29 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
in Pameran
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

Karya pelukis I Wayan Mardiana berjudul “Melasti di Pantai” yang akan dipamerkan di Jerman.

JAKARTA | TATKALA.CO — Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026. Pameran internasional itu akan dilangsungkan 11-13 September 2026 di RheinMain CongressCenter (RMCC), Wiesbaden, Jerman. Ajang seni ini akan diikuti ratusan seniman dari kawasan regional Jerman, Eropa, dan negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Menurut Niluh Swati, ARTe Kunstmesse Wiesbaden merupakan perhelatan seni rupa kontemporer (Gegenwartskunst) dan karya modern klasik (Klassische Moderne) terbesar di Frankfurt, Jerman. “Ratusan seniman dan galeri-galeri terpilih akan hadir dan memamerkan karya-karya terbaik mereka di Wiesbaden. Karena itu ini perhelatan yang tak main-main, mereka semua pasti melakukan kurasi karya secara ketat,” ujar Niluh Swati, seniman Indonesia yang menetap di Frankfurt, Jerman, Senin (27/7/2026), dari Jerman.

Hal yang menarik, NSIAP menjaring para pelukis Indonesia lewat platform media sosial di bawah tajuk “Terciduk”. Niluh Swati bersama tim kurator “mengintip” akun-akun media sosial para seniman Indonesia dan memilih karya secara hati-hati.

Niluh Swati, inisiator Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP), yang menetap di Franfurt, Jerman

“Setelah ‘terciduk’, saya hubungi senimannya, bukan untuk langsung diajak pameran, tetapi minta izin karyanya dikurasi dulu oleh kurator saya. Kalau lolos barulah kita bicarakan soal pengiriman karya dan pameran di Jerman,” kata Niluh Swati. Pameran ini menjadi lebih istimewa karena Niluh Swati mempersiapkannya secara independen, sejak membeli kayu sampai membuat spanram. “Tukang di Jerman mahal, jadi kerjakan saja sendiri…” ujarnya.  

Kuratorial independen

Niluh Swati selanjutnya mengatakan, NSIAP merupakan platform kuratorial independen berbasis di Jerman yang hadir dengan misi memperluas akses seniman Indonesia ke panggung seni internasional. NSIAP akan terus berpartisipasi dalam pameran, art fair, pertukaran budaya, serta kolaborasi dengan galeri, institusi seni, kolektor, dan mitra budaya di Eropa.

“Kami ingin menciptakan peluang baru seniman Indonesia. Ini jalan “go international”.

“Saya lihat banyak seniman kita tidak memiliki jejaring, apalagi pameran di luar negeri,” kata perempuan asal Bali itu. Dan ARTe Kuntsmesse Wiesbaden akan menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan seni dan budaya antara Indonesia dan Eropa, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni kontemporer Indonesia kepada audiens internasional. “Indonesia tak hanya punya seni tradisi, seni kontemporer juga berkembang. Itu penting diperkenalkan,” tambah Niluh Swati.

Karya Juan Widhiyanto berjudul “Asri”, turut dipamerkan di Jerman

Dalam sistem kuratorial independen itu, NSIAP bekerja sama dengan para kurator, baik di Jerman maupun di Indonesia. “Mereka yang akan memberi pertimbangan, mana karya yang layak dipamerkan. Tentu saja ukuran layak itu bisa diperdebatkan. Setidaknya kami telah memiliki tolok ukurnya sendiri,” tegasnya.

Seniman

Berdasarkan program “Terciduk”, serta kuratorial independen itu, maka para seniman Indonesia yang lolos dan akan berpartisipasi dalam ARTe Kunstmesse Wiesbaden sebagai berikut: I Wayan Mardiana, Doddy “MR D” Hernanto, Fahmi DNR, Arzethian, Putu Arcana, Prassboedhi, Agus Wicaksono, Con, Didik Hamdi, Dodi Darussalam, Achy Askwana, Epot Owl, Hary Nurdianto, Harhari Gustaf, Ifat Futuh, Juan Widhiyanto, Kusswoyo, I Made Sesangka Puja Laksana, Masadjie Noer, Rizal Ramdhani, Restu Adi, Sanher, Sapto Oetomo, Tingga, Yuni Daud, Zulfian Hariyadi, dan Niluh Swati.

“Pameran ini bukan tentang satu seniman. Ini adalah tentang menciptakan sebuah platform agar seniman Indonesia dapat dikenal; membangun koneksi yang bermakna, dan menjadi bagian dari percakapan seni internasional. Saya berharap NSIAP dapat menjadi jembatan yang terus membuka pintu bagi semakin banyak seniman Indonesia di masa depan,” kata Niluh Swati.

Sebenarnya, Indonesia memiliki salah satu ekosistem seni kontemporer paling dinamis di Asia Tenggara. Namun, banyak seniman Indonesia masih menghadapi tantangan untuk dikenal secara global, mulai dari keterbatasan jaringan profesional, jarak geografis, hingga tingginya biaya untuk mengikuti pameran di Eropa.

Karya Putu Arcana, berjudul: “Garden of the Vailed Moon” (2025), yang akan dipamerkan di Jerman

Seniman “terciduk”, Putu Arcana mengatakan NSIAP memberi peluang besar bagi seniman Indonesia untuk berani bertarung pada ajang internasional. “Di dalam negeri seni rupa kita sangat riuh dengan begitu banyak seniman lahir, banyak punya ajang pameran, dan galeri tumbuh di mana-mana. Sayangnya di antara itu semua, sangat sedikit yang punya kesempatan berjejaring secara internasional,” katanya.

Seniman asal Bali yang menetap di Jakarta ini menambahkan, ia tidak menyangka akan menjadi “yang terciduk” di antara banyak seniman bagus dari Indonesia. “Kuncinya cuma rajin upload karya di media sosial. Sekarang mau tidak mau, medsos jadi etalase seniman untuk memperkenalkan karya,” ujar Putu, yang juga jurnalis itu.

Niluh Swati berharap ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026 akan menjadi pintu masuk bagi seniman Indonesia untuk malang-melintang dalam pergaulan seni rupa di Eropa. “Banyak ajang seni dan budaya yang bisa jadi pintu masuk. Kita tidak hanya menunggu diundang ke biennale, misalnya. NSIAP akan secara aktif menciduk para seniman Indonesia. Tunggu ya…” pungkas Niluh Swati. [T]

Reporter/Penulis: Rilis/Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: JermanPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

Next Post

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

Read moreDetails
Next Post
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival
Panggung

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda
Esai

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

by Angga Wijaya
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co