22 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

I Gede Joni Suhartawan by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
in Esai
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

Ilustrasi tatkala.co | Canva

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua jenjang Pendidikan. Kalahkan SMA 6.93%, dan S1 5,89%.

Saya ulang lagi biar telinga kita semua bangun tidur: Sekolah Menengah Kejuruan, sekolah yang katanya, “lulus langsung kerja”, justru penyumbang pengangguran terbesar di negeri ini!

Ini bukan lagi anomali. Ini ironi sistemik. Tamparank eras buat tata kelola Pendidikan, industry dan ketengakerjaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau soal tata kelola, mari kita curigai hal sebagai berikut:

Lulusan SMK Gagal terserap karena 3 Kementerian jalan sendiri-sendiri!

Mari jujur. Masalahnya bukan pada anak-anak SMK-nya. Anak-anak kit aitu rajin dan semangat penuh harapan. Mereka praktek sampai berpeluh. Orang tuanya penuh harap. Masalah tidak di mereka. Masalah jelas: Kementerian tidak nyambung sesamanya, terutam tiga Kementerian paling bertanggung jawab soal pengangguran:

  1. Kemendikbudristek, sepertinya Kementerian ini asyik urusan cetak mencetak  lulusan TKJ, otomotif, tata boga.
  2. Kemenperin, kita tahu konsentrasinya mendorong industry yang membutuhkan operator mesin CNC, teknisi EV, ahli data.
  3. Kemnaker, memegang data lowongan kerja, tapi data ini tidak pernah jadi kurikulum yang konsisten di sekolah.

Apa hasilnya? Tidak terjadi link and match antara kebutuhan, kurikulum dan data lowongan kerja! Anak SMK lulus bawa ijazah Teknik Kendaraan Ringan (“otomotif”), tetapi sementara itu bengkel sudah tidak ada berganti jadi kendaraan Listrik. Anak lulus TKJ jago install Windows, tapi industry butuh anak yang ngerti cloud dan cyber security. Ini sekadar contoh nyaplir itu.

Ini namanya gagal napas koordinasi : Tiga Menteri satu cabinet, tapi urus anak bangsa seperti tiga negara beda benua.

DPR punya Komisi, Tapi Mana Pengawasab dan Kordinasinya?

Saya tidak mau cuma “menggugat” eksekutif tersebut. DPR yang terhormat juga harus mengaca. Kita punya Komisi X urus Pendidikan, Komisi VI urus industry dan Komisi IX urus ketenagakerjaan. Pertanyaannya, selama 2 tahun angka pengangguran SMK selalu tertinggi, apa yang telah wakil-wakil terhormat ini lakukan?

Sudahkah Komisi X panggil Mendikbud bertanya kenapa 60% alat praktek SMK sudah usang? Berapa kali Komisi VI panggil Menperin tanya kenapa industri “ogah” terima anak magang dari SMK? Berapa kali Komisi IX evaluasi kenapa Balai Latihan Kerja sepi, sementara anak SMK nganggur?

Kalau fungsi pengawasan tidak serius, buat apa ada Komisi itu di DPR? Rapat dengar pendapat janganlah lagi  cuma selesai jadi drama panggung marah-marah di depan kamera.

 

Industri Juga Jangan Cuci Tangan

Tentu, kita tidak bela pemerintah saja. Pengusaha juga harus ikut bertanggung jawab. Tiap tahun mereka teriak “kekurangan tenaga kerja terampil” tetapi giliran SMK minta tempat magang, dijawab “belum butuh”. Giliran diminta membantu kurikulum, berkelit “sibuk dan itu urusan sekolah!”

Kalau industri mau enaknya saja, minta SDM siap pakai tapi tidak mau investasi pelatihan, ya, jangan menggerutu ketika harus impor tenaga kerja dari luar.

Semoga tamparan ke muka kita bersama ini tidak membuahkan prilaku saling menyalahkan melainkan saling gisi  (saling berpegang tangan), terutama untuk menemukan Solusi bersama yang menurut hemat saya mungkin bertumpu kepada tiga hal utama ini senbagai kunci:

  • Kurikulum

    Benahi kurikulum melibatkan Kadin dan Asosiasi Industri, termasuk jika buka jurusan atau sekolah kejuruan baru, wajib Kadin dan Asosiasi Industri ikut tanda tangan.

    • Satu Data Satu Komando.

      Ketiga Kementerian: Kemendikbud Ristek, Kemenperin dan Kemnaker plus DPR perlu membentuk Satgas “link & match” secara nasional dengan target pengangguran SMK harus di bawah 1%. Kalau target tidak tercapai, mundur.

      • Insentif Pajak

      Berikan insentif pajak kepada Industri yang bersedia menyelenggarakan semacam “pusat diklat” di SMK, yang bersedia mengangkat guru tamu/bantu dan yang mau merekrut 50% anak magang dari SMK di perusahaannya.

      Anak mau masuk SMK sudah bisa dipastikan karena ingin cepat kerja, cepat bisa bantu orang tua. Mereka “rela” tidak kuliah. Jangan sampai mereka malah mendapat “pelecehan” ganda: pertama, diberi ijazah yang tidak laku pasar, kedua dengan mengatakan sambil lalu, “salah jurusan”

      Pengangguran anak SMK jelas bukan salahnya anak-anak selain salahnya kita bersama: yang bikin kebijakan, yang mengawasai dan yang memberikan anggaran. SMK dibentuk bukan untuk mencetak lulusan tetapi untuk mencetak lulusan yang bekerja. [T]

      Prambanan, 7/5/2026

      Penulis: I Gede Joni Suhartawan
      Editor: Adnyana Ole

      Tags: Pendidikanpengangguransekolah kejuruan
      ShareTweetSendShareSend
      Previous Post

      Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

      Next Post

      Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

      I Gede Joni Suhartawan

      I Gede Joni Suhartawan

      Penulis tinggal di Prambanan Klaten Jawa Tengah. Pernah bekerja di SCTV dan pernah menjadi Head of Production Creative Development Center di Trans Corp (TransTV and Trans|7)

      Related Posts

      Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

      by I Ketut Suar Adnyana
      August 21, 2026
      0
      Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

      BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

      Read moreDetails

      Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

      by I Wayan Yudana
      August 21, 2026
      0
      Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

      ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

      Read moreDetails

      Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

      by Tri Nugroho Adi
      August 21, 2026
      0
      Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

      ---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

      Read moreDetails

      JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

      by I Nyoman Gede Maha Putra
      August 21, 2026
      0
      JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

      SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

      Read moreDetails

      Lampu Merah dan Mental Menerabas

      by Angga Wijaya
      August 20, 2026
      0
      Lampu Merah dan Mental Menerabas

      SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

      Read moreDetails

      Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

      by Ahmad Sihabudin
      August 19, 2026
      0
      ’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

      "Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

      Read moreDetails

      Merawat Warisan Budaya Kolonial…

      by Pande Susan
      August 19, 2026
      0
      Merawat Warisan Budaya Kolonial…

      “Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

      Read moreDetails

      Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

      by Dede Putra Wiguna
      August 18, 2026
      0
      Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

      SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

      Read moreDetails

      Indonesia yang Muncul di Beranda

      by Angga Wijaya
      August 18, 2026
      0
      Indonesia yang Muncul di Beranda

      PADA 17 Agustus, saya merasa Indonesia tiba-tiba muncul di beranda media sosial.  Bukan Indonesia dalam bentuk peta yang biasa kita...

      Read moreDetails

      Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

      by I Ketut Suar Adnyana
      August 17, 2026
      0
      Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

      BAGI petani durian di Desa Pucaksari, masa panen seharusnya menjadi waktu yang paling dinanti. Setelah berbulan-bulan merawat pohon, menjaga kesuburan...

      Read moreDetails
      Next Post
      Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

      Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

      Please login to join discussion

      Ads

      POPULER

      • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

        Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

        22 shares
        Share 22 Tweet 0
      • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

        0 shares
        Share 0 Tweet 0
      • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

        5 shares
        Share 5 Tweet 0
      • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

        0 shares
        Share 0 Tweet 0
      • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

        43 shares
        Share 43 Tweet 0

      ARTIKEL TERKINI

      Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
      Lingkungan

      Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

      PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

      by tatkala
      August 21, 2026
      Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
      Esai

      Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

      BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

      by I Ketut Suar Adnyana
      August 21, 2026
      Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
      Kritik Sastra

      Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

      SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

      by Andre Syahreza
      August 21, 2026
      Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
      Tualang

      Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

      SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

      by I Nyoman Tingkat
      August 21, 2026
      Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
      Esai

      Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

      ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

      by I Wayan Yudana
      August 21, 2026
      Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
      Esai

      Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

      ---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

      by Tri Nugroho Adi
      August 21, 2026
      JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
      Esai

      JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

      SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

      by I Nyoman Gede Maha Putra
      August 21, 2026
      Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
      Ekonomi

      Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

      BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

      by tatkala
      August 20, 2026
      Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
      Khas

      Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

      Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

      by Komang Puja Savitri
      August 20, 2026
      Lampu Merah dan Mental Menerabas
      Esai

      Lampu Merah dan Mental Menerabas

      SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

      by Angga Wijaya
      August 20, 2026
      Meninggal Seperti Pepes Ikan
      Fiksi

      Ajian Jaran Goyang

      MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

      by Chusmeru
      August 20, 2026
      Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
      Budaya

      Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

      BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

      by tatkala
      August 19, 2026

      TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

      • Penulis
      • Tentang & Redaksi
      • Kirim Naskah
      • Pedoman Media Siber
      • Kebijakan Privasi
      • Desclaimer

      Copyright © 2016-2025, tatkala.co

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In
      No Result
      View All Result
      • Beranda
      • Feature
        • Khas
        • Tualang
        • Persona
        • Historia
        • Milenial
        • Kuliner
        • Pop
        • Gaya
        • Pameran
        • Panggung
      • Berita
        • Ekonomi
        • Pariwisata
        • Pemerintahan
        • Budaya
        • Hiburan
        • Politik
        • Hukum
        • Kesehatan
        • Olahraga
        • Pendidikan
        • Pertanian
        • Lingkungan
        • Liputan Khusus
      • Kritik & Opini
        • Esai
        • Opini
        • Ulas Buku
        • Ulas Film
        • Ulas Rupa
        • Ulas Pentas
        • Kritik Sastra
        • Kritik Seni
        • Bahasa
        • Ulas Musik
      • Fiksi
        • Cerpen
        • Puisi
        • Dongeng
      • English Column
        • Essay
        • Fiction
        • Poetry
        • Features
      • Penulis
      • Buku
        • Buku Mahima
        • Buku Tatkala

      Copyright © 2016-2025, tatkala.co