12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apalah Arti Gol Semata Wayang Lilipaly? – Menafsir Kembali Makna Sebuah Kiasan

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Opini

Stefano Lilipaly dipeluk pelatih Bali United, Widodo C Putro pada pertandingan PSM Makassar kontra Bali United di Stadion Mattoangin, Makassar, Senin (06/11/2017).

 

GOL semata wayang Stefano Lilipaly ke gawang Rivky Mokodompit menit ke-95 pada pertandingan PSM Makassar kontra Bali United FC di Stadion Mattoangin, Makassar, Senin (06/11/2017) menjadi pembeda. Gol pada laga yang disebut-sebut the real final ini mengubah segalanya. Minimal di papan skor dari 0-0 menjadi 0-1.

Gol semata wayang Lilipaly itu seolah menutup pertandingan karena sesaat setelah itu, peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan berakhir. Tidak ada waktu bagi tim berjuluk Juku Eja ini minimal menyamakan kedudukan. Tuan rumah PSM tidak mendapatkan poin, sedangkan Bali United menambah 3 poin. Gol itu juga menjadi pil pahit bagi Hamka Hamzah dan kawan-kawan. Selain mencoreng rekor laga kandang mereka.

Lebih serius lagi, dengan hasil tersebut PSM secara menyakitkan tersingkir dari persaingan merebut gelar juara Liga I Indonesia. Berbalik 180 derajat, skor itu sangat menguntungkan dan menyenangkan bagi skuat Serdadu Tridatu (julukan Bali United FC).

Kemenangan itu mengantar tim kebanggaan masyarakat Bali di puncak klasemen sementara dan berpeluang besar menjadi jawara di akhir kompetisi. Pertandingan tinggal menyisakan satu laga lagi. Persaingan tinggal dua klub saja, antara Bali United dan Bhayangkara FC. Namun, kita tunggu hingga berakhirnya Liga I, siapa pemegang kata “juara”  dan status “juara” karena dalam sepak bola Indonesia semua bisa diatur.

Nah, gol semata wayang Lilipaly tersebut juga mampu mengubah suasana dan kondisi di stadion. Sorak-sorai dan hingar-bingar lagu penonton yang penuh sesak di tribun stadion seketika berubah menjadi riuh. Berlanjut aksi lempar botol minuman. Belum sampai di situ saja, para ofisial PSM Makassar merangsek ke bench pemain Bali United. Mereka melakukan tindakan tak terpuji terhadap sejumlah anak asuh Widodo C Putro. Drama, kesan, dan makna gol semata wayang Lilipaly malam itu.

Sebelum laga itu pada Minggu (5/11/2017) malam, juga ada cerita tentang gol semata wayang. Sebuah gol yang diciptakan Alvaro Morata striker The Blues Chelsea. Berkat gol Morata di Stamford Bridge, Chelsea menang 1-0 atas Manchester United (MU) pada laga Premier League 2017-2018. Satu gol sundulan itu sudah meluluhlantakkan ambisi MU memangkas jarak selisih poin dengan pemuncak klasemen sementara Premier League, Manchester City.

Lalu mengapa harus gol semata mayang? Apakah gol itu menyerupai bentuk wayang? Seperti wayang orang, wayang golek, wayang beber, wayang klitik atau karucil, atau wayang kulit. Kalau yang itu macam-macam wayang yang ada di Indonesia. Semata wayang juga sering digunakan dengan kata anak sehingga “anak semata wayang”. Atau dengan “putri semata wayang”, seperti Presiden Jokowi mantu putri semata wayangnya Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution.

Dalam disiplin ilmu linguistik baik lingkup mikrolinguistik maupun makrolinguistik. Di lingkup mikrolinguistik maka morfologi menguraikannya. Maka, semata wayang terinci dari morfem /se/ /mata/ /wayang/. Fokus pada morfem /se/ yang merupakan prefik atau imbuan. Prefiks se- atau awalan se- tidak mempunyai variasi bentuk. Pengimbuhannya dengan cara merangkaikannya di muka kata yang diimbuhinya. Prefik se- tidak pernah mengalami perubahan bentuk ketika melekat pada morfem lain.

Fungsi awalan se- membentuk kata keterangan. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhannya antara lain menyatakan: seluruh atau segenap, membandingkan, sama, serupa, atau seperti. Imbuhan se- juga berarti sama waktu atau pada waktu, dan seberapa, sebanyak, atau sesuai. Jika bentuk dasarnya kata benda, nosi prefiks se- adalah sama dengan seperti selangit, segudang, dan lain-lain serta (satu) seperti serumah, seayah, seibu, dan semata.

Lalu secara semantiknya? Subdisiplin linguistik yang mempelajari makna secara umum baik makna leksikal maupun gramatikal. Makna cenderung didefinisikan dengan ekuivalennya yaitu arti, jadi makna itu arti, dan makna itu arti, hingga terjadi bolak-balik seperti lingkaran setan. Dalam buku “Dasar-dasar Linguistik Umum” yang ditulis Soeparno (TWY: 2002) Ebeling mengemukan definisi bahwa arti atau makna adalah proyeksi sekelompok ciri yang bersama-sama dimiliki sekelompok referen.

Setelah mendapatkan imbuhan /se/, kata dasar mata menjadi kata /semata/ maka bisa diuraikan kata /mata/ dan /wayang/ secara semantik leksikal bagian denotasi maupun konotasi. /Mata/ kata benda, indra untuk melihat dan /wayang/ kata benda dengan penjelasan boneka tiruan orang yang dibuat dari pahatan kulit atau kayu dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dan sebagainya).

Semata/se·ma·ta/ memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Dalam perihal ini, makna semata tidak hanya bermakna satu mata, namun secara konotasi memiliki makna satu-satunya, penting, dan berharga.

Beranjak dari struktural, semata wayang pun disebut-sebut bentuk kiasan karena memiliki makna lebih dari arti sebenarnya hanya satu-satunya. Kiasan dalam KBBI disebutkan kiasan/ki·as·an/ pertimbangan tentang suatu hal dengan perbandingan atau persamaan dengan hal yang lain, perumpamaan, ibarat. Atau arti kata yang bukan sebenarnya, lambang, sindiran, dan pelajaran (dari suatu cerita dan sebagainya).

Harimurti Kridalaksana menyebutkan kiasan adalah alat untuk memperluas makna kata atau kelompok kata untuk memperoleh efek tertentu dengan membandingkan atau mengasosiasikan dua hal (figure of speech, figure of rhetoric, rhetoric figure). Ada perbandingan yang dalam gaya bahasa disebut majas. Maka /gol semata wayang/ menjadi majas metafora karena membandingkan dengan sesuatu yang mempunyai kesamaan. Gol diperbandingkan dengan mata satu wayang.

Bentuk wayang kulit khususnya memang hanya hanya memiliki satu mata yang berfungsi dua sisi. Mata satu sangat berarti bagi perwujudan wayang, dan gol tunggal itu sangatlah berharga bagai tim Bali United. Tapi kini, gol itu seolah tak ada artinya lagi setelah keputusan-keputusan “aneh” PSSI. Merusak segalanya.

Ohya, sebelum proses terjadinya gol itu ada peristiwa cukup unik dan disebut-sebut drama di lapangan hijau. Sosok pencetak gol Lilipaly terlibat adu fisik bertengkar dengan striker Bali United Sylvano Dominique Comvalius yang notabene temannya sendiri.

Layaknya sebuah drama dan cerita novel yang akhirnya ditutup dengan happy ending. Umpan Comvalius itulah yang menjadikan gol Lilipaly. Selebrasi gol Lilipaly dengan memeluk erat Sylvano sebagai bukti mereka sudah tidak ada konflik dan seperti sedia kala.

Apa benar semuanya itu? Ya pada akhirnya inilah jawabannya: “Football is emotion and emotion shows the dedication and will to win.. THIS IS THE ANSWER!!!!!,” tulis Sylvano di caption foto instagramnya. (T)

Tags: Bahasaolahragasepakbola
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Kegoblokan Manusia Beradab di Mata Suku Pedalaman yang Tak Beradab

Next Post

Melawan Keterbatasan – Sosok Pelukis Gede Surya

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post

Melawan Keterbatasan - Sosok Pelukis Gede Surya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co