6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

Teguh Wahyu Pranata by Teguh Wahyu Pranata
August 30, 2026
in Esai
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

Foto ilustrasi: Canva

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan huruf satu dengan yang lainnya – mengejanya sepatah demi sepatah.

Di rumah, kami memiliki beberapa lusin buku yang bisa dibaca. Beberapa koleksi saya –yang memiliki sampul menarik– cukup mengundang perhatiannya. Keponakan saya terbiasa membuka halamannya, mencoba membaca meski akhirnya kebingungan dengan banyaknya tulisan dalam satu halaman. Sebagai pengasuh yang baik, saya pada akhirnya membacakan buku-buku tersebut untuknya. Meskipun apa yang saya lakukan agaknya tidak membantu prosesnya untuk belajar membaca, setidaknya masih bermanfaat untuk meningkatkan empati dan menambah pembendaharaan kata.

Buku-buku yang saya bacakan berjenis sastra klasik. Beberapa karya legendaris para penulis barat dalam versi yang lebih ringkas. Soal ini, bukan karena saya memiliki mentalitas inlander – menganggap penulis barat selalu objektif sementara penulis lokal cenderung subjektif – tetapi apa boleh buat, sastra klasik dunia timur masih jarang diterbitkan, lebih-lebih dalam versi ringkas.

Untuk sementara waktu saya hanya bisa membacakan sastra klasik ala Eropa dan Amerika. Tulisan-tulisan seperti Moby Dick karya Herman Melville, Petualangan Don Quixote karya Miguel de Cervantes, serta belakangan, Old Man On The Sea karya Ernest Hemingway, menjadi tiga buku yang sedikit banyak sudah saya bacakan. Saya juga memiliki masing-masing dua buku karya Nietzche, Orwell, dan Dostoevsky. Namun, membacakan buku-buku tersebut kepada seorang balita perempuan rasanya tidak bisa dibayangkan. Antara terlalu dini, mengerikan, juga meracuni si anak. ”Children are the greatest philosophers” kata Avijeet Das, tapi untuk tiga nama terakhir… nanti dulu deh.

Menurut hemat saya, keponakan perempuan saya –yang masih balita– adalah anak yang beruntung. Dia dibacakan sastra klasik saat sedang belajar membaca. Begitulah yang saya pikirkan sejak awal. Terlebih lagi jika mengingta masa lalu, ketika memperoleh buku pertama dari orang tua, saya harus belajar membacanya tanpa didampingi. Berbekal pemahaman yang diberikan guru di sekolah, saya membaca buku dengan dimulai dari bagian-bagian besar yang bercetak tebal. Judul, sub judul, judul bab, sub bab, dan indeks yang saat itu saya lafalkan sebagai in-de-kas.

Buku-buku paling awal yang saya perolehpun sangat jauh dari kata sastra terlebih dengan embel-embel klasik. Saat itu saya hanya bisa mengakses esiklopedia bergambar. Buku seratus pengetahuan berikut seratus pengetahuan tentang samudera, mamalia, ksatria dan kastil, serta wilayah barat yang liar menjadi bahan bacaan saya selama berbulan-bulan. Soal enslikopedia dan buku pengetahuan, keponakan saya akan mendapatkannya sebentar lagi. Tetapi sang waktu tak urung diulang, saya versi kecil tetap tidak bisa membaca terlebih dibacakan seri sastra klasik. Lagi-lagi keponakan perempuan saya sangat beruntung.

Tetapi tunggu dulu, setelah dipikir dan diingat, dahulu saya juga toh tetap mengakses sastra klasik. Kendati bukan dari buku, saya tetap bisa mendengarkan sastra klasik dari suara manis ibu. Perempuan favorit saya itu sering menuturkan cerita-cerita Tantri, kisah-kisah fabel klasik yang barangkali sudah disebut klasik sejak zaman Miguel de Carvantes. Satua I Siap Selem, I Kakul lan I Kijang, I Lutung lan I Tetani hingga Sang Nandaka lan Prabu Singa adalah beberapa seri favorit saya. Oleh ayah, cerita Tantri yang paling mengesankan ketika dituturkan adalah seri I Cetrung yang diceritakan sembari bernyanyi menggunakan pola aturan Pupuh Sinom.

Pembaca bisa membayangkan bagaimana saya mendengarkan cerita-cerita tersebut sebagai pengantar tidur, pendidikan moral sekaligus pelestarian budaya. Lebih jauh, selain Tantri Kamandaka, cerita rakyat seperti Pan Balang Tamak yang jenaka, penuh satir cerdas sekaligus ajaran moral; juga cerita I Dongding yang mengandung banyak filosofi membingungkan turut disuapkan kepada saya. Sesuatu yang sayang sekali tidak atau belum diperoleh keponakan perempuan saya.

Saat itu saya boleh tidak mengenal karya-karya penulis barat, tetapi dongeng-dongeng kebijaksanaan timur adalah makanan sehari-hari atau ”semalam-malam” jika istilah itu memang ada. Lagipula toh sastra klasik barat bisa saya akses dengan cukup mudah hari ini. Sementara keponakan perempuan saya? Dia tidak tahu banyak tentang cerita Tantri. Kendati saya sendiri mewarisi fabel-fabel lisan itu, saya tidak memiliki cukup kemampuan untuk menceritakannya dengan baik layaknya Ibu dahulu. Ohh Ibu, engkau laksana Ni Dyah Tantri, perempuan yang bercerita, menghentikan sifat kejam dan penuh nafsu Raja Aiswaradala. Cara Ibu bercerita kini membelenggu anaknya, sebab sang anak gagal menirunya.

Untuk itu, saya berencana mengembalikan tanggung jawab ibu dan ayah untuk menceritakan fabel-fabel klasik dunia timur kepada cucunya –keponakan perempuan saya. Dengan begitu, keponakan saya kembali menyalip keberuntungan saya. Dia dimbimbing membaca sembari diperdengarkan dongeng-dongeng klasik dari dunia barat dan timur sekaligus.

Tetapi, dalam benak saya muncul sedikit kekhawatiran baru –meskipun saya takut menikah dan punya anak– bagaimana cara saya mewariskan cerita Tantri dan dongeng-dongeng lokal kepada generasi berikutnya? Terlebih ketika saya menyadari ketidakcakapan saya untuk menyampaikannya.

Untuk itu, jika ada di antara pembaca yang memiliki usaha penerbitan, saya mengharapkan ketersediaan pembaca untuk menginventarisasi dan menerbitkan sastra-sastra klasik timur berikut Cerita Tantri ataupun Satua Bali Lawas. Meskipun bukan sastrawan terlebih sastrawan Bali, saya –juga barangkali ibu saya– siap membantu jika diperlukan. Kan cerita-cerita terkait agaknya bisa diterbitkan tanpa membayar royalti. Jika dijadikan buku kumpulan fabel atau novela ringan, produk budaya ini rasanya memiliki target pasar. Semoga generasi berikutnya tetap mengenal warisan budaya adiluhung dan kebajikan para pendahulunya. [T]

Penulis: I Nengah Teguh Wahyu Pranata
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakbuku anakdongengsastra klasik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Next Post

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Teguh Wahyu Pranata

Teguh Wahyu Pranata

I Nengah Teguh Wahyu Pranata, lahir di Demulih, Susut, Bangli. Pecinta Sejarah, anak ideologis Multatuli. Memiliki ketertarikan dengan perempuan juga kronik-kronik peristiwa 65. Dapat ditemukan di Instagram sebagai teguh.inst.

Related Posts

SARASWATI DI INDIA

by Sugi Lanus
November 6, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

Read moreDetails

Karman dan Wajah di Balik Gorden

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

Read moreDetails

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

Read moreDetails

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

Read moreDetails

LONTAR USADA KERALA

by Sugi Lanus
November 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 1 Nov 2026 * Kerala (sebuah negara bagian di India Selatan) memiliki kesamaan kultural yang...

Read moreDetails

Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

by Hartanto
November 4, 2026
0
Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

SILATURAHMI, sembari menghitung almanak yang tanggal demi tanggalnya bergerak seirama dengan perputaran jarum jam dan garis edar matahari, kami—saya, dr....

Read moreDetails

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
0
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

Read moreDetails

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails
Next Post
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co