7 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
in Panggung
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari atas panggung. Berpadu dengan suara suling, kendang, dan instrumen pendukung lainnya. Penonton yang sejak awal memenuhi area wantilan tampak larut mengikuti setiap perkembangan musikal yang disajikan.

Di tengah rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, karya tabuh kreasi berjudul ‘Samagama’ hadir membawa satu pesan sederhana namun mendalam: tentang kebersamaan, gotong royong, dan kekuatan masyarakat yang bersatu dalam menjalankan tradisi.

Karya tersebut merupakan garapan I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra, yang akrab disapa Gung Lanang. Pemuda yang tinggal di Padangsambian Kelod, Denpasar, dan berasal dari Desa Menanga, Karangasem itu menjadikan tradisi di kampung halamannya sebagai sumber inspirasi penciptaan karya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Sebagaimana karya-karya lain yang ditampilkan dalam diseminasi tersebut, ‘Samagama’ tidak hanya menjadi bagian dari ujian akademik. Pertunjukan itu sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah gagasan, menerjemahkannya ke dalam bentuk artistik, serta mengelola sebuah produksi seni pertunjukan secara utuh.

Bagi Gung Lanang, gagasan tentang ‘Samagama’ berangkat dari pengamatannya terhadap kehidupan masyarakat di Desa Menanga, khususnya saat pelaksanaan tradisi Ngusaba Desa. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan memperlihatkan bagaimana nilai kebersamaan masih dijaga kuat hingga saat ini.

Dari tradisi itulah lahir judul ‘Samagama’. Secara harfiah, kata tersebut mengandung makna pertemuan, kebersamaan, atau berkumpulnya banyak orang dalam satu tujuan yang sama. Makna itu kemudian menjadi landasan utama dalam penggarapan karya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Menurut Gung Lanang, ketertarikannya mengangkat tradisi tersebut tidak lepas dari kedekatan emosional yang dimilikinya sebagai bagian dari masyarakat Menanga.

“Alasan saya memilih tradisi ini karena kebetulan tradisi ini ada di daerah asal saya di Karangasem. Selain itu, karya tugas akhir ini juga diharuskan mengangkat tradisi yang berkaitan dengan unsur-unsur kependidikan. Dari tradisi ini saya melihat bagaimana antusiasme masyarakat saling membantu dan bergotong royong dalam melaksanakan yadnya. Itu yang saya jadikan acuan sebagai konsep dan bahan ide dalam karya ini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Ngusaba Desa, masyarakat tidak hanya hadir sebagai peserta upacara. Mereka terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian persiapan maupun pelaksanaan upacara. Mulai dari menyiapkan sarana, menyusun perlengkapan ritual, hingga berbagai pekerjaan lainnya dilakukan secara bersama-sama.

Semangat kolektif itulah yang menjadi ruh utama dalam ‘Samagama’. Melalui bahasa musik, Gung Lanang berusaha menerjemahkan suasana kebersamaan tersebut ke dalam komposisi yang menonjolkan dialog antarinstrumen, saling mengisi, merespons, dan bergerak menuju satu tujuan musikal yang sama.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Secara musikal, karya ini menggunakan barungan Selonding sebagai media utama. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Selonding merupakan salah satu gamelan tua yang memiliki karakter suara khas, sakral, sekaligus sarat nilai historis. Karakter bunyinya yang dalam dan berwibawa dinilai mampu menghadirkan nuansa yang sesuai dengan tema yang diangkat.

Meski demikian, Gung Lanang tidak membatasi diri hanya pada instrumen Selonding. Untuk memperkaya warna musikal, ia mengolaborasikan berbagai instrumen pendukung sehingga menghasilkan komposisi yang lebih dinamis. Dipadukan dengan sejumlah instrumen, seperti gong, kempur, klenang, klentong, riong pencon, nyongnyong alit, nyongnyong ageng, patuduh atau ugal, kajar, kecek, suling, kendang lanang-wadon, serta instrumen tambahan berupa kulkul dan gumanak.

Di atas panggung, komposisi berkembang secara bertahap. Alunan Selonding membuka pertunjukan dengan suasana yang tenang dan penuh penghormatan. Seiring perjalanan karya, ritme mulai bergerak lebih dinamis. Dialog antarbagian gamelan semakin rapat, membentuk gambaran aktivitas masyarakat yang saling berinteraksi dalam semangat kebersamaan.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Pada bagian tertentu, permainan kendang dan instrumen ritmis menghadirkan energi yang lebih kuat, menggambarkan antusiasme warga ketika bekerja bersama. Di bagian lain, melodi suling dan vokal memberikan ruang reflektif yang memperlihatkan sisi spiritual dari pelaksanaan yadnya. Keseluruhan struktur karya bergerak menuju satu kesimpulan yang menegaskan pentingnya persatuan dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Di balik penampilan malam itu, proses penciptaan ‘Samagama’ juga diwarnai sejumlah tantangan. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi Gung Lanang adalah persoalan waktu.

“Kendalanya hanya pada masalah waktu. Jadwal pementasan sangat berdekatan dengan kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) sehingga banyak hal yang sulit diatur. Banyak pendukung atau personel juga terlibat dalam kegiatan PKB. Itu menjadi salah satu kendala terbesar selama proses penggarapan,” ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, proses penciptaan tetap dapat berjalan hingga tahap pementasan. Dukungan dari berbagai komunitas dan kelompok seni menjadi faktor penting dalam mewujudkan karya tersebut.

Dalam pementasannya, Gung Lanang didukung oleh Komunitas Swarapala Pancer Langit sebagai pendukung gamelan. Selain itu, proses penggarapan juga melibatkan Komunitas Super Saiyan, UKM Pepalit Mahadewa, serta Seka Gong Satya Yowana Gistara Kayana.

Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi cerminan nyata dari tema yang diangkat. Semangat kebersamaan yang menjadi pesan utama ‘Samagama’ tidak hanya hadir dalam konsep musikal, tetapi juga terwujud dalam proses kreatifnya.

Pementasan tabuh kreasi ‘Samagama’ karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketika pementasan mencapai bagian akhir, tepuk tangan penonton pun mengalun panjang. Bagi Gung Lanang, momen tersebut bukan sekadar penanda berakhirnya sebuah pertunjukan, melainkan juga akhir dari perjalanan panjang menyelesaikan tugas akhir yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan.

“Perasaan saya tentu senang dan bangga karena bisa menuntaskan tugas akhir melalui jalur non-skripsi dan dapat menuangkan ide-ide yang saya miliki ke dalam sebuah karya,” tandas Gung Lanang.

Melalui ‘Samagama’, Gung Lanang tidak hanya menghadirkan sebuah komposisi tabuh kreasi. Ia juga membawa sepotong kehidupan masyarakat Desa Menanga ke atas panggung. Nilai-nilai yang selama ini hidup dalam tradisi Ngusaba Desa diterjemahkan menjadi tabuh kreasi yang dapat dinikmati siapa saja.

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Tags: Desa Menangakarangasemkarawitan balikesenian baliUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Next Post

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails
Next Post
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co