24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pahlawan Bertopeng Beha

Ferry Fansuri by Ferry Fansuri
February 2, 2018
in Cerpen

Ilustrasi: IB Pandit Parastu

Cerpen: Ferry Fansuri

ADA reaksi aneh jika Sarmin mengendus-dengus bau dari pakaian dalam wanita itu, ia tampak membuncah sumringah mirip anak jalanan saat sakauw kala menghirup bau lem kaleng ritual pagi harinya. Ia seperti kecanduan, di dalam kamar kostnya yang sempit bertumpuk-tumpuk celana dalam dan beha perempuan entah darimana Sarmin dapatkan. Koleksi lengkap mulai dari tekstur berenda, transparan dan berbagai warna.

Sarmin hanyalah seorang penggangguran, hidup tak menentu bahkan berharap belas kasihan orang sekitarnya. Tak tahu asal usul dia, darimanakah dan siapa orang tuanya. Belasan tahun yang lalu Sarmin datang di kampung ini layaknya orang urban lainya datang ke ibukota demi sesuap nasi untuk mengisi perut.

Pekerjaan kasar apa saja dilakukan Sarmin mulai dari kuli, tukang parkir, cuci piring sampai memulung botol plastik bekas. Uang yang didapat dalam sehari hanya bisa untuk membeli nasi bungkus di warteg, memang hidup slum city keras dan apapun dilakukan untuk bertahan hidup.

Tiap pagi Sarmin selalu memanggul keranjang kayu di punggung dan membawa gacu besi pengait. Berkeliling tiap komplek untuk mengais botol plastik di tempat sampah orang-orang borjuis itu, dikumpulkan dalam keranjang dan ditukarkan beberapa rupiah untuk tiap botolnya untuk sarapan pagi.

Siangnya Sarmin menjadi kuli panggul di pasar ikan ujung pelabuhan itu sampai menjelang ufuk tenggelam di barat. Tapi terkadang Sarmin tidak melakukan apapun, hanya berdiam diri di bilik bertutup triplek dan seng terselip bedeng-bedeng kumuh itu. Itulah Sarmin dengan kehidupan serabutan, sebuah potret manusia urban yang nyata adanya.

Di dalam biliknya yang reot itu tak ada televisi ataupun radio, bahkan koran untuk dibaca saja Sarmin gunakan untuk menambal lubang-lubang dinding agar tidak ada yang mengintip di dalam, apa yang ia lakukan. Ada kelakuan ganjil yang Sarmin lakukan di kala senggang, menciumi pakaian dalam wanita.

Entah Sarmin dapat darimana, ia menghirup bau dari tiap helai celana dalam dan beha itu. Bagai candu untuknya yang memasuki aliran nadi darahnya, membuat jantung Sarmin menabuh bertalu-talu bagai gendang dipukul berkali-kali. Berhalusinasi melayang di atas awan bersenggama dengan para bidadari surga di sana.

***

Tak semua tahu bahwa Sarmin punya kelakuan aneh itu karena ia jarang bergaul atau sekadar nongkrong dengan  preman-preman kampung ini. Atau bagaimana Sarmin mendapatkan semua pakaian dalam wanita itu, penghasilan yang ia dapat sehari-hari hanya mampu menganjal perutnya. Perihal yang bisa Sarmin lakukan hanyalah mencuri, kedok profesi sebagai pemulung memudahkan ia beraksi.

Suatu pagi Sarmin selalu berkeliling untuk tempat sampah kompleks perumahan seberang kampung ini. Para pembantu-pembantu orang kaya dipastikan menjemur cucian juragan di halaman jemuran mereka. Sarmin melihat itu layaknya menemukan harta karun yang tidak ternilai harganya, matanya berbinar.

“Kau adalah hartaku paling berharga dan semua ini milikku..milikku….hanya untukku”

Sarmin meraih celana dalam dan beha itu, diciumnya berkali-kali dan didekap erat bagaikan seorang kekasih yang dicintainya. Sarmin menemukan cinta sejati dalam sehelai kain bertektur halus penutup kelamin para wanita itu.

Kejadian itu terus berulang dan berulang kembali maka gemparlah kompleks rumah OKB (orang kaya baru) itu.

“Ada Pencuri Pakaian Dalam Berkeliaran!”

Penghuni perumahan sempat gusar, cucian yang di jemuran selalu hilang. Cuci pagi, sore hilang. Cuci malam, pagi raib. Tak tahu siapa pencurinya dan pernah terlihat batang hidung seperti hantu tak berwujud.

Sarmin begitu lihai untuk melancarkan aksinya dan tak pernah sekalian tertangkap oleh satpam kompleks. Kegalauan semakin memuncak, penghuni merasa kuatir dan was-was atas kejadian kehilangan pakaian dalam tiap harinya.

“Ini pasti kerjaan tukang teluh!”

“Celana dalam kita dipakai jimat guna-guna!”

“Pasti ada tuyul pencuri beha!”

“Kerjaan kolor ijo ini!”

Barbagai argumen dan khayalan para penghuni kompleks berkelebatan kesana kemari membuat pusing para pejabat RT dan RW. Bahkan sampai diadakan rapat akbar di balai pertemuan dekat lapangan kompleks perumahan  itu. Debat sengit pun bersahutan karena merasa keselamatan mereka terancam akan kehadiran maling beha itu.

“Perbanyak satpam!”

“Pasang kamera CCTV!”

“Tiap malam harus ada ronda keliling!”

“Pintu masuk pasang portal pengaman!”

Semua orang berteriak dan bersahutan bagai lomba kicau burung yang akan dijuri. Tapi apa yang dilakukan penghuni perumahan itu sia-sia belaka, celana dalam-celana dalam itu tetap raib pada tempatnya dan tak tersisa. Itupun tak pernah diketahui siapakah pencuri dan terjadi berbulan-bulan.

Sarmin bukan tak terlihat kasat mata, ini disebabkan sebuah jimat yang selalu dikalungkan di lehernya. Warisan orang tuanya sebelum Sarmin merantau di kota, jimat berisikan kain mori putih berajah tulisan Arab diberikan untuk penjagaan. Tapi namanya tupai sepandai-pandainya meloncat pasti jatuh juga.

Sial pagi itu Sarmin sewaktu mandi sealu melepaskan kalung jimatnya karena pantangan dan kalung itu lupa ia pakaikan kembali. Aksinya pun dilancarkan kembali, sewaktu tangan Sarmin menjarah celana dalam dan beha itu kepergok oleh pemilik rumah.

“Maling… Maling.. Tolong…!!”

Teriakan itu membahana menggelegar seantero kompleks perumahan maka gemparlah penghuni di sana. Sarmin pun kaget bukan kepalang, ia pun lari tunggang langgang sambil membawa barang jarahannya. Tapi Sarmin tak sempat membawa banyak bahkan keranjang dan gacu pemulungnya ditinggalkan begitu saja karena ketakutan akan ketangkap jadi bulan-bulanan warga.

Sarmin terus berlari dan lari tanpa henti, barang jarahan berceceran meninggalkan jejak dan yang tersisa sehelai celana dalam ia sisipkan di atas kepala bersamaan beha yang ia ikatkan di atas dahi hampir menutupi kedua matanya.

Sarmin bergerak lurus tanpa menoleh sekalipun ke belakang dan terus berlari menjauh dari tempat itu.

***

Gang sempit itu terlihat sepi sunyi tanpa orang melewati tapi saat itu seorang gadis berpakaian putih abu-abu melintas. Wajahnya polos tanpa polesan gincu ataupun bedak, gerai rambut memanjang menandakan  cita rasa perawan yang sedang mekar-mekarnya. Gerak-geriknya yang centil dan menggoda mampu menarik perhatian lawan jenis siapapun memandangnya. Cantik itu berbahaya.

“Nona cantik, mau ke mana?

Suara-suara itu menghentikan langkah-langkah kecilnya.

“Kalian mau apa?”

“Semua yang dimau tiap lelaki pada seorang wanita!” Wajah-wajah itu menyeringai.

Gerombolan pria tak kenal itu mungkin berjumlah 3-4 orang yang bersiap menyingsingkan lengan baju dan menanggalkan ikat pinggang mereka. Iblis dalam selangkangan mereka akan keluar dari wadah manusianya. Proses pengganyangan kelamin akan dimulai dan semua itu ada di depan mata, gadis itu terpojok dengan terkoyak pakaian putih abu-abu. Teriakan itu tertelan hilang dalam gang sempit.

Tapi tiba-tiba saat batang kemaluan itu akan melakukan penetrasi, “Braakkk!!”

Gerombolan preman tanggung itu bertumbangan seperti diterjang angin puting beliung yang melanda mereka. Bertumbangan satu per satu bak layangan yang putus hubungan dari talinya.

Tak tahu apa yang menimpa mereka, yang diingatnya teriakan maling para warga sekitar membuat mereka mengurungkan niat bejat dan berlari tunggang langgang meninggalkan gadis yang ranum itu.

***

Pahlawan itu cuma pengecut yang beruntung.

Peristiwa pemerkosaan yang gagal itu jadi heboh di media massa dan viral di medsos, gadis itu jadi populer secara instan di mana-mana karena selamat atas kejadian biadab itu.

Dalam sesi wawancara dalam suatu talk show terkenal dipandu presenter botak berjas hitam berdasi merah, kronologis kejadian dijabarkan oleh sang gadis.

“Waktu itu bagaimana sebenarnya terjadi?”

“Tampak samar-samar karena mereka sudah merobek-robek bajuku. Mereka membekap mulutku. Menggeranyangi seluruh tubuhku.”

“Apakah mereka berhasil melakukan itu pada Anda?”

“Hampir berhasil dan saya pasrah saat itu tapi tiba-tiba mereka seperti dihantam truk dari belakang dan jatuh bergelimpangan dalam selokan.”

“Apa yang Anda lihat saat itu?”

“Semua tak jelas tapi yang kuingat sekelebatan itu ada sosok memakai tutup mata berupa kutang beha.”

“Itu saja yang kuingat. Pahlawan bertopeng beha itu yang menyelamatkan diriku!” (T)

Surabaya,  April 2017

Tags: Cerpen
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

“Tangkil” ke Pura Besakih – Ketika Bersama, Ketika Berbeda…

Next Post

Alexander Robert Nainggolan# Ctrl + A, Alt + Tab, Shift + F3, Ctrl + X

Ferry Fansuri

Ferry Fansuri

Lahir di Surabaya, 23 Maret 1980. Penulis, fotografer dan entreprenur lulusan Fakultas Sastra jurusan Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Pernah bergabung dalam teater Gapus-Unair dan ikut dalam pendirian majalah kampus Situs dan cerpen pertamanya "Roman Picisan" (2000) termuat. Mantan redaktur tabloid Ototrend (2001-2013) Jawa Pos Group. Sekarang menulis freelance dan tulisannya tersebar di berbagai media Nasional

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post

Alexander Robert Nainggolan# Ctrl + A, Alt + Tab, Shift + F3, Ctrl + X

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co