4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ngobrol bersama Yasuko Iwai: Sakura yang Tumbuh di Undiksha Singaraja

Putri Handayani by Putri Handayani
February 2, 2018
in Khas

Yasuko Iwai dan penulis

“Putri, apakah kamu percaya dengan reinkarnasi? Apakah kita bisa memilih mau reinkarnasi di mana?” tanya wanita itu bertubi-tubi usai menelan sesendok makanan yang ia kunyah. Masih kentara terdengar dialek bahasa ibunya meski ia berusaha menggunakan Bahasa Indonesia.

Sejenak saya terdiam, mulai merangkai jawaban dalam pikiran. Saya paham, pertanyaan itu adalah sambungan dari topik pembicaraan kami siang itu. Topiknya agak berat memang, perihal kasta di Bali. Bukannya apa, saya bisa saja langsung menjawab tanpa berpikir panjang jika lawan bicaranya adalah orang Bali juga dan memiliki tradisi yang sama.

Namun saya rasa pertanyaan retoris macam itu kurang tepat ditanyakan pada sesama orang Bali karena kebanyakan telah mati rasa dengan sistem buatan Belanda itu. Yang saya ajak bicara kali ini bukanlah orang Bali, namun rasa ingin tahunya sangat tinggi terlebih pada hal yang menurutnya baru. Dengan terbata-bata pula saya coba menjawabnya menggunakan Bahasa Inggris, bahasa kesekian yang ia mengerti setelah Bahasa Jepang, Thailand, dan Indonesia sebanyak 10%.

Yasuko Iwai nama lengkapnya. Saya lebih suka memanggilnya Yasuko San, sapaan pada seseorang dalam kebudayaan Jepang. Pertemuan kami berawal ketika saya tengah menemui seorang teman di kampus. Teman saya ini telah lebih dulu mengenal Yasuko dan ia tertarik mengenalkan saya juga dengan temannya itu. Wanita itu menghampiri saya dengan senyum ramah sembari mengulurkan tanganya. Saya balas menjabat tangannya seperti orang Asia kebanyakan. “My name is Yasuko Iwai.” ucapnya dengan logat Jepang yang kental.

Pertemuan kami tak hanya berlangsung hari itu saja. Setelah hari itu, sekali atau dua kali dalam seminggu Yasuko mengajak saya untuk makan siang bersama sambil ngobrol santai. Ini kebiasaan yang sering ia lakukan jika bertemu dengan teman baru karena ia hobi bersosialisasi dan bertemu orang baru. Sebagai seorang yang memiliki teman baru apalagi dari beda negara, tentu pertanyaan demi pertanyaan telah berputar di pikiran saya.

Ada banyak hal yang ingin saya ketahui darinya, terutama tentang tujuannya datang ke Bali, khususnya Singaraja. Ia juga tak mau kalah, berbagai pertanyaan kerap saya terima darinya, dari yang biasa hingga tingkat kesulitannya tinggi hingga saya harus berpikir keras agar makna yang saya jelaskan sampai padanya dan sebisa mungkin saya jawab dengan Bahasa Inggris agak terbata-bata, syukurnya dia mengerti.

Kedatangannya ke Bali khususnya Singaraja bukannya tanpa alasan atau sekedar berlibur dari hiruk pikuk kota di Jepang. Namun, alasan itu pula yang membuat saya kemudian tercengang. “I’m going to study here in Undiksha, I’m your junior, Putri.” bisiknya sambil tertawa kecil. “Are you kidding me?” Saya masih belum bisa percaya.

Mata saya pun menyapu penampakannya dari ujung rambut hingga ujung kaki, penampilannya tak lagi seumuran dengan saya bahkan terlihat 20 tahun lebih tua dari saya. Wanita kelahiran Nagoya yang enggan disebut-sebut soal umurnya itu nyatanya memang serius. Ia ingin menempuh kuliah reguler di Universitas Pendidikan Ganesha dan mengambil S1 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris awal Agustus 2017 ini. Reguler, berarti ia juga akan mengikuti masa orientasi kampus seperti mahasiswa baru kebanyakan.

Menyesal telah Menyianyiakan Pendidikan di Masa Muda

Alasan mencengangkan lain yang saya simak dari ibu beranak dua ini salah satunya karena ia menyesal telah melewatkan pendidikan tinggi di masa mudanya. “Ya, saya menyesal karena dulu saya sering bolos dan tidak sungguh-sungguh belajar.” ujarnya dengan wajah muram.

Untungnya di Jepang ketika duduk di SMA, siswa telah diajarkan untuk magang dan sedari itu pula mereka telah terjamin memiliki pekerjaan setelah lulus SMA lantaran banyak perusahaan-perusahaan besar menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah SMA yang ada di Jepang. Sejatinya Yasuko telah bekerja di perusahaan otomotif milik Jepang yang belokasi di Thailand, namun ia kurang puas dengan pendidikan yang ia miliki.

Kekesalan itu semakin menjadi ketika ia membaca berbagai lowongan pekerjaan di surat kabar dan salah satu persyaratannya adalah memiliki ijazah S1 minimal. Maka, Yasuko kali ini ingin bersungguh-sungguh bersekolah agar mendapatkan ijazah S1 dan pilihannya berlabuh pada sebuah kampus besar di kota Singaraja. Mungkin setelah mendapat ijazah S1, kesempatannya untuk mendapat posisi yang bagus dalam pekerjaan menjadi lebih besar.

Mengapa Memilih Bali dan Undiksha?

Tentu setelah menyimak pengakuan Yasuko mengenai penyesalan soal pendidikannya, saya kembali mengajukan pertanyaan, “Why did you choose Indonesia and Undiksha?” Kembali pula ia menjawab saya dengan Bahasa Inggris yang lugas seiring dengan telinga yang kembali saya tajamkan.

Pertama, mengapa ia memilih Indonesia, karena Indonesia lumayan dekat dengan New Zealand, negara yang di mana salah satu anaknya sedang menuntut pendidikan. Jadi, sesekali mereka akan bertemu dan melepas rindu. Alasan lainnya, sejauh ini ia telah menguasai tiga bahasa, diantaranya Bahasa Jepang, Bahasa Thailand, dan Bahasa Inggris, lalu ia ingin menambah satu bahasa lagi untuk dikuasai, yaitu Bahasa Indonesia. “I love to study languages, and Indonesian will be my last language.” ujarnya dengan kekehan khasnya.

Mengapa memilih Undiksha? Sebelumnya ia sempat mengunjungi sebuah universitas besar di Bandung, namun ia pikir di sana kurang kondusif dan agak padat, lalu pilihannya jatuh pada Bali dan Undiksha dipilihnya lantaran ia juga ingin memperdalam kemampuan berbahasa Indonesia.

Menurutnya Singaraja adalah tempat yang cocok setelah ia membantah pertanyaan susulan saya tentang pilihan di Denpasar. “Saya lebih bisa mengembangkan Bahasa Indonesia saya di sini, kalau di Denpasar terlalu banyak daerah pariwisata jadi pasti orang-orang di sana akan berbicara Bahasa Inggris pada saya.” timpal wanita yang suka menambah teman baru itu.

Apa Rencanamu Selanjutnya Setelah Tamat Kuliah?

Kembali saya mengajukan sebuah pertanyaan pada Yasuko yang terlihat masih antusias untuk menjawab segala rasa penasaran saya, kecuali menanyakan umur karena dengan halus ia menolaknya, “belum saatnya kamu tau”, lagi-lagi dengan logat Jepang dan selingan tawa.

Sebenarnya ia bersedia menjawab namun tanpa harus menyebutkan angka. “Baiklah, kepala empat.” celetuk saya. Kembali tawanya pecah, mungkin karena kurang paham namun kemudian saya menjelaskan artinya.

Yasuko Iwai bersama teman-temannya di Thailand

Kembali soal tujuannya setelah tamat kuliah, ia berencana bekerja pada perusahaan yang bergerak di bidang otomotif tapi tidak di Bali karena menurutnya di Bali tidak ada industri besar seperti perusahaan yang merakit mobil atau sejenisnya. “Mungkin saya akan bekerja di Jakarta atau kembali ke Thailand dan bekerja di tempat yang lama, mereka masih menerima saya di sana.” Tutupnya dengan mantap.

Mengenal seorang Yasuko adalah sebuah hadiah istimewa bagi saya. Banyak pelajaran yang dapat saya petik dari pengalaman serta pemikirannya, salah satunya untuk tidak menyianyiakan pendidikan di usia dini karena di era milenial ini pendidikan adalah bekal untuk menjadi apa saja. Bekal untuk menjelajah dunia lebih luas.

Sebelum kami mengakhiri makan siang, saya sempatkan juga untuk menanyakan tentang motivasi hidupnya agar kelak saya juga bisa termotivasi menjadi wanita mandiri sepertinya. Perihal belajar ia berkata pada saya bahwa, “waktu bukanlah sesuatu yang kamu miliki atau yang tidak kamu miliki, tapi waktu adalah sesuatu yang kamu ciptakan sendiri.” Dengan kata lain, umur bukanlah alasan untuk berhenti belajar, lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali dan akhirnya menyesal.

Saya tertegun sejenak, untuk pertama kalinya di hadapan saya, saya bertemu seseorang yang melakukan hal ini, biasanya saya hanya membaca di artikel atau menonton di televisi. Long life education really exists! (T)

Tags: JepangPendidikanUndiksha
Share64TweetSendShareSend
Previous Post

Mengingat Anies Baswedan di Tengah Pesta Kesenian Bali

Next Post

Drama Gong Kuta Citta Budaya: Remaja yang Membangun Kisah Sekaligus Kejenakaan

Putri Handayani

Putri Handayani

Bernama lengkap Desak Ketut Putri Handayani. Lahir di Klungkung. Adalah penulis pemula yang punya niat besar untuk terus berkembang

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post

Drama Gong Kuta Citta Budaya: Remaja yang Membangun Kisah Sekaligus Kejenakaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co