13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bergenit-genit dengan Akronim: Ada Batagor Ada Kamtibmas

Komang Armada by Komang Armada
February 2, 2018
in Opini

Istimewa

KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyiasati bahasa.

Nah, salah satu anak jadah dari seni menyiasati bahasa itu adalah membanjirnya produk-produk akronim dan singkatan (selanjutnya ditulis akronim saja). Kendati belum ada data spesifik yang menyebut jumlah tertentu, rasa-rasanya semua sepakat, kita bangsa yang surplus keduanya.

Sebagai salah satu strategi literer, akronim bertujuan memberi sugesti, gugusnya sedapat mungkin enak dilafalkan. Gampang diingat. Dengan diksi yang nendang dan seksi bila perlu.

Para “pekerja kreatif” akronim berasal dari bermacam-macam kalangan. Dari wilayah angker macam institusi militer (densus, alutsista, yonif), ideologi (nasakom), politik ( pemilu, parpol) sampai ke wilayah aman semisal kuliner (batagor, burjo, este emje, McD, KFC). Sebarannya merambah ke berbagai ceruk. Dari skala yang enteng tanpa risiko hingga ke zona yang berkategori sensitif dan genting.

Untuk yang berkualifikasi sensitif, sebut saja markus alias makelar kasus, akronim yang mencuat sewaktu heboh kasus pajak dengan tokoh sentral Gayus Tambunan. Pilihan akronim markus dianggap sensitif, buntut-buntutnya mengundang banyak protes dari khalayak, utamanya umat Kristiani.  Markus merujuk kepada nama salah satu rasul, sahabat sekaligus murid Yesus. Yang jadi soal, nama itu dicatut untuk istilah yang berkaitan dengan sebuah tindak kejahatan, sesuatu yang bertentangan dengan citra suci sang rasul.

Di wilayah kekuasaan, akronim pernah sangat efektif menjadi bahasa penegas hegemoni sebuah orde (ingat Petrus, Trikora ). Tak jarang pula akronim manjur sebagai bahasa kejut dalam strategi berjualan (Pahe, kependekan dari Paket Hemat, Serbu alias Serba Lima Ribu). Di segmen akil-balik, muncul pelbagai akronim slenge’an bernuansa renyah dan menghibur khas anak muda.

Sekadar menyegarkan ingatan, kita mundur sebentar menuju hajatan besar pesta demokrasi yang berlangsung di salah satu kabupaten di Bali, Pilkada atau Pilbup Buleleng 2012 lalu (Pilkada dan Pilbup saya cetak miring lantaran berstruktur akronim).

Sewaktu paket Putu Agus Suradnyana – Nyoman Sutjidra dideklarasikan, mereka lebih memilih PASS sebagai brand kampanye – yang notabene singkatan dari nama mereka – ketimbang, PasNyos misalnya, atau akronim lain yang sebetulnya bisa saja mereka comot sesuka mereka berdasar perpaduan suku kata atau huruf-huruf dari nama keduanya. PASS dianggap lebih memenuhi asas kemerduan bunyi selain kesan marketable tentunya. PASS , pelafalan yang sedap, bukan? Karena sedap, dalam Pilkada 2017, akronim itu tampaknya tetap dipakai.

Bukan hanya di Buleleng, akronim yang berisi gabungan nama calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, yang kadang dipaksakan, akan muncul dalam setiap pilkada di hampir semua kabupaten dan provinsi di Indonesia.

Yang menarik lagi, nama-nama kota atau daerah yang berada di satu kawasan alias berdekatan digabung seakan menjadi nama kota baru. Yang terkenal ada Jabotabek (Jakarta Bogor Tangerang Bekasi). Eh, Depok ketinggalan, maka kemudian muncul Jabodetabek. Ada Jagorawi (Jakarta Bogor Ciawi). Jangan tanya Bogor dalam Jabotabek diambil suku kata “bo”, sementara dalam Jagorawi yang diambil justru “gor”. Jangan tanya, itu murni urusan kreativitas si pembuat akronim.

Di Bali ada Sarbagita (Denpasar Badung Gianyar Tabanan). Nah, menyebut Denpasar-Singaraja mungkin bisa Densing. Kalau memanjang ke Bangli, bisa ditambahi jadi Densing Bang. Kalau Bangli-Klungkung jangan-jangan bisa jadi Bangkung.

***

Akronim bukan kata, melainkan lema semu yang dikonstruksi sebegitu rupa supaya memiliki tuah serta efek layaknya teks. Memang, belum ada kaidah baku bagaimana sebuah akronim dibentuk. Apakah dengan mengambil suku kata di depan, tengah, belakang, atau cukup menggabungkan huruf-huruf depan masing-masing kata?  Tampaknya sah-sah saja sepanjang ia komunikatif sebagai alat ungkap, syukur-syukur sanggup menyandang makna sebagaimana galibnya sebuah kata.

Pun tidak ada catatan pasti sejak kapan kita gemar bergenit-genit dengan akronim. Seingat saya, kegemaran itu sudah ada sejak pertama kali saya mengenal baca-tulis. Saya ingat betul jenis akronim berbau nostalgia macam Klompencapir, Repelita, Kamtibmas, Kudatuli, sederet akronim yang dengan mengucapkannya kita dibuat sadar ke rezim mana ingatan menuju.  Dan yang selalu dibicarakan di setiap 11 Maret adalah Supersemar.

Ada jenis akronim yang memuat ancaman, ada yang membangunkan trauma, mengharu-biru psikologi massa. Malari, misalnya. Atau G-30-S/PKI. Yang pertama kependekan dari ‘Malapetaka Limabelas Januari’, sementara G-30-S/PKI sinonim dari Gestapu. Yang disebut terakhir ini sengaja digunakan oleh rezim Orde Baru (disingkat Orba) mengacu kepada sepak terjang Gestapo milik Hitler demi membangun impresi seputar kekejian hantu totalitarian Nazi terhadap pemusnahan 6 juta orang Yahudi dan 5 juta etnis non-Arya di Jerman pada rentang 1933 – 1945.

Akronim sebagai Jargon

Di era-era belakangan, kita akrab betul dengan beberapa akronim yang muluk-muluk dibikin sebagai jargon kota : Berhati Nyaman, Beriman, Singaraja Sakti, dan lain sebagainya. Akronim-akronim yang disusun dari rangkaian kalimat hiperbolik mirip kumpulan resolusi awal tahun. Dunia tahu, anjuran berperilaku baik penting disebarkan. Optimisme mesti ditularkan, tak peduli kita mengawalinya dengan ironi. Bukankah tanpa sungkan kita menempel spanduk-spanduk ‘optimisme dan perilaku baik’ tadi di dinding tembok kota, di tiang-tiang lampu traffic light atau memakunya di pokok-pokok pohon perindang?

Perkara kicauan di jargon-jargon itu ampuh sebagai sejenis stimulan yang berhasil memantik kebaikan adab bersama atau sekadar ornamen pajangan penyumbang sampah visual yang menyumpal mata, itu soal lain.  Di sini bahasa menemui ujiannya. Efektif sebagai bahasa penyampai atau sebaliknya mubazir dan mentok sebagai basa-basi.

Andil Jejaring Pertemanan

Satu lagi kanal yang berandil membidani lahirnya rupa-rupa akronim adalah dunia chatting dan jejaring pertemanan. Sedikit bedanya, sesuai maqom media sosial, produk-produknya cenderung berdimensi teenlit.

Anda tentu tak asing dengan unggahan sebuah status yang ditutup LOL (Laugh Out Loud). Konon itu frasa keren yang menunjukkan ekspresi tawa terbahak-bahak si pengunggah status dengan cara tampil beda. Masih banyak lagi. Untuk menyebut beberapa :  OTW (On The Way), ASAP (As  Soon As Possible), IMO (In My Opinion), FYI (For Your Information), Baper, Caper. Ucapan Selamat Ulang Tahun lebih afdol ditulis HBD. God Bless You cukup diwakili tiga huruf, GBU.

Dalam laku keseharian, setidaknya di Bali, jamak kita temui pesan-pesan singkat yang diawali OSA, kependekan dari Om Suastiastu, lalu ditutup OSSSO, Om Santi Santi Santi Om, maksudnya. Saya membatin sambil dengan takluk mengakui : kecepatan produksi singkatan dan akronim itu jauh melampaui kemampuan saya mencerna.

Tidak apa-apa. Ber-akronim-ria bisa jadi hanya sub-budaya dari budaya besar bagaimana merayakan kekayaan teks. Bereksperimen melalui formula yang tak biasa. Pembuktian bahwa kita menyimpan bakat mumpuni dalam soal-soal linguis. Tidak selalu mesti melalui tampilan serius yang mengernyitkan dahi. Sekali waktu, seperti juga suasana hati, kita kangen bergenit-genit. (T)

 

Tags: akronimBahasa
Share101TweetSendShareSend
Previous Post

Membangun Kebudayaan, Mari Menjadi “Perempuan”

Next Post

Ngobrol dengan Yudane: Bisa-bisa Gong Kebyar Dipengaruhi Banyuwangi

Komang Armada

Komang Armada

Petani, penikmat kopi dan penyuka sepak bola indah. Bisa dihubungi melalui nyomanarmada@yahoo.com

Related Posts

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails
Next Post

Ngobrol dengan Yudane: Bisa-bisa Gong Kebyar Dipengaruhi Banyuwangi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co