22 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
in Khas
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

 Fakultas Vokasi IPB Internasional melalui Program Studi D3 Perhotelan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Pantai Kedonganan, Kuta, Badung, Bali

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma ikan bakar bercampur angin laut, suara obrolan wisatawan terdengar lagi, dan matahari terbenam tetap menjadi daya tarik yang sulit ditolak. Sekilas, semuanya tampak baik-baik saja. Kedonganan ramai lagi.

Namun di balik keramaian itu, ada pertanyaan penting yang sering luput dari perhatian: “Apakah pelaku usaha di Kedonganan benar-benar siap menghadapi cara baru wisatawan memilih tempat makan?”

Dulu, wisatawan datang karena rekomendasi sopir, cerita teman, atau sekadar mengikuti keramaian. Kini polanya berubah. Sebelum berangkat, orang membuka ponsel lebih dulu. Mereka mengetik “seafood terbaik di Bali”, membaca ulasan, melihat foto makanan, mengecek harga, lalu membandingkan beberapa tempat sebelum memutuskan datang. Artinya, persaingan hari ini tidak hanya terjadi di tepi pantai, tetapi juga di layar digital.

Di sinilah tantangan Kedonganan mulai terlihat. Banyak usaha kuliner di Kedonganan sebenarnya memiliki kualitas rasa yang baik, lokasi strategis, dan pengalaman makan yang sulit ditandingi. Namun keunggulan tersebut sering kali belum diikuti dengan kehadiran digital yang kuat. Ada usaha yang sulit ditemukan di Google Maps, ada restoran dengan foto yang kurang menarik, dan ada pula yang belum aktif merespons ulasan pelanggan. Padahal hari ini, tidak muncul di pencarian digital hampir sama dengan tidak terlihat.

Karena itu, digital marketing bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar. Google Business Profile menjadi pintu masuk utama bagi banyak wisatawan untuk menemukan lokasi, melihat jam operasional, membaca ulasan, dan menilai reputasi usaha. Media sosial pun bukan lagi hanya tempat unggah foto, tetapi telah menjadi etalase digital, ruang promosi, dan sarana membangun hubungan dengan pelanggan.

Melihat kebutuhan tersebut, Fakultas Vokasi IPB Internasional melalui Program Studi D3 Perhotelan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) hadir memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan dan optimalisasi Google Business Profile, pengelolaan media sosial, teknik fotografi produk sederhana, hingga strategi branding digital yang relevan dengan karakter usaha kuliner pesisir. Peserta kegiatan adalah 24 Seafood Café di Pantai Kedonganan, Bendesa Adat Kedonganan, LPM Kedonganan, Lurah Kedonganan, Kelian Adat Desa Kedonganan, Kepala Lingkungan Kelurahan Kedonganan, LPD Desa Adat Kedonganan, Perwakilan BPKP2K, Pansel BUPDA, Ketua The Bangsal, Ketua Pasar Adat Kedonganan.

 Langkah ini penting karena banyak pelaku usaha sebenarnya punya potensi besar, produk yang bagus, dan pengalaman yang menarik, tetapi belum sepenuhnya tahu cara mengenalkan usahanya dengan tepat di era digital. Kegiatan ini bekerja sama dengan BPKP2K, dimana BPKP2K sendiri memiliki peran penting sebagai pengelola kawasan kuliner, penghubung antar pelaku usaha, serta motor koordinasi dalam menjaga keberlanjutan kawasan wisata kuliner Kedonganan.

Melalui dukungan BPKP2K, pelatihan dapat menjangkau pelaku usaha lebih luas dan lebih tepat sasaran. Langkah ini penting karena banyak pelaku usaha sebenarnya punya potensi besar, produk yang bagus, dan pengalaman yang menarik, tetapi belum sepenuhnya tahu cara mengenalkan usahanya dengan tepat di era digital.

Kedonganan sebenarnya sudah punya modal besar: nama yang kuat, pengalaman autentik, dan daya tarik alam yang nyata. Tinggal bagaimana kekuatan itu diterjemahkan ke dalam bahasa digital yang mudah dijangkau wisatawan masa kini. Jika digitalisasi dilakukan secara kolektif, manfaatnya akan jauh lebih besar. Bayangkan jika seluruh pelaku usaha di Kedonganan aktif menampilkan identitas kawasan yang sama: seafood segar, suasana pantai, kisah nelayan lokal, dan pengalaman makan khas Bali. Maka yang dipromosikan bukan hanya satu restoran, tetapi seluruh Kedonganan sebagai destinasi kuliner.

Pada akhirnya, masa depan Kedonganan tidak hanya ditentukan oleh indahnya senja, segarnya seafood, atau ramainya pengunjung saat liburan. Masa depan kawasan ini akan ditentukan oleh seberapa cepat ia mampu membaca perubahan dan berani beradaptasi. Tradisi, keramahan, dan cita rasa lokal tetap menjadi jiwa utama, tetapi di era sekarang semua itu perlu hadir juga di ruang digital.

Jika Kedonganan mampu memadukan kekuatan lokal dengan inovasi baru, maka kawasan ini tidak sekadar akan bertahan, tetapi melangkah lebih jauh sebagai contoh bagaimana destinasi pesisir tumbuh cerdas, kuat, dan relevan. Karena dunia boleh berubah, tetapi tempat yang siap berubah akan selalu punya masa depan. [T]

Penulis: Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa KedonganandigitalIPB InternasionalPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

Next Post

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti

Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti, SST.Par., M.Par. lahir di Denpasar pada tanggal 17 Juni 1991. Ia menyelesaikan pendidikan Diploma IV pada Jurusan Manajemen Perhotelan di STP Nusa Dua Bali. Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Udayana dengan konsentrasi Pemasaran. Sebelum berkiprah di dunia akademik, ia memiliki pengalaman profesional di industri hospitality, khususnya pada bidang Sales and Marketing Department di hotel. Pengalaman tersebut memperkuat kompetensinya dalam bidang pemasaran dan pengelolaan industri perhotelan. Saat ini, beliau aktif sebagai dosen di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dan mengampu mata kuliah Manajemen Pemasaran Hospitaliti serta Manajemen MICE. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman industri yang dimiliki, beliau terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan pariwisata dan bisnis, khususnya di bidang hospitality dan pemasaran.

Related Posts

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

Read moreDetails

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
0
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

Read moreDetails

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026
0
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

Read moreDetails

Lomba Lagu Pop Bali Festival Seni Bali Jani VIII 2026 Bak “Perang Bintang”

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026
0
Lomba Lagu Pop Bali Festival Seni Bali Jani VIII 2026 Bak “Perang Bintang”

LOMBA Menyanyi Lagu Pop Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 berlangsung bak "perang bintang". Hampir seluruh...

Read moreDetails

BNN Kota Denpasar Ajak Murid Baru Tangkal Ancaman Narkoba di Ignite Fest Kesbam 2026

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
BNN Kota Denpasar Ajak Murid Baru Tangkal Ancaman Narkoba di Ignite Fest Kesbam 2026

 “Hari ini kalian mungkin berpikir narkoba itu urusan orang lain. Padahal, yang dibutuhkan pengedar hanya satu celah, yaitu rasa penasaran.”...

Read moreDetails

Ignite Fest 2026, Wajah Baru MPLS di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Ignite Fest 2026, Wajah Baru MPLS di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SORAK-sorai ratusan murid baru memenuhi Aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sesekali tepuk tangan bergemuruh tatkala acara diselingi penampilan...

Read moreDetails

Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

MINAT masyarakat terhadap dunia sastra kembali menunjukkan geliat yang menggembirakan. Lomba Menulis Cerpen dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ)...

Read moreDetails

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

Read moreDetails

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

Read moreDetails

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

Read moreDetails
Next Post
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila
Panggung

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA
Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

by tatkala
July 20, 2026
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026
Ulas Pentas

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

by Satria Aditya
July 20, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

by Early NHS
July 20, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Opini

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026
Khas

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]
Ulas Rupa

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

"Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu." Kalimat yang sering dikutip dalam berbagai diskusi lingkungan itu...

by Angga Wijaya
July 20, 2026
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]
Ulas Musik

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

by Chusmeru
July 20, 2026
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026
Esai

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman
Khas

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co