12 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Jro Gde Sudibya by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
in Esai
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Pemandangan di pantai Desa Kaliasem, Buleleng

Paradigma Baru Industri Pariwisata

Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali “mati suri”, tumbuh negatif 9,3 persen tahun2021 dan tumbuh negatif 3 persen tahun 2022. Krisis iklim yang begitu nyata dengan bencana metrohidrologi: banjir bandang, rob (naiknya permukaan air laut), kebakaran hutan, sehingga etika lingkungan menjadi nilai yang tidak bisa dihindarkan.Tuntutan HAM (Hak Asasi Manusia)  yang begitu menglobal: keadilan ekonomi, ekologi dan keadilan sosial kultural.

Berangkat dari pemikiran di atas, Paradigma baru Industri pariwisata bercirikan.

1.Pariwisata berbasis kesehatan, hyginies tourism, dari lingkungan alam yang sehat dan totalitas pelayanan dengan standar pelayanan kesehatan sesuai standar global.

2.Pariwisata yang bersahabat dan ramah lingkungan -Environmental Frendly Tourism-, berbasis aturan yang jelas: penetapan RTRW (Rencana Tata Ruang, Wilayah) yang bertanggung-jawab, penegakan aturan hukum -law enforcement- yang ketat, merujuk kepada Pariwisata Budaya yang untuk pertama kali dirumuskan dalam Perda Pariwisata Budaya Provinsi Bali tahun 1974.

3.Strategi Pariwisata mesti berkeadilan, bagi masyarakat lokal, keadilan dalam artian ekonomi, ekologi dan sosial kultural.

Jangan sampai industri pariwisata bertumbuh, tetapi masyarakat lokal terpinggirkan secara ekonomi, politik, ekologi dan sosial kultural.

Tantangan Industri Pariwisata Bali

Berdasarkan Jurnalisme Data Kompas, tahun 2024 wisatawan asing datang ke Bali 6,3 juta, wisatawan domestik melintas sekitar 21 juta orang, dengan penduduk Bali 4,5 juta orang. Dengan luas Pulau Bali 5,590 km2 – 5,780 km2, Bali mengalami tekanan ruang yang luar biasa, dengan tingkat kesemrawutan tinggi terutama di wilayah pariwisata Bali Selatan.

Bali mengalami multi krisis akibat industri pariwisata yang tidak dikelola dengan cerdas, bertanggung-jawab dan visioner: krisis sampah, kemacetan lalu lintas yang akut, kriminalitas, rusak parahnya lingkungan dan nyaris tidak bisa dipulihkan terutama di Bali Selatan.

Walaupun angka kedatangan wisatawan terus bertambah, ada tanda-tanda curve industri pariwisata Bali (terutama di Bali Selatan) mengalami kejenuhan, punya kecenderungan menurun -declining-. Para pengambil kebijakan pariwisata dan “stake holders” pariwisata kesannya “membiarkan” risiko ini, tetap “business as usual”. Dengan sikap yang dilandasi bawah sadar, “,tokh turis akan datang” karena keunggulan yang dimiliki Bali.

Tidak mau menyadari dan bahkan tidak mau tahu, “equity brand” Bali telah mengalami kemerosotan. Brand “the Last paradise”, -sorga terakhir- semakin kehilangan “taksu”nya akibat multi krisis yang sedang menimpa Bali. Sejarah industri pariwisata dunia mengajarkan, “tourist resort”yang mengalami kejenuhan menuju ke titik nadir krisis, nyaris tidak bisa dipulihkan, Kalaupun dilakukan upaya pemulihan, memerlukan dana dan upaya besar dalam jangka waktu yang panjang.

Lampu kuning pariwisata Bali terutama di Bali Selatan, semestinya menjadi peringatan – wake up call- untuk melakukan upaya serius dan pembenahan.

Tantangan dan Peluang Pariwisata Bali Utara

1.Belajar dari “kegagalan” pariwisata di Bali Selatan dan mengambil hikmahnya, bak ucapan pepatah: “hanya srigala yang jatuh dalam lubang yang sama berkali-kali”. Ungkapan yang semestinya membangkitkan “Jengah Buleleng”untuk segera berbenah.

2.Menemukan, merumuskan keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimiliki Bali Utara dan kemudian menjadi kekuatan dalam pengembangan masa depan pariwisata Bali Utara.

a.Keunggulan kultural, masyarakat yang egaliter, demokratik, cerdas, adaptif terhadap perubahan. Sehingga menjadi “lahan subur” bagi proses belajar berkelanjutan, inovasi dalam semua sisi kehidupan.

b..Keunggulan Alam, barisan Bukit membentang dari Tejakula – Bantiran (Bantiran sekarang masuk wilayah administratif Tabanan), dengan panjang pantai 160 km, merupakan alam terberi (gifted land) ,yang jika dengan cerdas penuh integritas dikelola,punya potensi memberikan kelimpahan bagi warganya.

c.Kontur Alam, pada sebuah “dataran” panjang, dimana angin laut segera “menabrak” Bukit, melahirkan konfigurasi cuaca yang sangat subur untuk pertanian dan wisata.

Peluang bagi Pariwisata Bali Utara

Dengan menemukan kembali keunikan, berbeda dengan Pariwisata Bali Selatan, tantangannya menciptakan narasi baru khas Den Bukit, menyebut beberapa:

1.Wisata Kota Tua Singaraja, mulai dari: rumah Ibunda Bung Karno, Desa Paket Agung, Titik O Pusat Kota Singaraja, dengan narasi yang sangat kaya, kantor Resident Bali – Lombok di era Pemerintahan Hindia Belanda, Gubernur Soenda Ketjil dan sejumlah kemasan cerita lainnya yang punya nilai historis. Turun ke bawah  ke pelabuhan Buleleng, Pelabuhan yang menyejarah, menyebut beberapa: “point of export ” Bali di era pemerintahan Hindia Belanda, tempat turis pertama berlabuh di Bali tahun 1920 dan mengunjungi Tejakula.Pengelana Spanyol Michel Covarubias mendarat tahun 1935 dengan naik sepeda menuju Bali Selatan.

Penulis buku “Island of Bali” buku pertama tentang Bali yang mendunia.

2.Wisata Lovina dan sekitarnya. Dengan  fokus narasi kehidupan Sang Penemu Lovina, Raja Buleleng terakhir cum sastrawan ternama angkatan Pujangga Baru. Plus wisata taman Terumbu Karang dan lumba-lumba yang telah mendunia.

3.Wisata Bahari yang punya potensi luar biasa, dengan garis pantai 160 km. Meniru dan mengembangkan lebih jauh (bench mark) dari keberhasilan wisata di Desa Pemuteran, Desa Les dan Desa-Desa Lainnya.

4.Merujuk Prasasti di Era Bali Pertengahan, Den Bukit merupakan tempat “metirtha yatra” orang-orang suci,  dengan menggali kembali narasi dan spirit ini, semestinya wisata spiritual mampu bertumbuh di Den Bukit.

5.Wisata perdesaan yang punya potensi besar, “padang datar” garis pantai dan “jejer kemiri” Bukit.

Penutup

Dengan uraian singkat di atas, semestinya prospek Pariwisata Bali Utara akan cerah ke depan, waktu terbaik “dauh ayu” astungkara mendekat di “gumi” Buleleng.

Dengan spirit “Jengah Buleleng” dengan retorika “Buleleng Paten”, melahirkan spirit motivasional  untuk meningkatkan kesejahteraan “krama” Den Bukit.

Jejak kesejarahan AA Pandji Tisna sebagai Raja Buleleng terakhir, sebagai Ketua Dewan Raja-Raja di Bali pasca kemerdekaan, menyelenggarakan pertemuan di Tabanan tahun 1948. Salah satu keputusan dalam pertemuan tsb., pasca kemerdekaan kekuasaan tradisional Raja telah berakhir, ada kesempatan untuk mengabdi negeri di bidang ekonomi, kesempatan luas yang tersedia pasca kemerdekaan. Keputusan visioner untuk merespons perubahan dan menatap masa depan.

Pada sebuah kesempatan antropolog ternama Bali Prof.Dr.I Gusti Ngurah Bagus bercerita, bangsawan cum sastrawan ini tahun 1940’an telah membaca buku-buku Svami Vivekananda, rangkaian ceramah Svamiji pasca mengikuti Konferensi Agama-Agama se Dunia di Chicago AS, September 1893.

Menguasai filsafat Veda/Vedanta, mendirikan gedung bioskop MAYA di samping sekolah SMP Bhaktiyasa yang didirikan oleh bangsawan cum sastrawan ini. Maya, adalah kehidupan sementara yang mesti “dinikmati” sebagai sebuah “hiburan” sementara, tanpa terikat padanya, Vairagya dalam pandangan Svamiji. Dengan tujuan final kehidupan dalam bahasa Svamiji, spiritual freedom, kebebasan spiritual, Moksha. Penggambaran sastrawan ini sangat fasih dalam filsafat Veda/Vedanta.

Generasi muda Buleleng bisa banyak belajar dari keteladan “penemu” Lovina ini.

“Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru”. [T]

Tags: bali utarabulelengLovinaPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Next Post

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Jro Gde Sudibya

Jro Gde Sudibya

Ketua FPD (Forum Penyadaran Dharma) Denpasar. Sekarang menetap di Banjar Pasek, Desa Tajun, Den Bukit, Bali Utara. Pengarang buku: Hindu Menjawab Dinamika Zaman, Agama Hindu & Budaya Bali (Bunga Rampai Pemikiran), penulis epilog dalam buku: Dharma Agama & Dharma Negara.

Related Posts

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails

Terbang di Atas Sepi

by Angga Wijaya
May 8, 2026
0
Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

Read moreDetails

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
0
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua...

Read moreDetails

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

by Agung Sudarsa
May 8, 2026
0
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Jejak Kehidupan Tiga Ilmuwan Penjaga Sistem Imun Dunia ilmu pengetahuan sering melahirkan tokoh-tokoh besar yang bekerja dalam kesunyian laboratorium, jauh...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Monyet Cerdik dan Babi Hutan | Dongeng dari Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026
Panggung

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co