14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ngobrol bersama Yasuko Iwai: Sakura yang Tumbuh di Undiksha Singaraja

Putri Handayani by Putri Handayani
February 2, 2018
in Khas

Yasuko Iwai dan penulis

“Putri, apakah kamu percaya dengan reinkarnasi? Apakah kita bisa memilih mau reinkarnasi di mana?” tanya wanita itu bertubi-tubi usai menelan sesendok makanan yang ia kunyah. Masih kentara terdengar dialek bahasa ibunya meski ia berusaha menggunakan Bahasa Indonesia.

Sejenak saya terdiam, mulai merangkai jawaban dalam pikiran. Saya paham, pertanyaan itu adalah sambungan dari topik pembicaraan kami siang itu. Topiknya agak berat memang, perihal kasta di Bali. Bukannya apa, saya bisa saja langsung menjawab tanpa berpikir panjang jika lawan bicaranya adalah orang Bali juga dan memiliki tradisi yang sama.

Namun saya rasa pertanyaan retoris macam itu kurang tepat ditanyakan pada sesama orang Bali karena kebanyakan telah mati rasa dengan sistem buatan Belanda itu. Yang saya ajak bicara kali ini bukanlah orang Bali, namun rasa ingin tahunya sangat tinggi terlebih pada hal yang menurutnya baru. Dengan terbata-bata pula saya coba menjawabnya menggunakan Bahasa Inggris, bahasa kesekian yang ia mengerti setelah Bahasa Jepang, Thailand, dan Indonesia sebanyak 10%.

Yasuko Iwai nama lengkapnya. Saya lebih suka memanggilnya Yasuko San, sapaan pada seseorang dalam kebudayaan Jepang. Pertemuan kami berawal ketika saya tengah menemui seorang teman di kampus. Teman saya ini telah lebih dulu mengenal Yasuko dan ia tertarik mengenalkan saya juga dengan temannya itu. Wanita itu menghampiri saya dengan senyum ramah sembari mengulurkan tanganya. Saya balas menjabat tangannya seperti orang Asia kebanyakan. “My name is Yasuko Iwai.” ucapnya dengan logat Jepang yang kental.

Pertemuan kami tak hanya berlangsung hari itu saja. Setelah hari itu, sekali atau dua kali dalam seminggu Yasuko mengajak saya untuk makan siang bersama sambil ngobrol santai. Ini kebiasaan yang sering ia lakukan jika bertemu dengan teman baru karena ia hobi bersosialisasi dan bertemu orang baru. Sebagai seorang yang memiliki teman baru apalagi dari beda negara, tentu pertanyaan demi pertanyaan telah berputar di pikiran saya.

Ada banyak hal yang ingin saya ketahui darinya, terutama tentang tujuannya datang ke Bali, khususnya Singaraja. Ia juga tak mau kalah, berbagai pertanyaan kerap saya terima darinya, dari yang biasa hingga tingkat kesulitannya tinggi hingga saya harus berpikir keras agar makna yang saya jelaskan sampai padanya dan sebisa mungkin saya jawab dengan Bahasa Inggris agak terbata-bata, syukurnya dia mengerti.

Kedatangannya ke Bali khususnya Singaraja bukannya tanpa alasan atau sekedar berlibur dari hiruk pikuk kota di Jepang. Namun, alasan itu pula yang membuat saya kemudian tercengang. “I’m going to study here in Undiksha, I’m your junior, Putri.” bisiknya sambil tertawa kecil. “Are you kidding me?” Saya masih belum bisa percaya.

Mata saya pun menyapu penampakannya dari ujung rambut hingga ujung kaki, penampilannya tak lagi seumuran dengan saya bahkan terlihat 20 tahun lebih tua dari saya. Wanita kelahiran Nagoya yang enggan disebut-sebut soal umurnya itu nyatanya memang serius. Ia ingin menempuh kuliah reguler di Universitas Pendidikan Ganesha dan mengambil S1 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris awal Agustus 2017 ini. Reguler, berarti ia juga akan mengikuti masa orientasi kampus seperti mahasiswa baru kebanyakan.

Menyesal telah Menyianyiakan Pendidikan di Masa Muda

Alasan mencengangkan lain yang saya simak dari ibu beranak dua ini salah satunya karena ia menyesal telah melewatkan pendidikan tinggi di masa mudanya. “Ya, saya menyesal karena dulu saya sering bolos dan tidak sungguh-sungguh belajar.” ujarnya dengan wajah muram.

Untungnya di Jepang ketika duduk di SMA, siswa telah diajarkan untuk magang dan sedari itu pula mereka telah terjamin memiliki pekerjaan setelah lulus SMA lantaran banyak perusahaan-perusahaan besar menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah SMA yang ada di Jepang. Sejatinya Yasuko telah bekerja di perusahaan otomotif milik Jepang yang belokasi di Thailand, namun ia kurang puas dengan pendidikan yang ia miliki.

Kekesalan itu semakin menjadi ketika ia membaca berbagai lowongan pekerjaan di surat kabar dan salah satu persyaratannya adalah memiliki ijazah S1 minimal. Maka, Yasuko kali ini ingin bersungguh-sungguh bersekolah agar mendapatkan ijazah S1 dan pilihannya berlabuh pada sebuah kampus besar di kota Singaraja. Mungkin setelah mendapat ijazah S1, kesempatannya untuk mendapat posisi yang bagus dalam pekerjaan menjadi lebih besar.

Mengapa Memilih Bali dan Undiksha?

Tentu setelah menyimak pengakuan Yasuko mengenai penyesalan soal pendidikannya, saya kembali mengajukan pertanyaan, “Why did you choose Indonesia and Undiksha?” Kembali pula ia menjawab saya dengan Bahasa Inggris yang lugas seiring dengan telinga yang kembali saya tajamkan.

Pertama, mengapa ia memilih Indonesia, karena Indonesia lumayan dekat dengan New Zealand, negara yang di mana salah satu anaknya sedang menuntut pendidikan. Jadi, sesekali mereka akan bertemu dan melepas rindu. Alasan lainnya, sejauh ini ia telah menguasai tiga bahasa, diantaranya Bahasa Jepang, Bahasa Thailand, dan Bahasa Inggris, lalu ia ingin menambah satu bahasa lagi untuk dikuasai, yaitu Bahasa Indonesia. “I love to study languages, and Indonesian will be my last language.” ujarnya dengan kekehan khasnya.

Mengapa memilih Undiksha? Sebelumnya ia sempat mengunjungi sebuah universitas besar di Bandung, namun ia pikir di sana kurang kondusif dan agak padat, lalu pilihannya jatuh pada Bali dan Undiksha dipilihnya lantaran ia juga ingin memperdalam kemampuan berbahasa Indonesia.

Menurutnya Singaraja adalah tempat yang cocok setelah ia membantah pertanyaan susulan saya tentang pilihan di Denpasar. “Saya lebih bisa mengembangkan Bahasa Indonesia saya di sini, kalau di Denpasar terlalu banyak daerah pariwisata jadi pasti orang-orang di sana akan berbicara Bahasa Inggris pada saya.” timpal wanita yang suka menambah teman baru itu.

Apa Rencanamu Selanjutnya Setelah Tamat Kuliah?

Kembali saya mengajukan sebuah pertanyaan pada Yasuko yang terlihat masih antusias untuk menjawab segala rasa penasaran saya, kecuali menanyakan umur karena dengan halus ia menolaknya, “belum saatnya kamu tau”, lagi-lagi dengan logat Jepang dan selingan tawa.

Sebenarnya ia bersedia menjawab namun tanpa harus menyebutkan angka. “Baiklah, kepala empat.” celetuk saya. Kembali tawanya pecah, mungkin karena kurang paham namun kemudian saya menjelaskan artinya.

Yasuko Iwai bersama teman-temannya di Thailand

Kembali soal tujuannya setelah tamat kuliah, ia berencana bekerja pada perusahaan yang bergerak di bidang otomotif tapi tidak di Bali karena menurutnya di Bali tidak ada industri besar seperti perusahaan yang merakit mobil atau sejenisnya. “Mungkin saya akan bekerja di Jakarta atau kembali ke Thailand dan bekerja di tempat yang lama, mereka masih menerima saya di sana.” Tutupnya dengan mantap.

Mengenal seorang Yasuko adalah sebuah hadiah istimewa bagi saya. Banyak pelajaran yang dapat saya petik dari pengalaman serta pemikirannya, salah satunya untuk tidak menyianyiakan pendidikan di usia dini karena di era milenial ini pendidikan adalah bekal untuk menjadi apa saja. Bekal untuk menjelajah dunia lebih luas.

Sebelum kami mengakhiri makan siang, saya sempatkan juga untuk menanyakan tentang motivasi hidupnya agar kelak saya juga bisa termotivasi menjadi wanita mandiri sepertinya. Perihal belajar ia berkata pada saya bahwa, “waktu bukanlah sesuatu yang kamu miliki atau yang tidak kamu miliki, tapi waktu adalah sesuatu yang kamu ciptakan sendiri.” Dengan kata lain, umur bukanlah alasan untuk berhenti belajar, lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali dan akhirnya menyesal.

Saya tertegun sejenak, untuk pertama kalinya di hadapan saya, saya bertemu seseorang yang melakukan hal ini, biasanya saya hanya membaca di artikel atau menonton di televisi. Long life education really exists! (T)

Tags: JepangPendidikanUndiksha
Share64TweetSendShareSend
Previous Post

Mengingat Anies Baswedan di Tengah Pesta Kesenian Bali

Next Post

Drama Gong Kuta Citta Budaya: Remaja yang Membangun Kisah Sekaligus Kejenakaan

Putri Handayani

Putri Handayani

Bernama lengkap Desak Ketut Putri Handayani. Lahir di Klungkung. Adalah penulis pemula yang punya niat besar untuk terus berkembang

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post

Drama Gong Kuta Citta Budaya: Remaja yang Membangun Kisah Sekaligus Kejenakaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co