2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengingat Anies Baswedan di Tengah Pesta Kesenian Bali

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Opini

Google

MUNGKIN tidak banyak yang ingat, atau tak banyak yang peduli, atau tak banyak yang ingin mengingat dan ingin peduli, bahwa pernah ada sosok Anies Baswedan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB). Di PKB ia bahkan mengeluarkan sihir kata-kata yang dikutip dengan sangat gembira oleh wartawan.

Sabtu 11 Juni 2016, Anies Baswedan membuka PKB ke-38 di Panggung Ardha Candra Taman Budaya Denpasar. Ia yang saat itu menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membunyikan kulkul dan berpidato, seperti biasa dengan sangat mengesankan.

Seperti dikutip antaranews.com, Anies mengatakan, “Ekspresi seni di Bali adalah bagian dari keseharian yang jarang ditemui tidak saja di Indonesia tetapi di belahan dunia manapun. Kesenian di Bali bukan semata untuk penghidupan tetapi kehidupan itu sendiri.”

Dengan tegas, saat itu, Anies mengatakan kesenian di Bali adalah wahana untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air. Nilai-nilai luhur di Bali itu tidak saja ditumbuhkan, tetapi ada proses internalisasi, yang tidak bisa dilakukan di daerah lain. “Ajang seni budaya adalah ajang untuk membangun karakter kemandirian,” katanya.

Meski kata-kata itu bisa disebut klise, namun ketika diucapkan oleh seorang Anies Baswedan (saat itu) rangkaian kata bernada pujian itu seperti mendapatkan makna baru. Bali, di zaman modern ini, seakan kukuh senantiasa sebagai daerah yang lebih istimewa dari daerah lain, bukan hanya dalam sikap “berkesenian” namun juga dalam sikap “hidup keseharian”.

Banyak pejabat pusat, dari presiden, menteri, hingga semacam dirjen di kementerian, sudah memuji kesenian Bali, terutama mereka yang bersempatan membuka atau sekadar menyaksikan PKB. Pujian itu tentu menimbulkan lena, bahkan kadang membuat “masa tidur” jadi lebih panjang karena mimpi yang selalu terasa indah.

Maka itulah ada saja komentar bernada kecewa ketika PKB tidak dibuka oleh pejabat pusat yang diharapkan. Pada PKB ke-39 tahun 2017 ini, Presiden Jokowi tidak bisa membuka PKB padahal sudah disiapkan mobil hias yang mewah. Ada hal yang lebih penting dari sekadar urusan kesenian yang harus dihadiri oleh Presiden dan hal itu mesti dimaklumi.

Toh, dibuka oleh siapa pun, PKB pastilah dipuji-puji. Kehidupan seniman dan kehidupan kesenian Bali pasti diterbangkan dengan kata-kata indah seakan-akan kesenian Bali-lah yang bisa menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, bahkan di dunia.

Mendagri Tjahjo Kumolo yang akhirnya mewakili Presiden membuka Pawai Pembukaan PKB ke-39 tahun 2017 ini juga mengeluarkan harapan yang bisa dikata sebagai pujian. Seperti dikutip beritabali.com, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan PKB harus mampu menjadi inspirasi tidak hanya masyrakat Bali tapi juga masyarakat lainnya untuk membangun destinasi pariwisata sekaligus menjaga budaya masing-masing.

Malam harinya, saat membuka pergelaran PKB di panggung Ardha Candra, Menko PMK Puan Maharani juga menyampaikan harapan dan memuji. Dalam sambutannya Puan mengatakan, Pesta Kesenian Bali merupakan wahana unjuk ekspresi, kreativitas, dan inovasi sekaligus prestasi dari para seniman Bali, untuk ditampilkan tidak hanya kepada masyakat Bali, tetapi juga masyarakat dunia. “Saya berharap dengan semangat cinta seni budaya, Pesta Kesenian Bali dapat memperteguh jiwa Bineka Tunggal Ika dalam berbangsa dan bernegara,” kata Puan.

Apa yang dikatakan Tjahjo Kumolo dan Puan Maharani dengan apa yang diucapkan Anies Baswedan setahun lalu bisa disebut mirip. Harapan dan puja-puji yang sesungguhnya sudah kerap diucapkan pejabat dalam berbagai kesempatan. Namun pada zaman kini, kata-kata bukanlah hal yang penting. Yang penting adalah siapa yang mengucapkannya.

Tjahjo Kumolo dan Puan Maharani tentu semua tahu adalah orang politik sehingga sambutan dan pujiannya bisa selalu dihubungkan dengan tujuan-tujuan politis. Sehingga sambutan itu terdengar biasa-biasa saja, bahkan bisa terasa seperti kampanye untuk menarik simpati, meski misalnya memiliki pesan yang original dan mendalam.

Setahun lalu, ketika Anies Baswedan mengatakan “kesenian di Bali bukan semata untuk penghidupan tetapi kehidupan itu sendiri”, yakinlah banyak yang tersihir. Apalagi kata-kata: “ekspresi seni di Bali adalah bagian dari keseharian yang jarang ditemui tidak saja di Indonesia tetapi di belahan dunia manapun”, pastilah banyak orang di Bali klepek-klepek.

Selain kata-kata itu disusun dengan diksi dan nyawa retorik sedemikian rupa, tentu karena Anies Baswedan-lah yang mengatakannya. Ucapan itu terasa sebagai bagian besar dari jargon luhur “tenun kebangsaan” yang kerap ia kumandangkan di berbagai tempat. Ucapan Anies adalah ucapan seorang seniman (yang dirasa terbebas dari tujuan politis) sehingga kata-kata itu langsung bisa masuk ke dalam hati sanubari para seniman di Bali.

Tapi kini, setelah “negara api menyerang”, rasa-rasanya semua bisa berubah, berbalik dan bertumpang-bertindih. Jika kalimat itu diucapkan saat ini, saat Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI terpilih melalui proses politik yang riuh, yang memaksanya “banyak bicara” sebagaimana khasnya orang politik yang sedang menenun kekuasaan, tak ada yang tahu (meski bisa ditebak) apakah kalimat yang diucapkannya dalam PKB setahun lalu itu masih memiliki rasa getar yang sama, terutama di Bali?

Untuk itu perlu dipertimbangkan ide gila, bagaimana kalau PKB dibuka maestro seniman tradisional, misalnya oleh Luh Menek dari Tejakula, Bape Kranca dari Jagaraga, atau yang lebih muda semacam Dalang Wija dari Gianyar atau Dalang Narda dari Tabanan. Tentu banyak yang ingin mendengar sambutan  original, polos, bisa juga lucu, yang terbebas dari ungkapan retorik dan klise, dan tentu saja terbebas dari ucapan politis untuk sekadar menarik simpati. (T)

Tags: Anies BaswedanPesta Kesenian BaliPolitikSeni
Share516TweetSendShareSend
Previous Post

Pucak Lempuyang, Ulun Danu, Tolangkir, dan 3 Burung Ketitir yang Terbang di Selat Bali

Next Post

Ngobrol bersama Yasuko Iwai: Sakura yang Tumbuh di Undiksha Singaraja

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Ngobrol bersama Yasuko Iwai: Sakura yang Tumbuh di Undiksha Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co