31 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
in Khas
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para pelayang. Ada yang membentangkan tubuh layangan, memastikan setiap bagian terpasang dengan baik; ada pula yang bersiap memegang tali, menunggu saat yang tepat untuk melepas layangan menuju langit.

Saat layang-layang itu diterbangkan dan diiringi denting dan hentakan gamelan bleganjur, suasana perlahan menjadi semakin hidup. Angin sungguh bersahabat sehingga layangan pun dilepas. Tubuhnya terangkat, perlahan meninggalkan tanah, kemudian menari di udara. Sorak dan tepuk tangan mengiringi keberhasilan benda itu terbang. Untuk sesaat, langit Sanur menjadi panggung tempat tradisi, alam, dan kegembiraan bertemu.

Pemandangan itulah yang terlihat dalam Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026. Memasuki satu dekade penyelenggaraan, festival ini bukan sekadar perayaan layang-layang, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana tradisi melayangan Bali tetap tumbuh di tengah perubahan zaman.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

“Denpasar Kite Festival menjadi ruang untuk melestarikan tradisi melayangan sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terus berkreasi dan mencintai budaya Bali. Itulah pentingnya festival ini sebagai ruang untuk mempertahankan tradisi sekaligus mendorong kreativitas generasi penerus,” kata Ketua Umum Pelangi Denpasar, Ir. I Wayan Mariyana Wandhira, ST., MT.

Di Pulau Dewata, layangan tidak semata-mata benda yang diterbangkan untuk mencari kesenangan. Di dalamnya ada keterampilan, rasa kebersamaan, kreativitas, sekaligus hubungan yang akrab antara manusia dan alam. Angin menjadi bagian penting dari permainan. Tanpa angin yang tepat, layangan tidak akan menemukan langitnya.

Karena itu, menerbangkan layangan berukuran besar membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan individu. Para Rare Angon harus bekerja bersama. Ada yang mengangkat, mengarahkan, menarik tali, membaca arah angin, hingga memastikan layangan tetap stabil ketika sudah berada di udara. Semuanya berlangsung dalam sebuah koordinasi yang memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Layangan tradisional Bali seperti Janggan, Bebean, dan Pecukan pun memiliki karakter masing-masing. Bentuknya yang khas menjadikan langit bukan hanya ruang bermain, tetapi juga semacam galeri terbuka bagi ekspresi seni masyarakat. Ukurannya dapat mencapai empat hingga sembilan meter atau lebih, dengan ekor yang menjulur hingga ratusan meter.

Pada hari pertama, sebanyak 763 layangan tradisional khas Bali menghiasi langit Pantai Mertasari. Layangan itu, di antaranya Bebean, Pecukan, dan Janggan, diterbangkan dalam sejumlah kategori, mulai dari remaja hingga dewasa.

Tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam” menjadi penanda perjalanan satu dekade Denpasar Kite Festival. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah festival budaya. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa tradisi lama masih memiliki ruang untuk hidup, sekaligus membuka kemungkinan bagi generasi baru untuk memberikan tafsir dan kreativitasnya sendiri.

“Festival layang-layang yang telah memasuki satu dekade penyelenggaraan ini menjadi momentum penting dalam melestarikan tradisi melayangan Bali sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda dan komunitas layang-layang di Kota Denpasar,” ucap Mariyana.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Menariknya, festival ini juga memberi tempat bagi layang-layang Bebean khas Sanur. Bentuk ikan yang diterbangkan ke angkasa tersebut seolah membawa identitas pesisir Sanur ke langit. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa tradisi melayangan tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama lingkungan sosial dan budaya tempat tradisi itu berkembang.

Kreativitas kemudian mengambil bentuk yang lebih beragam. Layangan kreasi tiga dimensi (3D) dan flat hadir dengan desain yang semakin inovatif. Bentuk-bentuk baru bermunculan, tetapi karakter seni layangan Bali tetap menjadi pijakannya.

Ada pula layangan big size dengan bentang sayap lebih dari enam meter. Ketika mengudara, ukurannya membuat mata para penonton spontan mengarah ke atas. Di bawahnya, para pelayang terus mengendalikan tali dan membaca gerak angin. Layangan dan manusia seakan melakukan percakapan tanpa kata: satu berada di tanah, sementara yang lain menari di ruang udara.

Keberadaan beragam bentuk layangan tersebut memperlihatkan bahwa tradisi melayangan dapat terus berkembang tanpa harus kehilangan jejak asalnya. Festival menjadi ruang pertemuan antara bentuk-bentuk lama dan gagasan baru, antara keterampilan yang diwariskan dan keberanian untuk bereksperimen.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Anak-anak muda mendapatkan ruang untuk mengenal warisan budaya melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut membuat, membawa, dan menerbangkan layangan. Tradisi pun tidak berhenti sebagai cerita tentang masa lalu. Ia tetap bergerak, berubah, dan menemukan bentuk baru.

Memasuki penyelenggaraan ke-10, Denpasar Kite Festival menunjukkan bahwa melayangan masih memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan masyarakat Bali. Di antara kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup, layangan tetap menemukan jalannya sendiri menuju langit.

Mariyana mengatakan, keberagaman jenis dan kategori layangan yang ditampilkan menunjukkan bahwa tradisi melayangan tetap memiliki tempat di tengah masyarakat, sekaligus terus berkembang melalui sentuhan kreativitas.

“Kami berharap, momentum pembukaan ini dapat semakin menyemarakkan pelaksanaan festival yang telah menjadi salah satu ruang pertemuan para pelayang, komunitas, generasi muda, serta masyarakat untuk bersama-sama merayakan tradisi melayangan Bali,” imbuhnya.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Sebanyak 763 layangan yang menghiasi langit pada hari pertama menjadi bukti bahwa tradisi tersebut belum kehilangan pesonanya. Bebean, Pecukan, Janggan, Bebean khas Sanur, layangan kreasi 3D dan flat, hingga big size membentuk sebuah panorama budaya di atas Pantai Mertasari.

Ketika angin kembali berembus, para Rare Angon kembali menengadah ke langit. Mereka membaca arah, menarik tali, lalu melepaskan layangan. Dari sana, sebuah tradisi terus berlangsung—dengan tangan-tangan yang bekerja bersama dan mata yang peka membaca arah angin.

Rangkaian Denpasar Kite Festival ke-10 Tahun 2026 akan berlanjut pada Minggu, 30 Agustus 2026.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Denpasar Kite FestivalDenpasar Kite Festival 2026Pelangi DenpasaRare Angon
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan
Khas

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
Perkara Anarkis dan Anarkistis
Bahasa

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

by I Made Sudiana
August 30, 2026
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?
Esai

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto
Cerpen

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas
Puisi

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

by Supali Kasim
August 30, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

SETIAP era memiliki ancamannya masing-masing terhadap proses berpikir yang dalam. Pada masa otoritarianisme, ancamannya adalah sensor. Negara menentukan apa yang...

by Andre Syahreza
August 30, 2026
Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?
Esai

Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

KAMI duduk di ruangan auditorium. Di atas panggung, seorang moderator memandu diskusi dengan empat orang narasumber yang secara bergantian memaparkan...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Demo Kok Cepat Pulang? Jangan-Jangan Kita Gagal Paham Soal Demonstrasi

Ada yang kecewa setelah massa aksi AMPB dari Pati bubar. “Baru juga datang, kok sudah pulang?”  Komentar semacam itu berseliweran...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 30, 2026
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri
Pameran

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

by Satria Aditya
August 30, 2026
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

MAKANAN sehari-hari yang kita konsumsi tentu tidak hadir begitu saja di atas meja makan kita. Sepiring nasi tidak lahir begitu...

by Muhammad Farras Hanif
August 29, 2026
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana
Ulas Rupa

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

by Hartanto
August 29, 2026
Telenovela
Esai

Sebelum Bali Dituduh Rasis, Ada Seorang Ibu yang Sedang Makan

SEBELUM Bali dituduh rasis, ada seorang ibu yang sedang makan. Kalimat itu mungkin terdengar terlalu sederhana untuk sebuah perkara yang...

by Angga Wijaya
August 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co