12 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
in Tualang
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

Suasana malam di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu menebar cahaya sekaligus memberi sihir warna agar orang-orang yang lewat di kota itu tidak berpaling sedikit pun. Selintas malam di Banyuwangi mirip Singaraja, tempat saya tinggal.

Gugusan kedai kopi kekinian dan toko-toko modern seakan bersaing merebut aura malam. Jalanan cukup lengang untuk ukuran jam delapan malam. Tidak ada tumpukan kendaraan. Dan, bus yang kami tumpangi bergerak nyaman menuju hotel di Jalan Raya Jember, di Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tempat kami akan menginap.

Kami, rombongan wartawan dari Singaraja sedang melakukan studi komparasi bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng. Sasaran studi adalah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo) Banyuwangi. Kami bertolak dari Singaraja, Bali, Selasa siang, 9 Juni 2026.

Tiba di hotel Selasa malam hari. Setelah makan malam dan ngobrol bersama teman-teman wartawan, saya bergegas tidur. Kantuk yang saya tahan sejak dalam penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk akhirnya tergantikan dengan tidur yang sungguh pulas.

Suasana malam di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Besoknya, Rabu, 10 Juni, tatkala matahari semakin meninggi dan jejeran warung pecel di pinggiran jalan mulai beroperasi, kami menuju Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Banyuwangi. Perjalanan lancar, di kantor itu kami disambut Rahmawati Setyoardini, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Banyuwangi.

Dari Rahmawati kami tahu banyak informasi tentang bagaimana Banyuwangi bergerak terus menuju kemajuan, termasuk kemajuan di bidang komunikasi informasi. Sebagai daerah paling timur di Pulau Jawa, menurut Rahmawati, pesona utama Kabupaten Banyuwangi adalah The Sunrise of Java. Matahari terbit dari Jawa.

“Branding utama Banyuwangi adalah The Sunrise of Java karena kami berada di ujung timur Pulau Jawa, tempat pertama matahari terbit (di Jawa). Filosofi ini mengandung makna bahwa masyarakat Banyuwangi harus selalu bergegas, bergerak lebih awal, dan bekerja keras karena menjadi yang pertama menerima matahari di Pulau Jawa,” kata Rahmawati, dan kami mendengar dengan khusyuk.

Filosofi itu kemudian bermuara pada konsep “Majestic Banyuwangi” yang diimplementasikan melalui Banyuwangi Festival (B-Fest) yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Abdullah Azwar Anas, tahun 2012. Dan, sesudah itu, banyak festival muncul. Infrastruktur dibenahi, ditambah dan diciptakan. Seni budaya yang menjadi identitas asli Banyuwangi dikembangkan secara masif sehingga Banyuwangi seakan punya jiwa berbeda dibanding daerah-daerah lain di Pulau Jawa.

Studi komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng di Dinas Kominfo Banyuwangi (atas). Penyerahan kenang-kenangan berupa plakat antara Kepala Diskominfosanti Buleleng Made Suharta dan Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Banyuwangi Rahmawati Setyoardini (bawah) | Foto: Dok. Kominfosanti Buleleng

Dari pemaparan program-program Diskominfo Banyuwangi, ada dua hal yang menarik perhatian dari Dinas Kominfosanti Buleleng untuk dipelajari dan barangkali juga akan dikembangkan di Buleleng.

“Kami tertarik dengan program Bunga Desa, Bupati Ngantor di Desa,” kata Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng Made Suharta.

Menurut Suharta, program Bunga Desa menarik karena masyarakat merasakan kehadiran langsung dari pemerintah. Melalui Bunga Desa, warga dapat dengan mudah mengakses pelayanan publik tanpa harus datang ke pusat pemerintahan.

“Tadi disampaikan ada program Bunga Desa atau Bupati Ngantor di Desa. Ini salah satu inovasi dari Kabupaten Banyuwangi yang nanti mungkin akan kita sampaikan kepada pimpinan,” ujar Suharta usai pertemuan di Diskominfo Banyuwangi.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng, dalam hal ini Dinas Kominfosanti juga “terpincut” dengan pola pembinaan kelompok seni yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Termasuk juga terkait pendampingan kepada kelompok-kelompok seni. Di Banyuwangi kelompok seni bisa mandiri dan bisa menyelenggarakan event-nya sendiri. Tentunya ini juga bisa kita tiru,” kata Suharta.

Dari Kominfo Banyuwangi kami kemudian melihat Banyuwangi secara lebih utuh di sepanjang perjalanan dan pemberhentian-pemberhentian. Bagi saya, Banyuwangi seperti mengantarkan pikiran saya tentang Singaraja, tentang Buleleng. Tentang kesamaan-kesamaannya, tentang perbedaan-perbedaanya.

Saya mengingat Singaraja ketika di malam hari kami sempat keluar hotel, jalan-jalan dengan langkah leluasa. Saya dan Kardian Narayana, wartawan yang juga ikut di rombongan mengajak saya untuk mencoba makanan khas Banyuwangi, nasi tempong. Di Singaraja tentu saja ada juga nasi tempong, tapi nasi tempong di daerah asalnya barangkali akan terasa lebih berbeda.

Mbak Nurul, penjual nasi tempong di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Mbak Nurul, nama penjual nasi tempong itu. Lokasinya tak jauh dari Taman Blambangan, cukup mengikuti Jalan R.A Kartini dan menuju kawasan kota tua, tepatnya di Jalan Surati, Kampung Melayu, Banyuwangi. Rasa nasi tempongnya tak jauh berbeda dengan nasi tempong di Singaraja, tapi rasa sensasi  makan di warung asli Banyuwangi dengan penjual yang kebanyuwangiannya tak perlu diragukan lagi, saya benar-benar menikmatinya.

Di Banyuwangi saya juga terkesan melihat jajaran rumah-rumah berpagar rendah dengan ciri bangunan lama, serta ruko-ruko tua yang ketuaannya dipertahankan dengan baik. Melihat itu, saya seperti memandang Jalan Diponegoro sampai Jalan Gajah Mada di Singaraja.

Saya juga mengingat bagaimana di pagi hari kedua, daun-daunan berguguran di Magical Forest De Djawatan, di Benculuk, Banyuwangi. Pohon-pohon trembesi diselimuti benalu dan lumut. Tampak sama seperti saat mata saya menyaksikan akar-akar pohon eboni di Danau Buyan, atau rantingnya yang tak saling bersentuhan satu sama lain.

Jejeran pohon trembesi yang eksotis di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Saya kembali mengingat-ingat hubungan Singaraja dan Banyuwangi dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan. Hubungan Tari Gandrung di Banyuwangi dengan Tari Sanghyang di Bali. Teringat berapa banyak mahasiswa Banyuwangi di Singaraja.

Ingatan-ingatan itu berputar di atas kepala saya, kemudian membisikkan sebuah benang merah, sebuah kesimpulan.

Foto bersama pejabat Dinas Kominfosanti Buleleng bersama wartawan di Banyuwangi | Foto: Dok. Kominfosanti Buleleng

Di antara kemiripan-kemiripan yang saya temukan sepanjang perjalanan itu, di antara pertalian kecil ingatan itu, studi komparasi ini terasa bukan sekadar kunjungan antardaerah. Ia seperti cermin kecil yang memperlihatkan bahwa apa yang tumbuh di Banyuwangi, bukan mustahil juga dapat hidup dan berkembang di tanah Denbukit, Buleleng. Begitu juga sebaliknya. [T]

Reporter/Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole

Tags: banyuwangibulelengDinas Kominfosanti Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

Next Post

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails
Next Post
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar
Kesehatan

Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar

Saat Pendukung Sebaya Juga Butuh Didukung DI sebuah ruangan sederhana di Kota Denpasar, lima belas orang duduk melingkar. Mereka bukan...

by tatkala
August 12, 2026
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan
Panggung

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital
Esai

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal...

by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

by Chusmeru
August 12, 2026
Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali
Pariwisata

Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali

EMBUSAN angin menggoyangkan dedaunan. Dari balik pepohonan besar, embun pagi masih menyisakan kesejukan. Suara gemericik sungai terdengar di antara hijaunya...

by Nyoman Budarsana
August 12, 2026
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali
Bahasa

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

by I Made Sudiana
August 11, 2026
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas
Esai

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026
Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta
Ulas Rupa

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

PADA tanggal 25 hingga 31 Agustus mendatang akan digelar pameran seni rupa yang bertajuk The Power of Colour. Pameran akan...

by Hartanto
August 11, 2026
Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu
Ulas Rupa

Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

---Catatan seorang seniman tentang ketidaktahuan, pengetahuan, dan keberanian menggambar kembali Noe mengambar karena belum mengenal aturan, saya menjadi naif karena...

by I Wayan Sujana Suklu
August 11, 2026
LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ALIRAN Sungai Wos turut mengiringi LaDju ketika memainkan musiknya di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF), Jumat, 7...

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co