23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semua Adalah Rumah

Jaswanto by Jaswanto
March 11, 2019
in Esai
Siapa Orang yang Paling Baik?

Menjelang Hari Nyepi kemarin, saya menikmati liburan di kota kelahiran sahabat saya di Bondowoso.

Bagaimana pun, bagi saya, liburan tetaplah liburan; bisa dinikmati di mana saja dan dimanfaatkan untuk apa saja, tanpa harus ada aturan-aturan baku maupun kebiasaan-kebiasaan umum lainnya.

Saya tidak ikut merayakan Nyepi—tentu saja, saya bukan termasuk umat Hindu. Saya hanya ingin liburan, di rumah sahabat saya, berkumpul dengan Mbak Titin, Cacak, Zia—gadis manis berumur tujuh tahun itu—, berbagi pengalaman dan belajar bersama di Kelas Inspirasi, dan bertemu teman-teman baru di sana, serta melakukan hal-hal yang biasa saya lakukan ketika berada di Bondowoso: bangun pagi, mandi di sungai, sarapan penganan, ngopi, ngobrol sampai menjelang tengah hari, lalu makan masakan Mbak Titin—ya, yang enak itu, kemudian jalan-jalan menikmati alam Desa Glingseran dan sekitarnya, termasuk—tentu saja—wisata Rengganis dan Arak-Arak.

Di Bondowoso, lebih tepatnya di Desa Glingseran, Kecamatan Wringin,beberapa kartu seluler kesulitan untuk mendapatkan jaringan. Kurang lebih lima hari, saya hampir tidak memegang telepon pintar sama sekali.

Namun, di sinilah, saya bisa melihat sisi lain dari kehidupan, dan menemukan bahwa tidak semuanya tentang orang-orang yang berjalan tergesa-gesa sambil menunduk, melihat layar gadget, dan tidak semuanya tentang keriuhan media sosial yang semakin memuakkan.

Tidak semua tentang fitnah-memfitnah, ujaran kebencian, kebohongan, saling telikung-menelikung, tak peduli kawan maupun lawan, dan kekonyolan-kekonyolan yang diumbar tanpa rasa malu dan malah diagung-agungkan.

Tidak semuanya tentang capres-cawapres, caleg, dan kehidupan yang terus disumpal hal-hal yang berbau politik praktis.

Di sini, semuanya tentang kedamaian, kekeluargaan, keharmonisan, dan kebahagiaan.

***

Dan, seperti yang sudah saya duga, saya menyukai kehidupan seperti ini, kehidupan orang-orang yang menikmati setiap detik yang mereka miliki, kehidupan orang-orang yang melewatkan hari yang cerah dengan duduk-duduk di teras rumah sambil membuat pernyik—wadah ikan yang terbuat dari anyaman bambu—, ditemani secangkir kopi, sambil nglinting tembakau hasil panen sendiri.

Kehidupan yang sangat sederhana, begitu minimalis. Tak kalah dengan kaum-kaum minimalis yang banyak bermunculan di Jepang—yang mulai banyak dibicarakan sejak tahun 2010.

Mereka tidak perlu harus membaca buku The Life-Canging Magic of Tidying Up karya Marie Kondo—yang melejit-laris dan ikut mendorong merebaknya tren hidup minimalis—untuk bisa memahami bagaimana seni hidup sederhana, minimalis. Juga tidak perlu harus tahu apa yang melatari munculnya seni hidup minimalis ala Fumio Sasaki—yang menuangkan pemikirannya tentang hidup minimalis dalam buku berjudul Goodbya, Tings: Hidup Minimalis ala Orang Jepang.

Alam telah mengajarkan mereka tentang segalanya. Mereka tidak pernah bicara bahwa “neraka adalah orang lain” seperti Sartre. Mereka belajar dari bau tanah, lumpur, langit, alam semesta yang membuka diri, dan daratan yang diam tak disapa. Mereka hidup dengan konsep dan ide yang tak baku dan formal, tapi keindahan yang bersahaja dan primitif punya arti yang hangat di situ: kehangatan matahari yang menembus pori-pori.

Tak juga dapat diabaikan ialah citra mereka sebagai pembawa pesan moral—dan moral adalah sebuah kata yang penting bagi kesadaran bangsa ini. Mungkin ini juga yang tak ditawarkan oleh orang-orang yang hidup di kota, yang hidupnya selalu saja tentang pragmatis, individualis, tergesa-gesa.

Di sini, bersama orang-orang desa, saya menemukaan tanah masa kanak, suara rendah burung-burung, vibrasi pohon sengon dan kadal-kadal yang ingin tak terlihat. Dan mungkin ini semua bisa jadi hanya sebuah metafora: kiasan untuk masa lampau yang tak bisa dilepaskan oleh siapa pun. Saya menyukai kehidupan ini.

***

Faktanya, kebahagiaan, kedamaian, atau apa pun itu, tak mungkin abadi. Dalam sebuah  perjalanan, lalu singgah sebentar, kemudian merasakan kenyamanan, tetap saja kau harus kembali, menjalani rutinitas dari kehidupanmu sebelumnya. Justru—seperti yang pernah dituliskan oleh Mumu Aloha—di situlah seninya bepergian, merasakan bahwa setiap pengalama dalam hidup ini tidak ada yang abadi.

Satu saat kau di sana, saat yang lain kau di tempat yang lain lagi, dan suatu hari nanti, entah akan ke mana lagi. Seperti hujan yang datang sebentar, membasahi bumi yang kering, dan meneduhkan hati yang panas. Seperti mimpi yang mampir dalam tidurmu. Seperti lagu yang sesaat membuai jiwa, untuk kemudian menjadi kenangan, mungkin untuk selamanya.

Namun, suasana ini, gelak tawa ini, esensi ini, orang-orang ini telah menyadarkan saya bahwa saya takkan pernah sendirian. Mungkin liburan kali ini saya kehilangan makna “pulang”, tapi bukankah saya tidak pernah pergi? Bagi saya, di negeri ini, di mana pun saya berada, semuanya adalah rumah.

Dan jika kau bertanya, daerah mana yang paling berkesan yang pernah saya singgahi? Sejujurnya, saya tidak pernah punya jawabannya. Semua daerah memiliki cerita yang berbeda-beda. Yang sama hanyalah rasa sakit ketika berpisah. Karena perpisahan, semanis apa pun itu, seindah apa pun itu, perpisahan tetaplah perpisahan. Ada cerita yang harus berubah menjadi kenangan.

Panjang umur, kebahagiaan. [T]

Tags: BondowosodesaJawa Timurkebahagiaankehidupanliburanrenungan
Share19TweetSendShareSend
Previous Post

Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Next Post

Kembali

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Kembali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co