7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyoman Wirata# Puisi: Aku Memungut Bendera dan Air Mata Seekor Elang

I Nyoman Wirata by I Nyoman Wirata
February 2, 2018
in Puisi

Lukisan: Nyoman Wirata

.
AKU MEMUNGUT BENDERA DAN AIR MATA SEEKOR ELANG

Pagi ini aku memungut airmata seekor elang
Kukira kesedihan
Sebab luka menganga
Tapi tak bersua di sana sebab luka
Tak ada hubungannya dengan air mata
Pagi ini aku memungut bendera di ruas jalan
Dimana orang sering lupa ke tujuan semula
Mencari arah
Sesudah pesta raya
Kebun bunga dan rumput terinjak
Seekor elang yang patah satu sayapnya
Dan seekor merpati menyapanya: apa
Engkau akan pulang atau
Terus melawan? Dan
Akupun memungut sajak
Ketika elang menjawab :
Kemerdekaan itu tak mengenal rumah dan cinta
Jika rumah dan cinta adalah tali pengikat
Kemerdekaan itu tanpa bendera
Jika bendera adalah tali pengikat
Karena peristiwa terus bergerak bebas dari yang dikenal
Dan aku ucapkan selamat tinggal
Tanpa kata perpisahan
Dan aku memungut cahaya perlawanan di matanya
Dan aku memungut rindu yang mengagumkan
Di tengah rasa masgul
Sebab aku adalah rumput rasa masgulpun merambat
Ke relung sepi yang berapi
Ke slogan yang terbaca berulang ulang
Ke kata kata yang terpelanting .Ke
Warna warni bendera
Yang membuat debar jantung makin kencang
Sebab aku adalah rumpun bambu
Rasa masgul membakar
Tapi rumput dan bambu
Akan selalu tumbuh sebab
Tak pernah lunas api membakar
Sebab peristiwa dan tindakan akan menguji kesetiaan
Maka jawablah setiap pertanyaan
Apakah kemiskinan akan terus menelanjangi
Apakah rumah rumah sakit dapat menampung yang sekarat
Mengubah wabah di sanitasi yang buruk
Sebab air bersih bercampur lumpur terpaksa diminum
Dan anak anak tak sempat duduk di bangku sekolah
Dan sebagai burung
Semoga tak terusir dari sawah pujaan dan asing
Dari tanah mengandung sejarah nenek moyangnya

9.01.2018.
Perumnas MunangManingNung.

SORE YANG BASAH ADALAH BURUNG BERSAYAP LEMBAB

Sore yang basah
adalah burung bersayap lembab
dan lebar
Sore yang serakah
Dan siang merasa kehilangan
bagian tubuhnya
Lalu keinginan ingin cepat pulih
menjadi pagi
Sedangkan gelap baru memulai
Memasuki ranjang tidurnya
Tapi kata takan pernah lelap
Kata dan kesunyian
adalah berkah
bukan pengasingan
Sore yang mengetuk kegelisahan
Setiap sore adalah jantung yang berdebar
Di sebuah tempat
Panggung calonarang disiapkan
Siapa yang akan menjadi apa
Namun sunyi punya alasan
mementaskan peristiwa
Dan terlibatlah
Menari ,menyanyi
Sebab kesunyian bukan pengasingan
Sebab
Tubuh adalah pasar raya
Dihuni tengkulak pedagang
Dan tempat para pertapa
Sore yang ramah
Membuka pintu di sekujur tubuhnya
Lorong lorong yang merindukan cahaya
Aku juga merindukannya
Gugusan api di setiap mata angin
Dan di tengah bersinggasana
Memutar jagat raya sunyi
Tanpa mahkota
Tak berusaha jadi cendikia
Hanya kemalangan merestui ingatan:
Hambatan terbesarmu
Adalah kematian
Sore yang galau
Karena disinggahi burung gagak
Kematian yang paling menakutkan
Ketika kehidupan masih menyimpan mesiu
Sore yang indah
Adalah burung bersayap lebar dan lembab
Menukik ke dalam rahasia hati
Menenggelam dalam telaga riuh
Untuk menghirup rasa sunyinya
Lalu menjelma sajak sajak
Yang menikmati kemerdekaannya
Sore yang telanjang
Minta dibuahi
Melalui persenggamaan

14.01.2018.
Perumnas MunangManingNung.

SUNYI BÙKAN PENGASINGAN

Sunyi tak memiliki tempat khusus
Tanpa ruang tunggu
Seperti ruang praktik para dokter
Kebijakannya
Tak pernah bersekutu
Atau berseteru
Kastanya adalah melayani
Mantranya suara suksma
Berkelana di sepanjang abad
Tanpa upacara dan perayaan
Pintu masuknya
pintu rendahhati
Di tubuh yang berlari
Di tubuh yang tersakiti
Jika pengasingan
Menjauh dari huruhara
Hanya alasan
Kehilangan keberanian
Dan tantangan
Adalah peristiwa sehari-hari
Yang meminta kepastian
Tindakan yang tak harus sempurna
Sebab kesunyian
Akan menyempurnakan
Seekor ular belang
Berkubang dalam jiwa
Seekor singa di belantara
Hiu bercula di samudra
Sunyi dengan wajah merunduk
Menyalami semua
Yang bermukim di tubuh
Kau kehilangan
Rasa sunyimu
Lalu berlari ke dalam pengasingan
Jika pasar adalah tubuhmu
Kemana sunyi kau cari
Jika wujudnya sepenggal dalam kalimat
Dingin kehilangan cahaya
Bagaimana menghidupkan kematian

14.01.2018
MunangManingNung

PAPUA

Aku belajar
membaca peristiwa
Anak anak memberiku sayap
Ibu ibu memberi air mata
Ladang dan pohon sagu
Memberi harapan
Hutan perburuan memberi
Kebijakan alam
Kian terberangus
Kelaparan
Dan kurang gizi
Cukup membuat kita kembali ke asal
Dimana perjanjian bathin
Awalnya ditandatangani
Beserta riuhnya janji
Aku membaca
air matamu ibu
Sejak masa sulit melahirkan
dengan rasa sakit
Kemudian terisak
Menatap yang lahir
Aku membaca
Bulan mati di penanggalan besok
Malam ini kami terjaga
Merenungkan hutanmu
Perburuan
Dan belantaramu
Dan akankah tiba anak anakmu si pemburu
pada ladang ladang sagu
Pohon kehidupan yang rimbun
Berbunga berbuah
Aku
Merenung tentang akar dan tujuan
Atau
Seberapa lama keadaan
Seperti dahan dan ranting
Kelopak daun
mengering
Kemudian desah dan wajahmu
Memudar
Kemudian dilupakan
Dalam jejalan peristiwa riuh
Perebutan takhta di pusat pusat kota
Karena kalian jauh tak terjangkau
Oleh janji janji
Namun apa yang dekat yang tersekat
Dalam himpitan
Tergapai
Kami sediakan takhta
Bagi kekuasaan
Yang bakal kami pilih nanti
Apakah
Yang dekat tergapai
Yang jauh dipelosok akan tercapai
Hingga tak tersiar
Jadi kabar menyakitkan
Aku memungut kertas kertas bisu
Dengan potret wajah para ksatriya
Yang menang
Dan yang kalah
Aku akan belajar membacamu
Dalam setiap peristiwa
Apakah kalian akan terus hadir
Menafkahi bhatin dengan luka
Memulyakan kehidupan adalah
Cara terindah ketika
Orang orang merasa tak ditinggalkan
Lapar
Sesudah pesta usai

15.01.2018

DARI JENDELA

Dari jendela teratak
Ada warna pink memudar,memberat berangkat
Ke tanah berpijak
Pohon cinta yang lahir dari usia
Dimana kita bertemu
Sewaktumu masih muda
Baru belajar berbunga
Ingin membuah
Dan itu kemudian terjadi
Bersama reranting yang patah tumbuh berganti
Akar tunjang
Menyerabut ke rumah sujud
Dari jendela teratak urban senantiasa berpeluh
Pohon pohon menunggu hujan
Panas terik
Tapi bunga tetap tumbuh
Makin tua pohonnya makin pekat warnanya
Kecuali jika
Menjelang luruh
Tentu memudar
Tapi cinta
Tak pernah peduli
Tentang warna
Hanya tentang akar

17.01.2018.
Perumnas MunangManingNung.

KISAH PARA PEMULUNG KOTA

Di fb aku memungut:
Kotaku lari pagi
Bersih bersolek rapi
Melukis alis dan bibir
Warna hijau
Di wajahnya

Aku memungut kota
Yang tak bisa menangis
Padahal air mata perlu
Untuk membersihkan hati
Dari pada marah
Penyebab darah membuncah

Dan kalimat itu bikinan para rahib
Kalimat lain kutemui di bibirmu,kota
Lupakanlah
Hati yang sulit bersih
Karena beku
Tak memiliki air
Barangkali juga mata

Di fb aku memungut kota : kota adalah
Taman dan pohon-pohon menari
Sekalipun bunga-bunganya luruh
Akar-akar kering
Ia tak pernah menangis

Dan kupungut juga seratus mata
Sebab kupikir
Kini bukan hanya persoalan mata
Hanya milik kepala
Adalah karena
Tanggul tanggul sungai yang menyempit
Rumah rumah orang kalah
Lalulintas macet karena melawan arus
Genangan pikiran menyempit dan
Warna hijau lumut di lumpurnya
Luapan emosi yang meledakkan sampah plastik
Bunga busuk menyengat
Sesudah ritual panjang

Di fb aku memungut , batu
Kulempar di telaga taman kota
Plung
Ikan-ikan besar tercengang gagap
Ikan-ikan kecil ambyar

Memikirkan wajahmu
Aku merasa engkau selalu remaja
Penuh fantasi
Suka bersolek

Aku memungut seonggok foto telanjang di fb
Naluri laki lakiku ternyata liar
Memberi perintah mataku
Untuk memeluk
Ah kotalah yang mengajariku agar santun
Tapi juga liar
Seperti sungai berlimbah
Tanggul tanggulnya mudah roboh
Sehingga orang-orang berkata:
Cinta, alirkanlah kesetiaan bersamamu,sebab
Kota adalah reinkarnasi para penyihir

11.2017

Tags: Puisi
Share19TweetSendShareSend
Previous Post

Tips Minta Uang SPP kepada Ortu bagi Mahasiswa Telat Tamat

Next Post

Perpustakaan Tempat Remidi dan Pacar Saya Membaca untuk Tahu Harga Komestik

I Nyoman Wirata

I Nyoman Wirata

Lahir dan tinggal di Denpasar.Begiat di seni lukis dan nulis puisi serta telah menerbitkan 2 buah buku kumpulan puisi.

Related Posts

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
0
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

by Chusmeru
February 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak...

Read moreDetails

Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

by I Wayan Kuntara
February 15, 2026
0
Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

by Made Bryan Mahararta
February 14, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

by Maria Utami
February 13, 2026
0
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras...

Read moreDetails
Next Post

Perpustakaan Tempat Remidi dan Pacar Saya Membaca untuk Tahu Harga Komestik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co