5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
in Panggung
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari atas panggung. Berpadu dengan suara suling, kendang, dan instrumen pendukung lainnya. Penonton yang sejak awal memenuhi area wantilan tampak larut mengikuti setiap perkembangan musikal yang disajikan.

Di tengah rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, karya tabuh kreasi berjudul ‘Samagama’ hadir membawa satu pesan sederhana namun mendalam: tentang kebersamaan, gotong royong, dan kekuatan masyarakat yang bersatu dalam menjalankan tradisi.

Karya tersebut merupakan garapan I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra, yang akrab disapa Gung Lanang. Pemuda yang tinggal di Padangsambian Kelod, Denpasar, dan berasal dari Desa Menanga, Karangasem itu menjadikan tradisi di kampung halamannya sebagai sumber inspirasi penciptaan karya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Sebagaimana karya-karya lain yang ditampilkan dalam diseminasi tersebut, ‘Samagama’ tidak hanya menjadi bagian dari ujian akademik. Pertunjukan itu sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah gagasan, menerjemahkannya ke dalam bentuk artistik, serta mengelola sebuah produksi seni pertunjukan secara utuh.

Bagi Gung Lanang, gagasan tentang ‘Samagama’ berangkat dari pengamatannya terhadap kehidupan masyarakat di Desa Menanga, khususnya saat pelaksanaan tradisi Ngusaba Desa. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan memperlihatkan bagaimana nilai kebersamaan masih dijaga kuat hingga saat ini.

Dari tradisi itulah lahir judul ‘Samagama’. Secara harfiah, kata tersebut mengandung makna pertemuan, kebersamaan, atau berkumpulnya banyak orang dalam satu tujuan yang sama. Makna itu kemudian menjadi landasan utama dalam penggarapan karya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Menurut Gung Lanang, ketertarikannya mengangkat tradisi tersebut tidak lepas dari kedekatan emosional yang dimilikinya sebagai bagian dari masyarakat Menanga.

“Alasan saya memilih tradisi ini karena kebetulan tradisi ini ada di daerah asal saya di Karangasem. Selain itu, karya tugas akhir ini juga diharuskan mengangkat tradisi yang berkaitan dengan unsur-unsur kependidikan. Dari tradisi ini saya melihat bagaimana antusiasme masyarakat saling membantu dan bergotong royong dalam melaksanakan yadnya. Itu yang saya jadikan acuan sebagai konsep dan bahan ide dalam karya ini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Ngusaba Desa, masyarakat tidak hanya hadir sebagai peserta upacara. Mereka terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian persiapan maupun pelaksanaan upacara. Mulai dari menyiapkan sarana, menyusun perlengkapan ritual, hingga berbagai pekerjaan lainnya dilakukan secara bersama-sama.

Semangat kolektif itulah yang menjadi ruh utama dalam ‘Samagama’. Melalui bahasa musik, Gung Lanang berusaha menerjemahkan suasana kebersamaan tersebut ke dalam komposisi yang menonjolkan dialog antarinstrumen, saling mengisi, merespons, dan bergerak menuju satu tujuan musikal yang sama.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Secara musikal, karya ini menggunakan barungan Selonding sebagai media utama. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Selonding merupakan salah satu gamelan tua yang memiliki karakter suara khas, sakral, sekaligus sarat nilai historis. Karakter bunyinya yang dalam dan berwibawa dinilai mampu menghadirkan nuansa yang sesuai dengan tema yang diangkat.

Meski demikian, Gung Lanang tidak membatasi diri hanya pada instrumen Selonding. Untuk memperkaya warna musikal, ia mengolaborasikan berbagai instrumen pendukung sehingga menghasilkan komposisi yang lebih dinamis. Dipadukan dengan sejumlah instrumen, seperti gong, kempur, klenang, klentong, riong pencon, nyongnyong alit, nyongnyong ageng, patuduh atau ugal, kajar, kecek, suling, kendang lanang-wadon, serta instrumen tambahan berupa kulkul dan gumanak.

Di atas panggung, komposisi berkembang secara bertahap. Alunan Selonding membuka pertunjukan dengan suasana yang tenang dan penuh penghormatan. Seiring perjalanan karya, ritme mulai bergerak lebih dinamis. Dialog antarbagian gamelan semakin rapat, membentuk gambaran aktivitas masyarakat yang saling berinteraksi dalam semangat kebersamaan.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Pada bagian tertentu, permainan kendang dan instrumen ritmis menghadirkan energi yang lebih kuat, menggambarkan antusiasme warga ketika bekerja bersama. Di bagian lain, melodi suling dan vokal memberikan ruang reflektif yang memperlihatkan sisi spiritual dari pelaksanaan yadnya. Keseluruhan struktur karya bergerak menuju satu kesimpulan yang menegaskan pentingnya persatuan dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Di balik penampilan malam itu, proses penciptaan ‘Samagama’ juga diwarnai sejumlah tantangan. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi Gung Lanang adalah persoalan waktu.

“Kendalanya hanya pada masalah waktu. Jadwal pementasan sangat berdekatan dengan kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) sehingga banyak hal yang sulit diatur. Banyak pendukung atau personel juga terlibat dalam kegiatan PKB. Itu menjadi salah satu kendala terbesar selama proses penggarapan,” ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, proses penciptaan tetap dapat berjalan hingga tahap pementasan. Dukungan dari berbagai komunitas dan kelompok seni menjadi faktor penting dalam mewujudkan karya tersebut.

Dalam pementasannya, Gung Lanang didukung oleh Komunitas Swarapala Pancer Langit sebagai pendukung gamelan. Selain itu, proses penggarapan juga melibatkan Komunitas Super Saiyan, UKM Pepalit Mahadewa, serta Seka Gong Satya Yowana Gistara Kayana.

Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi cerminan nyata dari tema yang diangkat. Semangat kebersamaan yang menjadi pesan utama ‘Samagama’ tidak hanya hadir dalam konsep musikal, tetapi juga terwujud dalam proses kreatifnya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketika pementasan mencapai bagian akhir, tepuk tangan penonton pun mengalun panjang. Bagi Gung Lanang, momen tersebut bukan sekadar penanda berakhirnya sebuah pertunjukan, melainkan juga akhir dari perjalanan panjang menyelesaikan tugas akhir yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan.

“Perasaan saya tentu senang dan bangga karena bisa menuntaskan tugas akhir melalui jalur non-skripsi dan dapat menuangkan ide-ide yang saya miliki ke dalam sebuah karya,” tandas Gung Lanang.

Melalui ‘Samagama’, Gung Lanang tidak hanya menghadirkan sebuah komposisi tabuh kreasi. Ia juga membawa sepotong kehidupan masyarakat Desa Menanga ke atas panggung. Nilai-nilai yang selama ini hidup dalam tradisi Ngusaba Desa diterjemahkan menjadi tabuh kreasi yang dapat dinikmati siapa saja.

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Tags: Desa Menangakarangasemkarawitan balikesenian baliUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Next Post

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co