27 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak SD dan Motor “Keren”-nya

Putu Cahyadi Putra by Putu Cahyadi Putra
February 2, 2018
in Opini

Motor replika Ducati. # Foto ilustrasi: Google

MOTOR, siapa sih yang tidak tahu apa itu motor? Lah, motor digunakan untuk sarana transportasi untuk mencapai tujuan. Lalu bagaimana kaitan sepeda motor dengan anak Sekolah Dasar (SD)? Mungkin bayangan kita akan terlintas seorang anak yang dibonceng oleh orang tuanya pergi ke sekolah atau pergi ke suatu tempat. Benarkah seperti itu? Saya rasa tidak sepenuhnya demikian.

Pernahkah melihat seorang anak bau kencur menaiki sepeda motor dengan gayanya yang songong seolah menjadi pembalap motor GP? Mungkin tidak semua orang pernah namun itulah yang terjadi, mungkin tidak di kota besar seperti Denpasar. Namun di pelosok desa itu lumrah.

“Hah? Lumrah? Yang benar saja!?”

Sebagian orang akan mempertanyakan, benarkah itu ada? Ada buktinya? Tidak semua kok seperti itu? Saya akan menjawab “Ya itu ada, cobalah kapah-kapah melali ke desa. Benar tidak semua, tapi ADA”

Bagaimana fenomena ini bisa terjadi? Saya rasa ini kompleks, begitu kompleksnya sehingga banyak aspek yang dapat menjadi landsaran terjadinya hal ini. Namun ada aspek penting yaitu pertama tidak adanya sarana transportasi umum yang memadai, kedua orang tua yang membiarkan dan cenderung BANGGA anaknya bisa mengendarai sepeda motor, ketiga pergaulan lingkungan

Bayangkan, kesan pertama yang terlintas ketika seorang anak menaiki sepeda motor? Ya, tampang polos (namun tidak semua) terpaku ke depan dengan tubuh yang kecil dan kaki pendek yang notabene belum bisa menyentuh tanah alias kaki ngak nyampe. Pakai helm? “Hmmm seberapa ada helm untuk kepala anak kecil? Tentu tidak”

Jauh dari bayangan. Lalu apakah ini generasi kita ke depannya? “Saya akan menjawab, ya inilah generasi kita, harus kita akui, beginilah keadaan di masyarakat.” Lalu apakah kita akan menerima seperti ini? Ya mungkin tiap orang sudah tahu jawabannya dalam hati, namun mungkin enggan mengungkapkan.

Oke, mari kita lihat mengapa fenomena ini bisa terjadi? Mengapa seorang anak SD bisa menaiki sepeda motor hingga kadang menimbulkan kecelakaan? Ya pasti ada yang mengajari, siapa? Tentu orang dekat di sekitarnya, terutama orang tua.

Orang tua yang bangga

Bagaimana jadinya kalau orang tua malah bangga jika anaknya yang masih kecil sudah bisa mengantarkan ibunya ke pasar naik motor? Banggalah sang orang tua karena anaknya sudah menjadi anak yang berbakti.

Benarkah demikian? Jika kita lihat, jika kita pertimbangkan dengan akal sehat dan hati nurani, apakah baik mengajari seorang anak yang belum terkendali emosinya untuk mengendarai sepeda motor? Cobalah pertimbangkan kembali.

Di mana kejadian jika orang tua yang mengajarkan anaknya yang belum cukup umur untuk menaiki sepeda motor adalah tindakan yang kurang mempertimbangkan resiko ke depannya. Di mana saat terjadi kecelakaan siapa yang akan disalahkan?

Hal itu perlu kita hindari, sebagai orang yang sudah dewasa seharusnya memberikan contoh yang baik. Lah, gimana kalau orang tuanya tidak baik? Hm, berpikir lagi jadinya. Inilah kenyataannya.

Tidak ada transportasi umum

Mari kita tengok sedikit ke pedesaan, jarak SMP dengan rumah yang berkisar antara 3-5 km tanpa angkutan umum. Apa yang terlintas di benak kita? “Orang tua harus mengantar anaknya dong”.

Namun kenyataannya tidak demikian, yang terjadi adalah seperti ini “Cening ne jemak kunci e abe motore masuk nanang nu sibuk sing ngidang ngatehang” Intinya sang orang tua membiarkan anaknya untuk menaiki sepeda motor ke sekolah karena alasan kerja dan sibuk lain sebagainya. Tidakkah pernah terlintas, perkembangan anak, akhlak anak pada orang tua akan berkembang tergantung orang tuanya mengasuh.

Tidak adanya angkutan umum bukan hanya urusan orang tua dan sekolah, melainkan urusan pemerintah. Terbukti angkutan umum Sarbagita saja belum berjalan optimal, bagaimana menyasar angkutan sekolah? Inilah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, bagaimana angkutan umum sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk transportasi namun untuk kebutuhan moral dan kebiasaan kita.

Mungkin sebagian sudah ada yang memiliki angkutan umum untuk ke sekolah. Ya, benar ada apa itu? “pick up yang mengangkut anak-anak SMP dengan jumlah penumpang dalam satu pick up 20 orang” Wow ekstrim sekali, namun inilah kenyataan kita di Bali. Tidak muluk-muluk dan inilah kenyataan. Kita perlu berubah. Bukan mengubah yang tak mungkin kita ubah, tapi mengubah POLA PIKIR kita.

Pergaulan trek-trekan

Mungkin sebagian orang tak kenal istilah trek-trekan, istilah lainnya adalah kebut-kebutan, balapan liar. Oh, yang di film Anak Jalanan itu? “Lah kok nyambungnya ke sana?” Namun saya kira ini berkaitan, bagaimana pengaruh TV ke anak sangatlah berpengaruh, bagaimana TV kita mencontohkan balapan dan akan ditiru oleh anak yang belum dapat mencerna dengan baik informasi yang ia terima.

Selain itu bagaimana pergaulan si anak dengan teman-temannya sangat mempengaruhi kejadian naik motor di usia dini ini. Mungkin tidak semua anak akan menjadi pengendara motor namun sebagian lainnya akan menjadi joki ala cabe-cabean.

Boncengannya pun tidak tanggung-tanggung bisa 2 sampai 3 ekor (eh maksud saya dua sampai tiga anak). Jadi si anak yang menjadi pengendara akan mengajak anak lainnya menjadi joki-nya. Tidak tanggung-tanggung seorang anak SD bisa mengangkat motornya bagaikan pengendara motor cross.

Percaya tak percaya inilah kenyataan di luar sana, entah kita mengabaikan atau itu bukan urusan saya. Namun mau tak mau ini memang terjadi. Kecelakaan anak di bawah umur pun tak terhitung lagi jumlahnya.

Lalu apa yang harus kita lakukan? “Ya jawabanya adalah ubahlah pola pikir kita yang membenarkan bahwa anak SD naik motor adalah benar”. Balik lagi ke keluarga masing-masing yang memberikan peranan paling utama terhadap pola kembang anak. (T)

Tags: anak-anakgaya hidupsekolah dasartransportasi
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Durpa: Merdekalah di Sorga Seperti Kemerdekaan dalam Berkesenian

Next Post

Dulu Menunggang Kuda, Kini Koboi Menunggang Media

Putu Cahyadi Putra

Putu Cahyadi Putra

Dokter hewan ini lahir di Payangan Gianyar. Suka membaca dan menulis karya ilmiah atau opini. Sedang melanjutkan studi S2.

Related Posts

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails
Next Post

Dulu Menunggang Kuda, Kini Koboi Menunggang Media

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan
Tualang

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

by Chusmeru
July 27, 2026
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa
Esai

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi
Ulas Buku

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan
Khas

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

by Angga Wijaya
July 27, 2026
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego
Esai

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan
Khas

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris
Khas

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co