10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pahlawan Bertopeng Beha

Ferry Fansuri by Ferry Fansuri
February 2, 2018
in Cerpen

Ilustrasi: IB Pandit Parastu

Cerpen: Ferry Fansuri

ADA reaksi aneh jika Sarmin mengendus-dengus bau dari pakaian dalam wanita itu, ia tampak membuncah sumringah mirip anak jalanan saat sakauw kala menghirup bau lem kaleng ritual pagi harinya. Ia seperti kecanduan, di dalam kamar kostnya yang sempit bertumpuk-tumpuk celana dalam dan beha perempuan entah darimana Sarmin dapatkan. Koleksi lengkap mulai dari tekstur berenda, transparan dan berbagai warna.

Sarmin hanyalah seorang penggangguran, hidup tak menentu bahkan berharap belas kasihan orang sekitarnya. Tak tahu asal usul dia, darimanakah dan siapa orang tuanya. Belasan tahun yang lalu Sarmin datang di kampung ini layaknya orang urban lainya datang ke ibukota demi sesuap nasi untuk mengisi perut.

Pekerjaan kasar apa saja dilakukan Sarmin mulai dari kuli, tukang parkir, cuci piring sampai memulung botol plastik bekas. Uang yang didapat dalam sehari hanya bisa untuk membeli nasi bungkus di warteg, memang hidup slum city keras dan apapun dilakukan untuk bertahan hidup.

Tiap pagi Sarmin selalu memanggul keranjang kayu di punggung dan membawa gacu besi pengait. Berkeliling tiap komplek untuk mengais botol plastik di tempat sampah orang-orang borjuis itu, dikumpulkan dalam keranjang dan ditukarkan beberapa rupiah untuk tiap botolnya untuk sarapan pagi.

Siangnya Sarmin menjadi kuli panggul di pasar ikan ujung pelabuhan itu sampai menjelang ufuk tenggelam di barat. Tapi terkadang Sarmin tidak melakukan apapun, hanya berdiam diri di bilik bertutup triplek dan seng terselip bedeng-bedeng kumuh itu. Itulah Sarmin dengan kehidupan serabutan, sebuah potret manusia urban yang nyata adanya.

Di dalam biliknya yang reot itu tak ada televisi ataupun radio, bahkan koran untuk dibaca saja Sarmin gunakan untuk menambal lubang-lubang dinding agar tidak ada yang mengintip di dalam, apa yang ia lakukan. Ada kelakuan ganjil yang Sarmin lakukan di kala senggang, menciumi pakaian dalam wanita.

Entah Sarmin dapat darimana, ia menghirup bau dari tiap helai celana dalam dan beha itu. Bagai candu untuknya yang memasuki aliran nadi darahnya, membuat jantung Sarmin menabuh bertalu-talu bagai gendang dipukul berkali-kali. Berhalusinasi melayang di atas awan bersenggama dengan para bidadari surga di sana.

***

Tak semua tahu bahwa Sarmin punya kelakuan aneh itu karena ia jarang bergaul atau sekadar nongkrong dengan  preman-preman kampung ini. Atau bagaimana Sarmin mendapatkan semua pakaian dalam wanita itu, penghasilan yang ia dapat sehari-hari hanya mampu menganjal perutnya. Perihal yang bisa Sarmin lakukan hanyalah mencuri, kedok profesi sebagai pemulung memudahkan ia beraksi.

Suatu pagi Sarmin selalu berkeliling untuk tempat sampah kompleks perumahan seberang kampung ini. Para pembantu-pembantu orang kaya dipastikan menjemur cucian juragan di halaman jemuran mereka. Sarmin melihat itu layaknya menemukan harta karun yang tidak ternilai harganya, matanya berbinar.

“Kau adalah hartaku paling berharga dan semua ini milikku..milikku….hanya untukku”

Sarmin meraih celana dalam dan beha itu, diciumnya berkali-kali dan didekap erat bagaikan seorang kekasih yang dicintainya. Sarmin menemukan cinta sejati dalam sehelai kain bertektur halus penutup kelamin para wanita itu.

Kejadian itu terus berulang dan berulang kembali maka gemparlah kompleks rumah OKB (orang kaya baru) itu.

“Ada Pencuri Pakaian Dalam Berkeliaran!”

Penghuni perumahan sempat gusar, cucian yang di jemuran selalu hilang. Cuci pagi, sore hilang. Cuci malam, pagi raib. Tak tahu siapa pencurinya dan pernah terlihat batang hidung seperti hantu tak berwujud.

Sarmin begitu lihai untuk melancarkan aksinya dan tak pernah sekalian tertangkap oleh satpam kompleks. Kegalauan semakin memuncak, penghuni merasa kuatir dan was-was atas kejadian kehilangan pakaian dalam tiap harinya.

“Ini pasti kerjaan tukang teluh!”

“Celana dalam kita dipakai jimat guna-guna!”

“Pasti ada tuyul pencuri beha!”

“Kerjaan kolor ijo ini!”

Barbagai argumen dan khayalan para penghuni kompleks berkelebatan kesana kemari membuat pusing para pejabat RT dan RW. Bahkan sampai diadakan rapat akbar di balai pertemuan dekat lapangan kompleks perumahan  itu. Debat sengit pun bersahutan karena merasa keselamatan mereka terancam akan kehadiran maling beha itu.

“Perbanyak satpam!”

“Pasang kamera CCTV!”

“Tiap malam harus ada ronda keliling!”

“Pintu masuk pasang portal pengaman!”

Semua orang berteriak dan bersahutan bagai lomba kicau burung yang akan dijuri. Tapi apa yang dilakukan penghuni perumahan itu sia-sia belaka, celana dalam-celana dalam itu tetap raib pada tempatnya dan tak tersisa. Itupun tak pernah diketahui siapakah pencuri dan terjadi berbulan-bulan.

Sarmin bukan tak terlihat kasat mata, ini disebabkan sebuah jimat yang selalu dikalungkan di lehernya. Warisan orang tuanya sebelum Sarmin merantau di kota, jimat berisikan kain mori putih berajah tulisan Arab diberikan untuk penjagaan. Tapi namanya tupai sepandai-pandainya meloncat pasti jatuh juga.

Sial pagi itu Sarmin sewaktu mandi sealu melepaskan kalung jimatnya karena pantangan dan kalung itu lupa ia pakaikan kembali. Aksinya pun dilancarkan kembali, sewaktu tangan Sarmin menjarah celana dalam dan beha itu kepergok oleh pemilik rumah.

“Maling… Maling.. Tolong…!!”

Teriakan itu membahana menggelegar seantero kompleks perumahan maka gemparlah penghuni di sana. Sarmin pun kaget bukan kepalang, ia pun lari tunggang langgang sambil membawa barang jarahannya. Tapi Sarmin tak sempat membawa banyak bahkan keranjang dan gacu pemulungnya ditinggalkan begitu saja karena ketakutan akan ketangkap jadi bulan-bulanan warga.

Sarmin terus berlari dan lari tanpa henti, barang jarahan berceceran meninggalkan jejak dan yang tersisa sehelai celana dalam ia sisipkan di atas kepala bersamaan beha yang ia ikatkan di atas dahi hampir menutupi kedua matanya.

Sarmin bergerak lurus tanpa menoleh sekalipun ke belakang dan terus berlari menjauh dari tempat itu.

***

Gang sempit itu terlihat sepi sunyi tanpa orang melewati tapi saat itu seorang gadis berpakaian putih abu-abu melintas. Wajahnya polos tanpa polesan gincu ataupun bedak, gerai rambut memanjang menandakan  cita rasa perawan yang sedang mekar-mekarnya. Gerak-geriknya yang centil dan menggoda mampu menarik perhatian lawan jenis siapapun memandangnya. Cantik itu berbahaya.

“Nona cantik, mau ke mana?

Suara-suara itu menghentikan langkah-langkah kecilnya.

“Kalian mau apa?”

“Semua yang dimau tiap lelaki pada seorang wanita!” Wajah-wajah itu menyeringai.

Gerombolan pria tak kenal itu mungkin berjumlah 3-4 orang yang bersiap menyingsingkan lengan baju dan menanggalkan ikat pinggang mereka. Iblis dalam selangkangan mereka akan keluar dari wadah manusianya. Proses pengganyangan kelamin akan dimulai dan semua itu ada di depan mata, gadis itu terpojok dengan terkoyak pakaian putih abu-abu. Teriakan itu tertelan hilang dalam gang sempit.

Tapi tiba-tiba saat batang kemaluan itu akan melakukan penetrasi, “Braakkk!!”

Gerombolan preman tanggung itu bertumbangan seperti diterjang angin puting beliung yang melanda mereka. Bertumbangan satu per satu bak layangan yang putus hubungan dari talinya.

Tak tahu apa yang menimpa mereka, yang diingatnya teriakan maling para warga sekitar membuat mereka mengurungkan niat bejat dan berlari tunggang langgang meninggalkan gadis yang ranum itu.

***

Pahlawan itu cuma pengecut yang beruntung.

Peristiwa pemerkosaan yang gagal itu jadi heboh di media massa dan viral di medsos, gadis itu jadi populer secara instan di mana-mana karena selamat atas kejadian biadab itu.

Dalam sesi wawancara dalam suatu talk show terkenal dipandu presenter botak berjas hitam berdasi merah, kronologis kejadian dijabarkan oleh sang gadis.

“Waktu itu bagaimana sebenarnya terjadi?”

“Tampak samar-samar karena mereka sudah merobek-robek bajuku. Mereka membekap mulutku. Menggeranyangi seluruh tubuhku.”

“Apakah mereka berhasil melakukan itu pada Anda?”

“Hampir berhasil dan saya pasrah saat itu tapi tiba-tiba mereka seperti dihantam truk dari belakang dan jatuh bergelimpangan dalam selokan.”

“Apa yang Anda lihat saat itu?”

“Semua tak jelas tapi yang kuingat sekelebatan itu ada sosok memakai tutup mata berupa kutang beha.”

“Itu saja yang kuingat. Pahlawan bertopeng beha itu yang menyelamatkan diriku!” (T)

Surabaya,  April 2017

Tags: Cerpen
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

“Tangkil” ke Pura Besakih – Ketika Bersama, Ketika Berbeda…

Next Post

Alexander Robert Nainggolan# Ctrl + A, Alt + Tab, Shift + F3, Ctrl + X

Ferry Fansuri

Ferry Fansuri

Lahir di Surabaya, 23 Maret 1980. Penulis, fotografer dan entreprenur lulusan Fakultas Sastra jurusan Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Pernah bergabung dalam teater Gapus-Unair dan ikut dalam pendirian majalah kampus Situs dan cerpen pertamanya "Roman Picisan" (2000) termuat. Mantan redaktur tabloid Ototrend (2001-2013) Jawa Pos Group. Sekarang menulis freelance dan tulisannya tersebar di berbagai media Nasional

Related Posts

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails

Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

by Pitrus Puspito
May 24, 2026
0
Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

Alfie percaya bahwa dunia dapat diringkas menjadi kolom-kolom rapi: pemasukan, pengeluaran, untung, rugi. Di layar ponselnya, angka-angka berpendar seperti doa...

Read moreDetails

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
0
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

Read moreDetails

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

by Dody Widianto
May 22, 2026
0
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

Read moreDetails

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails
Next Post

Alexander Robert Nainggolan# Ctrl + A, Alt + Tab, Shift + F3, Ctrl + X

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan
Esai

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

by Chandra Manikan
June 10, 2026
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co