20 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
in Khas
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para pelayang. Ada yang membentangkan tubuh layangan, memastikan setiap bagian terpasang dengan baik; ada pula yang bersiap memegang tali, menunggu saat yang tepat untuk melepas layangan menuju langit.

Saat layang-layang itu diterbangkan dan diiringi denting dan hentakan gamelan bleganjur, suasana perlahan menjadi semakin hidup. Angin sungguh bersahabat sehingga layangan pun dilepas. Tubuhnya terangkat, perlahan meninggalkan tanah, kemudian menari di udara. Sorak dan tepuk tangan mengiringi keberhasilan benda itu terbang. Untuk sesaat, langit Sanur menjadi panggung tempat tradisi, alam, dan kegembiraan bertemu.

Pemandangan itulah yang terlihat dalam Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026. Memasuki satu dekade penyelenggaraan, festival ini bukan sekadar perayaan layang-layang, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana tradisi melayangan Bali tetap tumbuh di tengah perubahan zaman.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

“Denpasar Kite Festival menjadi ruang untuk melestarikan tradisi melayangan sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terus berkreasi dan mencintai budaya Bali. Itulah pentingnya festival ini sebagai ruang untuk mempertahankan tradisi sekaligus mendorong kreativitas generasi penerus,” kata Ketua Umum Pelangi Denpasar, Ir. I Wayan Mariyana Wandhira, ST., MT.

Di Pulau Dewata, layangan tidak semata-mata benda yang diterbangkan untuk mencari kesenangan. Di dalamnya ada keterampilan, rasa kebersamaan, kreativitas, sekaligus hubungan yang akrab antara manusia dan alam. Angin menjadi bagian penting dari permainan. Tanpa angin yang tepat, layangan tidak akan menemukan langitnya.

Karena itu, menerbangkan layangan berukuran besar membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan individu. Para Rare Angon harus bekerja bersama. Ada yang mengangkat, mengarahkan, menarik tali, membaca arah angin, hingga memastikan layangan tetap stabil ketika sudah berada di udara. Semuanya berlangsung dalam sebuah koordinasi yang memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Layangan tradisional Bali seperti Janggan, Bebean, dan Pecukan pun memiliki karakter masing-masing. Bentuknya yang khas menjadikan langit bukan hanya ruang bermain, tetapi juga semacam galeri terbuka bagi ekspresi seni masyarakat. Ukurannya dapat mencapai empat hingga sembilan meter atau lebih, dengan ekor yang menjulur hingga ratusan meter.

Pada hari pertama, sebanyak 763 layangan tradisional khas Bali menghiasi langit Pantai Mertasari. Layangan itu, di antaranya Bebean, Pecukan, dan Janggan, diterbangkan dalam sejumlah kategori, mulai dari remaja hingga dewasa.

Tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam” menjadi penanda perjalanan satu dekade Denpasar Kite Festival. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah festival budaya. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa tradisi lama masih memiliki ruang untuk hidup, sekaligus membuka kemungkinan bagi generasi baru untuk memberikan tafsir dan kreativitasnya sendiri.

“Festival layang-layang yang telah memasuki satu dekade penyelenggaraan ini menjadi momentum penting dalam melestarikan tradisi melayangan Bali sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda dan komunitas layang-layang di Kota Denpasar,” ucap Mariyana.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Menariknya, festival ini juga memberi tempat bagi layang-layang Bebean khas Sanur. Bentuk ikan yang diterbangkan ke angkasa tersebut seolah membawa identitas pesisir Sanur ke langit. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa tradisi melayangan tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama lingkungan sosial dan budaya tempat tradisi itu berkembang.

Kreativitas kemudian mengambil bentuk yang lebih beragam. Layangan kreasi tiga dimensi (3D) dan flat hadir dengan desain yang semakin inovatif. Bentuk-bentuk baru bermunculan, tetapi karakter seni layangan Bali tetap menjadi pijakannya.

Ada pula layangan big size dengan bentang sayap lebih dari enam meter. Ketika mengudara, ukurannya membuat mata para penonton spontan mengarah ke atas. Di bawahnya, para pelayang terus mengendalikan tali dan membaca gerak angin. Layangan dan manusia seakan melakukan percakapan tanpa kata: satu berada di tanah, sementara yang lain menari di ruang udara.

Keberadaan beragam bentuk layangan tersebut memperlihatkan bahwa tradisi melayangan dapat terus berkembang tanpa harus kehilangan jejak asalnya. Festival menjadi ruang pertemuan antara bentuk-bentuk lama dan gagasan baru, antara keterampilan yang diwariskan dan keberanian untuk bereksperimen.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Anak-anak muda mendapatkan ruang untuk mengenal warisan budaya melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut membuat, membawa, dan menerbangkan layangan. Tradisi pun tidak berhenti sebagai cerita tentang masa lalu. Ia tetap bergerak, berubah, dan menemukan bentuk baru.

Memasuki penyelenggaraan ke-10, Denpasar Kite Festival menunjukkan bahwa melayangan masih memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan masyarakat Bali. Di antara kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup, layangan tetap menemukan jalannya sendiri menuju langit.

Mariyana mengatakan, keberagaman jenis dan kategori layangan yang ditampilkan menunjukkan bahwa tradisi melayangan tetap memiliki tempat di tengah masyarakat, sekaligus terus berkembang melalui sentuhan kreativitas.

“Kami berharap, momentum pembukaan ini dapat semakin menyemarakkan pelaksanaan festival yang telah menjadi salah satu ruang pertemuan para pelayang, komunitas, generasi muda, serta masyarakat untuk bersama-sama merayakan tradisi melayangan Bali,” imbuhnya.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Sebanyak 763 layangan yang menghiasi langit pada hari pertama menjadi bukti bahwa tradisi tersebut belum kehilangan pesonanya. Bebean, Pecukan, Janggan, Bebean khas Sanur, layangan kreasi 3D dan flat, hingga big size membentuk sebuah panorama budaya di atas Pantai Mertasari.

Ketika angin kembali berembus, para Rare Angon kembali menengadah ke langit. Mereka membaca arah, menarik tali, lalu melepaskan layangan. Dari sana, sebuah tradisi terus berlangsung—dengan tangan-tangan yang bekerja bersama dan mata yang peka membaca arah angin.

Rangkaian Denpasar Kite Festival ke-10 Tahun 2026 akan berlanjut pada Minggu, 30 Agustus 2026.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Denpasar Kite FestivalDenpasar Kite Festival 2026Pelangi DenpasaRare Angon
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Next Post

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails
Next Post
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

Janger Dalam Ingatan Penarinya ---Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 20, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses Tebal: vii + 138...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026
Khas

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]
Ulas Musik

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur
Pameran

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026
Panggung

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak
Budaya

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño
Esai

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co