ASIMTOTE
sebentar nyala matahari
dari pagi
menyalak mataku
dan matamu
selalu silau
ada jeda tersembunyi
di bibir siang
lebih sunyi
dari celah renggang
akan tetapi, bayang
memanjang satu sama lain
seperti merapal
berpeluk batin, menjelma kekal
Gresik, 17 Februari 2026
ZIARAH
mata itu tertunduk
pada senja di bawah kantuk
mengetuk gundukan tanah
selalu
air mata diperah
bersama isak doa
Gresik, 17 Februari 2026
HUJAN MALAM
langit malam
dijatuhkan
pada mata kolam
lahirlah percikan
riuh di wajahku
sunyi yang terjaga
pecah riaknya
menjelma abstrak
bayangan kanak
hilang tawa
hilang rupa
Gresik, 17 Februari 2026
SERONA RAHASIA
segaris manja
selayak kanak
pada sepasang mata
menarik jarak
pandangku malam
serona jingga
ranum bibir
dan aku luruh
menjadi merah kecup
seperti kabut
mengecup kening bukit
suara-suara rumpang
singgah di lengkung telinga
mengendap sunyi
sebelum pagi
menyisir rambut waktu
biarkan kita
menjadi sepasang kerdip
lebur dalam rahasia
Gresik 17 Februari 2026
KEPALA EMPAT
haruskah kembali mengeja
angka genap
paling senyap
dua puluh empat
setelah puncak empat puluh
tiada menetap
kecuali pengap
di musim dada
hanya angka
menghitung kalimat
belum tercatat
Gresik, 18 Februari 2026
TASBIH PUTIH
layar fajar digelar
membaca datar cembung mata
ada asap putih
menghapus warna pagi
seluruhnya bunga melati
matahari bertasbih
menghitung perih
wajah-wajah tabah
batu ego menindih
samsara perih
Gresik, 18 Februari 2026
REGERESI
acap kali di atas genangan
selepas hujan
mimpi-mimpi tenggelam
dalam mata malam
udara dan dingin
bergelayut di sela ranting
mengusik sisa ingin
pada helai usia daun
suara serangga lirih
tergilas mesin merintih
di sepanjang jalan
hampir tiada kehangatan
gerangan hilang kecipak
napas pun menyesak
aku dan kau lepas jejak
menjadi kanak
berlarian dalam benak
Gresik, 19 Februari 2026
.
Penulis: Sholihul Mubarok
Editor: Adnyana Ole






























