6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
in Kuliner
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

Lapak Nasi Cokot Fadillah di Jalan Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan Dewi Sartika sudah berdetak kencang. Di sela-sela deru mesin motor yang terburu-buru mengejar absen kantor dan klakson angkutan kota yang memecah hening, sebuah kesibukan kecil tampak di depan Jalan Jatayu, persis di samping Indomaret.

Di sana, sebuah meja kayu sederhana menjadi panggung bagi drama kehidupan pagi. Di atas meja itu, tertata rapi gundukan bungkus nasi berbentuk bulat mungil yang dibalut kertas minyak putih bersih. Sebuah papan menu berdiri tegak, memajang deretan nama masakan yang membuat perut keroncongan: Ayam Rendang, Ayam Kecap, Ayam Betutu, hingga Daging Mercon.

Itulah lapak Nasi Cokot Fadillah.

Seorang wanita paruh baya dengan hijab berwarna abu-abu tampak cekatan melayani pembeli. Senyumnya tak pernah lepas, meski peluh mulai nampak di pelipisnya. Di sampingnya, seorang pemuda dengan kaos biru muda yang tampak kontras dengan warna langit pagi yang masih pucat membantu dengan sigap. Ia adalah Fadillah, sang anak, yang namanya kini diabadikan menjadi doa dalam setiap suapan nasi yang terjual.

Kehangatan di Balik Kertas Putih

“Satu yang ayam betutu ya, Bu,” ujar saya, bergabung dalam antrean yang mulai mengular.

Sambil menunggu giliran, saya memperhatikan bagaimana Ibu Aminah (nama yang terasa pas untuk keramahtamahannya) bergerak. Tangannya yang terampil memasukkan nasi cokot ke dalam plastik putih tipis. “Nasi cokot itu sebenarnya nasi yang ukurannya pas satu genggaman, Nak. Dinamakan ‘cokot’ karena cara makannya praktis, tinggal digigit atau dalam bahasa Jawa dicokot sambil jalan pun bisa,” jelasnya lembut saat saya bertanya tentang asal-usul nama dagangannya.

Lapak Nasi Cokot Fadillah di Jalan Dewi Sartika Singaraja

Nasi Cokot Fadillah adalah pendatang baru di kuliner pagi Singaraja. Baru mulai menggelar lapak sejak Januari 2026 lalu, namun magnetnya luar biasa. Harganya yang hanya Rp5.000 per porsi menjadikannya idola baru bagi mahasiswa yang kantongnya sedang tipis, maupun pekerja yang tak sempat sarapan di rumah. Meski menyediakan nasi kuning dan nasi campur, primadonanya tetaplah si nasi bulat “cokot” ini.

Fadillah: Sebuah Nama, Sebuah Doa

Sambil menyerahkan uang pas, saya mencoba berbincang lebih dalam. Fadillah, sang anak, sesekali menyeka meja. Ia adalah seorang pelajar yang mendedikasikan waktu paginya untuk membantu sang ibu sebelum ia berangkat ke sekolah.

“Fadillah itu artinya keutamaan atau anugerah,” ujar Bu Aminah sambil melirik bangga ke arah putranya. “Usaha ini lahir karena kami ingin Fadillah tetap bisa sekolah tinggi. Bapaknya bekerja jadi buruh bangunan, kerjanya tidak menentu. Kadang ada proyek di luar kota, kadang di rumah saja menunggu panggilan. Jadi, nasi cokot inilah yang menyambung napas dapur kami.”

Cerita di balik Nasi Cokot Fadillah adalah potret perjuangan kelas pekerja di sudut utara Bali. Saat sektor konstruksi kadang tak memberikan kepastian, Bu Aminah memilih untuk tidak berpangku tangan. Dengan modal keberanian dan resep masakan rumahan yang otentik, ia turun ke jalanan Dewi Sartika.

Keputusan membuka lapak pada awal tahun 2026 bukan tanpa risiko. Persaingan kuliner pagi di Singaraja sangat ketat. Namun, Bu Aminah percaya pada satu hal: rasa dan ketulusan. “Saya masak bumbu betutu ini dari jam tiga subuh, Nak. Rempahnya harus berasa, supaya yang beli merasa puas meski harganya cuma lima ribu,” tambahnya.

Aroma yang Bicara

Saya akhirnya mendapatkan pesanan saya. Nasi cokot ayam betutu. Saat bungkusan putih itu saya buka, uap tipis mengepul membawa aroma base genep yang tajam dan menggugah selera. Nasinya pulen, membungkus suwiran ayam betutu yang basah oleh bumbu kuning kemerahan.

Setiap gigitan adalah perpaduan antara pedasnya cabai rawit, aroma kencur, dan gurihnya terasi yang menyatu sempurna. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kualitas rasa yang disajikan melampaui harga yang dibayarkan. Di dalam bungkusan kecil itu, ada dedikasi seorang ibu yang bangun sebelum fajar dan harapan seorang anak laki-laki yang rela tangannya berbau bumbu demi masa depan.

Lapak Nasi Cokot Fadillah di Jalan Dewi Sartika Singaraja

Keramaian di depan Jalan Jatayu pagi itu seolah membuktikan bahwa sesuatu yang dibuat dengan cinta akan selalu menemukan penikmatnya. Para pembeli mulai dari tukang ojek, pegawai bank, hingga mahasiswa yang masih bermata mengantuk setia menunggu giliran mereka. Mereka bukan hanya membeli sarapan, tapi juga menjadi bagian dari rantai harapan keluarga Bu Aminah.

Tentang Bertahan dan Berjalan

Matahari kini sudah lebih tinggi. Lapak Nasi Cokot Fadillah mulai terlihat lowong, tanda dagangan hampir ludes. Fadillah mulai merapikan kursi-kursi plastik, bersiap untuk perannya yang lain sebagai siswa. Sementara Bu Aminah, dengan hijab abunya yang kini sedikit basah oleh keringat, tetap tersenyum melayani pembeli terakhir.

Perjalanan Nasi Cokot Fadillah mungkin baru berjalan beberapa bulan. Namun, di atas meja sederhana di trotoar Dewi Sartika itu, kita belajar bahwa hidup adalah tentang terus bergerak. Bahwa lima ribu rupiah bisa menjadi jembatan menuju mimpi seorang anak sekolah, dan sepotong nasi cokot bisa menjadi penyemangat paling jujur untuk memulai hari yang berat.

Lapak Nasi Cokot Fadillah di Jalan Dewi Sartika Singaraja

Bagi Anda yang kebetulan melintasi Jalan Dewi Sartika di Singaraja saat mentari baru bangun, sempatkanlah menoleh ke arah Jalan Jatayu. Di sana, ada kehangatan yang dibungkus plastik putih, ada rasa yang tak berkhianat, dan ada perjuangan seorang ibu yang patut kita rayakan dengan satu gigitan besar. [T]

Reporter/Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengkulinerSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Koperasi Merah Putih Harus Merah Putih

Next Post

Dari Asumsi ke Pembuktian: Telaah Logis atas Fenomena Rojali dan Rohana

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

by I Wayan Artika
October 31, 2026
0
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails
Next Post
Dari Asumsi ke Pembuktian: Telaah Logis atas Fenomena Rojali dan Rohana

Dari Asumsi ke Pembuktian: Telaah Logis atas Fenomena Rojali dan Rohana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co