2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pahlawan Bertopeng Beha

Ferry Fansuri by Ferry Fansuri
February 2, 2018
in Cerpen

Ilustrasi: IB Pandit Parastu

Cerpen: Ferry Fansuri

ADA reaksi aneh jika Sarmin mengendus-dengus bau dari pakaian dalam wanita itu, ia tampak membuncah sumringah mirip anak jalanan saat sakauw kala menghirup bau lem kaleng ritual pagi harinya. Ia seperti kecanduan, di dalam kamar kostnya yang sempit bertumpuk-tumpuk celana dalam dan beha perempuan entah darimana Sarmin dapatkan. Koleksi lengkap mulai dari tekstur berenda, transparan dan berbagai warna.

Sarmin hanyalah seorang penggangguran, hidup tak menentu bahkan berharap belas kasihan orang sekitarnya. Tak tahu asal usul dia, darimanakah dan siapa orang tuanya. Belasan tahun yang lalu Sarmin datang di kampung ini layaknya orang urban lainya datang ke ibukota demi sesuap nasi untuk mengisi perut.

Pekerjaan kasar apa saja dilakukan Sarmin mulai dari kuli, tukang parkir, cuci piring sampai memulung botol plastik bekas. Uang yang didapat dalam sehari hanya bisa untuk membeli nasi bungkus di warteg, memang hidup slum city keras dan apapun dilakukan untuk bertahan hidup.

Tiap pagi Sarmin selalu memanggul keranjang kayu di punggung dan membawa gacu besi pengait. Berkeliling tiap komplek untuk mengais botol plastik di tempat sampah orang-orang borjuis itu, dikumpulkan dalam keranjang dan ditukarkan beberapa rupiah untuk tiap botolnya untuk sarapan pagi.

Siangnya Sarmin menjadi kuli panggul di pasar ikan ujung pelabuhan itu sampai menjelang ufuk tenggelam di barat. Tapi terkadang Sarmin tidak melakukan apapun, hanya berdiam diri di bilik bertutup triplek dan seng terselip bedeng-bedeng kumuh itu. Itulah Sarmin dengan kehidupan serabutan, sebuah potret manusia urban yang nyata adanya.

Di dalam biliknya yang reot itu tak ada televisi ataupun radio, bahkan koran untuk dibaca saja Sarmin gunakan untuk menambal lubang-lubang dinding agar tidak ada yang mengintip di dalam, apa yang ia lakukan. Ada kelakuan ganjil yang Sarmin lakukan di kala senggang, menciumi pakaian dalam wanita.

Entah Sarmin dapat darimana, ia menghirup bau dari tiap helai celana dalam dan beha itu. Bagai candu untuknya yang memasuki aliran nadi darahnya, membuat jantung Sarmin menabuh bertalu-talu bagai gendang dipukul berkali-kali. Berhalusinasi melayang di atas awan bersenggama dengan para bidadari surga di sana.

***

Tak semua tahu bahwa Sarmin punya kelakuan aneh itu karena ia jarang bergaul atau sekadar nongkrong dengan  preman-preman kampung ini. Atau bagaimana Sarmin mendapatkan semua pakaian dalam wanita itu, penghasilan yang ia dapat sehari-hari hanya mampu menganjal perutnya. Perihal yang bisa Sarmin lakukan hanyalah mencuri, kedok profesi sebagai pemulung memudahkan ia beraksi.

Suatu pagi Sarmin selalu berkeliling untuk tempat sampah kompleks perumahan seberang kampung ini. Para pembantu-pembantu orang kaya dipastikan menjemur cucian juragan di halaman jemuran mereka. Sarmin melihat itu layaknya menemukan harta karun yang tidak ternilai harganya, matanya berbinar.

“Kau adalah hartaku paling berharga dan semua ini milikku..milikku….hanya untukku”

Sarmin meraih celana dalam dan beha itu, diciumnya berkali-kali dan didekap erat bagaikan seorang kekasih yang dicintainya. Sarmin menemukan cinta sejati dalam sehelai kain bertektur halus penutup kelamin para wanita itu.

Kejadian itu terus berulang dan berulang kembali maka gemparlah kompleks rumah OKB (orang kaya baru) itu.

“Ada Pencuri Pakaian Dalam Berkeliaran!”

Penghuni perumahan sempat gusar, cucian yang di jemuran selalu hilang. Cuci pagi, sore hilang. Cuci malam, pagi raib. Tak tahu siapa pencurinya dan pernah terlihat batang hidung seperti hantu tak berwujud.

Sarmin begitu lihai untuk melancarkan aksinya dan tak pernah sekalian tertangkap oleh satpam kompleks. Kegalauan semakin memuncak, penghuni merasa kuatir dan was-was atas kejadian kehilangan pakaian dalam tiap harinya.

“Ini pasti kerjaan tukang teluh!”

“Celana dalam kita dipakai jimat guna-guna!”

“Pasti ada tuyul pencuri beha!”

“Kerjaan kolor ijo ini!”

Barbagai argumen dan khayalan para penghuni kompleks berkelebatan kesana kemari membuat pusing para pejabat RT dan RW. Bahkan sampai diadakan rapat akbar di balai pertemuan dekat lapangan kompleks perumahan  itu. Debat sengit pun bersahutan karena merasa keselamatan mereka terancam akan kehadiran maling beha itu.

“Perbanyak satpam!”

“Pasang kamera CCTV!”

“Tiap malam harus ada ronda keliling!”

“Pintu masuk pasang portal pengaman!”

Semua orang berteriak dan bersahutan bagai lomba kicau burung yang akan dijuri. Tapi apa yang dilakukan penghuni perumahan itu sia-sia belaka, celana dalam-celana dalam itu tetap raib pada tempatnya dan tak tersisa. Itupun tak pernah diketahui siapakah pencuri dan terjadi berbulan-bulan.

Sarmin bukan tak terlihat kasat mata, ini disebabkan sebuah jimat yang selalu dikalungkan di lehernya. Warisan orang tuanya sebelum Sarmin merantau di kota, jimat berisikan kain mori putih berajah tulisan Arab diberikan untuk penjagaan. Tapi namanya tupai sepandai-pandainya meloncat pasti jatuh juga.

Sial pagi itu Sarmin sewaktu mandi sealu melepaskan kalung jimatnya karena pantangan dan kalung itu lupa ia pakaikan kembali. Aksinya pun dilancarkan kembali, sewaktu tangan Sarmin menjarah celana dalam dan beha itu kepergok oleh pemilik rumah.

“Maling… Maling.. Tolong…!!”

Teriakan itu membahana menggelegar seantero kompleks perumahan maka gemparlah penghuni di sana. Sarmin pun kaget bukan kepalang, ia pun lari tunggang langgang sambil membawa barang jarahannya. Tapi Sarmin tak sempat membawa banyak bahkan keranjang dan gacu pemulungnya ditinggalkan begitu saja karena ketakutan akan ketangkap jadi bulan-bulanan warga.

Sarmin terus berlari dan lari tanpa henti, barang jarahan berceceran meninggalkan jejak dan yang tersisa sehelai celana dalam ia sisipkan di atas kepala bersamaan beha yang ia ikatkan di atas dahi hampir menutupi kedua matanya.

Sarmin bergerak lurus tanpa menoleh sekalipun ke belakang dan terus berlari menjauh dari tempat itu.

***

Gang sempit itu terlihat sepi sunyi tanpa orang melewati tapi saat itu seorang gadis berpakaian putih abu-abu melintas. Wajahnya polos tanpa polesan gincu ataupun bedak, gerai rambut memanjang menandakan  cita rasa perawan yang sedang mekar-mekarnya. Gerak-geriknya yang centil dan menggoda mampu menarik perhatian lawan jenis siapapun memandangnya. Cantik itu berbahaya.

“Nona cantik, mau ke mana?

Suara-suara itu menghentikan langkah-langkah kecilnya.

“Kalian mau apa?”

“Semua yang dimau tiap lelaki pada seorang wanita!” Wajah-wajah itu menyeringai.

Gerombolan pria tak kenal itu mungkin berjumlah 3-4 orang yang bersiap menyingsingkan lengan baju dan menanggalkan ikat pinggang mereka. Iblis dalam selangkangan mereka akan keluar dari wadah manusianya. Proses pengganyangan kelamin akan dimulai dan semua itu ada di depan mata, gadis itu terpojok dengan terkoyak pakaian putih abu-abu. Teriakan itu tertelan hilang dalam gang sempit.

Tapi tiba-tiba saat batang kemaluan itu akan melakukan penetrasi, “Braakkk!!”

Gerombolan preman tanggung itu bertumbangan seperti diterjang angin puting beliung yang melanda mereka. Bertumbangan satu per satu bak layangan yang putus hubungan dari talinya.

Tak tahu apa yang menimpa mereka, yang diingatnya teriakan maling para warga sekitar membuat mereka mengurungkan niat bejat dan berlari tunggang langgang meninggalkan gadis yang ranum itu.

***

Pahlawan itu cuma pengecut yang beruntung.

Peristiwa pemerkosaan yang gagal itu jadi heboh di media massa dan viral di medsos, gadis itu jadi populer secara instan di mana-mana karena selamat atas kejadian biadab itu.

Dalam sesi wawancara dalam suatu talk show terkenal dipandu presenter botak berjas hitam berdasi merah, kronologis kejadian dijabarkan oleh sang gadis.

“Waktu itu bagaimana sebenarnya terjadi?”

“Tampak samar-samar karena mereka sudah merobek-robek bajuku. Mereka membekap mulutku. Menggeranyangi seluruh tubuhku.”

“Apakah mereka berhasil melakukan itu pada Anda?”

“Hampir berhasil dan saya pasrah saat itu tapi tiba-tiba mereka seperti dihantam truk dari belakang dan jatuh bergelimpangan dalam selokan.”

“Apa yang Anda lihat saat itu?”

“Semua tak jelas tapi yang kuingat sekelebatan itu ada sosok memakai tutup mata berupa kutang beha.”

“Itu saja yang kuingat. Pahlawan bertopeng beha itu yang menyelamatkan diriku!” (T)

Surabaya,  April 2017

Tags: Cerpen
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

“Tangkil” ke Pura Besakih – Ketika Bersama, Ketika Berbeda…

Next Post

Alexander Robert Nainggolan# Ctrl + A, Alt + Tab, Shift + F3, Ctrl + X

Ferry Fansuri

Ferry Fansuri

Lahir di Surabaya, 23 Maret 1980. Penulis, fotografer dan entreprenur lulusan Fakultas Sastra jurusan Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Pernah bergabung dalam teater Gapus-Unair dan ikut dalam pendirian majalah kampus Situs dan cerpen pertamanya "Roman Picisan" (2000) termuat. Mantan redaktur tabloid Ototrend (2001-2013) Jawa Pos Group. Sekarang menulis freelance dan tulisannya tersebar di berbagai media Nasional

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post

Alexander Robert Nainggolan# Ctrl + A, Alt + Tab, Shift + F3, Ctrl + X

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co