21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

Teguh Wahyu Pranata, by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026
in Esai
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

Foto ilustrasi: Canva

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan huruf satu dengan yang lainnya – mengejanya sepatah demi sepatah.

Di rumah, kami memiliki beberapa lusin buku yang bisa dibaca. Beberapa koleksi saya –yang memiliki sampul menarik– cukup mengundang perhatiannya. Keponakan saya terbiasa membuka halamannya, mencoba membaca meski akhirnya kebingungan dengan banyaknya tulisan dalam satu halaman. Sebagai pengasuh yang baik, saya pada akhirnya membacakan buku-buku tersebut untuknya. Meskipun apa yang saya lakukan agaknya tidak membantu prosesnya untuk belajar membaca, setidaknya masih bermanfaat untuk meningkatkan empati dan menambah pembendaharaan kata.

Buku-buku yang saya bacakan berjenis sastra klasik. Beberapa karya legendaris para penulis barat dalam versi yang lebih ringkas. Soal ini, bukan karena saya memiliki mentalitas inlander – menganggap penulis barat selalu objektif sementara penulis lokal cenderung subjektif – tetapi apa boleh buat, sastra klasik dunia timur masih jarang diterbitkan, lebih-lebih dalam versi ringkas.

Untuk sementara waktu saya hanya bisa membacakan sastra klasik ala Eropa dan Amerika. Tulisan-tulisan seperti Moby Dick karya Herman Melville, Petualangan Don Quixote karya Miguel de Cervantes, serta belakangan, Old Man On The Sea karya Ernest Hemingway, menjadi tiga buku yang sedikit banyak sudah saya bacakan. Saya juga memiliki masing-masing dua buku karya Nietzche, Orwell, dan Dostoevsky. Namun, membacakan buku-buku tersebut kepada seorang balita perempuan rasanya tidak bisa dibayangkan. Antara terlalu dini, mengerikan, juga meracuni si anak. ”Children are the greatest philosophers” kata Avijeet Das, tapi untuk tiga nama terakhir… nanti dulu deh.

Menurut hemat saya, keponakan perempuan saya –yang masih balita– adalah anak yang beruntung. Dia dibacakan sastra klasik saat sedang belajar membaca. Begitulah yang saya pikirkan sejak awal. Terlebih lagi jika mengingta masa lalu, ketika memperoleh buku pertama dari orang tua, saya harus belajar membacanya tanpa didampingi. Berbekal pemahaman yang diberikan guru di sekolah, saya membaca buku dengan dimulai dari bagian-bagian besar yang bercetak tebal. Judul, sub judul, judul bab, sub bab, dan indeks yang saat itu saya lafalkan sebagai in-de-kas.

Buku-buku paling awal yang saya perolehpun sangat jauh dari kata sastra terlebih dengan embel-embel klasik. Saat itu saya hanya bisa mengakses esiklopedia bergambar. Buku seratus pengetahuan berikut seratus pengetahuan tentang samudera, mamalia, ksatria dan kastil, serta wilayah barat yang liar menjadi bahan bacaan saya selama berbulan-bulan. Soal enslikopedia dan buku pengetahuan, keponakan saya akan mendapatkannya sebentar lagi. Tetapi sang waktu tak urung diulang, saya versi kecil tetap tidak bisa membaca terlebih dibacakan seri sastra klasik. Lagi-lagi keponakan perempuan saya sangat beruntung.

Tetapi tunggu dulu, setelah dipikir dan diingat, dahulu saya juga toh tetap mengakses sastra klasik. Kendati bukan dari buku, saya tetap bisa mendengarkan sastra klasik dari suara manis ibu. Perempuan favorit saya itu sering menuturkan cerita-cerita Tantri, kisah-kisah fabel klasik yang barangkali sudah disebut klasik sejak zaman Miguel de Carvantes. Satua I Siap Selem, I Kakul lan I Kijang, I Lutung lan I Tetani hingga Sang Nandaka lan Prabu Singa adalah beberapa seri favorit saya. Oleh ayah, cerita Tantri yang paling mengesankan ketika dituturkan adalah seri I Cetrung yang diceritakan sembari bernyanyi menggunakan pola aturan Pupuh Sinom.

Pembaca bisa membayangkan bagaimana saya mendengarkan cerita-cerita tersebut sebagai pengantar tidur, pendidikan moral sekaligus pelestarian budaya. Lebih jauh, selain Tantri Kamandaka, cerita rakyat seperti Pan Balang Tamak yang jenaka, penuh satir cerdas sekaligus ajaran moral; juga cerita I Dongding yang mengandung banyak filosofi membingungkan turut disuapkan kepada saya. Sesuatu yang sayang sekali tidak atau belum diperoleh keponakan perempuan saya.

Saat itu saya boleh tidak mengenal karya-karya penulis barat, tetapi dongeng-dongeng kebijaksanaan timur adalah makanan sehari-hari atau ”semalam-malam” jika istilah itu memang ada. Lagipula toh sastra klasik barat bisa saya akses dengan cukup mudah hari ini. Sementara keponakan perempuan saya? Dia tidak tahu banyak tentang cerita Tantri. Kendati saya sendiri mewarisi fabel-fabel lisan itu, saya tidak memiliki cukup kemampuan untuk menceritakannya dengan baik layaknya Ibu dahulu. Ohh Ibu, engkau laksana Ni Dyah Tantri, perempuan yang bercerita, menghentikan sifat kejam dan penuh nafsu Raja Aiswaradala. Cara Ibu bercerita kini membelenggu anaknya, sebab sang anak gagal menirunya.

Untuk itu, saya berencana mengembalikan tanggung jawab ibu dan ayah untuk menceritakan fabel-fabel klasik dunia timur kepada cucunya –keponakan perempuan saya. Dengan begitu, keponakan saya kembali menyalip keberuntungan saya. Dia dimbimbing membaca sembari diperdengarkan dongeng-dongeng klasik dari dunia barat dan timur sekaligus.

Tetapi, dalam benak saya muncul sedikit kekhawatiran baru –meskipun saya takut menikah dan punya anak– bagaimana cara saya mewariskan cerita Tantri dan dongeng-dongeng lokal kepada generasi berikutnya? Terlebih ketika saya menyadari ketidakcakapan saya untuk menyampaikannya.

Untuk itu, jika ada di antara pembaca yang memiliki usaha penerbitan, saya mengharapkan ketersediaan pembaca untuk menginventarisasi dan menerbitkan sastra-sastra klasik timur berikut Cerita Tantri ataupun Satua Bali Lawas. Meskipun bukan sastrawan terlebih sastrawan Bali, saya –juga barangkali ibu saya– siap membantu jika diperlukan. Kan cerita-cerita terkait agaknya bisa diterbitkan tanpa membayar royalti. Jika dijadikan buku kumpulan fabel atau novela ringan, produk budaya ini rasanya memiliki target pasar. Semoga generasi berikutnya tetap mengenal warisan budaya adiluhung dan kebajikan para pendahulunya. [T]

Penulis: I Nengah Teguh Wahyu Pranata
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakbuku anakdongengsastra klasik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Next Post

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Teguh Wahyu Pranata,

Teguh Wahyu Pranata,

I Nengah Teguh Wahyu Pranata, lahir di Demulih, Susut, Bangli. Pecinta Sejarah, anak ideologis Multatuli. Memiliki ketertarikan dengan perempuan juga kronik-kronik peristiwa 65. Dapat ditemukan di Instagram sebagai teguh.inst.

Related Posts

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

Read moreDetails

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

by Isran Kamal
September 18, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

Read moreDetails

Menulis Kok Seperti Muntah?

by Angga Wijaya
September 18, 2026
0
Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

Read moreDetails
Next Post
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026
Khas

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co