18 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
in Khas
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

Pembukaan Tanah Lot Art & Food Festival VII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!”

SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah Lot Art & Food Festival VII 2026, Jumat, 28 Agustus 2026. Alunan alat musik kayu khas Tabanan itu terdengar dinamis, menghadirkan resonansi alamiah yang kuat sekaligus nuansa magis di kawasan Tanah Lot.

Ketika tabuhan kendang mulai memimpin, sejumlah okokan dimainkan secara bersamaan. Tiga penari wenara atau kera dengan balutan warna putih, merah, dan hitam bergerak lincah. Mereka menari sambil melompat-lompat, menyerupai gerak kera di atas pepohonan, sebelum menyambut Wakil Bupati (Wabup) Tabanan I Made Dirga, S.Sos. Kehadiran rombongan kemudian disambut Jegeg-Bagus Tabanan yang mengalungkan bunga.

Tabuh okokan tetap terdengar dengan ritme yang lebih rendah ketika rombongan berjalan menuju areal Wantilan Pura Tanah Lot. Sepanjang perjalanan, suasana semakin meriah dengan sambutan warga yang berdiri di sepanjang jalur. Barisan ibu-ibu mengenakan busana bernuansa merah dan putih sambil mengumbar senyum. Wakil Bupati pun membalas sambutan tersebut dengan melambaikan tangan kepada masyarakat.

Wakil Bupati (Wabup) Tabanan I Made Dirga, S.Sos disambut suara kendang dan okokan juga penampilan tiga penari wenara dalam rangka pembukaan Tanah Lot Art & Food Festival VII 2026, Jumat, 28 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Prosesi tersebut menjadi bagian dari pembukaan Tanah Lot Art & Food Festival VII Tahun 2026, sebuah ajang yang kembali menghadirkan semangat pelestarian seni dan budaya sekaligus pengembangan pariwisata Tabanan.

Setibanya di Wantilan Pura Tanah Lot, rombongan disambut Tari Singgasana, tari kebesaran Tabanan. Wabup Dirga yang hadir mewakili Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., kemudian secara resmi membuka Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 dengan membunyikan okokan.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua beserta anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, Asisten Setda Kabupaten Tabanan, kepala perangkat daerah terkait, Manajer DTW Tanah Lot, Ketua Forum Perbekel dan Perbekel Desa Beraban, Bendesa Adat Beraban, serta tokoh masyarakat setempat.

Merawat Budaya, Menggerakkan Pariwisata

Setelah prosesi pembukaan, perhatian beralih pada gagasan yang menjadi dasar penyelenggaraan festival. Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan sekaligus mengangkat potensi seni, budaya, dan pariwisata Kabupaten Tabanan. Tahun ini, festival mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, yang bermakna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.

Salah satu kuliner yang dipamerkan di Tanah Lot Art & Food Festival VII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Festival seni budaya yang berpusat di kawasan Tanah Lot, salah satu destinasi wisata dunia, ini menjadi ruang pertemuan antara kreativitas masyarakat, seni tradisi, kuliner lokal, dan wisatawan.

Wabup Dirga mengapresiasi penyelenggaraan Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026. Menurutnya, festival tidak semata menjadi agenda pariwisata dan hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga seni dan budaya lokal agar tetap tumbuh di tengah masyarakat.

“Festival seperti ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga seni, budaya dan tradisi yang kita miliki. Tanah Lot memiliki daya tarik yang luar biasa, sehingga keberadaan festival ini harus kita manfaatkan untuk memperkenalkan potensi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Dirga.

Salah satu kuliner yang dipamerkan di Tanah Lot Art & Food Festival VII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Pengembangan pariwisata di Tabanan, menurut Dirga, perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Destinasi wisata tidak hanya diharapkan mendatangkan kunjungan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku seni, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta masyarakat lokal untuk berkembang.

“Pariwisata harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, tentu yang kita harapkan bukan hanya menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga ada pergerakan ekonomi masyarakat, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Ini yang harus terus kita dorong bersama,” imbuh Dirga.

Karena itu, festival tersebut juga diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan potensi seni budaya yang dimiliki. Kemasan acara yang beragam diharapkan memberikan pengalaman lebih berkesan bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Tanah Lot sebagai salah satu ikon pariwisata Tabanan.

Salah satu kuliner yang dipamerkan di Tanah Lot Art & Food Festival VII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Saya berharap Tanah Lot Festival ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi semua. Mari kita jaga bersama kebersihan, keamanan, kenyamanan dan tentunya kesakralan kawasan Tanah Lot. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan pariwisata Tabanan semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya yang kita miliki,” pungkasnya.

Dari Kuliner hingga Panggung Seni

Usai menyampaikan arahan dari Bupati Tabanan, Wabup Dirga bersama rombongan meninjau berbagai pameran kerajinan dan kuliner yang menjadi bagian dari festival. Deretan stan ditata menarik dengan sentuhan arsitektur tradisional. Para penjaga stan pun menyambut pengunjung dengan ramah.

Aneka kuliner khas Bali menjadi salah satu daya tarik. Nasi be gulung, tipat blayag, serta beragam jajanan Bali turut memenuhi area pameran. Di klinik kuliner, pengunjung dapat mengenal dan mencicipi sejumlah sajian tradisional, seperti ulam carik, pesan tes, kuah kakul, kakul suna cekuh, rujak biir, jaja uli tape, dan rujak tibah. Pengunjung juga berkesempatan menikmati rujak tibah dan es biir secara gratis.

Salah satu kuliner yang dipamerkan di Tanah Lot Art & Food Festival VII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Tak jauh dari area kuliner, panggung budaya menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional dari sejumlah desa adat. Desa Adat Jadi dan Desa Adat Cepaka membuka rangkaian pertunjukan dengan Tari Kembang Girang, Oleg Tamulilingan, Tenun, Merak Angelo, dan Tari Condong.

Gerak tari yang atraktif menjadi perhatian tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang tengah menikmati suasana Tanah Lot.

Memasuki siang hari, Desa Adat Mundeh tampil dengan Tari Cendrawasih dan Tari Margapati. Pertunjukan berlanjut dengan penampilan Desa Adat Batan Pole dan Desa Adat Pandak Bandung yang membawakan Legong Maha Widya, Truna Jaya, serta sejumlah tari tradisional lainnya.

Menjelang sore, suasana panggung semakin semarak dengan penampilan Barong Bangkung dari Desa Adat Abiantuwung. Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan Barong Macan dari Desa Adat Kelaci Kelod.

Kerajinan tangan yang dipamerkan di Tanah Lot Art & Food Festival VII Tahun 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Ketika malam tiba, rangkaian hiburan bergeser ke panggung utama. Mulai pukul 19.00 Wita, penonton disuguhkan penampilan Beni & Band, Lepas Landas, dan Vexer. Di sela-sela pertunjukan musik, Joged Bumbung dari Desa Adat Dalem Yangapi turut menghidupkan suasana.

Panggung utama kemudian berlanjut dengan musik koplo Gek Rai Koplo, disusul Nongcret Dewata yang menghadirkan Kartono dan kawan-kawan, YS Bali, hingga penampilan Jun Bintang sebagai penutup. Kehadiran para musisi tersebut mendapat sambutan meriah dari para penggemar.

Bunyi okokan yang mengawali prosesi pembukaan hingga musik yang menutup malam memperlihatkan satu rangkaian perayaan yang mempertemukan tradisi, seni pertunjukan, kuliner, dan kreativitas masyarakat. Di tengah arus pariwisata yang terus berkembang, Tanah Lot Art & Food Festival VII 2026 menghadirkan ruang bagi kekayaan budaya Tabanan untuk tetap dipertunjukkan, dinikmati, dan hadir dekat dengan kehidupan masyarakat.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Tanah Lot Art & Food FestivalTanah Lot Art & Food Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Bawah Lampu Kerlap-Kerlip: Membaca Fenomena “Coffee Shop” sebagai Teks Budaya

Next Post

LEVEL PERDEBATAN DALAM HINDU

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

LEVEL PERDEBATAN DALAM HINDU

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”
Pop

Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

RUMAH tidak selalu berupa tempat. Ia bisa menjadi ruang untuk beristirahat, menjadi diri sendiri, atau sekadar merasa aman. Namun, rumah...

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”
Pop

Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

KATA-kata bisa lebih menggentarkan kekuasaan ketimbang pedang atau senjata api. Gagasan itulah yang menjadi denyut utama “Air Keras”, single terbaru...

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
Menulis Kok Seperti Muntah?
Esai

Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

by Angga Wijaya
September 18, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Lalat Pengganggu Kebijakan MBG

SIDANG pembaca yang budiman, pernahkah singgah ke kedai makanan sederhana di pinggir jalan atau pojok pasar? Kadang banyak lalat ya?...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 18, 2026
Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali
Esai

Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

TEATER Bali adalah pertunjukan kesenian-kesenian, tempat para penjual es ganefo, kacang rebus, rokok eceran, serta permen pedas cap Semar tetap...

by Nanoq da Kansas
September 18, 2026
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara
Pameran

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

by tatkala
September 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Suara dari Dalam Lemari

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

by Chusmeru
September 17, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

Oleh Sugi Lanus BUKTI perkawinan pengelana India kuno dan perempuan-perempuan Bali tidak hanya tertulis dalam prasasti Bali kuno, tetapi juga...

by Sugi Lanus
September 17, 2026
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar
Khas

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan
Panggung

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium
Gaya

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

by tatkala
September 16, 2026
Membaca Naga Agus Kama Loedin
Ulas Rupa

Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

by I Wayan Westa
September 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co