23 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
in Khas
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

 Fakultas Vokasi IPB Internasional melalui Program Studi D3 Perhotelan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Pantai Kedonganan, Kuta, Badung, Bali

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma ikan bakar bercampur angin laut, suara obrolan wisatawan terdengar lagi, dan matahari terbenam tetap menjadi daya tarik yang sulit ditolak. Sekilas, semuanya tampak baik-baik saja. Kedonganan ramai lagi.

Namun di balik keramaian itu, ada pertanyaan penting yang sering luput dari perhatian: “Apakah pelaku usaha di Kedonganan benar-benar siap menghadapi cara baru wisatawan memilih tempat makan?”

Dulu, wisatawan datang karena rekomendasi sopir, cerita teman, atau sekadar mengikuti keramaian. Kini polanya berubah. Sebelum berangkat, orang membuka ponsel lebih dulu. Mereka mengetik “seafood terbaik di Bali”, membaca ulasan, melihat foto makanan, mengecek harga, lalu membandingkan beberapa tempat sebelum memutuskan datang. Artinya, persaingan hari ini tidak hanya terjadi di tepi pantai, tetapi juga di layar digital.

Di sinilah tantangan Kedonganan mulai terlihat. Banyak usaha kuliner di Kedonganan sebenarnya memiliki kualitas rasa yang baik, lokasi strategis, dan pengalaman makan yang sulit ditandingi. Namun keunggulan tersebut sering kali belum diikuti dengan kehadiran digital yang kuat. Ada usaha yang sulit ditemukan di Google Maps, ada restoran dengan foto yang kurang menarik, dan ada pula yang belum aktif merespons ulasan pelanggan. Padahal hari ini, tidak muncul di pencarian digital hampir sama dengan tidak terlihat.

Karena itu, digital marketing bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar. Google Business Profile menjadi pintu masuk utama bagi banyak wisatawan untuk menemukan lokasi, melihat jam operasional, membaca ulasan, dan menilai reputasi usaha. Media sosial pun bukan lagi hanya tempat unggah foto, tetapi telah menjadi etalase digital, ruang promosi, dan sarana membangun hubungan dengan pelanggan.

Melihat kebutuhan tersebut, Fakultas Vokasi IPB Internasional melalui Program Studi D3 Perhotelan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) hadir memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan dan optimalisasi Google Business Profile, pengelolaan media sosial, teknik fotografi produk sederhana, hingga strategi branding digital yang relevan dengan karakter usaha kuliner pesisir. Peserta kegiatan adalah 24 Seafood Café di Pantai Kedonganan, Bendesa Adat Kedonganan, LPM Kedonganan, Lurah Kedonganan, Kelian Adat Desa Kedonganan, Kepala Lingkungan Kelurahan Kedonganan, LPD Desa Adat Kedonganan, Perwakilan BPKP2K, Pansel BUPDA, Ketua The Bangsal, Ketua Pasar Adat Kedonganan.

 Langkah ini penting karena banyak pelaku usaha sebenarnya punya potensi besar, produk yang bagus, dan pengalaman yang menarik, tetapi belum sepenuhnya tahu cara mengenalkan usahanya dengan tepat di era digital. Kegiatan ini bekerja sama dengan BPKP2K, dimana BPKP2K sendiri memiliki peran penting sebagai pengelola kawasan kuliner, penghubung antar pelaku usaha, serta motor koordinasi dalam menjaga keberlanjutan kawasan wisata kuliner Kedonganan.

Melalui dukungan BPKP2K, pelatihan dapat menjangkau pelaku usaha lebih luas dan lebih tepat sasaran. Langkah ini penting karena banyak pelaku usaha sebenarnya punya potensi besar, produk yang bagus, dan pengalaman yang menarik, tetapi belum sepenuhnya tahu cara mengenalkan usahanya dengan tepat di era digital.

Kedonganan sebenarnya sudah punya modal besar: nama yang kuat, pengalaman autentik, dan daya tarik alam yang nyata. Tinggal bagaimana kekuatan itu diterjemahkan ke dalam bahasa digital yang mudah dijangkau wisatawan masa kini. Jika digitalisasi dilakukan secara kolektif, manfaatnya akan jauh lebih besar. Bayangkan jika seluruh pelaku usaha di Kedonganan aktif menampilkan identitas kawasan yang sama: seafood segar, suasana pantai, kisah nelayan lokal, dan pengalaman makan khas Bali. Maka yang dipromosikan bukan hanya satu restoran, tetapi seluruh Kedonganan sebagai destinasi kuliner.

Pada akhirnya, masa depan Kedonganan tidak hanya ditentukan oleh indahnya senja, segarnya seafood, atau ramainya pengunjung saat liburan. Masa depan kawasan ini akan ditentukan oleh seberapa cepat ia mampu membaca perubahan dan berani beradaptasi. Tradisi, keramahan, dan cita rasa lokal tetap menjadi jiwa utama, tetapi di era sekarang semua itu perlu hadir juga di ruang digital.

Jika Kedonganan mampu memadukan kekuatan lokal dengan inovasi baru, maka kawasan ini tidak sekadar akan bertahan, tetapi melangkah lebih jauh sebagai contoh bagaimana destinasi pesisir tumbuh cerdas, kuat, dan relevan. Karena dunia boleh berubah, tetapi tempat yang siap berubah akan selalu punya masa depan. [T]

Penulis: Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa KedonganandigitalIPB InternasionalPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

Next Post

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti, SST.Par., M.Par. lahir di Denpasar pada tanggal 17 Juni 1991. Ia menyelesaikan pendidikan Diploma IV pada Jurusan Manajemen Perhotelan di STP Nusa Dua Bali. Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Udayana dengan konsentrasi Pemasaran. Sebelum berkiprah di dunia akademik, ia memiliki pengalaman profesional di industri hospitality, khususnya pada bidang Sales and Marketing Department di hotel. Pengalaman tersebut memperkuat kompetensinya dalam bidang pemasaran dan pengelolaan industri perhotelan. Saat ini, beliau aktif sebagai dosen di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dan mengampu mata kuliah Manajemen Pemasaran Hospitaliti serta Manajemen MICE. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman industri yang dimiliki, beliau terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan pariwisata dan bisnis, khususnya di bidang hospitality dan pemasaran.

Related Posts

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails
Next Post
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co