23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

I Gede Joni Suhartawan by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
in Esai
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

Ilustrasi tatkala.co | Canva

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua jenjang Pendidikan. Kalahkan SMA 6.93%, dan S1 5,89%.

Saya ulang lagi biar telinga kita semua bangun tidur: Sekolah Menengah Kejuruan, sekolah yang katanya, “lulus langsung kerja”, justru penyumbang pengangguran terbesar di negeri ini!

Ini bukan lagi anomali. Ini ironi sistemik. Tamparank eras buat tata kelola Pendidikan, industry dan ketengakerjaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau soal tata kelola, mari kita curigai hal sebagai berikut:

Lulusan SMK Gagal terserap karena 3 Kementerian jalan sendiri-sendiri!

Mari jujur. Masalahnya bukan pada anak-anak SMK-nya. Anak-anak kit aitu rajin dan semangat penuh harapan. Mereka praktek sampai berpeluh. Orang tuanya penuh harap. Masalah tidak di mereka. Masalah jelas: Kementerian tidak nyambung sesamanya, terutam tiga Kementerian paling bertanggung jawab soal pengangguran:

  1. Kemendikbudristek, sepertinya Kementerian ini asyik urusan cetak mencetak  lulusan TKJ, otomotif, tata boga.
  2. Kemenperin, kita tahu konsentrasinya mendorong industry yang membutuhkan operator mesin CNC, teknisi EV, ahli data.
  3. Kemnaker, memegang data lowongan kerja, tapi data ini tidak pernah jadi kurikulum yang konsisten di sekolah.

Apa hasilnya? Tidak terjadi link and match antara kebutuhan, kurikulum dan data lowongan kerja! Anak SMK lulus bawa ijazah Teknik Kendaraan Ringan (“otomotif”), tetapi sementara itu bengkel sudah tidak ada berganti jadi kendaraan Listrik. Anak lulus TKJ jago install Windows, tapi industry butuh anak yang ngerti cloud dan cyber security. Ini sekadar contoh nyaplir itu.

Ini namanya gagal napas koordinasi : Tiga Menteri satu cabinet, tapi urus anak bangsa seperti tiga negara beda benua.

DPR punya Komisi, Tapi Mana Pengawasab dan Kordinasinya?

Saya tidak mau cuma “menggugat” eksekutif tersebut. DPR yang terhormat juga harus mengaca. Kita punya Komisi X urus Pendidikan, Komisi VI urus industry dan Komisi IX urus ketenagakerjaan. Pertanyaannya, selama 2 tahun angka pengangguran SMK selalu tertinggi, apa yang telah wakil-wakil terhormat ini lakukan?

Sudahkah Komisi X panggil Mendikbud bertanya kenapa 60% alat praktek SMK sudah usang? Berapa kali Komisi VI panggil Menperin tanya kenapa industri “ogah” terima anak magang dari SMK? Berapa kali Komisi IX evaluasi kenapa Balai Latihan Kerja sepi, sementara anak SMK nganggur?

Kalau fungsi pengawasan tidak serius, buat apa ada Komisi itu di DPR? Rapat dengar pendapat janganlah lagi  cuma selesai jadi drama panggung marah-marah di depan kamera.

 

Industri Juga Jangan Cuci Tangan

Tentu, kita tidak bela pemerintah saja. Pengusaha juga harus ikut bertanggung jawab. Tiap tahun mereka teriak “kekurangan tenaga kerja terampil” tetapi giliran SMK minta tempat magang, dijawab “belum butuh”. Giliran diminta membantu kurikulum, berkelit “sibuk dan itu urusan sekolah!”

Kalau industri mau enaknya saja, minta SDM siap pakai tapi tidak mau investasi pelatihan, ya, jangan menggerutu ketika harus impor tenaga kerja dari luar.

Semoga tamparan ke muka kita bersama ini tidak membuahkan prilaku saling menyalahkan melainkan saling gisi  (saling berpegang tangan), terutama untuk menemukan Solusi bersama yang menurut hemat saya mungkin bertumpu kepada tiga hal utama ini senbagai kunci:

  • Kurikulum

    Benahi kurikulum melibatkan Kadin dan Asosiasi Industri, termasuk jika buka jurusan atau sekolah kejuruan baru, wajib Kadin dan Asosiasi Industri ikut tanda tangan.

    • Satu Data Satu Komando.

      Ketiga Kementerian: Kemendikbud Ristek, Kemenperin dan Kemnaker plus DPR perlu membentuk Satgas “link & match” secara nasional dengan target pengangguran SMK harus di bawah 1%. Kalau target tidak tercapai, mundur.

      • Insentif Pajak

      Berikan insentif pajak kepada Industri yang bersedia menyelenggarakan semacam “pusat diklat” di SMK, yang bersedia mengangkat guru tamu/bantu dan yang mau merekrut 50% anak magang dari SMK di perusahaannya.

      Anak mau masuk SMK sudah bisa dipastikan karena ingin cepat kerja, cepat bisa bantu orang tua. Mereka “rela” tidak kuliah. Jangan sampai mereka malah mendapat “pelecehan” ganda: pertama, diberi ijazah yang tidak laku pasar, kedua dengan mengatakan sambil lalu, “salah jurusan”

      Pengangguran anak SMK jelas bukan salahnya anak-anak selain salahnya kita bersama: yang bikin kebijakan, yang mengawasai dan yang memberikan anggaran. SMK dibentuk bukan untuk mencetak lulusan tetapi untuk mencetak lulusan yang bekerja. [T]

      Prambanan, 7/5/2026

      Penulis: I Gede Joni Suhartawan
      Editor: Adnyana Ole

      Tags: Pendidikanpengangguransekolah kejuruan
      ShareTweetSendShareSend
      Previous Post

      Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

      Next Post

      Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

      I Gede Joni Suhartawan

      I Gede Joni Suhartawan

      Penulis tinggal di Prambanan Klaten Jawa Tengah. Pernah bekerja di SCTV dan pernah menjadi Head of Production Creative Development Center di Trans Corp (TransTV and Trans|7)

      Related Posts

      Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

      by I Ketut Suar Adnyana
      October 22, 2026
      0
      Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

      IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

      Read moreDetails

      Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

      by Tri Nugroho Adi
      October 22, 2026
      0
      Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

      Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

      Read moreDetails

      Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

      by I Wayan Artika
      October 21, 2026
      0
      Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

      ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

      Read moreDetails

      Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

      by Chusmeru
      October 21, 2026
      0
      Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

      DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

      Read moreDetails

      Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

      by Angga Wijaya
      October 20, 2026
      0
      Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

      SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

      Read moreDetails

      Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

      by Luh Putu Anggreny
      October 20, 2026
      0
      Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

      BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

      Read moreDetails

      Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

      by Wayan Gde Yudane
      October 19, 2026
      0
      Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

      Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

      Read moreDetails

      Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

      by AA Ayu Arun Suwi Arianty
      October 19, 2026
      0
      Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

      PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

      Read moreDetails

      Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

      by I Wayan Yudana
      October 19, 2026
      0
      Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

      ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

      Read moreDetails

      Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

      by Angga Wijaya
      October 19, 2026
      0
      Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

      SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

      Read moreDetails
      Next Post
      Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

      Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

      Please login to join discussion

      Ads

      POPULER

      • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

        Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

        0 shares
        Share 0 Tweet 0
      • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

        22 shares
        Share 22 Tweet 0
      • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

        0 shares
        Share 0 Tweet 0
      • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

        0 shares
        Share 0 Tweet 0
      • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

        0 shares
        Share 0 Tweet 0

      ARTIKEL TERKINI

      Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
      Panggung

      Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

      GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

      by Dede Putra Wiguna
      October 22, 2026
      Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
      Esai

      Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

      IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

      by I Ketut Suar Adnyana
      October 22, 2026
      Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
      Esai

      Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

      Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

      by Tri Nugroho Adi
      October 22, 2026
      Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
      Panggung

      Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

      DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

      by Nyoman Budarsana
      October 22, 2026
      Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
      Esai

      Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

      ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

      by I Wayan Artika
      October 21, 2026
      Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
      Opini

      Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

      SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

      by I Made Pria Dharsana
      October 21, 2026
      Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
      Pendidikan

      Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

      ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

      by Nyoman Budarsana
      October 21, 2026
      Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
      Pariwisata

      Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

      DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

      by Nyoman Budarsana
      October 21, 2026
      Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
      Ulas Buku

      Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

      SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

      by Hartanto
      October 21, 2026
      Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
      Esai

      Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

      DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

      by Chusmeru
      October 21, 2026
      Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
      Esai

      Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

      SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

      by Angga Wijaya
      October 20, 2026
      Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
      Esai

      Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

      BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

      by Luh Putu Anggreny
      October 20, 2026

      TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

      • Penulis
      • Tentang & Redaksi
      • Kirim Naskah
      • Pedoman Media Siber
      • Kebijakan Privasi
      • Desclaimer

      Copyright © 2016-2025, tatkala.co

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In
      No Result
      View All Result
      • Beranda
      • Feature
        • Khas
        • Tualang
        • Persona
        • Historia
        • Milenial
        • Kuliner
        • Pop
        • Gaya
        • Pameran
        • Panggung
      • Berita
        • Ekonomi
        • Pariwisata
        • Pemerintahan
        • Budaya
        • Hiburan
        • Politik
        • Hukum
        • Kesehatan
        • Olahraga
        • Pendidikan
        • Pertanian
        • Lingkungan
        • Liputan Khusus
      • Kritik & Opini
        • Esai
        • Opini
        • Ulas Buku
        • Ulas Film
        • Ulas Rupa
        • Ulas Pentas
        • Kritik Sastra
        • Kritik Seni
        • Bahasa
        • Ulas Musik
      • Fiksi
        • Cerpen
        • Puisi
        • Dongeng
      • English Column
        • Essay
        • Fiction
        • Poetry
        • Features
      • Penulis
      • Buku
        • Buku Mahima
        • Buku Tatkala

      Copyright © 2016-2025, tatkala.co