12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bergenit-genit dengan Akronim: Ada Batagor Ada Kamtibmas

Komang Armada by Komang Armada
February 2, 2018
in Opini

Istimewa

KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyiasati bahasa.

Nah, salah satu anak jadah dari seni menyiasati bahasa itu adalah membanjirnya produk-produk akronim dan singkatan (selanjutnya ditulis akronim saja). Kendati belum ada data spesifik yang menyebut jumlah tertentu, rasa-rasanya semua sepakat, kita bangsa yang surplus keduanya.

Sebagai salah satu strategi literer, akronim bertujuan memberi sugesti, gugusnya sedapat mungkin enak dilafalkan. Gampang diingat. Dengan diksi yang nendang dan seksi bila perlu.

Para “pekerja kreatif” akronim berasal dari bermacam-macam kalangan. Dari wilayah angker macam institusi militer (densus, alutsista, yonif), ideologi (nasakom), politik ( pemilu, parpol) sampai ke wilayah aman semisal kuliner (batagor, burjo, este emje, McD, KFC). Sebarannya merambah ke berbagai ceruk. Dari skala yang enteng tanpa risiko hingga ke zona yang berkategori sensitif dan genting.

Untuk yang berkualifikasi sensitif, sebut saja markus alias makelar kasus, akronim yang mencuat sewaktu heboh kasus pajak dengan tokoh sentral Gayus Tambunan. Pilihan akronim markus dianggap sensitif, buntut-buntutnya mengundang banyak protes dari khalayak, utamanya umat Kristiani.  Markus merujuk kepada nama salah satu rasul, sahabat sekaligus murid Yesus. Yang jadi soal, nama itu dicatut untuk istilah yang berkaitan dengan sebuah tindak kejahatan, sesuatu yang bertentangan dengan citra suci sang rasul.

Di wilayah kekuasaan, akronim pernah sangat efektif menjadi bahasa penegas hegemoni sebuah orde (ingat Petrus, Trikora ). Tak jarang pula akronim manjur sebagai bahasa kejut dalam strategi berjualan (Pahe, kependekan dari Paket Hemat, Serbu alias Serba Lima Ribu). Di segmen akil-balik, muncul pelbagai akronim slenge’an bernuansa renyah dan menghibur khas anak muda.

Sekadar menyegarkan ingatan, kita mundur sebentar menuju hajatan besar pesta demokrasi yang berlangsung di salah satu kabupaten di Bali, Pilkada atau Pilbup Buleleng 2012 lalu (Pilkada dan Pilbup saya cetak miring lantaran berstruktur akronim).

Sewaktu paket Putu Agus Suradnyana – Nyoman Sutjidra dideklarasikan, mereka lebih memilih PASS sebagai brand kampanye – yang notabene singkatan dari nama mereka – ketimbang, PasNyos misalnya, atau akronim lain yang sebetulnya bisa saja mereka comot sesuka mereka berdasar perpaduan suku kata atau huruf-huruf dari nama keduanya. PASS dianggap lebih memenuhi asas kemerduan bunyi selain kesan marketable tentunya. PASS , pelafalan yang sedap, bukan? Karena sedap, dalam Pilkada 2017, akronim itu tampaknya tetap dipakai.

Bukan hanya di Buleleng, akronim yang berisi gabungan nama calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, yang kadang dipaksakan, akan muncul dalam setiap pilkada di hampir semua kabupaten dan provinsi di Indonesia.

Yang menarik lagi, nama-nama kota atau daerah yang berada di satu kawasan alias berdekatan digabung seakan menjadi nama kota baru. Yang terkenal ada Jabotabek (Jakarta Bogor Tangerang Bekasi). Eh, Depok ketinggalan, maka kemudian muncul Jabodetabek. Ada Jagorawi (Jakarta Bogor Ciawi). Jangan tanya Bogor dalam Jabotabek diambil suku kata “bo”, sementara dalam Jagorawi yang diambil justru “gor”. Jangan tanya, itu murni urusan kreativitas si pembuat akronim.

Di Bali ada Sarbagita (Denpasar Badung Gianyar Tabanan). Nah, menyebut Denpasar-Singaraja mungkin bisa Densing. Kalau memanjang ke Bangli, bisa ditambahi jadi Densing Bang. Kalau Bangli-Klungkung jangan-jangan bisa jadi Bangkung.

***

Akronim bukan kata, melainkan lema semu yang dikonstruksi sebegitu rupa supaya memiliki tuah serta efek layaknya teks. Memang, belum ada kaidah baku bagaimana sebuah akronim dibentuk. Apakah dengan mengambil suku kata di depan, tengah, belakang, atau cukup menggabungkan huruf-huruf depan masing-masing kata?  Tampaknya sah-sah saja sepanjang ia komunikatif sebagai alat ungkap, syukur-syukur sanggup menyandang makna sebagaimana galibnya sebuah kata.

Pun tidak ada catatan pasti sejak kapan kita gemar bergenit-genit dengan akronim. Seingat saya, kegemaran itu sudah ada sejak pertama kali saya mengenal baca-tulis. Saya ingat betul jenis akronim berbau nostalgia macam Klompencapir, Repelita, Kamtibmas, Kudatuli, sederet akronim yang dengan mengucapkannya kita dibuat sadar ke rezim mana ingatan menuju.  Dan yang selalu dibicarakan di setiap 11 Maret adalah Supersemar.

Ada jenis akronim yang memuat ancaman, ada yang membangunkan trauma, mengharu-biru psikologi massa. Malari, misalnya. Atau G-30-S/PKI. Yang pertama kependekan dari ‘Malapetaka Limabelas Januari’, sementara G-30-S/PKI sinonim dari Gestapu. Yang disebut terakhir ini sengaja digunakan oleh rezim Orde Baru (disingkat Orba) mengacu kepada sepak terjang Gestapo milik Hitler demi membangun impresi seputar kekejian hantu totalitarian Nazi terhadap pemusnahan 6 juta orang Yahudi dan 5 juta etnis non-Arya di Jerman pada rentang 1933 – 1945.

Akronim sebagai Jargon

Di era-era belakangan, kita akrab betul dengan beberapa akronim yang muluk-muluk dibikin sebagai jargon kota : Berhati Nyaman, Beriman, Singaraja Sakti, dan lain sebagainya. Akronim-akronim yang disusun dari rangkaian kalimat hiperbolik mirip kumpulan resolusi awal tahun. Dunia tahu, anjuran berperilaku baik penting disebarkan. Optimisme mesti ditularkan, tak peduli kita mengawalinya dengan ironi. Bukankah tanpa sungkan kita menempel spanduk-spanduk ‘optimisme dan perilaku baik’ tadi di dinding tembok kota, di tiang-tiang lampu traffic light atau memakunya di pokok-pokok pohon perindang?

Perkara kicauan di jargon-jargon itu ampuh sebagai sejenis stimulan yang berhasil memantik kebaikan adab bersama atau sekadar ornamen pajangan penyumbang sampah visual yang menyumpal mata, itu soal lain.  Di sini bahasa menemui ujiannya. Efektif sebagai bahasa penyampai atau sebaliknya mubazir dan mentok sebagai basa-basi.

Andil Jejaring Pertemanan

Satu lagi kanal yang berandil membidani lahirnya rupa-rupa akronim adalah dunia chatting dan jejaring pertemanan. Sedikit bedanya, sesuai maqom media sosial, produk-produknya cenderung berdimensi teenlit.

Anda tentu tak asing dengan unggahan sebuah status yang ditutup LOL (Laugh Out Loud). Konon itu frasa keren yang menunjukkan ekspresi tawa terbahak-bahak si pengunggah status dengan cara tampil beda. Masih banyak lagi. Untuk menyebut beberapa :  OTW (On The Way), ASAP (As  Soon As Possible), IMO (In My Opinion), FYI (For Your Information), Baper, Caper. Ucapan Selamat Ulang Tahun lebih afdol ditulis HBD. God Bless You cukup diwakili tiga huruf, GBU.

Dalam laku keseharian, setidaknya di Bali, jamak kita temui pesan-pesan singkat yang diawali OSA, kependekan dari Om Suastiastu, lalu ditutup OSSSO, Om Santi Santi Santi Om, maksudnya. Saya membatin sambil dengan takluk mengakui : kecepatan produksi singkatan dan akronim itu jauh melampaui kemampuan saya mencerna.

Tidak apa-apa. Ber-akronim-ria bisa jadi hanya sub-budaya dari budaya besar bagaimana merayakan kekayaan teks. Bereksperimen melalui formula yang tak biasa. Pembuktian bahwa kita menyimpan bakat mumpuni dalam soal-soal linguis. Tidak selalu mesti melalui tampilan serius yang mengernyitkan dahi. Sekali waktu, seperti juga suasana hati, kita kangen bergenit-genit. (T)

 

Tags: akronimBahasa
Share101TweetSendShareSend
Previous Post

Membangun Kebudayaan, Mari Menjadi “Perempuan”

Next Post

Ngobrol dengan Yudane: Bisa-bisa Gong Kebyar Dipengaruhi Banyuwangi

Komang Armada

Komang Armada

Petani, penikmat kopi dan penyuka sepak bola indah. Bisa dihubungi melalui nyomanarmada@yahoo.com

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post

Ngobrol dengan Yudane: Bisa-bisa Gong Kebyar Dipengaruhi Banyuwangi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co