3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semua Adalah Rumah

Jaswanto by Jaswanto
March 11, 2019
in Esai
Siapa Orang yang Paling Baik?

Menjelang Hari Nyepi kemarin, saya menikmati liburan di kota kelahiran sahabat saya di Bondowoso.

Bagaimana pun, bagi saya, liburan tetaplah liburan; bisa dinikmati di mana saja dan dimanfaatkan untuk apa saja, tanpa harus ada aturan-aturan baku maupun kebiasaan-kebiasaan umum lainnya.

Saya tidak ikut merayakan Nyepi—tentu saja, saya bukan termasuk umat Hindu. Saya hanya ingin liburan, di rumah sahabat saya, berkumpul dengan Mbak Titin, Cacak, Zia—gadis manis berumur tujuh tahun itu—, berbagi pengalaman dan belajar bersama di Kelas Inspirasi, dan bertemu teman-teman baru di sana, serta melakukan hal-hal yang biasa saya lakukan ketika berada di Bondowoso: bangun pagi, mandi di sungai, sarapan penganan, ngopi, ngobrol sampai menjelang tengah hari, lalu makan masakan Mbak Titin—ya, yang enak itu, kemudian jalan-jalan menikmati alam Desa Glingseran dan sekitarnya, termasuk—tentu saja—wisata Rengganis dan Arak-Arak.

Di Bondowoso, lebih tepatnya di Desa Glingseran, Kecamatan Wringin,beberapa kartu seluler kesulitan untuk mendapatkan jaringan. Kurang lebih lima hari, saya hampir tidak memegang telepon pintar sama sekali.

Namun, di sinilah, saya bisa melihat sisi lain dari kehidupan, dan menemukan bahwa tidak semuanya tentang orang-orang yang berjalan tergesa-gesa sambil menunduk, melihat layar gadget, dan tidak semuanya tentang keriuhan media sosial yang semakin memuakkan.

Tidak semua tentang fitnah-memfitnah, ujaran kebencian, kebohongan, saling telikung-menelikung, tak peduli kawan maupun lawan, dan kekonyolan-kekonyolan yang diumbar tanpa rasa malu dan malah diagung-agungkan.

Tidak semuanya tentang capres-cawapres, caleg, dan kehidupan yang terus disumpal hal-hal yang berbau politik praktis.

Di sini, semuanya tentang kedamaian, kekeluargaan, keharmonisan, dan kebahagiaan.

***

Dan, seperti yang sudah saya duga, saya menyukai kehidupan seperti ini, kehidupan orang-orang yang menikmati setiap detik yang mereka miliki, kehidupan orang-orang yang melewatkan hari yang cerah dengan duduk-duduk di teras rumah sambil membuat pernyik—wadah ikan yang terbuat dari anyaman bambu—, ditemani secangkir kopi, sambil nglinting tembakau hasil panen sendiri.

Kehidupan yang sangat sederhana, begitu minimalis. Tak kalah dengan kaum-kaum minimalis yang banyak bermunculan di Jepang—yang mulai banyak dibicarakan sejak tahun 2010.

Mereka tidak perlu harus membaca buku The Life-Canging Magic of Tidying Up karya Marie Kondo—yang melejit-laris dan ikut mendorong merebaknya tren hidup minimalis—untuk bisa memahami bagaimana seni hidup sederhana, minimalis. Juga tidak perlu harus tahu apa yang melatari munculnya seni hidup minimalis ala Fumio Sasaki—yang menuangkan pemikirannya tentang hidup minimalis dalam buku berjudul Goodbya, Tings: Hidup Minimalis ala Orang Jepang.

Alam telah mengajarkan mereka tentang segalanya. Mereka tidak pernah bicara bahwa “neraka adalah orang lain” seperti Sartre. Mereka belajar dari bau tanah, lumpur, langit, alam semesta yang membuka diri, dan daratan yang diam tak disapa. Mereka hidup dengan konsep dan ide yang tak baku dan formal, tapi keindahan yang bersahaja dan primitif punya arti yang hangat di situ: kehangatan matahari yang menembus pori-pori.

Tak juga dapat diabaikan ialah citra mereka sebagai pembawa pesan moral—dan moral adalah sebuah kata yang penting bagi kesadaran bangsa ini. Mungkin ini juga yang tak ditawarkan oleh orang-orang yang hidup di kota, yang hidupnya selalu saja tentang pragmatis, individualis, tergesa-gesa.

Di sini, bersama orang-orang desa, saya menemukaan tanah masa kanak, suara rendah burung-burung, vibrasi pohon sengon dan kadal-kadal yang ingin tak terlihat. Dan mungkin ini semua bisa jadi hanya sebuah metafora: kiasan untuk masa lampau yang tak bisa dilepaskan oleh siapa pun. Saya menyukai kehidupan ini.

***

Faktanya, kebahagiaan, kedamaian, atau apa pun itu, tak mungkin abadi. Dalam sebuah  perjalanan, lalu singgah sebentar, kemudian merasakan kenyamanan, tetap saja kau harus kembali, menjalani rutinitas dari kehidupanmu sebelumnya. Justru—seperti yang pernah dituliskan oleh Mumu Aloha—di situlah seninya bepergian, merasakan bahwa setiap pengalama dalam hidup ini tidak ada yang abadi.

Satu saat kau di sana, saat yang lain kau di tempat yang lain lagi, dan suatu hari nanti, entah akan ke mana lagi. Seperti hujan yang datang sebentar, membasahi bumi yang kering, dan meneduhkan hati yang panas. Seperti mimpi yang mampir dalam tidurmu. Seperti lagu yang sesaat membuai jiwa, untuk kemudian menjadi kenangan, mungkin untuk selamanya.

Namun, suasana ini, gelak tawa ini, esensi ini, orang-orang ini telah menyadarkan saya bahwa saya takkan pernah sendirian. Mungkin liburan kali ini saya kehilangan makna “pulang”, tapi bukankah saya tidak pernah pergi? Bagi saya, di negeri ini, di mana pun saya berada, semuanya adalah rumah.

Dan jika kau bertanya, daerah mana yang paling berkesan yang pernah saya singgahi? Sejujurnya, saya tidak pernah punya jawabannya. Semua daerah memiliki cerita yang berbeda-beda. Yang sama hanyalah rasa sakit ketika berpisah. Karena perpisahan, semanis apa pun itu, seindah apa pun itu, perpisahan tetaplah perpisahan. Ada cerita yang harus berubah menjadi kenangan.

Panjang umur, kebahagiaan. [T]

Tags: BondowosodesaJawa Timurkebahagiaankehidupanliburanrenungan
Share19TweetSendShareSend
Previous Post

Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Next Post

Kembali

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Kembali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co