24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apalah Arti Gol Semata Wayang Lilipaly? – Menafsir Kembali Makna Sebuah Kiasan

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Opini

Stefano Lilipaly dipeluk pelatih Bali United, Widodo C Putro pada pertandingan PSM Makassar kontra Bali United di Stadion Mattoangin, Makassar, Senin (06/11/2017).

 

GOL semata wayang Stefano Lilipaly ke gawang Rivky Mokodompit menit ke-95 pada pertandingan PSM Makassar kontra Bali United FC di Stadion Mattoangin, Makassar, Senin (06/11/2017) menjadi pembeda. Gol pada laga yang disebut-sebut the real final ini mengubah segalanya. Minimal di papan skor dari 0-0 menjadi 0-1.

Gol semata wayang Lilipaly itu seolah menutup pertandingan karena sesaat setelah itu, peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan berakhir. Tidak ada waktu bagi tim berjuluk Juku Eja ini minimal menyamakan kedudukan. Tuan rumah PSM tidak mendapatkan poin, sedangkan Bali United menambah 3 poin. Gol itu juga menjadi pil pahit bagi Hamka Hamzah dan kawan-kawan. Selain mencoreng rekor laga kandang mereka.

Lebih serius lagi, dengan hasil tersebut PSM secara menyakitkan tersingkir dari persaingan merebut gelar juara Liga I Indonesia. Berbalik 180 derajat, skor itu sangat menguntungkan dan menyenangkan bagi skuat Serdadu Tridatu (julukan Bali United FC).

Kemenangan itu mengantar tim kebanggaan masyarakat Bali di puncak klasemen sementara dan berpeluang besar menjadi jawara di akhir kompetisi. Pertandingan tinggal menyisakan satu laga lagi. Persaingan tinggal dua klub saja, antara Bali United dan Bhayangkara FC. Namun, kita tunggu hingga berakhirnya Liga I, siapa pemegang kata “juara”  dan status “juara” karena dalam sepak bola Indonesia semua bisa diatur.

Nah, gol semata wayang Lilipaly tersebut juga mampu mengubah suasana dan kondisi di stadion. Sorak-sorai dan hingar-bingar lagu penonton yang penuh sesak di tribun stadion seketika berubah menjadi riuh. Berlanjut aksi lempar botol minuman. Belum sampai di situ saja, para ofisial PSM Makassar merangsek ke bench pemain Bali United. Mereka melakukan tindakan tak terpuji terhadap sejumlah anak asuh Widodo C Putro. Drama, kesan, dan makna gol semata wayang Lilipaly malam itu.

Sebelum laga itu pada Minggu (5/11/2017) malam, juga ada cerita tentang gol semata wayang. Sebuah gol yang diciptakan Alvaro Morata striker The Blues Chelsea. Berkat gol Morata di Stamford Bridge, Chelsea menang 1-0 atas Manchester United (MU) pada laga Premier League 2017-2018. Satu gol sundulan itu sudah meluluhlantakkan ambisi MU memangkas jarak selisih poin dengan pemuncak klasemen sementara Premier League, Manchester City.

Lalu mengapa harus gol semata mayang? Apakah gol itu menyerupai bentuk wayang? Seperti wayang orang, wayang golek, wayang beber, wayang klitik atau karucil, atau wayang kulit. Kalau yang itu macam-macam wayang yang ada di Indonesia. Semata wayang juga sering digunakan dengan kata anak sehingga “anak semata wayang”. Atau dengan “putri semata wayang”, seperti Presiden Jokowi mantu putri semata wayangnya Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution.

Dalam disiplin ilmu linguistik baik lingkup mikrolinguistik maupun makrolinguistik. Di lingkup mikrolinguistik maka morfologi menguraikannya. Maka, semata wayang terinci dari morfem /se/ /mata/ /wayang/. Fokus pada morfem /se/ yang merupakan prefik atau imbuan. Prefiks se- atau awalan se- tidak mempunyai variasi bentuk. Pengimbuhannya dengan cara merangkaikannya di muka kata yang diimbuhinya. Prefik se- tidak pernah mengalami perubahan bentuk ketika melekat pada morfem lain.

Fungsi awalan se- membentuk kata keterangan. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhannya antara lain menyatakan: seluruh atau segenap, membandingkan, sama, serupa, atau seperti. Imbuhan se- juga berarti sama waktu atau pada waktu, dan seberapa, sebanyak, atau sesuai. Jika bentuk dasarnya kata benda, nosi prefiks se- adalah sama dengan seperti selangit, segudang, dan lain-lain serta (satu) seperti serumah, seayah, seibu, dan semata.

Lalu secara semantiknya? Subdisiplin linguistik yang mempelajari makna secara umum baik makna leksikal maupun gramatikal. Makna cenderung didefinisikan dengan ekuivalennya yaitu arti, jadi makna itu arti, dan makna itu arti, hingga terjadi bolak-balik seperti lingkaran setan. Dalam buku “Dasar-dasar Linguistik Umum” yang ditulis Soeparno (TWY: 2002) Ebeling mengemukan definisi bahwa arti atau makna adalah proyeksi sekelompok ciri yang bersama-sama dimiliki sekelompok referen.

Setelah mendapatkan imbuhan /se/, kata dasar mata menjadi kata /semata/ maka bisa diuraikan kata /mata/ dan /wayang/ secara semantik leksikal bagian denotasi maupun konotasi. /Mata/ kata benda, indra untuk melihat dan /wayang/ kata benda dengan penjelasan boneka tiruan orang yang dibuat dari pahatan kulit atau kayu dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dan sebagainya).

Semata/se·ma·ta/ memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Dalam perihal ini, makna semata tidak hanya bermakna satu mata, namun secara konotasi memiliki makna satu-satunya, penting, dan berharga.

Beranjak dari struktural, semata wayang pun disebut-sebut bentuk kiasan karena memiliki makna lebih dari arti sebenarnya hanya satu-satunya. Kiasan dalam KBBI disebutkan kiasan/ki·as·an/ pertimbangan tentang suatu hal dengan perbandingan atau persamaan dengan hal yang lain, perumpamaan, ibarat. Atau arti kata yang bukan sebenarnya, lambang, sindiran, dan pelajaran (dari suatu cerita dan sebagainya).

Harimurti Kridalaksana menyebutkan kiasan adalah alat untuk memperluas makna kata atau kelompok kata untuk memperoleh efek tertentu dengan membandingkan atau mengasosiasikan dua hal (figure of speech, figure of rhetoric, rhetoric figure). Ada perbandingan yang dalam gaya bahasa disebut majas. Maka /gol semata wayang/ menjadi majas metafora karena membandingkan dengan sesuatu yang mempunyai kesamaan. Gol diperbandingkan dengan mata satu wayang.

Bentuk wayang kulit khususnya memang hanya hanya memiliki satu mata yang berfungsi dua sisi. Mata satu sangat berarti bagi perwujudan wayang, dan gol tunggal itu sangatlah berharga bagai tim Bali United. Tapi kini, gol itu seolah tak ada artinya lagi setelah keputusan-keputusan “aneh” PSSI. Merusak segalanya.

Ohya, sebelum proses terjadinya gol itu ada peristiwa cukup unik dan disebut-sebut drama di lapangan hijau. Sosok pencetak gol Lilipaly terlibat adu fisik bertengkar dengan striker Bali United Sylvano Dominique Comvalius yang notabene temannya sendiri.

Layaknya sebuah drama dan cerita novel yang akhirnya ditutup dengan happy ending. Umpan Comvalius itulah yang menjadikan gol Lilipaly. Selebrasi gol Lilipaly dengan memeluk erat Sylvano sebagai bukti mereka sudah tidak ada konflik dan seperti sedia kala.

Apa benar semuanya itu? Ya pada akhirnya inilah jawabannya: “Football is emotion and emotion shows the dedication and will to win.. THIS IS THE ANSWER!!!!!,” tulis Sylvano di caption foto instagramnya. (T)

Tags: Bahasaolahragasepakbola
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Kegoblokan Manusia Beradab di Mata Suku Pedalaman yang Tak Beradab

Next Post

Melawan Keterbatasan – Sosok Pelukis Gede Surya

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails

Rekonstruksi Status Tanah ‘Ex Eigendom Verponding’: Antara Legalitas Formal dan Penguasaan Fisik dalam Perspektif Keadilan Agraria

by I Made Pria Dharsana
April 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria....

Read moreDetails

Notaris di Ujung Integritas: Ketika Etika Gagal Menyelamatkan Moral

by I Made Pria Dharsana
April 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Kepercayaan publik terhadap notaris tidak runtuh dalam satu peristiwa besar, ia retak perlahan, dari satu kompromi kecil ke kompromi berikutnya....

Read moreDetails

Cybernotary, UUJN, dan UU ITE 2025:  Payung Hukum Ada, Notaris Masih di Persimpangan Digital

by I Made Pria Dharsana
April 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital telah mengguncang hampir seluruh praktik hukum di Indonesia, termasuk jabatan notaris. Konsep cybernotary kini bukan sekadar wacana akademik,...

Read moreDetails

Bunga, Denda, dan Moralitas Kreditur: Ketika Kontrak Menjadi Alat Tekanan

by I Made Pria Dharsana
March 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Ada satu pertanyaan yang jarang disentuh secara jujur dalam praktik perbankan: apakah kreditur selalu berada dalam posisi beritikad baik, bahkan...

Read moreDetails

Bali: Destinasi Wisata Dunia atau Simpul Energi Nasional? —Sebuah Persimpangan Peradaban

by I Made Pria Dharsana
March 25, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PULAU Bali hari ini tidak sekadar berdiri sebagai ruang geografis, tetapi sebagai simbol. Ia adalah representasi wajah Indonesia di mata...

Read moreDetails
Next Post

Melawan Keterbatasan - Sosok Pelukis Gede Surya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co