22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak SD dan Motor “Keren”-nya

Putu Cahyadi Putra by Putu Cahyadi Putra
February 2, 2018
in Opini

Motor replika Ducati. # Foto ilustrasi: Google

MOTOR, siapa sih yang tidak tahu apa itu motor? Lah, motor digunakan untuk sarana transportasi untuk mencapai tujuan. Lalu bagaimana kaitan sepeda motor dengan anak Sekolah Dasar (SD)? Mungkin bayangan kita akan terlintas seorang anak yang dibonceng oleh orang tuanya pergi ke sekolah atau pergi ke suatu tempat. Benarkah seperti itu? Saya rasa tidak sepenuhnya demikian.

Pernahkah melihat seorang anak bau kencur menaiki sepeda motor dengan gayanya yang songong seolah menjadi pembalap motor GP? Mungkin tidak semua orang pernah namun itulah yang terjadi, mungkin tidak di kota besar seperti Denpasar. Namun di pelosok desa itu lumrah.

“Hah? Lumrah? Yang benar saja!?”

Sebagian orang akan mempertanyakan, benarkah itu ada? Ada buktinya? Tidak semua kok seperti itu? Saya akan menjawab “Ya itu ada, cobalah kapah-kapah melali ke desa. Benar tidak semua, tapi ADA”

Bagaimana fenomena ini bisa terjadi? Saya rasa ini kompleks, begitu kompleksnya sehingga banyak aspek yang dapat menjadi landsaran terjadinya hal ini. Namun ada aspek penting yaitu pertama tidak adanya sarana transportasi umum yang memadai, kedua orang tua yang membiarkan dan cenderung BANGGA anaknya bisa mengendarai sepeda motor, ketiga pergaulan lingkungan

Bayangkan, kesan pertama yang terlintas ketika seorang anak menaiki sepeda motor? Ya, tampang polos (namun tidak semua) terpaku ke depan dengan tubuh yang kecil dan kaki pendek yang notabene belum bisa menyentuh tanah alias kaki ngak nyampe. Pakai helm? “Hmmm seberapa ada helm untuk kepala anak kecil? Tentu tidak”

Jauh dari bayangan. Lalu apakah ini generasi kita ke depannya? “Saya akan menjawab, ya inilah generasi kita, harus kita akui, beginilah keadaan di masyarakat.” Lalu apakah kita akan menerima seperti ini? Ya mungkin tiap orang sudah tahu jawabannya dalam hati, namun mungkin enggan mengungkapkan.

Oke, mari kita lihat mengapa fenomena ini bisa terjadi? Mengapa seorang anak SD bisa menaiki sepeda motor hingga kadang menimbulkan kecelakaan? Ya pasti ada yang mengajari, siapa? Tentu orang dekat di sekitarnya, terutama orang tua.

Orang tua yang bangga

Bagaimana jadinya kalau orang tua malah bangga jika anaknya yang masih kecil sudah bisa mengantarkan ibunya ke pasar naik motor? Banggalah sang orang tua karena anaknya sudah menjadi anak yang berbakti.

Benarkah demikian? Jika kita lihat, jika kita pertimbangkan dengan akal sehat dan hati nurani, apakah baik mengajari seorang anak yang belum terkendali emosinya untuk mengendarai sepeda motor? Cobalah pertimbangkan kembali.

Di mana kejadian jika orang tua yang mengajarkan anaknya yang belum cukup umur untuk menaiki sepeda motor adalah tindakan yang kurang mempertimbangkan resiko ke depannya. Di mana saat terjadi kecelakaan siapa yang akan disalahkan?

Hal itu perlu kita hindari, sebagai orang yang sudah dewasa seharusnya memberikan contoh yang baik. Lah, gimana kalau orang tuanya tidak baik? Hm, berpikir lagi jadinya. Inilah kenyataannya.

Tidak ada transportasi umum

Mari kita tengok sedikit ke pedesaan, jarak SMP dengan rumah yang berkisar antara 3-5 km tanpa angkutan umum. Apa yang terlintas di benak kita? “Orang tua harus mengantar anaknya dong”.

Namun kenyataannya tidak demikian, yang terjadi adalah seperti ini “Cening ne jemak kunci e abe motore masuk nanang nu sibuk sing ngidang ngatehang” Intinya sang orang tua membiarkan anaknya untuk menaiki sepeda motor ke sekolah karena alasan kerja dan sibuk lain sebagainya. Tidakkah pernah terlintas, perkembangan anak, akhlak anak pada orang tua akan berkembang tergantung orang tuanya mengasuh.

Tidak adanya angkutan umum bukan hanya urusan orang tua dan sekolah, melainkan urusan pemerintah. Terbukti angkutan umum Sarbagita saja belum berjalan optimal, bagaimana menyasar angkutan sekolah? Inilah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, bagaimana angkutan umum sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk transportasi namun untuk kebutuhan moral dan kebiasaan kita.

Mungkin sebagian sudah ada yang memiliki angkutan umum untuk ke sekolah. Ya, benar ada apa itu? “pick up yang mengangkut anak-anak SMP dengan jumlah penumpang dalam satu pick up 20 orang” Wow ekstrim sekali, namun inilah kenyataan kita di Bali. Tidak muluk-muluk dan inilah kenyataan. Kita perlu berubah. Bukan mengubah yang tak mungkin kita ubah, tapi mengubah POLA PIKIR kita.

Pergaulan trek-trekan

Mungkin sebagian orang tak kenal istilah trek-trekan, istilah lainnya adalah kebut-kebutan, balapan liar. Oh, yang di film Anak Jalanan itu? “Lah kok nyambungnya ke sana?” Namun saya kira ini berkaitan, bagaimana pengaruh TV ke anak sangatlah berpengaruh, bagaimana TV kita mencontohkan balapan dan akan ditiru oleh anak yang belum dapat mencerna dengan baik informasi yang ia terima.

Selain itu bagaimana pergaulan si anak dengan teman-temannya sangat mempengaruhi kejadian naik motor di usia dini ini. Mungkin tidak semua anak akan menjadi pengendara motor namun sebagian lainnya akan menjadi joki ala cabe-cabean.

Boncengannya pun tidak tanggung-tanggung bisa 2 sampai 3 ekor (eh maksud saya dua sampai tiga anak). Jadi si anak yang menjadi pengendara akan mengajak anak lainnya menjadi joki-nya. Tidak tanggung-tanggung seorang anak SD bisa mengangkat motornya bagaikan pengendara motor cross.

Percaya tak percaya inilah kenyataan di luar sana, entah kita mengabaikan atau itu bukan urusan saya. Namun mau tak mau ini memang terjadi. Kecelakaan anak di bawah umur pun tak terhitung lagi jumlahnya.

Lalu apa yang harus kita lakukan? “Ya jawabanya adalah ubahlah pola pikir kita yang membenarkan bahwa anak SD naik motor adalah benar”. Balik lagi ke keluarga masing-masing yang memberikan peranan paling utama terhadap pola kembang anak. (T)

Tags: anak-anakgaya hidupsekolah dasartransportasi
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Durpa: Merdekalah di Sorga Seperti Kemerdekaan dalam Berkesenian

Next Post

Dulu Menunggang Kuda, Kini Koboi Menunggang Media

Putu Cahyadi Putra

Putu Cahyadi Putra

Dokter hewan ini lahir di Payangan Gianyar. Suka membaca dan menulis karya ilmiah atau opini. Sedang melanjutkan studi S2.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Dulu Menunggang Kuda, Kini Koboi Menunggang Media

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co