31 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
in Khas
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para pelayang. Ada yang membentangkan tubuh layangan, memastikan setiap bagian terpasang dengan baik; ada pula yang bersiap memegang tali, menunggu saat yang tepat untuk melepas layangan menuju langit.

Saat layang-layang itu diterbangkan dan diiringi denting dan hentakan gamelan bleganjur, suasana perlahan menjadi semakin hidup. Angin sungguh bersahabat sehingga layangan pun dilepas. Tubuhnya terangkat, perlahan meninggalkan tanah, kemudian menari di udara. Sorak dan tepuk tangan mengiringi keberhasilan benda itu terbang. Untuk sesaat, langit Sanur menjadi panggung tempat tradisi, alam, dan kegembiraan bertemu.

Pemandangan itulah yang terlihat dalam Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026. Memasuki satu dekade penyelenggaraan, festival ini bukan sekadar perayaan layang-layang, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana tradisi melayangan Bali tetap tumbuh di tengah perubahan zaman.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

“Denpasar Kite Festival menjadi ruang untuk melestarikan tradisi melayangan sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terus berkreasi dan mencintai budaya Bali. Itulah pentingnya festival ini sebagai ruang untuk mempertahankan tradisi sekaligus mendorong kreativitas generasi penerus,” kata Ketua Umum Pelangi Denpasar, Ir. I Wayan Mariyana Wandhira, ST., MT.

Di Pulau Dewata, layangan tidak semata-mata benda yang diterbangkan untuk mencari kesenangan. Di dalamnya ada keterampilan, rasa kebersamaan, kreativitas, sekaligus hubungan yang akrab antara manusia dan alam. Angin menjadi bagian penting dari permainan. Tanpa angin yang tepat, layangan tidak akan menemukan langitnya.

Karena itu, menerbangkan layangan berukuran besar membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan individu. Para Rare Angon harus bekerja bersama. Ada yang mengangkat, mengarahkan, menarik tali, membaca arah angin, hingga memastikan layangan tetap stabil ketika sudah berada di udara. Semuanya berlangsung dalam sebuah koordinasi yang memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Layangan tradisional Bali seperti Janggan, Bebean, dan Pecukan pun memiliki karakter masing-masing. Bentuknya yang khas menjadikan langit bukan hanya ruang bermain, tetapi juga semacam galeri terbuka bagi ekspresi seni masyarakat. Ukurannya dapat mencapai empat hingga sembilan meter atau lebih, dengan ekor yang menjulur hingga ratusan meter.

Pada hari pertama, sebanyak 763 layangan tradisional khas Bali menghiasi langit Pantai Mertasari. Layangan itu, di antaranya Bebean, Pecukan, dan Janggan, diterbangkan dalam sejumlah kategori, mulai dari remaja hingga dewasa.

Tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam” menjadi penanda perjalanan satu dekade Denpasar Kite Festival. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah festival budaya. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa tradisi lama masih memiliki ruang untuk hidup, sekaligus membuka kemungkinan bagi generasi baru untuk memberikan tafsir dan kreativitasnya sendiri.

“Festival layang-layang yang telah memasuki satu dekade penyelenggaraan ini menjadi momentum penting dalam melestarikan tradisi melayangan Bali sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda dan komunitas layang-layang di Kota Denpasar,” ucap Mariyana.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Menariknya, festival ini juga memberi tempat bagi layang-layang Bebean khas Sanur. Bentuk ikan yang diterbangkan ke angkasa tersebut seolah membawa identitas pesisir Sanur ke langit. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa tradisi melayangan tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama lingkungan sosial dan budaya tempat tradisi itu berkembang.

Kreativitas kemudian mengambil bentuk yang lebih beragam. Layangan kreasi tiga dimensi (3D) dan flat hadir dengan desain yang semakin inovatif. Bentuk-bentuk baru bermunculan, tetapi karakter seni layangan Bali tetap menjadi pijakannya.

Ada pula layangan big size dengan bentang sayap lebih dari enam meter. Ketika mengudara, ukurannya membuat mata para penonton spontan mengarah ke atas. Di bawahnya, para pelayang terus mengendalikan tali dan membaca gerak angin. Layangan dan manusia seakan melakukan percakapan tanpa kata: satu berada di tanah, sementara yang lain menari di ruang udara.

Keberadaan beragam bentuk layangan tersebut memperlihatkan bahwa tradisi melayangan dapat terus berkembang tanpa harus kehilangan jejak asalnya. Festival menjadi ruang pertemuan antara bentuk-bentuk lama dan gagasan baru, antara keterampilan yang diwariskan dan keberanian untuk bereksperimen.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Anak-anak muda mendapatkan ruang untuk mengenal warisan budaya melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut membuat, membawa, dan menerbangkan layangan. Tradisi pun tidak berhenti sebagai cerita tentang masa lalu. Ia tetap bergerak, berubah, dan menemukan bentuk baru.

Memasuki penyelenggaraan ke-10, Denpasar Kite Festival menunjukkan bahwa melayangan masih memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan masyarakat Bali. Di antara kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup, layangan tetap menemukan jalannya sendiri menuju langit.

Mariyana mengatakan, keberagaman jenis dan kategori layangan yang ditampilkan menunjukkan bahwa tradisi melayangan tetap memiliki tempat di tengah masyarakat, sekaligus terus berkembang melalui sentuhan kreativitas.

“Kami berharap, momentum pembukaan ini dapat semakin menyemarakkan pelaksanaan festival yang telah menjadi salah satu ruang pertemuan para pelayang, komunitas, generasi muda, serta masyarakat untuk bersama-sama merayakan tradisi melayangan Bali,” imbuhnya.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Sebanyak 763 layangan yang menghiasi langit pada hari pertama menjadi bukti bahwa tradisi tersebut belum kehilangan pesonanya. Bebean, Pecukan, Janggan, Bebean khas Sanur, layangan kreasi 3D dan flat, hingga big size membentuk sebuah panorama budaya di atas Pantai Mertasari.

Ketika angin kembali berembus, para Rare Angon kembali menengadah ke langit. Mereka membaca arah, menarik tali, lalu melepaskan layangan. Dari sana, sebuah tradisi terus berlangsung—dengan tangan-tangan yang bekerja bersama dan mata yang peka membaca arah angin.

Rangkaian Denpasar Kite Festival ke-10 Tahun 2026 akan berlanjut pada Minggu, 30 Agustus 2026.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Denpasar Kite FestivalDenpasar Kite Festival 2026Pelangi DenpasaRare Angon
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Next Post

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails
Next Post
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

Janger Dalam Ingatan Penarinya ---Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan
Esai

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co