24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tak Habis Pikir, Kenapa Teman Saya ini Sibuk-sibuk Raih Doktor?

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 7, 2018
in Khas
Tak Habis Pikir, Kenapa Teman Saya ini Sibuk-sibuk Raih Doktor?

SAYA senang melihat teman saya, Gde Suardana, mantan wartawan yang kini jadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng, meraih gelar doktor. Itu saya ketahui setelah foto-fotonya tersebar di facebook usai dinyatakan lulus dalam ujian terbuka Program Studi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud di Ruang Ir. Soekarno, kampus setempat, Rabu, 31 Januari 2018.

Gde Suardana berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Komodifikasi Seni Pertunjukan Pariwisata Bali Agung – The Legend of Balinese Goddesses” setelah dikurung 8 penguji kelas kakap. Ia pun dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Dr. Gde Suardana, begitulah sebutannya kini. Saya senang mendengarnya. Tapi tak habis pikir juga saya, kenapa teman saya itu mau sibuk-sibuk meraih gelar doktor? Apa untungnya bagi dia?

Jika dia jadi pegawai negeri di lembaga pemerintah, misalnya jadi dosen di perguruan tinggi, tentu tak perlu dipikir. Gelar doktornya mungkin bisa mendongkrak pangkat dan jabatan atau mengelembungkan isi kantong karena gaji plus tunjangan bisa nambah.

Seorang dosen misalnya, bisa dimaklumi kenapa sibuk pontang-panting urus ini-itu agar segera raih doktor atau professor, meski mungkin disertasi dan penelitiannya entah ke mana, entah berguna atau tidak, setelah lulus dan gelar di tangan. Karena dampak dari gelar itu sungguhlah menakjubkan, mungkin menakjubkan dalam hal “berpendapat” dan tentu juga dalam hal “pendapatan”.

Tapi ini, teman saya ini, adalah Ketua KPU. Tak ada syarat seorang Ketua KPU harus doktor. Dan kalau seorang komisioner tiba-tiba raih doktor, tak ada pengaruh apa-apa. Tunjangan material yang masuk kantong tetap akan segitu-segitu saja sebagaimana awal mulanya.

Saya pikir lagi, mungkin setelah pensiun dari kursi KPU, teman saya itu akan loncat cari kursi di gelangang politik, misalnya dengan jadi calon legislatif (caleg), sebagaimana banyak dilakukan mantan komisioner KPU di Indonesia. Tapi syarat seorang caleg tak harus doktor. Tamat SMA saja sudah cukup, meski izasahnya hanya “kejar paket”.

Dan tak ada jaminan seorang caleg yang doktor bisa mendapatkan suara lebih banyak dari caleg yang kejar paket. Dulu, saya tahu, bahkan ada seorang caleg terpilih dengan suara cukup besar, padahal sehari-hari masuk sekolah di arena tajen. Tapi ia punya “teman sekolah” yang sangat banyak. Teman-temannya itulah yang memilih dia.

Jika ia misalnya ingin loncat jadi dosen di perguruan tinggi, mungkin bisa saja. Tapi tampaknya cukup ribet karena pendidikan teman saya itu tak begitu linier. S1-nya matematika, tapi doktornya kajian budaya. Dia mau ngampu mata kuliah apa?

Bicara pendidikan, teman saya ini memang cukup kacau. Tamat S1 pendidikan matematika di Undiksha Singaraja ia justru jadi wartawan, berawal di Nusa Bali, berakhir di detik.com. Ia kemudian jadi pengusaha dengan membuka toko buah dan tempat ngejus yang kini sangat ngetrend di Singaraja. Di tengah kesibukan ngurus toko buah, ia melaju jadi Ketua KPU Buleleng, salah satu tugasnya mengurus orang-orang yang hobi jadi caleg.

Di tengah angin politik yang tak menentu, kadang adem kadang ngelinus, kadang diterpa demo massa, ia juga berkutat dengan penelitian disertasi. Eh, penelitiannya tak berkaitan dengan pekerjaannya sehari-hari. Ia meneliti sejarah, tradisi lisan, seni pertunjukan yang dikaitkan dengan pariwisata Bali. Semua itu dikaji dengan teori komodifikasi, semiotika, dan ideologi pariwisata budaya.

Tak habis pikir saya, betapa kacau hidup teman saya itu. Betapa bingung saraf dan otaknya saat sehari-hari ia bangun pagi.

Mencintai Pengetahuan

Senin malam, 5 Februari 2018, beberapa hari setelah namanya berisi Dr., saya ngobrol dengan Gde Suardana di Apple Mart, tempat ngejus miliknya. Ia ingin membukukan disertasinya dan saya (sesungguhnya tanpa diminta) bersedia jadi editornya. Biar pernah jadi editor seorang Doktor.

Dari obrolan itu saya paham, teman saya itu ternyata punya ambisi besar dalam mengembangkan dunia pendidikan, terutama pendidikan di luar lembaga-lembaga formal.  Ia berminat pada tradisi lisan awalnya karena rasa cintanya pada cerita-cerita lisan, dan ia ingin menghidupkan tradisi itu sebagai bagian dari pendidikan untuk anak-anak.

Namun dalam disertasinya ia mengkaitkan tradisi lisan dengan komodifikasi pariwisata. Ini dilakukan karena ia juga ingin member sumbangan kepada pengembangan pariwisata budaya di Bali. Jadi, sungguh banyaklah keinginan dia, yang jika disimpulkan semua itu semata karena keinginan dia mengembangkan ilmu pengetahuan, tanpa penting dapat tunjangan atau tidak.

“Dengan disertasi ini, dan apa yang saya lakukan ini, saya ingin banyak orang mendapatkan inspirasi. Inspirasi untuk membangun tradisi lisan, inspirasi untuk mengelola pariwisata budaya, dan inspirasi untuk melanjutkan penelitian ini dengan lebih lengkap,” kata dia.

Gde Suardana meneliti tentang seni pertunjukan Bali Agung – The Legend of Balinese Goddesses yang dipentaskan secara reguler di Bali Safari and Marine Park, Gianyar, Bali. Itu adalah seni pertunjukan pariwisata. Lakon yang dikisahkan diambil dari mitos Raja Jayapangus dengan permaisuri putri Cina Kang Cing Wie.

Seni pertunjukan pariwisata itu mengandung banyak unsur yang selama ini dipelajari orang Bali dan akan terus dipelajari, misalnya tentang sejarah Kerajaan Bali dan Raja Jayapangus serta mitos yang berkembang dan mewarnai tradisi lisan di Bali.

Di situ juga bisa dipelajari tentang adanya akulturasi. Karena menurut Gde Suardana, seni pertunjukan yang dipentaskan di Bali Safari and Marine Park itu  adalah seni pertunjukan hybrid. campuran unsur kesenian Bali dan Cina. Unsur Cina tampak dari tata busana Kang Cing Wie dan tokoh cerita lain berlatar Cina serta tata warna dominan merah yang merupakan warna-warni identitas Cina. Unsur percampuran tidak saja dari seni Bali dan Cina tetapi juga unsur teater modern Barat seperti tampak dari tata lampu, tata musik, dan tentu saja tata panggung.

Prof. I Nyoman Darma Putra mengatakan disertasi Gde Suardana memberikan kontribusi dalam kajian atas seni pertunjukan pariwisata dalam konteks pariwisata budaya yang dilakukan peneliti sebelumnya seperti Miche Picard (1980-an).

Picard menyampaikan bahwa pariwisata budaya (cultural tourism) dan budaya pariwisata (touristik culture) bukan dua hal yang berbeda karena orang Bali melihat keduanya menyatu dalam pengembangan pariwisata dan pengembangan budaya. Sejak penelitian Picard, dan sejak hadirnya Bali Agung, kajian substantif pertunjukan turistik belum pernah dilaksanakan.

Setelah mendapat penjelasan dari Gde Suardana dan Prof. Darma Putra saya kini manggut-manggut. Tapi tetap tak habis pikir, kenapa justru Gde Suardana yang melakukan itu, kenapa bukan teman-teman saya yang lain, misalnya teman yang selama ini memang digaji untuk melakukan hal-hal seperti itu? Seperti itu, apa? Ah, sudahlah… (T)

Tags: BudayaPariwisataPendidikanPolitikseni pertunjukan
Share234TweetSendShareSend
Previous Post

Politik Patronase, Kegagalan Mencipta Pemilih Mandiri – Catatan Jelang Pilkada

Next Post

Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co