11 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
in Tualang
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

Suasana malam di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu menebar cahaya sekaligus memberi sihir warna agar orang-orang yang lewat di kota itu tidak berpaling sedikit pun. Selintas malam di Banyuwangi mirip Singaraja, tempat saya tinggal.

Gugusan kedai kopi kekinian dan toko-toko modern seakan bersaing merebut aura malam. Jalanan cukup lengang untuk ukuran jam delapan malam. Tidak ada tumpukan kendaraan. Dan, bus yang kami tumpangi bergerak nyaman menuju hotel di Jalan Raya Jember, di Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tempat kami akan menginap.

Kami, rombongan wartawan dari Singaraja sedang melakukan studi komparasi bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng. Sasaran studi adalah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo) Banyuwangi. Kami bertolak dari Singaraja, Bali, Selasa siang, 9 Juni 2026.

Tiba di hotel Selasa malam hari. Setelah makan malam dan ngobrol bersama teman-teman wartawan, saya bergegas tidur. Kantuk yang saya tahan sejak dalam penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk akhirnya tergantikan dengan tidur yang sungguh pulas.

Suasana malam di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Besoknya, Rabu, 10 Juni, tatkala matahari semakin meninggi dan jejeran warung pecel di pinggiran jalan mulai beroperasi, kami menuju Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Banyuwangi. Perjalanan lancar, di kantor itu kami disambut Rahmawati Setyoardini, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Banyuwangi.

Dari Rahmawati kami tahu banyak informasi tentang bagaimana Banyuwangi bergerak terus menuju kemajuan, termasuk kemajuan di bidang komunikasi informasi. Sebagai daerah paling timur di Pulau Jawa, menurut Rahmawati, pesona utama Kabupaten Banyuwangi adalah The Sunrise of Java. Matahari terbit dari Jawa.

“Branding utama Banyuwangi adalah The Sunrise of Java karena kami berada di ujung timur Pulau Jawa, tempat pertama matahari terbit (di Jawa). Filosofi ini mengandung makna bahwa masyarakat Banyuwangi harus selalu bergegas, bergerak lebih awal, dan bekerja keras karena menjadi yang pertama menerima matahari di Pulau Jawa,” kata Rahmawati, dan kami mendengar dengan khusyuk.

Filosofi itu kemudian bermuara pada konsep “Majestic Banyuwangi” yang diimplementasikan melalui Banyuwangi Festival (B-Fest) yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Abdullah Azwar Anas, tahun 2012. Dan, sesudah itu, banyak festival muncul. Infrastruktur dibenahi, ditambah dan diciptakan. Seni budaya yang menjadi identitas asli Banyuwangi dikembangkan secara masif sehingga Banyuwangi seakan punya jiwa berbeda dibanding daerah-daerah lain di Pulau Jawa.

Studi komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng di Dinas Kominfo Banyuwangi (atas). Penyerahan kenang-kenangan berupa plakat antara Kepala Diskominfosanti Buleleng Made Suharta dan Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Banyuwangi Rahmawati Setyoardini (bawah) | Foto: Dok. Kominfosanti Buleleng

Dari pemaparan program-program Diskominfo Banyuwangi, ada dua hal yang menarik perhatian dari Dinas Kominfosanti Buleleng untuk dipelajari dan barangkali juga akan dikembangkan di Buleleng.

“Kami tertarik dengan program Bunga Desa, Bupati Ngantor di Desa,” kata Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng Made Suharta.

Menurut Suharta, program Bunga Desa menarik karena masyarakat merasakan kehadiran langsung dari pemerintah. Melalui Bunga Desa, warga dapat dengan mudah mengakses pelayanan publik tanpa harus datang ke pusat pemerintahan.

“Tadi disampaikan ada program Bunga Desa atau Bupati Ngantor di Desa. Ini salah satu inovasi dari Kabupaten Banyuwangi yang nanti mungkin akan kita sampaikan kepada pimpinan,” ujar Suharta usai pertemuan di Diskominfo Banyuwangi.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng, dalam hal ini Dinas Kominfosanti juga “terpincut” dengan pola pembinaan kelompok seni yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Termasuk juga terkait pendampingan kepada kelompok-kelompok seni. Di Banyuwangi kelompok seni bisa mandiri dan bisa menyelenggarakan event-nya sendiri. Tentunya ini juga bisa kita tiru,” kata Suharta.

Dari Kominfo Banyuwangi kami kemudian melihat Banyuwangi secara lebih utuh di sepanjang perjalanan dan pemberhentian-pemberhentian. Bagi saya, Banyuwangi seperti mengantarkan pikiran saya tentang Singaraja, tentang Buleleng. Tentang kesamaan-kesamaannya, tentang perbedaan-perbedaanya.

Saya mengingat Singaraja ketika di malam hari kami sempat keluar hotel, jalan-jalan dengan langkah leluasa. Saya dan Kardian Narayana, wartawan yang juga ikut di rombongan mengajak saya untuk mencoba makanan khas Banyuwangi, nasi tempong. Di Singaraja tentu saja ada juga nasi tempong, tapi nasi tempong di daerah asalnya barangkali akan terasa lebih berbeda.

Mbak Nurul, penjual nasi tempong di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Mbak Nurul, nama penjual nasi tempong itu. Lokasinya tak jauh dari Taman Blambangan, cukup mengikuti Jalan R.A Kartini dan menuju kawasan kota tua, tepatnya di Jalan Surati, Kampung Melayu, Banyuwangi. Rasa nasi tempongnya tak jauh berbeda dengan nasi tempong di Singaraja, tapi rasa sensasi  makan di warung asli Banyuwangi dengan penjual yang kebanyuwangiannya tak perlu diragukan lagi, saya benar-benar menikmatinya.

Di Banyuwangi saya juga terkesan melihat jajaran rumah-rumah berpagar rendah dengan ciri bangunan lama, serta ruko-ruko tua yang ketuaannya dipertahankan dengan baik. Melihat itu, saya seperti memandang Jalan Diponegoro sampai Jalan Gajah Mada di Singaraja.

Saya juga mengingat bagaimana di pagi hari kedua, daun-daunan berguguran di Magical Forest De Djawatan, di Benculuk, Banyuwangi. Pohon-pohon trembesi diselimuti benalu dan lumut. Tampak sama seperti saat mata saya menyaksikan akar-akar pohon eboni di Danau Buyan, atau rantingnya yang tak saling bersentuhan satu sama lain.

Jejeran pohon trembesi yang eksotis di Banyuwangi | Foto: tatkala.co/Wahyu

Saya kembali mengingat-ingat hubungan Singaraja dan Banyuwangi dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan. Hubungan Tari Gandrung di Banyuwangi dengan Tari Sanghyang di Bali. Teringat berapa banyak mahasiswa Banyuwangi di Singaraja.

Ingatan-ingatan itu berputar di atas kepala saya, kemudian membisikkan sebuah benang merah, sebuah kesimpulan.

Foto bersama pejabat Dinas Kominfosanti Buleleng bersama wartawan di Banyuwangi | Foto: Dok. Kominfosanti Buleleng

Di antara kemiripan-kemiripan yang saya temukan sepanjang perjalanan itu, di antara pertalian kecil ingatan itu, studi komparasi ini terasa bukan sekadar kunjungan antardaerah. Ia seperti cermin kecil yang memperlihatkan bahwa apa yang tumbuh di Banyuwangi, bukan mustahil juga dapat hidup dan berkembang di tanah Denbukit, Buleleng. Begitu juga sebaliknya. [T]

Reporter/Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole

Tags: banyuwangibulelengDinas Kominfosanti Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

Next Post

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails
Next Post
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri
Esai

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

by Angga Wijaya
June 11, 2026
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional
Lingkungan

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng
Tualang

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
Tempe dan Ekonomi yang Teriris
Esai

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
Fiksi

Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik

BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat...

by Chusmeru
June 11, 2026
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan
Esai

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

by Chandra Manikan
June 10, 2026
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co