4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
in Panggung
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan dari karya pembuka usai menggema, perhatian penonton kembali tertuju ke tengah panggung. Enam penari dengan kostum bernuansa merah menyala dan keemasan memasuki arena pertunjukan. Gerak mata tegas, kibasan kipas ritmis, serta formasi yang terus berubah menghadirkan energi yang langsung memikat perhatian.

Malam itu, karya tari kreasi kekebyaran berjudul ‘Nalaskara’ tampil sebagai karya kedua dalam Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali.

Kegiatan yang menghadirkan lima karya inovatif mahasiswa angkatan 2022 tersebut tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik. Diseminasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan kemampuan mereka dalam mengolah ide, mengembangkan kreativitas artistik, mengelola proses produksi, hingga membangun kerja sama yang solid demi menghadirkan sebuah pertunjukan yang utuh.

Khusus di Program Studi Pendidikan Sendratasik, tugas akhir kini dapat diwujudkan dalam bentuk proyek inovatif seni pertunjukan. Meski demikian, setiap karya tetap dilengkapi laporan tugas akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban proses kreatif sekaligus penjelasan mengenai relevansi karya dengan pembelajaran seni budaya maupun pendidikan seni budaya secara umum.

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

 

Di antara lima karya yang ditampilkan malam itu, ‘Nalaskara’ hadir dengan tema kuat dan dekat dengan tradisi Bali. Karya ciptaan I Kadek Oke Prawira Wibawa atau yang akrab disapa Oka ini mengangkat inspirasi dari ritual Siat Geni yang hidup di Desa Adat Tuban, Badung.

Bagi Oka, Siat Geni bukan sekadar tradisi yang diwariskan turun-temurun. Ritual tersebut menyimpan nilai-nilai filosofis yang sangat kaya dan relevan dengan kehidupan manusia hingga saat ini. Karena itulah ia memilih menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam penciptaan karya tari kreasi kekebyaran.

“Tradisi Siat Geni di Desa Tuban memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan tradisi yang ada di Bali. Selain itu, sejauh yang saya ketahui belum ada yang mengangkat tradisi ini menjadi sebuah karya tari kekebyaran. Karena itu saya tertarik menjadikannya sebagai karya tari kreasi kekebyaran yang ekspresif, sekaligus menghadirkan kelembutan sebagai pemanis dalam garapan,” ujar Oka.

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

Judul ‘Nalaskara’ sendiri memiliki makna yang sarat filosofi. Nama tersebut berasal dari dua kata, yakni ‘Anala’ berarti api dan ‘Askara’ berarti sinar cahaya agung dan suci. Keduanya kemudian menyatu menjadi simbol energi kehidupan yang menjadi roh utama dalam karya ini.

Melalui gerak dinamis dan penuh semangat, ‘Nalaskara’ merepresentasikan perjuangan manusia dalam mengendalikan diri demi mencapai keseimbangan dan harmoni hidup. Api yang menjadi simbol utama tidak hanya dimaknai sebagai unsur fisik yang membakar, melainkan juga sebagai kekuatan spiritual yang menerangi, membersihkan, dan memberi kehidupan.

Inspirasi tersebut berangkat dari tradisi Siat Geni yang dilakukan masyarakat Desa Tuban sebagai bagian dari rangkaian upacara keagamaan. Ritual ini menggunakan api sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan dari berbagai bentuk keburukan maupun pengaruh negatif.

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

Dalam pelaksanaannya, masyarakat mengarak api menuju tempat-tempat tertentu sebagai bentuk pembaruan energi positif sekaligus memohon keselamatan dan kesejahteraan. Tradisi tersebut umumnya dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam kalender Bali, termasuk menjelang Hari Raya Galungan maupun upacara-upacara besar lainnya.

Secara simbolis, Siat Geni menggambarkan proses pembakaran yang membersihkan segala hal negatif dan membuka ruang bagi keberkahan serta kehidupan yang baru. Api yang digunakan dalam ritual itu tidak hanya berfungsi sebagai media fisik, tetapi juga dipercaya memiliki kekuatan spiritual untuk mengusir roh-roh jahat dan melindungi masyarakat.

Melalui ritual tersebut, masyarakat mengungkapkan rasa syukur, memohon kedamaian dan kesejahteraan, sekaligus menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Nilai-nilai itulah yang kemudian diterjemahkan Oka ke dalam bahasa tari. Di atas panggung, api tidak dihadirkan secara literal, melainkan melalui karakter gerak yang tegas, dinamis, dan penuh energi. Sesekali gerakan para penari tampak meledak-ledak, menggambarkan kekuatan api yang membakar. Namun pada bagian lain, gerak berubah menjadi lebih lembut dan mengalir, menghadirkan kesan cahaya yang menuntun manusia menuju keseimbangan.

Pergantian tempo, perubahan formasi, serta ekspresi para penari menciptakan dinamika yang membuat karya ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang ingin dibangun oleh koreografernya.

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

Di balik penampilan yang memukau, perjalanan penciptaan ‘Nalaskara’ ternyata tidak selalu berjalan mulus. Oka mengaku menghadapi berbagai tantangan selama proses penggarapan, terutama dalam mengatur jadwal latihan para penari.

“Kendala terbesar selama proses penciptaan adalah mengatur jadwal latihan para penari karena mereka memiliki kesibukan masing-masing. Di tengah proses, dua penari mengalami kecelakaan sehingga saya harus mencari pengganti. Setelah mendapatkan pengganti, ternyata masih ada kendala pengaturan waktu sehingga saya kembali harus mencari penari lain agar proses penciptaan karya ‘Nalaskara’ bisa tetap berjalan,” ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai hambatan, proses kreatif tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan baik. Dukungan dari banyak pihak menjadi salah satu faktor penting yang membuat karya ini berhasil dipentaskan sesuai rencana.

Pementasan tari kreasi ‘Nalaskara’ karya I Kadek Oke Prawira Wibawa│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketika pertunjukan berakhir dan tepuk tangan penonton memenuhi wantilan, rasa lega bercampur bangga tampak jelas dirasakan Oka. Setelah melewati proses panjang penuh tantangan, ia akhirnya berhasil membawa gagasan yang selama ini ada dalam pikirannya menjadi sebuah karya yang utuh di atas panggung.

“Perasaan saya setelah diseminasi karya tentu sangat lega karena akhirnya bisa menyelesaikan dan mementaskan karya yang lahir dari hasil keringat sendiri. Saya juga bangga bisa sampai di tahap ini. Yang paling membuat saya bersyukur adalah dukungan yang begitu besar dari keluarga, sahabat, saudara, rekan kerja, adik tingkat, dan banyak pihak lainnya,” ungkapnya.

Melalui ‘Nalaskara’, Oka tidak hanya menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswa Sendratasik UPMI Bali. Ia juga menghadirkan sebuah tafsir baru atas tradisi Siat Geni yang selama ini hidup di tengah masyarakat Desa Tuban. Dengan memadukan semangat tari kreasi kekebyaran dan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ritual tersebut, ia menunjukkan bahwa tradisi tidak harus berhenti sebagai warisan masa lalu. Tradisi dapat terus hidup, berkembang, dan menemukan bentuk-bentuk baru yang tetap berakar pada nilai aslinya. [T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Tags: kesenian baliseni tariUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cukup Telulas?

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

by Komang Sujana
June 3, 2026
0
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

Read moreDetails

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

Read moreDetails

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

Read moreDetails

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

Read moreDetails

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner,...

Read moreDetails

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

Read moreDetails

Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 28, 2026
0
Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

SEKITAR 40 mahasiswa dari Korea, laki-laki dan perempuan, bersiap mementaskan kecak di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII-2026. Cak cak cak…...

Read moreDetails

Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

by Made Chandra
May 25, 2026
0
Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan...

Read moreDetails

Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 25, 2026
0
Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Janger Beringkit

by IGP Weda Adi Wangsa
May 23, 2026
0
Catatan Perjalanan Janger Beringkit

JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit,...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co