31 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
in Panggung
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Jumpa pers SUVJF 2026, dari Kiri ke Kanan (Diana Surya, Devy Ferdianto, Simone Prattico, Lasta Arimbawa)

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) justru memilih bersetia dengan jazz. Memasuki penyelenggaraan ke-13 pada 7–8 Agustus 2026 di Sthala, A Tribute Portfolio Hotel Ubud, festival ini kembali menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi ruang yang berpihak kepada jazz, bahkan ketika pilihan tersebut tidak selalu menguntungkan secara finansial.

Co-founder Sthala Ubud Village Jazz Festival, Anom Darsana, mengakui penyelenggaraan tahun ini merupakan salah satu yang paling berat sejak festival pertama digelar pada 2013. Kondisi finansial yang semakin menantang bahkan membuat panitia tidak menutup kemungkinan mengalami kerugian. Namun, baginya, keadaan tersebut bukan alasan untuk mengubah arah festival.

“Jujur dari sisi finansial kami tahun ini parah sekali. Mungkin kami rugi, mudah-mudahan tidak. Tapi untung rugi bukan menjadi masalah. Yang penting festival ini tetap berjalan,” ujar Anom dalam jumpa pers di Sanur, Kamis, 30 Juli 2026.

Pernyataan itu menggambarkan cara pandang yang selama ini menjadi fondasi SUVJF. Festival ini tidak dibangun semata sebagai perhelatan hiburan, melainkan sebagai ruang yang menjaga ekosistem jazz melalui pertunjukan, edukasi, regenerasi musisi, hingga kolaborasi lintas komunitas.

Anom Darsana – Co Founder SUVJF

Anom Darsana menambahkan, bahwa SUVJF sejak awal tidak pernah dimaksudkan sebagai konser musik semata.

“Ini bukan hanya festival musik. Ini festival yang ada edukasinya,” katanya.

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendukung seperti workshop, diskusi, hingga ruang kolaborasi yang mempertemukan beragam komunitas kreatif. Tahun ini, misalnya, SUVJF untuk pertama kalinya menggandeng komunitas Westside DJ asal Bali.

Kehadiran komunitas DJ bukan dimaksudkan untuk mengubah wajah festival menjadi pesta musik elektronik. Sebaliknya, mereka justru diajak mengeksplorasi repertoar yang berakar pada jazz.

“Biasanya orang menganggap DJ identik dengan party. Kami justru memberi ruang kepada mereka untuk memainkan tune yang lebih jazz. Kami ingin semua komunitas di Bali merasa dirangkul,” kata Anom.

Baginya, memperluas komunitas pendukung jazz merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan musik tersebut. Festival tidak hanya menghadirkan musisi jazz, tetapi juga membangun ruang perjumpaan yang memungkinkan berbagai komunitas saling belajar dan berkolaborasi.

Di tengah tekanan industri hiburan yang semakin berorientasi pada popularitas, keputusan itu menjadi sikap yang tidak mudah. Anom menilai banyak festival musik akhirnya memasukkan lebih banyak musisi pop demi mendongkrak penjualan tiket.

“Festival lain mungkin 60 sampai 70 persen pop, sisanya jazz. Kami tidak mau seperti itu,” katanya.

Pandangan tersebut mendapat penguatan dari musisi yang telah lama mengikuti perjalanan festival jazz, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Devy Febrianto – Salamander Big Band

Pendiri Salamander Big Band, Devy Ferdianto, menyebut Sthala Ubud Village Jazz Festival sebagai salah satu festival jazz yang paling konsisten menjaga identitasnya.

“Dari sekian banyak festival yang kami ikuti, yang paling konsisten adalah Sthala Ubud Village Jazz Festival,” ujarnya.

Salamander Big Band akan kembali tampil pada SUVJF tahun ini dengan membawa sekitar 38 kru dan musisi. Bagi Devy, membawa kelompok sebesar itu ke Bali bukan perkara mudah. Biaya perjalanan, akomodasi, hingga kebutuhan produksi menjadi tantangan tersendiri. Ia menilai banyak festival kini harus berkompromi dengan pasar agar mampu bertahan. Sebaliknya, SUVJF tetap memilih menghadirkan jazz sebagai identitas utama.

Pengakuan serupa datang dari drummer asal Italia, Simone Prattico, yang kembali tampil di SUVJF setelah sebelumnya merasakan atmosfer festival tersebut.

Menurut Simone, Indonesia memiliki talenta musik yang sangat besar dengan karakter yang masih autentik.

Ia menilai alasan para musisi Indonesia berkarya masih didorong oleh hasrat kreatif, bukan semata tuntutan industri. Karakter itulah yang membuat pengalaman bermusik di Indonesia berbeda dibandingkan banyak negara lain.

“Yang saya rasakan di Indonesia adalah autentisitas. Orang-orang membuat musik karena memang mencintai musik. Festival seperti ini penting untuk menjaga itu,” katanya.

Komitmen menjaga jazz juga tercermin dalam cara SUVJF memberi ruang bagi regenerasi.

Co-founder SUVJF, Yuri Mahatma, mengatakan festival ini sejak awal dibangun sebagai platform bagi musisi Indonesia, termasuk musisi muda yang belum memiliki panggung besar.

Menurutnya, regenerasi merupakan tanggung jawab bersama komunitas jazz. Karena itu, SUVJF secara konsisten menghadirkan musisi muda berdampingan dengan nama-nama yang telah dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Berbeda dengan banyak penyelenggara festival yang menetapkan target jumlah pengunjung sebagai ukuran keberhasilan, SUVJF justru memilih membebaskan diri dari target tersebut.

Semangat menjaga identitas itu tidak hanya tampak pada kurasi musik. Filosofi yang sama juga diterjemahkan ke dalam rancangan ruang festival.

Diana Surya – Comitee SUVJF 2026

Kurator Vanue SUVJF, Diana Surya, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Island Life, sebuah gagasan yang berangkat dari kehidupan pulau, khususnya Bali.

Namun tema tersebut tidak hanya menampilkan sisi indah Bali sebagai destinasi wisata. Sebaliknya, pengunjung juga diajak melihat berbagai persoalan yang dihadapi pulau ini, mulai dari persoalan sampah, relasi manusia dengan alam, hingga pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Seluruh gagasan itu diterjemahkan melalui berbagai instalasi seni yang tersebar di area festival.

“Yang kami tampilkan bukan hanya indahnya Bali, tetapi juga persoalan-persoalan yang sedang dihadapi pulau ini. Semua kami hadirkan dalam bentuk artwork,” kata Diana.

Konsep ruang festival pun mengikuti karakter alam lokasi penyelenggaraan yang berada di kawasan tepian Sungai Wos dengan kontur bertingkat yang kemudian direspon dengan membangun tiga level panggung.

Di bagian paling atas terdapat Panggung Giri yang merepresentasikan kawasan pegunungan. Area tengah menjadi Panggung Kolaborasi, ruang utama bagi berbagai aktivitas kreatif, workshop, komunitas, hingga pertunjukan lintas disiplin. Sementara, di bagian paling bawah yang berbatasan langsung dengan sungai dibangun Panggung Subak, sebagai simbol perjalanan air dari hulu menuju hilir.

Keseluruhan tata ruang tersebut menggambarkan perjalanan “dari gunung sampai hilir”, selaras dengan tema besar Island Life yang menghubungkan manusia, alam, dan kebudayaan dalam satu pengalaman festival.

Filosofi keberlanjutan itu tidak berhenti pada desain artistik. Namun, SUVJF kembali menerapkan konsep minim sampah dengan melarang penggunaan produk sekali pakai selama festival berlangsung.

Seluruh minuman akan disajikan menggunakan gelas pakai ulang melalui sistem deposit sebesar dua puluh ribu rupiah. Gelas dapat digunakan berulang kali selama festival, ditukar apabila kotor, atau dikembalikan di akhir acara untuk memperoleh kembali uang deposit.

Sementara itu, makanan akan disajikan menggunakan wadah tradisional seperti ingke dan tekor sebagai upaya mengurangi sampah yang sulit didaur ulang.

Suasana Press Conference SUVJF 2026

Panitia juga menghadirkan stasiun pengisian daya berbasis panel, Eco Games untuk membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini, pameran seni, workshop, hingga instalasi bambu yang dikembangkan bersama komunitas arsitektur dan perancang lokal.

Bagi Diana, seluruh elemen tersebut dirancang agar pengunjung tidak hanya datang untuk menonton konser, tetapi juga mengalami sebuah perjalanan yang menghubungkan musik, seni, ruang, dan lingkungan.

Pada akhirnya, yang dipertahankan Sthala Ubud Village Jazz Festival selama 13 tahun bukan hanya sebuah festival tahunan, yang dijaga adalah sebuah ekosistem.

Berikut adalah deretan musisi yang akan mempersembahkan karyanya di panggung Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026: Dattie Do Duo bersama Warman Sanjaya dan Sinuksma, Dodot Trio, Imelda Rosalin Quintet, Jadi Peperaku Quartet feat. Kasyfi Kalyasena, JZ.KA Trio, Koku Harsoe & San Trio, LaDy.Q, Pong Nakornchai Ensemble asal Thailand, Rason Trio, Salamander Big Band, Simone Prattico Java Collective feat. Sri Hanuraga dan Kevin Yosua, Straight & Stretch feat. Dian Pratiwi, Glen Wee, dan Masahiko Kitahara, Strings Corner Project, Watchdog dari Prancis, ZHETTRIO dari Jepang, Michael Amanda Trio, hingga Westside Vinyl Deejays. [T]

Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzjazzSthala UbudSthala Ubud Village Jazz Festival 2026Ubud Village Jazz Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

Read moreDetails

Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

RASA rindu terhadap lagu-lagu Bali yang sempat mewarnai awal dekade 2000-an terobati dalam Pergelaran Musik "Bintang 5 Musik Jani" persembahan...

Read moreDetails

Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

TAWA penonton sesekali pecah mengikuti dialog-dialog jenaka yang menghidupkan panggung. Namun perlahan suasana berubah. Musik mengalun semakin sendu, puisi dilantunkan...

Read moreDetails

Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

SUASANA Citta Kelangen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Jumat, 17 Juli 2026, terasa berbeda. Tak terdengar dentuman gamelan atau hingar-bingar...

Read moreDetails

“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

MALAM itu Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, dipenuhi penonton dari berbagai penjuru. Kamis, 16 Juli 2026, kursi-kursi tribun tak...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
Klinik Seni Taxu Itu Akhirnya Cuma Urban Legend di Bali—Tanggapan Tulisan Made Chandra
Kritik Seni

Klinik Seni Taxu Itu Akhirnya Cuma Urban Legend di Bali—Tanggapan Tulisan Made Chandra

TULISAN Made Chandra berjudul “Let Them Cook: Saat Klinik Seni Taxu Hadir Mengacak-ngacak Arena Percaturan Seni Rupa Bali” menyentil pemikiran...

by Savitri Sastrawan
July 30, 2026
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew
Ulas Rupa

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

by Angga Wijaya
July 30, 2026
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer
Ulas Rupa

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

by Hartanto
July 30, 2026
Sasih Karo Kehilangan Made Taro
Esai

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali
Pendidikan

Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

DENPASAR | TATKALA.CO -- Tim Penelitian Fundamental menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Formulasi Konsep Drama Tari Berbahasa Inggris Berbasis...

by Dewi Yulianti
July 29, 2026
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik
Esai

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
Layar Redup, Pembelajaran Hidup
Esai

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”
Pameran

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka
Khas

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD
Pemerintahan

DPRD Buleleng Gelar Rapat Gabungan Komisi Bersama Eksekutif: Soroti Evaluasi SiLPA dan Penguatan BUMD

BULELENG | TATKALA -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Gabungan Komisi bersama jajaran Eksekutif Pemerintah Kabupaten...

by tatkala
July 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co