29 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
April 4, 2019
in Khas
Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…

Gietman Mountain Bike 2019 , bersepeda di alam, bertemu alam, mencintai alam (Foto: Gietman Foundation )

Bersepeda bukan sekadar olah raga kardio untuk melatih jantung. Dia adalah jenis olah raga yang kompleks. Dengan bersepeda kita bisa mencintai alam. Bisa untuk rekreasi. Itulah kenapa even bersepeda bisa dikaitkan dengan promosi pariwisata.

Saya termasuk beruntung menekuni hobi ini. Dulu, sekitar enam tahun lalu, saat sepeda lagi booming, saya dipaksa membeli sepeda gunung oleh teman-teman di kampung. Setelah setahun menggeluti hobi ini, kemudian hanya saya, Made Puja dan Dek Abet yang bertahan. Sedangkan tujuh teman saya yang lain, entah pada ke mana.

Seiring menyurutnya booming sepeda itu, surut juga semangat teman-teman yang lain. Ada teman yang menjual sepedanya, beberapa lagi menyimpan sepeda mereka di gudang masing-masing, sampai menjadi sarang laba-laba dan berkarat. Saya adalah korban dari hobi yang hangat-hangat tahi ayam itu. Tapi, tahi ayam saya tampaknya masih hangat sampai sekarang, dan saya masih eksis dan aktif bersepeda.

Akhir-akhir ini hobi bersepeda kembali merangkak jadi tren. Even-even fun bike diadakan di beberapa tempat. Tiap hari minggu sering ada acara fun bike. Bahkan bisa ada dua acara fun bike dalam sehari di dua kota berbeda, yang membuat para komunitas bersepeda bingung memilih. Angka penjualan sepeda ikut terkerek.

Banyak organisasi dan institusi yang tiba-tiba mengadakan fun bike, sambil menyelipkan tema lain yang positif. Seperti kementerian ESDM yang melakukan kampanye hemat listrik melalui acara fun bike. Pesan-pesan hemat listrik begitu efektif disebarkan lewat acara ini. Begitulah, bersepeda memang betul-betul kompleks.

Tersebutlah Yayasan Atlit Nusantara, yang konsisten mengadakan even bersepeda. Yayasan ini tidak terpengaruh oleh pasang surutnya hobi bersepeda. Walau booming sepeda surut, yayasan ini tetap ada dan aktif mengadakan even.

Yayasan yang diketuai Pak Wayan Kertayasa. Pak Wayan Wisnaya, Gede Cakra dan Kadek Dwipayana, para penghobi sepeda yang militan, juga ikut terlibat mengelola yayasan ini. Beberapa jenis even diadakan yayasan ini tiap tahun. Kalendernya penuh dengan acara bersepeda. Berbeda dengan acara-acara fun bike yang ringan, even-even bersepeda yang diadakan Yayasan Atlit Nusantara berskala lebih luas dan lebih serius.

Seorang pemula, yang masih hijau dalam dunia bersepeda, memang tidak disarankan ikut di acara ini. Seperti acara Bali Mountain Bike Marathon, yang diadakan kontinyu tiap tahun. Bersepeda cross country di seputaran Gunung Batur, di kaldera-nya Gunung Batur yang indah. Ini even yang berat. Medan cross country sepanjang 80 kilometer, naik dan turun. Sungguh menantang. Menguras ribuan kalori.

Even bergengsi ini diikuti para pembalap nasional dan internasional, untuk kategori Men Elite. Ada juga kategori master untuk peserta yang sudah berumur. Saya hanya bisa membaca ulasan lomba itu lewat internet. Itu betul-betul even yang sulit dan membuat nyali ciut. Jangankan meraih podium, mencapai finis dan memperoleh finisher medal saja susah. Konon, ada cerita, seorang peserta baru tiba saat panitia bersiap-siap mau pulang.

Yayasan ini juga tiap tahun menyelenggarakan roadbike tour, Bali Audax. Keliling Bali sepanjang 400 kilometer menggunakan sepeda balap. Para peserta dilepas di sebuah hotel di Nusa Dua, menyusuri jalanan pesisir pantai di Kabupaten Tabanan sampai Jembrana, kemudian finis etape pertama di pantai Lovina. Menginap di sebuah hotel di pantai Lovina.

Besoknya melanjutkan perjalanan etape ke dua lewat Bali Timur sampai ke Nusa Dua kembali. Pesertanya kebanyakan wisatawan mancanegara, bule-bule yang tentunya sudah terlatih bersepeda jarak jauh. Kalau ada bule yang masih pemula nekat ikut even ini, siap-siaplah diangkut dengan mobil. Even ini juga kadang diadakan di luar Bali, yang bernama Komodo Audax.

Even terbaru dari Yayasan Atlit Nusantara adalah Gietman Roadbike Tour. Menurut Pak Wayan Kertayasa, gietman berasal dari bahasa Bali giet dan dari bahasa Inggris man. Giet (megiet), mungkin semua orang Bali mengerti arti kata ini. Contohnya ekspresi ketika seseorang mengangkat beban berat, atau seorang ibu dalam proses melahirkan buah hatinya.

Jalur di Desa Kemetug, Selemadeg, Tabanan, salah satu jalur Gietman Mountain Bike 2019 (Foto: Gietman Foundation)

Gietman Roadbike Tour adalah tur sepeda sepanjang 100 kilometer, selalu start dari toko sepeda Rodalink yang merupakan pihak sponsor. Saat diperkenalkan gietman ini, para peserta sering sengaja menunjukkan ekspresi megiet dengan raut wajah lucu-lucu di depan kamera. Saya juga ikut melakukannya. Ketika melihat kamera dari jauh, saya pacu sepeda sekencang-kencangnya sambil megiet, tapi keburu ketawa…hehehe.

Dari awal sampai sekarang, saya selalu ikut di even ini. Biasanya setahun diadakan dua kali, Gietman seri 1 dan Gietman seri 2. Tempatnya berpindah-pindah. Kadang ke Bangli, kadang ke Jatiluwih, dan terakhir ini rute-nya Denpasar – Tukad Bangkung. Ini even tur dan juga lomba.

Dari Toko Rodalink Denpasar kita tur bersama-sama, kemudian di titik yang telah ditentukan ada lomba kecepatan sepanjang 4 kilometer. Ada aplikasi Strava untuk menghitung kecepatan para peserta, dan setiap peserta harus mengaktifkan strava-nya masing-masing. Aplikasi ini terhubung dengan GPS. Siapa yang mencatatkan waktu paling sedikit mencapai garis finis, dialah sang juara.

Saya hanya sebagai penggembira, tidak pernah berambisi mencapai podium. Maklum sudah tua, usia 42. Biarlah mereka yang muda-muda dan terlatih yang meraih itu. Yang penting saya bisa ikut gembira bersepeda, menikmati pemandangan sambil mencari kawan. Badan sehat, stress pun reda.

Even Bali Mountain Bike Marathon kemudian bermetamorfosis menjadi Gietman Mountain Bike, dengan jarak yang dipangkas. Berbeda dengan Gietman Roadbike Tour dengan medan jalan raya yang mulus,  Gietman Mountain Bike menggunakan sepeda gunung di medan off-road. Rute-nya mendekatkan diri dengan alam. Wisata sepeda yang digabungkan dengan lomba.

Rencananya Gietman Mountain Bike 2019 akan diadakan di  Tabanan. Di Kecamatan Selemadeg Timur. Di daerah ini banyak medan tegalan. Banyak lembah dengan pemandangan sawah yang indah. Jalan naik turun. Sebagai tuan rumah, saya pasti ikut. Tapi tentunya sebagai penggembira saja, untuk meramaikan, bukan berambisi meraih juara. Setidaknya bisa memperoleh finisher medal untuk menambah koleksi.

Jalur di Desa Manik Yang, Tabanan (Foto: Gietman Foundation)

Even ini sangat bermanfaat untuk Tabanan ke depan. Memperkenalkan Tabanan ke dunia luar. Apalagi banyak bule yang ikut. Ini bisa menjadi paket wisata bersepeda nantinya, sehingga ada banyak pilihan paket wisata bagi pelancong yang datang ke Bali. Wisatawan semakin banyak yang datang, menghabiskan dollar mereka di sini, dan menjadi sumber pemasukan devisa bagi negara untuk menggeliatkan perekonomian.

Terbayang asyik dan serunya even Gietman Mountain Bike 2019 yang untuk pertama kali diadakan di Tabanan nanti. Beramai-ramai membelah persawahan di lingkungan Selemadeg, sambil memancarkan aura hidup sehat, agar hobi bersepeda tetap booming. Peserta diperkirakan mencapai 200 orang.

Tanpa pikir panjang saya mendaftar, membayar lewat transfer rekening. Moga-moga tidak ada halangan, sehingga di hari H saya betul-betul bisa hadir. Dan pasti, di akhir acara saya akan menulis tentang acara ini sesuai sudut pandang saya.

 Yuk, teman-teman, ayo kita ikuti Gietman Mountain Bike 2019 yang akan diadakan di Tabanan, tanggal 21 April 2019 ini. Jangan sampai ketinggalan. Percayalah, Tabanan sebagai lumbung padi, menyimpan pemandangan persawahan yang indah. Sambil bersepeda kita mendekatkan diri dengan alam. Kita butuh menghirup oksigen bersih. Mengakrabi sawah. Yok ayo! [T]

Tags: balap sepedabaligowesolahragaSelemadegsepedatabanan
Share167TweetSendShareSend
Previous Post

12 Naskah Teater Karya Bung Karno: Soekarno, Frankenstein & Indonesia Tanpa Nyawa

Next Post

Bissu; Waria Sebagai Pemuka Agama Dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Bissu; Waria Sebagai Pemuka Agama Dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026
Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co