak segalanya.

Ohya, sebelum proses terjadinya gol itu ada peristiwa cukup unik dan disebut-sebut drama di lapangan hijau. Sosok pencetak gol Lilipaly terlibat adu fisik bertengkar dengan striker Bali United Sylvano Dominique Comvalius yang notabene temannya sendiri.

Layaknya sebuah drama dan cerita novel yang akhirnya ditutup dengan happy ending. Umpan Comvalius itulah yang menjadikan gol Lilipaly. Selebrasi gol Lilipaly dengan memeluk erat Sylvano sebagai bukti mereka sudah tidak ada konflik dan seperti sedia kala.

Apa benar semuanya itu? Ya pada akhirnya inilah jawabannya: “Football is emotion and emotion shows the dedication and will to win.. THIS IS THE ANSWER!!!!!,” tulis Sylvano di caption foto instagramnya. (T)

Tags: Bahasaolahragasepakbola
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Kegoblokan Manusia Beradab di Mata Suku Pedalaman yang Tak Beradab

Next Post

Melawan Keterbatasan – Sosok Pelukis Gede Surya

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

Read moreDetails

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

Read moreDetails

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails
Next Post

Melawan Keterbatasan - Sosok Pelukis Gede Surya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co