23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Petugas Humas Pemerintah di Zaman Medsos – Jangan Gagap!

Cok Adithya Wiraputra Yudha by Cok Adithya Wiraputra Yudha
February 2, 2018
in Opini

 

DI zaman media sosial (medsos) sekarang ini, petugas lembaga humas (hubungan masyarakat) di instansi pemerintahan tidak boleh gagap teknologi.  Jika gagap, tentu arus informasi dari pemerintah ke masyarakat atau dari masyarakat ke pemerintah bisa tersendat-sendat bahkan macet.

Aktivitas petugas humas adalah mengelola komunikasi, dan informasi  antara instansi pemerintahan dan publiknya. Praktik Humas adalah memikirkan, merencanakan dan menyebarluaskan informasi dan kebijakan Pemerintah untuk membangun pemahaman, pengertiam dan menjaga image/citra Pemerintah di mata publik.

Pemahaman seorang praktisi Humas yang saat ini masih melekat adalah fungsi humas masih dianggap sebagai pembuat press release (siaran pers), keprotokolan, dokumentasi, dan menjalin hubungan dengan media massa. Jarang orang mengira bahwa petugas humas juga harus memiliki kemampuan berhubungan dengan masyarakat luas.

Padahal fungsi humas di pemerintah bagaikan sebuah lampu depan sebuah organisasi pemerintah. Bayangkan saja apabila mobil berjalan pada malam hari tanpa menggunakan lampu depan maka sopirnya akan sangat repot dan kelabakan

Humas adalah suatu lembaga yang sangat strategis untuk menjembatani hubungan pemerintah dengan masyarakat, swasta, serta elemen-elemen kelembagaan masyarakat lainnya.  Dari Humas itulah seluruh informasi penting tentang lembaga/instansi dan informasi penting dari masyarakat untuk lembaga/instansi itu bertemu.

Perkembangan Dunia Kehumasan

Perkembangan dunia Kehumasan tidak lepas dari perkembangan teknologi komunikasi. Humas masa kini tidak cukup hanya terampil dalam menulis dan berbicara, namun juga dituntut mampu menguasai keahlian tambahan terkait internet atau perangkat-perangkat digital lain.

Dulu, ketika internet dengan berbagai media online dan media sosial belum ada, petugas humas sepertinya hanya berhubungan dengan media massa tradisional: surat kabar (dan sejenisnya), radio serta televisi. Informasi dari pemerintah, misalnya tentang sebuah kebijakan, seakan-akan hanya disalurkan lewat media itu.

Bahkan di zaman Orde Baru, di zaman Harmoko sebagai Menteri Penerangan, di seluruh Indonesia terbentuk Kelompencapir. Yakni Kelompok Pendengar (radio), Pembaca (koran) dan Pemirsa (TV). Kelompok itu menjadi semacam agen untuk menampung informasi dari pemerintah, lalu mengelola informasi itu untuk diteruskan pada masyarakat.

Jika ada feed back dari masyarakat, bisa disalurkan melalui kolom Surat Pembaca di koran. Atau ketika siaran interaktif mulai nge-trend di radio dan TV, keluhan tentang fasilitas umum, keluhan tentang pelayanan petugas pemerintahan dan protes tentang kebijakan pemerintah, bisa disalurkan lewat media elektronik itu.

Biasanya, suara-suara masyarakat di koran, di radio maupun di TV, bisa dikelola oleh petugas humas dengan cukup mudah. Petugas humas biasanya menjawab melalui media tersebut cukup dengan mengirimkan surat tanggapan, atau penjelasan kepada masyarakat, melalui media di mana suara masyarakat itu disiarkan. Jika pun terjadi diskusi berkepanjangan, biasanya diskusi berjalan dengan fokus dan arah yang jelas, tanpa banyak bias.

Tapi kini, ketika teknologi informasi mengalami perkembangan yang amat pesat, terutama ketika ada internet dengan media online dan media sosialnya, pengelolaan informasi tak bisa dilakukan dengan sederhana. Media sosial memiliki sifat yang jauh berbeda dengan media tradisional semacam surat kabar, radio atau televisi. Di satu sisi, informasi di media sosial bisa dengan mudah menjangkau masyarakat di segala lapisan, tapi di sisi lain informasi itu juga dengan mudah menjadi bias dan menimbulkan tanggapan yang bias pula.

Salah satu fungsi Humas adalah menciptakan saling pengertian dengan  publiknya melalui komunikasi dua arah atau bahkan sampai lebih dari dua arah. Komunikasi ini dilakukan melalui bantuan media atau pun langsung. Banyak media yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi humas dengan publiknya, baik media internal ataupun media massa.

Di era perkembangan teknologi komunikasi, media yang sedang berkembang pesat adalah media sosial. Keterjangkauannya yang tidak dibatasi oleh letak geografis menjadikan media sosial popular digunakan oleh banyak pihak, baik oleh personal atau pun lembaga. Media sosial juga kerap digunakan sebagai media kampanye perusahaan dalam menyelenggarakan program-programnya. Melalui media sosial, pemerintah dapat membangun saling pengertian dengan lebih emosional dengan publik.

Di sinilah, petugas humas dituntut tidak gagap teknologi. Bukan hanya teknologi hardware, namun juga teknologi di bidang software. Selain itu, wawasan petugas humas, terutama terkait dengan pengetahuan umum, juga harus ditingkatkan. Karena, menjawab perkembangan teknologi, tentu praktisi humas harus bisa menjalankan dan paham teknologi informasi di mana kegiatan humas bisa dilakukan secara online dengan memanfaatkan media Internet, seperti website, media sosial, blog dan lainnya.

Humas harus menjadi fungsi dominan karena yang kita hadapi ini publik dunia, di mana dalam menyampaikan informasi secara online, artinya akses publik terhadap informasi itu pun semakin tinggi, punya potensi informasi yang disampaikan menyebar ke seluruh dunia,

Tugas Humas Pemerintah di Era Medsos

Dengan berkembangkan teknologi informasi yang sangat pesat ini, tugas dari petugas humas di kantor pemerintahan tentu saja makin bertambah banyak.

Sejumlah tugas itu, antara lain memanfaatkan digital public relations untuk menyebarluaskan informasi tentang kebijakan, program maupun kegiatan lembaga. Selain itu, memanfaatkan digital public relations untuk berkomunikasi dan membangun hubungan “personal” dengan publik lembaga. Juga harus tanggap terhadap perubahan lingkungan dan/atau kebijakan (politik) legislatif dan eksekutif; dan merespon dengan cepat dan tepat berbagai isu yang berkembang di media sosial maupun portal berita.

Selain itu, petugas humas juga harus mampu mensinergikan pemanfaatan media sosial lembaga dengan media sosial jaringan (publik) lembaga, dan melakukan monitoring terhadap percakapan ataupun pemberitaan terkait lembaga di media sosial maupun portal berita.

Jadi, kini aktivitas yang dilakukan bukan hanya pengiriman siaran pers (press release), dan menyelenggarakan konferensi pers dengan wartawan dari media tradisional seperti media cetak dan media elektronik, namun juga memformulasikan isu penting di organisasi yang menarik untuk media, baik media cetak, elektronik, media online, dan juga media sosial.

Dengan begitu, karakter petugas humas pun bisa berkembang. Antara lain, mampu menghadapi semua orang dalam berbagai karakter dengan baik. Orang itu bisa berupa orang di dunia nyata, maupun orang di dunia maya (akun di media sosial). Juga harus mampu berkomunikasi dengan lancar dan baik, pandai mengorganisir segala sesuatu kegiatan, memiliki integritas personal (pribadi/profesi), memiliki kemampuan berimajinasi dan kreatif, serta bisa menjadi semacam “kamus berjalan” terkait informasi dan hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan. (T)

Tags: beritahumasIndonesiamedia massamedia sosialpemerintahan
Share90TweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Berdasar Proses – Hapuskan Ujian!

Next Post

Memahasiswakan Mahasiswa di Kampus Pencetak Calon Intelektual

Cok Adithya Wiraputra Yudha

Cok Adithya Wiraputra Yudha

Lahir di Singaraja 7 Juli 1983. Kini bekerja sebagai Kasubag Pemberitaan, bagian Humas dan Protokol PemkabBuleleng.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Memahasiswakan Mahasiswa di Kampus Pencetak Calon Intelektual

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co