11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
in Khas
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para pelayang. Ada yang membentangkan tubuh layangan, memastikan setiap bagian terpasang dengan baik; ada pula yang bersiap memegang tali, menunggu saat yang tepat untuk melepas layangan menuju langit.

Saat layang-layang itu diterbangkan dan diiringi denting dan hentakan gamelan bleganjur, suasana perlahan menjadi semakin hidup. Angin sungguh bersahabat sehingga layangan pun dilepas. Tubuhnya terangkat, perlahan meninggalkan tanah, kemudian menari di udara. Sorak dan tepuk tangan mengiringi keberhasilan benda itu terbang. Untuk sesaat, langit Sanur menjadi panggung tempat tradisi, alam, dan kegembiraan bertemu.

Pemandangan itulah yang terlihat dalam Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026. Memasuki satu dekade penyelenggaraan, festival ini bukan sekadar perayaan layang-layang, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana tradisi melayangan Bali tetap tumbuh di tengah perubahan zaman.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

“Denpasar Kite Festival menjadi ruang untuk melestarikan tradisi melayangan sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terus berkreasi dan mencintai budaya Bali. Itulah pentingnya festival ini sebagai ruang untuk mempertahankan tradisi sekaligus mendorong kreativitas generasi penerus,” kata Ketua Umum Pelangi Denpasar, Ir. I Wayan Mariyana Wandhira, ST., MT.

Di Pulau Dewata, layangan tidak semata-mata benda yang diterbangkan untuk mencari kesenangan. Di dalamnya ada keterampilan, rasa kebersamaan, kreativitas, sekaligus hubungan yang akrab antara manusia dan alam. Angin menjadi bagian penting dari permainan. Tanpa angin yang tepat, layangan tidak akan menemukan langitnya.

Karena itu, menerbangkan layangan berukuran besar membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan individu. Para Rare Angon harus bekerja bersama. Ada yang mengangkat, mengarahkan, menarik tali, membaca arah angin, hingga memastikan layangan tetap stabil ketika sudah berada di udara. Semuanya berlangsung dalam sebuah koordinasi yang memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Layangan tradisional Bali seperti Janggan, Bebean, dan Pecukan pun memiliki karakter masing-masing. Bentuknya yang khas menjadikan langit bukan hanya ruang bermain, tetapi juga semacam galeri terbuka bagi ekspresi seni masyarakat. Ukurannya dapat mencapai empat hingga sembilan meter atau lebih, dengan ekor yang menjulur hingga ratusan meter.

Pada hari pertama, sebanyak 763 layangan tradisional khas Bali menghiasi langit Pantai Mertasari. Layangan itu, di antaranya Bebean, Pecukan, dan Janggan, diterbangkan dalam sejumlah kategori, mulai dari remaja hingga dewasa.

Tema “Dasavarse Patanga Vaibhavam” menjadi penanda perjalanan satu dekade Denpasar Kite Festival. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah festival budaya. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa tradisi lama masih memiliki ruang untuk hidup, sekaligus membuka kemungkinan bagi generasi baru untuk memberikan tafsir dan kreativitasnya sendiri.

“Festival layang-layang yang telah memasuki satu dekade penyelenggaraan ini menjadi momentum penting dalam melestarikan tradisi melayangan Bali sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda dan komunitas layang-layang di Kota Denpasar,” ucap Mariyana.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Menariknya, festival ini juga memberi tempat bagi layang-layang Bebean khas Sanur. Bentuk ikan yang diterbangkan ke angkasa tersebut seolah membawa identitas pesisir Sanur ke langit. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa tradisi melayangan tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama lingkungan sosial dan budaya tempat tradisi itu berkembang.

Kreativitas kemudian mengambil bentuk yang lebih beragam. Layangan kreasi tiga dimensi (3D) dan flat hadir dengan desain yang semakin inovatif. Bentuk-bentuk baru bermunculan, tetapi karakter seni layangan Bali tetap menjadi pijakannya.

Ada pula layangan big size dengan bentang sayap lebih dari enam meter. Ketika mengudara, ukurannya membuat mata para penonton spontan mengarah ke atas. Di bawahnya, para pelayang terus mengendalikan tali dan membaca gerak angin. Layangan dan manusia seakan melakukan percakapan tanpa kata: satu berada di tanah, sementara yang lain menari di ruang udara.

Keberadaan beragam bentuk layangan tersebut memperlihatkan bahwa tradisi melayangan dapat terus berkembang tanpa harus kehilangan jejak asalnya. Festival menjadi ruang pertemuan antara bentuk-bentuk lama dan gagasan baru, antara keterampilan yang diwariskan dan keberanian untuk bereksperimen.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Anak-anak muda mendapatkan ruang untuk mengenal warisan budaya melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut membuat, membawa, dan menerbangkan layangan. Tradisi pun tidak berhenti sebagai cerita tentang masa lalu. Ia tetap bergerak, berubah, dan menemukan bentuk baru.

Memasuki penyelenggaraan ke-10, Denpasar Kite Festival menunjukkan bahwa melayangan masih memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan masyarakat Bali. Di antara kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup, layangan tetap menemukan jalannya sendiri menuju langit.

Mariyana mengatakan, keberagaman jenis dan kategori layangan yang ditampilkan menunjukkan bahwa tradisi melayangan tetap memiliki tempat di tengah masyarakat, sekaligus terus berkembang melalui sentuhan kreativitas.

“Kami berharap, momentum pembukaan ini dapat semakin menyemarakkan pelaksanaan festival yang telah menjadi salah satu ruang pertemuan para pelayang, komunitas, generasi muda, serta masyarakat untuk bersama-sama merayakan tradisi melayangan Bali,” imbuhnya.

Suasana menerbangkan layang-layang di Denpasar Kite Festival ke-10 yang digelar Pelangi Denpasar di Pantai Mertasari, Sanur, Kota Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026 | Foto: Istimewa

Sebanyak 763 layangan yang menghiasi langit pada hari pertama menjadi bukti bahwa tradisi tersebut belum kehilangan pesonanya. Bebean, Pecukan, Janggan, Bebean khas Sanur, layangan kreasi 3D dan flat, hingga big size membentuk sebuah panorama budaya di atas Pantai Mertasari.

Ketika angin kembali berembus, para Rare Angon kembali menengadah ke langit. Mereka membaca arah, menarik tali, lalu melepaskan layangan. Dari sana, sebuah tradisi terus berlangsung—dengan tangan-tangan yang bekerja bersama dan mata yang peka membaca arah angin.

Rangkaian Denpasar Kite Festival ke-10 Tahun 2026 akan berlanjut pada Minggu, 30 Agustus 2026.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Denpasar Kite FestivalDenpasar Kite Festival 2026Pelangi DenpasaRare Angon
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Next Post

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

Janger Dalam Ingatan Penarinya ---Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co