15 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Laurensia Junita Della by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
in Tualang
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Area tepi tebing batu di air terjun Parang Ijo.

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada habisnya, alam selalu menawarkan ruang untuk menghela napas dan memulihkan energi. Meski banyak orang memiliki keinginan yang sama untuk mencari ketenangan, masih ada beberapa sudut alam yang mampu menghadirkan suasana nyaman tanpa kehilangan pesonanya. 

Air terjun Parang Ijo menjadi salah satu tempat yang sesuai bagi siapa saja yang ingin menikmati wisata alam dengan suasana yang relatif tenang. Gemuruh air yang berpadu dengan rimbunnya pepohonan, udara pegunungan yang sejuk, serta panorama hijau di sekelilingnya menciptakan pengalaman yang mampu menjadi penawar bagi pikiran yang penat. 

Tampak depan air terjun Parang Ijo

Di tempat ini, kamu tidak hanya datang untuk berwisata. Air terjun Parang Ijo seolah mengajak setiap pengunjungnya untuk sejenak memperlambat langkah dan memulihkan diri sebelum kembali bertarung dengan kehidupan.

Langkah Sebelum Keindahan

Air terjun ini terletak di lereng barat Gunung Lawu dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lebih tepatnya, di Jalan Munggur Raya, Mlinggur, Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. 

Jika kamu berangkat dari kota Solo, kamu perlu menempuh jarak kurang lebih 36 km untuk menikmati keindahan air terjun ini. Jika kamu berangkat dari Karanganyar, kamu perlu menempuh jarak sekitar 21,5 km.

Kamu tidak perlu khawatir mengenai lokasi air terjun yang terletak di daerah pegunungan. Karena meskipun menanjak, jalurnya sudah beraspal dan cukup lebar untuk dilewati dua buah mobil berukuran sedang. 

Akses tangga menuju air terjun.

Jarak antara area parkir dan air terjun Parang Ijo yang kurang dari 100 meter membuat perjalanan menuju lokasi terasa ringan. Kita tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak tenaga sebelum menikmati keindahan air terjun. Tak lupa langkah-langkah singkat ini ditemani oleh hamparan perkebunan warga yang menghadirkan nuansa tenang sebelum gemuruh air terjun menyambut di kejauhan.  

Mengingat Air Terjun Parang Ijo Pada Beberapa Waktu Lalu

Beberapa tahun lalu, air terjun ini mulai dikenal secara luas karena keindahannya yang alami dan unik. Air terjun ini menyuguhkan pemandangan tebing tinggi, dipenuhi warna hijau yang subur dari lumut dan tanaman paku. Bahkan, di beberapa kesempatan, kamu juga dapat melihat warna air yang berubah menjadi hijau tosca hingga biru kehijauan. Keindahan ini masih dapat tetap kamu temukan bahkan hingga sekarang. Tiket masuk ke area air terjun pun tergolong murah. Bisa dijangkau  hanya dengan biaya Rp 10.000 saja.

Fasilitasnya terbilang lengkap, mulai dari warung yang menjual berbagai macam makanan, kolam renang ramah anak, area untuk duduk, dan kamar mandi. Di warung, kamu dapat menemukan jajanan-jajanan lokal seperti pentol, sate, jagung bakar, gorengan, mie instan, dan beberapa makanan kemasan. 

Kolam renang terletak di bagian paling bawah, lebih tepatnya di dekat pintu masuk, dengan kedalamannya 60 cm saja. Di sekitar kolam, terdapat beberapa spot permainan air seperti seluncuran dan air mancur. Area tunggu di tepi kolam juga tampak nyaman dan luas. 

Area duduk di sekitar air terjun

Jika kamu ingin menuju air terjun, kamu perlu melewati beberapa anak tangga lagi menuju atas. Di sana, kamu dapat menemukan area duduk yang cukup luas dengan tempat duduk terbuat dari beton dan batu besar alami. Tak perlu khawatir akan kehabisan tempat duduk, karena medan yang datar dan cukup luas di sekitarnya tetap akan memberikan kamu kesan yang nyaman jika kamu ingin menggelar tikar. 

Air Terjun Parang Ijo Saat Ini

Hari ini, di tahun 2026, saya kembali mengunjungi air terjun Parang Ijo. Saya berkesempatan mengunjunginya saat weekdays, bertepatan dengan hari libur saya. 

Saya bermaksud untuk menikmati waktu dengan memakan jajanan lokal sambil mengamati keindahan alam air terjun. Tetapi, pemandangan yang saya dapatkan cukup jauh berbeda dengan ingatan saya dari beberapa tahun lalu. Keindahan alam air terjunnya memang tidak dapat diganggu gugat. Perbedaan yang saya maksudkan adalah fasilitas penunjang pariwisatanya. 

Jika tahun lalu kamu masih bisa menemukan warung dan kolam renang di area air terjun, kamu tak lagi bisa menikmatinya di tahun 2026 ini. Ketika saya ke sana, tak ada satupun warung yang aktif berjualan. Pupus harapan saya yang ingin menikmati pentol kuah sambil duduk bersandar di batu besar. Selain itu, kolam renang anak dan beberapa spot permainan air tampak telah ditinggalkan. 

Keadaan warung di air terjun Parang Ijo tahun 2026

Saat itu, saya dan keluarga saya menjadi pengunjung satu-satunya. Itu memberikan pengalaman privat menikmati keindahan alam yang menyenangkan.

Sedikit Kiat

Menikmati air terjun Parang Ijo rasanya belum lengkap jika hanya memandangnya dari kejauhan atau mengabadikannya lewat kamera. Cobalah sesekali merasakan langsung aliran airnya yang jernih. Dingin dan segar menjadi dua kata yang paling tepat untuk menggambarkan sensasi tersebut. Percikan air yang segar dan udara pegunungan yang sejuk seolah mampu mengembalikan energi tubuh yang terkuras. 

Namun, tetaplah berhati-hati jika memasuki area air. Pastikan kamu memakai alas kaki yang memang aman digunakan di tempat yang basah. Beberapa area dan anak tangga juga telah ditumbuhi lumut, sehingga kamu perlu berhati-hati dalam melangkah. 

Sebaiknya, kamu juga tidak berdiri tepat di bawah aliran air terjun yang deras, atau kamu akan terkena tekanan besar yang dihasilkannya. Selain itu, kamu akan sulit menemukan pijakan yang nyaman apabila berdiri tepat di bawah air terjun, karena bebatuan di bawahnya telah terkikis oleh derasnya aliran air. 

Air terjun kecil di Parang Ijo

Bermain air di Parang Ijo tidak harus dilakukan tepat di bawah aliran utamanya. Untuk pengalaman yang lebih aman, kamu dapat menikmati kesegaran air di tingkatan kedua atau ketiga yang masih memiliki arus cukup deras. Sementara itu, bagi kamu yang ingin merasakan sensasi mandi langsung di bawah guyuran air terjun, area di dekat tebing batu dapat menjadi pilihan. 

Terakhir, kita tak boleh melupakan bahwa keindahan alam tidak didapatkan dalam waktu singkat, sehingga menjaga kebersihannya merupakan bentuk tanggung jawab bersama.  Sebelum meninggalkan area air terjun pastikan kamu membawa pulang kembali sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekitarmu. Dengan begitu, pesona air terjun Parang Ijo akan tetap lestari dan dapat dinikmati oleh siapa pun yang datang setelah kita. [T]

Tags: air terjunalamPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

Next Post

Dari Duta SMA ke Duta Besar

Laurensia Junita Della

Laurensia Junita Della

Tinggal di Kedawung, Karanganyar, Jawa Tengah. Instagram @laurensia0222 @junii.gadogado

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Dari Duta SMA ke Duta Besar

Dari Duta SMA ke Duta Besar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co