28 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak SD dan Motor “Keren”-nya

Putu Cahyadi Putra by Putu Cahyadi Putra
February 2, 2018
in Opini

Motor replika Ducati. # Foto ilustrasi: Google

MOTOR, siapa sih yang tidak tahu apa itu motor? Lah, motor digunakan untuk sarana transportasi untuk mencapai tujuan. Lalu bagaimana kaitan sepeda motor dengan anak Sekolah Dasar (SD)? Mungkin bayangan kita akan terlintas seorang anak yang dibonceng oleh orang tuanya pergi ke sekolah atau pergi ke suatu tempat. Benarkah seperti itu? Saya rasa tidak sepenuhnya demikian.

Pernahkah melihat seorang anak bau kencur menaiki sepeda motor dengan gayanya yang songong seolah menjadi pembalap motor GP? Mungkin tidak semua orang pernah namun itulah yang terjadi, mungkin tidak di kota besar seperti Denpasar. Namun di pelosok desa itu lumrah.

“Hah? Lumrah? Yang benar saja!?”

Sebagian orang akan mempertanyakan, benarkah itu ada? Ada buktinya? Tidak semua kok seperti itu? Saya akan menjawab “Ya itu ada, cobalah kapah-kapah melali ke desa. Benar tidak semua, tapi ADA”

Bagaimana fenomena ini bisa terjadi? Saya rasa ini kompleks, begitu kompleksnya sehingga banyak aspek yang dapat menjadi landsaran terjadinya hal ini. Namun ada aspek penting yaitu pertama tidak adanya sarana transportasi umum yang memadai, kedua orang tua yang membiarkan dan cenderung BANGGA anaknya bisa mengendarai sepeda motor, ketiga pergaulan lingkungan

Bayangkan, kesan pertama yang terlintas ketika seorang anak menaiki sepeda motor? Ya, tampang polos (namun tidak semua) terpaku ke depan dengan tubuh yang kecil dan kaki pendek yang notabene belum bisa menyentuh tanah alias kaki ngak nyampe. Pakai helm? “Hmmm seberapa ada helm untuk kepala anak kecil? Tentu tidak”

Jauh dari bayangan. Lalu apakah ini generasi kita ke depannya? “Saya akan menjawab, ya inilah generasi kita, harus kita akui, beginilah keadaan di masyarakat.” Lalu apakah kita akan menerima seperti ini? Ya mungkin tiap orang sudah tahu jawabannya dalam hati, namun mungkin enggan mengungkapkan.

Oke, mari kita lihat mengapa fenomena ini bisa terjadi? Mengapa seorang anak SD bisa menaiki sepeda motor hingga kadang menimbulkan kecelakaan? Ya pasti ada yang mengajari, siapa? Tentu orang dekat di sekitarnya, terutama orang tua.

Orang tua yang bangga

Bagaimana jadinya kalau orang tua malah bangga jika anaknya yang masih kecil sudah bisa mengantarkan ibunya ke pasar naik motor? Banggalah sang orang tua karena anaknya sudah menjadi anak yang berbakti.

Benarkah demikian? Jika kita lihat, jika kita pertimbangkan dengan akal sehat dan hati nurani, apakah baik mengajari seorang anak yang belum terkendali emosinya untuk mengendarai sepeda motor? Cobalah pertimbangkan kembali.

Di mana kejadian jika orang tua yang mengajarkan anaknya yang belum cukup umur untuk menaiki sepeda motor adalah tindakan yang kurang mempertimbangkan resiko ke depannya. Di mana saat terjadi kecelakaan siapa yang akan disalahkan?

Hal itu perlu kita hindari, sebagai orang yang sudah dewasa seharusnya memberikan contoh yang baik. Lah, gimana kalau orang tuanya tidak baik? Hm, berpikir lagi jadinya. Inilah kenyataannya.

Tidak ada transportasi umum

Mari kita tengok sedikit ke pedesaan, jarak SMP dengan rumah yang berkisar antara 3-5 km tanpa angkutan umum. Apa yang terlintas di benak kita? “Orang tua harus mengantar anaknya dong”.

Namun kenyataannya tidak demikian, yang terjadi adalah seperti ini “Cening ne jemak kunci e abe motore masuk nanang nu sibuk sing ngidang ngatehang” Intinya sang orang tua membiarkan anaknya untuk menaiki sepeda motor ke sekolah karena alasan kerja dan sibuk lain sebagainya. Tidakkah pernah terlintas, perkembangan anak, akhlak anak pada orang tua akan berkembang tergantung orang tuanya mengasuh.

Tidak adanya angkutan umum bukan hanya urusan orang tua dan sekolah, melainkan urusan pemerintah. Terbukti angkutan umum Sarbagita saja belum berjalan optimal, bagaimana menyasar angkutan sekolah? Inilah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, bagaimana angkutan umum sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk transportasi namun untuk kebutuhan moral dan kebiasaan kita.

Mungkin sebagian sudah ada yang memiliki angkutan umum untuk ke sekolah. Ya, benar ada apa itu? “pick up yang mengangkut anak-anak SMP dengan jumlah penumpang dalam satu pick up 20 orang” Wow ekstrim sekali, namun inilah kenyataan kita di Bali. Tidak muluk-muluk dan inilah kenyataan. Kita perlu berubah. Bukan mengubah yang tak mungkin kita ubah, tapi mengubah POLA PIKIR kita.

Pergaulan trek-trekan

Mungkin sebagian orang tak kenal istilah trek-trekan, istilah lainnya adalah kebut-kebutan, balapan liar. Oh, yang di film Anak Jalanan itu? “Lah kok nyambungnya ke sana?” Namun saya kira ini berkaitan, bagaimana pengaruh TV ke anak sangatlah berpengaruh, bagaimana TV kita mencontohkan balapan dan akan ditiru oleh anak yang belum dapat mencerna dengan baik informasi yang ia terima.

Selain itu bagaimana pergaulan si anak dengan teman-temannya sangat mempengaruhi kejadian naik motor di usia dini ini. Mungkin tidak semua anak akan menjadi pengendara motor namun sebagian lainnya akan menjadi joki ala cabe-cabean.

Boncengannya pun tidak tanggung-tanggung bisa 2 sampai 3 ekor (eh maksud saya dua sampai tiga anak). Jadi si anak yang menjadi pengendara akan mengajak anak lainnya menjadi joki-nya. Tidak tanggung-tanggung seorang anak SD bisa mengangkat motornya bagaikan pengendara motor cross.

Percaya tak percaya inilah kenyataan di luar sana, entah kita mengabaikan atau itu bukan urusan saya. Namun mau tak mau ini memang terjadi. Kecelakaan anak di bawah umur pun tak terhitung lagi jumlahnya.

Lalu apa yang harus kita lakukan? “Ya jawabanya adalah ubahlah pola pikir kita yang membenarkan bahwa anak SD naik motor adalah benar”. Balik lagi ke keluarga masing-masing yang memberikan peranan paling utama terhadap pola kembang anak. (T)

Tags: anak-anakgaya hidupsekolah dasartransportasi
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Durpa: Merdekalah di Sorga Seperti Kemerdekaan dalam Berkesenian

Next Post

Dulu Menunggang Kuda, Kini Koboi Menunggang Media

Putu Cahyadi Putra

Putu Cahyadi Putra

Dokter hewan ini lahir di Payangan Gianyar. Suka membaca dan menulis karya ilmiah atau opini. Sedang melanjutkan studi S2.

Related Posts

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails
Next Post

Dulu Menunggang Kuda, Kini Koboi Menunggang Media

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival
Panggung

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda
Esai

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

by Angga Wijaya
September 27, 2026
Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI
Pendidikan

Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

KECERDASAN buatan semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mencari informasi, memahami materi, menemukan ide, hingga membuat rangkuman kini dapat dilakukan dengan...

by Dede Putra Wiguna
September 27, 2026
Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”
Pop

Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

SINGARAJA pernah menjadi pintu masuk bagi Gede Angga Prasaja untuk memperkenalkan musiknya. Lewat “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja”,...

by Rusdy Ulu
September 27, 2026
Mengurai Gnosis Perupa Payangan
Ulas Rupa

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

by I Wayan Westa
September 27, 2026
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi
Khas

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co