14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ngobrol bersama Yasuko Iwai: Sakura yang Tumbuh di Undiksha Singaraja

Putri Handayani by Putri Handayani
February 2, 2018
in Khas

Yasuko Iwai dan penulis

“Putri, apakah kamu percaya dengan reinkarnasi? Apakah kita bisa memilih mau reinkarnasi di mana?” tanya wanita itu bertubi-tubi usai menelan sesendok makanan yang ia kunyah. Masih kentara terdengar dialek bahasa ibunya meski ia berusaha menggunakan Bahasa Indonesia.

Sejenak saya terdiam, mulai merangkai jawaban dalam pikiran. Saya paham, pertanyaan itu adalah sambungan dari topik pembicaraan kami siang itu. Topiknya agak berat memang, perihal kasta di Bali. Bukannya apa, saya bisa saja langsung menjawab tanpa berpikir panjang jika lawan bicaranya adalah orang Bali juga dan memiliki tradisi yang sama.

Namun saya rasa pertanyaan retoris macam itu kurang tepat ditanyakan pada sesama orang Bali karena kebanyakan telah mati rasa dengan sistem buatan Belanda itu. Yang saya ajak bicara kali ini bukanlah orang Bali, namun rasa ingin tahunya sangat tinggi terlebih pada hal yang menurutnya baru. Dengan terbata-bata pula saya coba menjawabnya menggunakan Bahasa Inggris, bahasa kesekian yang ia mengerti setelah Bahasa Jepang, Thailand, dan Indonesia sebanyak 10%.

Yasuko Iwai nama lengkapnya. Saya lebih suka memanggilnya Yasuko San, sapaan pada seseorang dalam kebudayaan Jepang. Pertemuan kami berawal ketika saya tengah menemui seorang teman di kampus. Teman saya ini telah lebih dulu mengenal Yasuko dan ia tertarik mengenalkan saya juga dengan temannya itu. Wanita itu menghampiri saya dengan senyum ramah sembari mengulurkan tanganya. Saya balas menjabat tangannya seperti orang Asia kebanyakan. “My name is Yasuko Iwai.” ucapnya dengan logat Jepang yang kental.

Pertemuan kami tak hanya berlangsung hari itu saja. Setelah hari itu, sekali atau dua kali dalam seminggu Yasuko mengajak saya untuk makan siang bersama sambil ngobrol santai. Ini kebiasaan yang sering ia lakukan jika bertemu dengan teman baru karena ia hobi bersosialisasi dan bertemu orang baru. Sebagai seorang yang memiliki teman baru apalagi dari beda negara, tentu pertanyaan demi pertanyaan telah berputar di pikiran saya.

Ada banyak hal yang ingin saya ketahui darinya, terutama tentang tujuannya datang ke Bali, khususnya Singaraja. Ia juga tak mau kalah, berbagai pertanyaan kerap saya terima darinya, dari yang biasa hingga tingkat kesulitannya tinggi hingga saya harus berpikir keras agar makna yang saya jelaskan sampai padanya dan sebisa mungkin saya jawab dengan Bahasa Inggris agak terbata-bata, syukurnya dia mengerti.

Kedatangannya ke Bali khususnya Singaraja bukannya tanpa alasan atau sekedar berlibur dari hiruk pikuk kota di Jepang. Namun, alasan itu pula yang membuat saya kemudian tercengang. “I’m going to study here in Undiksha, I’m your junior, Putri.” bisiknya sambil tertawa kecil. “Are you kidding me?” Saya masih belum bisa percaya.

Mata saya pun menyapu penampakannya dari ujung rambut hingga ujung kaki, penampilannya tak lagi seumuran dengan saya bahkan terlihat 20 tahun lebih tua dari saya. Wanita kelahiran Nagoya yang enggan disebut-sebut soal umurnya itu nyatanya memang serius. Ia ingin menempuh kuliah reguler di Universitas Pendidikan Ganesha dan mengambil S1 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris awal Agustus 2017 ini. Reguler, berarti ia juga akan mengikuti masa orientasi kampus seperti mahasiswa baru kebanyakan.

Menyesal telah Menyianyiakan Pendidikan di Masa Muda

Alasan mencengangkan lain yang saya simak dari ibu beranak dua ini salah satunya karena ia menyesal telah melewatkan pendidikan tinggi di masa mudanya. “Ya, saya menyesal karena dulu saya sering bolos dan tidak sungguh-sungguh belajar.” ujarnya dengan wajah muram.

Untungnya di Jepang ketika duduk di SMA, siswa telah diajarkan untuk magang dan sedari itu pula mereka telah terjamin memiliki pekerjaan setelah lulus SMA lantaran banyak perusahaan-perusahaan besar menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah SMA yang ada di Jepang. Sejatinya Yasuko telah bekerja di perusahaan otomotif milik Jepang yang belokasi di Thailand, namun ia kurang puas dengan pendidikan yang ia miliki.

Kekesalan itu semakin menjadi ketika ia membaca berbagai lowongan pekerjaan di surat kabar dan salah satu persyaratannya adalah memiliki ijazah S1 minimal. Maka, Yasuko kali ini ingin bersungguh-sungguh bersekolah agar mendapatkan ijazah S1 dan pilihannya berlabuh pada sebuah kampus besar di kota Singaraja. Mungkin setelah mendapat ijazah S1, kesempatannya untuk mendapat posisi yang bagus dalam pekerjaan menjadi lebih besar.

Mengapa Memilih Bali dan Undiksha?

Tentu setelah menyimak pengakuan Yasuko mengenai penyesalan soal pendidikannya, saya kembali mengajukan pertanyaan, “Why did you choose Indonesia and Undiksha?” Kembali pula ia menjawab saya dengan Bahasa Inggris yang lugas seiring dengan telinga yang kembali saya tajamkan.

Pertama, mengapa ia memilih Indonesia, karena Indonesia lumayan dekat dengan New Zealand, negara yang di mana salah satu anaknya sedang menuntut pendidikan. Jadi, sesekali mereka akan bertemu dan melepas rindu. Alasan lainnya, sejauh ini ia telah menguasai tiga bahasa, diantaranya Bahasa Jepang, Bahasa Thailand, dan Bahasa Inggris, lalu ia ingin menambah satu bahasa lagi untuk dikuasai, yaitu Bahasa Indonesia. “I love to study languages, and Indonesian will be my last language.” ujarnya dengan kekehan khasnya.

Mengapa memilih Undiksha? Sebelumnya ia sempat mengunjungi sebuah universitas besar di Bandung, namun ia pikir di sana kurang kondusif dan agak padat, lalu pilihannya jatuh pada Bali dan Undiksha dipilihnya lantaran ia juga ingin memperdalam kemampuan berbahasa Indonesia.

Menurutnya Singaraja adalah tempat yang cocok setelah ia membantah pertanyaan susulan saya tentang pilihan di Denpasar. “Saya lebih bisa mengembangkan Bahasa Indonesia saya di sini, kalau di Denpasar terlalu banyak daerah pariwisata jadi pasti orang-orang di sana akan berbicara Bahasa Inggris pada saya.” timpal wanita yang suka menambah teman baru itu.

Apa Rencanamu Selanjutnya Setelah Tamat Kuliah?

Kembali saya mengajukan sebuah pertanyaan pada Yasuko yang terlihat masih antusias untuk menjawab segala rasa penasaran saya, kecuali menanyakan umur karena dengan halus ia menolaknya, “belum saatnya kamu tau”, lagi-lagi dengan logat Jepang dan selingan tawa.

Sebenarnya ia bersedia menjawab namun tanpa harus menyebutkan angka. “Baiklah, kepala empat.” celetuk saya. Kembali tawanya pecah, mungkin karena kurang paham namun kemudian saya menjelaskan artinya.

Yasuko Iwai bersama teman-temannya di Thailand

Kembali soal tujuannya setelah tamat kuliah, ia berencana bekerja pada perusahaan yang bergerak di bidang otomotif tapi tidak di Bali karena menurutnya di Bali tidak ada industri besar seperti perusahaan yang merakit mobil atau sejenisnya. “Mungkin saya akan bekerja di Jakarta atau kembali ke Thailand dan bekerja di tempat yang lama, mereka masih menerima saya di sana.” Tutupnya dengan mantap.

Mengenal seorang Yasuko adalah sebuah hadiah istimewa bagi saya. Banyak pelajaran yang dapat saya petik dari pengalaman serta pemikirannya, salah satunya untuk tidak menyianyiakan pendidikan di usia dini karena di era milenial ini pendidikan adalah bekal untuk menjadi apa saja. Bekal untuk menjelajah dunia lebih luas.

Sebelum kami mengakhiri makan siang, saya sempatkan juga untuk menanyakan tentang motivasi hidupnya agar kelak saya juga bisa termotivasi menjadi wanita mandiri sepertinya. Perihal belajar ia berkata pada saya bahwa, “waktu bukanlah sesuatu yang kamu miliki atau yang tidak kamu miliki, tapi waktu adalah sesuatu yang kamu ciptakan sendiri.” Dengan kata lain, umur bukanlah alasan untuk berhenti belajar, lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali dan akhirnya menyesal.

Saya tertegun sejenak, untuk pertama kalinya di hadapan saya, saya bertemu seseorang yang melakukan hal ini, biasanya saya hanya membaca di artikel atau menonton di televisi. Long life education really exists! (T)

Tags: JepangPendidikanUndiksha
Share64TweetSendShareSend
Previous Post

Mengingat Anies Baswedan di Tengah Pesta Kesenian Bali

Next Post

Drama Gong Kuta Citta Budaya: Remaja yang Membangun Kisah Sekaligus Kejenakaan

Putri Handayani

Putri Handayani

Bernama lengkap Desak Ketut Putri Handayani. Lahir di Klungkung. Adalah penulis pemula yang punya niat besar untuk terus berkembang

Related Posts

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails
Next Post

Drama Gong Kuta Citta Budaya: Remaja yang Membangun Kisah Sekaligus Kejenakaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co