23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
in Pameran
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

Made Subrata (tengah) dengan latar belakang karya-karyanya yang dipamerkan di di Hotel 1O1 Oasis Sanur

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas, sembari menarik nafas panjang, sambil menikmati welcome drink yang disuguhkan pelayan cantik. Tanpa sengaja, pandangan mereka tertuju pada dinding lobi yang menawarkan karya seni indah. Gelas masih di tangan, mereka seketika berdiri, lalu bergegas menuju dinding dengan karya seni lukis itu.

Ada tujuh karya seni lukis yang dipajang merupakan karya perupa dan penulis, I Made Subrata, Lun. Walau mengangkat tema alam yang lumrah dan biasa, tetapi teknik goresan dan aneka warna yang disajikan sungguh memikat. Karya seni di atas kanvas dengan berbagai ukuran seakan memanjakan mata. Maka tak heran, wisatawan yang datang ataupun yang akan keluar hotel, terpesona dengan karya seni seniman lokal itu.

Lukisan berbagai objek itu dipamerkan di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎ mulai Sabtu 10 April hingga 10 Juni 2026, lukisan itu memang “mewartakan” keindahan alam dan budaya Bali. Tujuh lukisan yang dipajang di hotel di kawasan pariwisata Sanur itu, berjudul: Sawah Teras Sering, Pohon dan Tiga Kijang, Pohon Kehidupan, Koi Formasi Sembilan, Ekspresi Wajah, Ekspresi Wajah 1 dan Kucing dan Mawar.

Karya-karya Made Subrata

Jika diapresiasi lebih dalam, lukisan- lukisan itu sarat kandungan pesan pelestarian lingkungan. Lukisan Sawah Teras Sering misalnya, menampilkan keindahan hamparan padi di sawah berundag, dihinggapi burung-burung. Pesan yang ingin disampaikan Subrata lewat lukisan ini bahwa sawah sebagai penghasil padi, mesti dijaga kelestariannya dari alih fungsi. Sebab, belakangan, banyak sawah produktif justru beralihfungsi. Alihfungsi yang massif, dikhawatirkan berdampak pada ketahanan pangan dan terganggunya fungsi sebagai kawasan resapan air.
‎
‎Demikian juga lukisannya berjudul Pohon Kehidupan, Subrata ingin mengingatkan bahwa pepohonan sebagai penghasil oksigen, mesti dirawat sepenuh hati. Hutan sebagai tempat bertumbuhnya pepohonan, mesti dijaga dengan baik, agar bencana banjir tak mudah terjadi.
‎
Dalam karyanya berjudul Koi Formasi Sembilan, Subrata menempatkan pepohonan di atas ikan koi. Itu juga mengandung pesan bahwa pohon menjaga kelestarian air, sebagai sumber kehidupan ikan-ikan dan makhluk hidup lainnya. Ikan koi berjumlah sembilan, membetuk format angka sembilan sebagai objek lukisan, diyakini sebagai pembawa keberuntungan.
‎
‎Sementara itu, lukisannya berjudul Ekspresi Wajah, Subrata mencoba menyuguhkan fenomena yang dihadapi masyarakat kekinian yang penuh tantangan atau cobaan hidup. Ekspresi wajah muncul beragam, ada yang memperlihatkan raut wajah yang sedih, gembira, stres dll. Dalam karya itu wajah-wajah dihiasi rangkaian “pepatran”, memberi pesan bahwa berbagai tantangan atau cobaan hidup tak kuasa dihindari. Maka, tetaplah dihadapi dengan hati yang penuh sukacita.
‎
‎Subrata lahir di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, 31 Desember 1965. Ia belajar melukis secara otodidak. Ia banyak terinspirasi dari karya pelukis Bali, seperti Bapak Tusan dan sang maestro pelukis Bapak Made Wianta, yang juga sepupu ibunya.

‎Subrata yang lulusan S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unud Singaraja, tahun 1989 ini tak terikat pada salah satu gaya lukisan. Terkadang ia melukis dengan gaya abstrak, ekspresionis, surealis dan bahkan gaya dekoratif. Objek dan temanya beragam. Namun, nuansa Bali-nya masih tetap kentara dalam karya-karya figuratifnya.
‎
‎Sejak tahun 1990-an, Subrata sudah tercatat beberapa kali menggelar pameran lukisan. Diantaranya pameran bersama Sanggar Cung di Restoran Angsa Putih, Nusa Dua (1993), pameran bersama Kelompok Ragam Matra di Taman Budaya Denpasar (1994), pameran bersama Kelompok Ragam Matra di Hotel Bali Cliff Nusa Dua (1997), pameran tunggal dalam rangka seminar internasional di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar (‎2016).
‎
Pameran tunggal dalam rangka ‘’International Conference of Bioscience and Biotechnology (ICBB)’’ di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana (‎2017), pameran bersama dalam rangka Berawa Beach Art Festival Festival (‎2019), pameran bersama di Desa Tibubeneng (2019), pameran bersama bertajuk Water Holi (c) di Lv8 Resort Hotel Berawa, Canggu, Badung (2019), pameran bersama pelukis Maha Rupa Batukaru di Museum Subak Tabanan (2019), pameran virtual bersama Maha Rupa Batukaru (2019).
‎
‎Pameran virtual di Indonesian Art Community in America (2020), pameran bersama di Rumah Paros (2020), pameran bersama bertema Move On di Bidadari Art Space Mas Ubud, berkolaborasi dengan Lepud Art Management (2021), pameran bersama dalam rangka HUT Pascasarjana Unhi di gedung Pasca Unhi (2021), pameran bersama Komunitas Maha Rupa Batukaru di Santrian Art Gallery Sanur (2023), pameran bersama komunitas Gerakan Seni Rupa Bahagia di The Kayon Jungle, Bresela Gianyar (2024), Pameran bersama di ISI Bali dan pameran bersama Komunitas Maha Rupa Batukaru di salah satu villa di Pantai Pasut, Tabanan serta di arts space Batuan Gianyar (2024) dan pameran bersama di Rumah Berdaya, Sesetan, Denpasar (2025).

Ruang kreasi bagi perupa

Tak hanya THE 1O1 Bali Oasis Sanur, hotel-hotel lain di kawasan Sanur telah menyediakan ruang pameran sebagai cara memberikan ruang bagi perupa lokal. “Pameran ini bertujuan untuk memberikan ruang berkreasi kepada pelukis lokal, sehingga mereka bisa menampilkan karya-karya terbaik mereka,” kata General Manager THE 1O1 Bali Oasis Sanur saat ini adalah I Nyoman Astika, Selasa 21 April 2026.

Karya-karya Made Subrata

Pameran seni lukis ini juga program dari PHM, manajeman yang mengelola The 1O1 Oasis Sanur yang memiliki tiga hal penting yaitu stay, eat, dan experience. Ketiga program itu harus dikerjakan. Stay itu di akomodasinya, eat itu restoran yang bagus dan menyajikan menu-menu menarik serta sehat, dan experience memberikan pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan.

Untuk Experience ini, sudah ada beberapa hal yang dilakukan, salah satunya memberikan kegiatan tradisional berupa majejahitan setiap Kamis. Termasuk pameran lukisan ini. Pameran ini, sebagai upaya memberikan pengalaman menarik bagi para wisatawan. “Ketika mereka lewat, akan melihat karya karya pelukis Bali itu, sehingga memberikan nuansa berbeda kepada para tamu. Itu dua hal motivasi utama yang kami lakukan untuk memberikan ruang kepada pelukis lokal,” paparnya.

Pameran ini rencana akan berangsung selama dua bulan. Jika dipandang perlu untuk diperpanjang maka pameran berlangsung lebih lama. Pada pameran sebelumnya juga diperpanjang. “Saya sudah minta selanjutnya untuk mengisi ruang pameran ini untuk menampilkan karya-karya perupa muda,” harapnya.

Karya-karya Made Subrata

Astika mengatakan, setelah menyajikan lukisan gaya natural, maka pada pameran berikutnya kemungkinan akan memberikan kepada pelukis yang memiliki gaya abstak. Dengan begitu, satu sesi menyajikan karya seni yang berbeda-beda. “Itu program dari marketing communication, sehingga tidak ada jeda yang terlalu panjang. Sebab, lukisan yang ada menjadi dekorasi lobby, sehingga tamu mendapatkan sajian yang baru setelah menikmati alam Bali,” imbuhnya.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Hotel 1O1 Oasis SanurPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Next Post

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

Read moreDetails

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
0
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

Read moreDetails

Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

PAMERAN seni rupa bertajuk Prakriti–Pustaka–Padma 2026 di Museum ARMA, Ubud, menghadirkan ruang apresiasi yang kaya akan keberagaman medium, gagasan, dan...

Read moreDetails

Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

by Adwan SA
July 6, 2026
0
Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

PALEMBANG pada 21 Juni 2026 memang sedang garang-garangnya, seolah tidak menyisakan kulit untuk bersantai dan dibelai lembut oleh kehadirannya. Asmaran...

Read moreDetails

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

Read moreDetails
Next Post
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co