23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debat Pilkada Buleleng: Menunggu Konsep SURYA dan PASS Bangun Daya Kreatif Anak Muda

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Opini

DEBAT tahap pertama pasangan Calon (Paslon) Bupati/Wakil Bupati Buleleng digelar Senin, 30 Januari 2017, di Hotel Melka, Lovina, Singaraja. Debat itu disiarkan langsung sejumlah radio di Buleleng.

Tema debat pada tahap pertama ini menarik: “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, Kreatif, Bersih Narkoba untuk Menciptakan Lapangan Kerja buat Buleleng”. Ini tentu debat yang ditunggu masyarakat Buleleng, bagaimana paslon Dewa Sukrawan/Dharma Wijaya (SURYA) dan paslon Putu Agus Suradnyana/Nyoman Sutjidra (PASS) mendedahkan konsep mereka tentang pemberdayaan anak-anak muda di Buleleng.

Saya duga KPU Buleleng punya “misi khusus” kenapa tema itu diusung dalam debat. Selain dikenal memiliki cuaca panas (dalam pengertian sesungguhnya), sejak dulu Buleleng juga memiliki iklim kreatif, terutama dalam seni dan kebudayaan dalam arti seluas-luasnya.

Di Buleleng tercipta banyak karya seni unik yang tercipta dari daya kreatif anak-anak muda di masa lalu, semisal gong kebyar, tari kekebayaran, joged bumbung, ukiran postmodern (semisal ukiran orang naik sepeda di Pura Meduwe Karang), dan drama gong khas Buleleng.

Di bidang seni modern, anak-anak muda Buleleng di masa lalu banyak yang jadi pelopor. Misalnya, AA Panji Tisna menjadi sastrawan modern pertama di Bali yang menulis novel berbahasa Indonesia. Di Indonesia ia disejajarkan dengan sastrawan Pujangga Baru lain seperti Sutan Takdir Alisyahbana.
Karya-karya Sastra Bali Modern (sastra berbahasa Bali dengan gaya modern) juga pertama kali dibuat oleh orang Buleleng. Namanya Guru Made Pasek yang berkarya sejak1913.

Film pertama di Bali juga dipercaya dibuat di Buleleng. Selain Panji Tisna, ada AA Ngurah Sentanu yang membuat film secara komersial dan diputar keliling desa-desa di Bali Utara. Ada sejumlah film yang dibuat Sentanu, antara lain ”Karmapala” (1970), ”Mayadenawa” (1972), ”Jaya Umbara” (1973) dan ”Titah Dewata” (1974).

Di bidang pers, Buleleng juga bisa disebut pelopor. Anak-anak muda Buleleng yang intelek dan kreatif menerbitkan berbagai jurnal kebudayaan, seperti Shanti Adnyana (1923), Bali Adnyana (1924—1929), Surya Kanta (1925—1927), Bhawanagara (1931—1935), Djatajoe (1936—1941), dan Bhakti (1952—1954). Penerbitan itu adalah cikal-bakal pers di Bali.

Daya Kreatif dan Daya Usaha

Data-data yang ditulis di atas itu bisa ditambah lagi. Misalnya di bidang musik dan seni pertunjukan modern semacam teater. Satu lagi, Buleleng juga menciptakan kuliner unik yang tiada dua di Bali, semisal Siobak dan Sate Plecing.
Data itu sudah cukup membuktikan bahwa daya kreatif anak-anak muda Buleleng di masa lalu memang sangat besar.

Seharusnya daya kreatif yang besar dan kuat di masa lalu itu makin besar dan makin kuat di masa modern ini. Tentu saja, karena saat ini kesehatan anak-anak muda makin membaik dengan dibangunnya sejumlah rumah sakit, dan kecerdasan anak-anak muda juga makin tajir dengan dibangunnya sekolah-sekolah baru yang disertai sistem pendidikan yang cukup maju.

Namun, saya (secara pribadi) merasakan daya kreatif anak-anak muda Buleleng makin luntur. Setidaknya, tak sekuat daya kreatif di masa lalu. Kini, anak-anak muda lebih banyak terpengaruh (untuk tak bilang meniru) produk-produk kreatifitas yang sudah berkembang sebelumnya, di Bali atau di Indonesia.

Secara teknis mereka tetap pintar, misalnya dalam bidang seni, namun tak banyak dari mereka yang punya daya cipta yang menggebu, misalnya daya cipta yang kekuatannya setara dengan masa-masa ketika gong kebyar diciptakan di Buleleng, atau ketika drama gong bisa membuktikan diri sebagai drama yang berbeda dengan drama Bali selatan dan tetap laku ditonton.

Sungguh melegakan, daya bisnis anak-anak muda di Buleleng belakangan tampak besar. Banyak muncul wirausahawan muda dengan niat tulus sekaligus menggebu demi terciptanya usaha-usaha baru sekaligus terciptanya lapangan pekerjaan bagi teman-teman sesama anak muda yang lain. Namun karena daya kreatifitas yang lemah, banyak usaha terlihat pasang-surut, maju-bangkrut, buka-tutup.

Ada masa ketika banyak muncul kafetaria, semacam tempat minum dan makan sekaligus tempat nongkrong anak-anak muda. Namun yang bertahan hingga kini tidaklah banyak. Ada masa distro bertebaran, namun belakangan tak banyak juga yang bertahan.

Gejala itu bisa dilihat dalam dunia seni. Ada masa ketika grup musik menjamur, namun yang “bisa dijual” hanya beberapa dan beberapa lagi bubar jalan. Ketika bondres tampak laris, muncullah banyak grup bondres. Namun yang manggung di pasar-pasar hiburan hanya itu-itu saja.

Itu terjadi, salah satunya karena daya kreatif dan daya cipta yang melemah. Banyak anak-anak muda yang melakukan sesuatu karena orang lain sudah sukses melakukannya. Padahal, jika iklim kreativitas sungguh cerah, seseorang pasti punya ambisi sukses untuk menjadi pelopor, dengan menciptakan sesuatu yang baru, yang tak dilakukan orang lain.

Mencipta dan “Menjual”

Jangan tersinggung dulu. Saya tak seperti orang tua nyinyir yang dengan mudah menyalahkan anak-anak muda zaman sekarang sambil membandingkan dengan kesuksesan anak-anak muda zaman dulu.

Anak-anak yang punya daya kreatif yang besar di zaman dulu juga memiliki sejumlah kelemahan. Dulu, ketika banyak produk tercipta, anak-anak muda di zaman itu tak sekaligus punya kecerdasan untuk “menjual”. Artinya, daya bisnis mereka lemah. Kreativitas itu tak sekaligus menciptakan iklim usaha dan penciptaan lapangan usaha.

Atau, pada zaman itu, tak banyak pihak lain, seperti lembaga pemerintah dan lembaga nonpemerintah, yang membantu para kreator untuk mengembangkan produk kreatif mereka agar bisa “dijual” dan mendatangkan kesejahteraan bagi kreator dan masyarakat di sekitarnya. Terciptanya kreasi seni baru, misalnya, tak dibarengi dengan adanya pembangunan gedung kesenian yang representatif, sehingga mereka tak memiliki “tempat jualan” yang bagus.

Terciptanya desain-desain baru dalam dunia kerajinan perak, kerajinan kayu dan kerajinan bambu, misalnya, tak dibantu dengan pembangunan pasar seni kerajinan. Atau mereka tak dibantu untuk memperkenalkan produk mereka ke dunia luar.
Ada banyak anak muda yang jago bikin film, misalnya, namun tak ada yang punya keinginan membangun tempat putar film sekaligus menciptakan kecintaan pada film. Banyak seniman yang menciptakan lukisan-lukisan bagus, misalnya, namun hingga kini Buleleng tak punya galeri yang bagus untuk memamerkan karya-karya mereka agar para kolektor luar negeri mau datang ke Buleleng.

Kondisi-kondisi seperti itulah yang membuat daya cipta dan daya kreatif anak-anak muda Buleleng menjadi melemah. Tak ada lembaga, termasuk lembaga pemerintah, yang membantu anak-anak muda kreatif itu dengan cara yang benar. Lembaga pemerintah bikin lomba seni saja sudah merasa berjasa mengembangkan kesenian, padahal banyak hal lain seharusnya dikerjakan dengan serius.

Sehingga, jangan salah, muncul banyak ungkapan dengan nada menyindir: “Buleleng hanya bisa mencipta, kabupaten lain yang menjualnya!”

Debat Konsep

Saya berharap, dalam debat paslon Pilkada Buleleng, 30 Januari 2017, terungkap konsep-konsep yang bernas dari paslon tentang bagaimana menggairahkan kembali iklim penciptaan dan kreativitas anak-anak muda, sekaligus membuat konsep agar hasil kreasi anak-anak muda itu bisa “dijual” dan tercipta dunia usaha yang khas dan unik di Buleleng.

Anak-anak muda Buleleng sudah siap mendengarnya. (T)

Tags: bulelengKreativitasPilkadaproses kreatifSeniwirausaha
Share71TweetSendShareSend
Previous Post

Pesan Cinta yang Tak Pernah Terkirim

Next Post

Belajar Filsafat dari Anak Band Sekaliber Bob Dylan

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

Read moreDetails

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

Read moreDetails

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails
Next Post

Belajar Filsafat dari Anak Band Sekaliber Bob Dylan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co